NovelToon NovelToon
Aku Akan Mencintaimu Suamiku

Aku Akan Mencintaimu Suamiku

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:83.1k
Nilai: 5
Nama Author: Umi Nurhuda

Aku belum bisa mencintai sosok pria yang telah menikahiku. Kenapa? Karena, aku tak mengenalnya. Aku tidak tahu dia siapa. Dan lebih, aku tak menyukainya.

Pria itu lebih tua dariku lima tahun. Yah, terlihat begitu dewasa. Aku, Aira Humaira, harus menikah karena usiaku sudah 23 tahun.

Lantas, kenapa aku belum siap menikah padahal usiaku sudah matang untuk melaju jenjang pernikahan? Yuk, ikutin kisahku bersama suamiku, Zayyan Kalandra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Nurhuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebagian Keluarganya Asik

...❤ Sudah 10 Bab terlewati. Gimana kesan pesannya? Author harap masih pada setia ya nungguin kelanjutan kisah Aira dan Zayyan ❤...

"Bang Jay! Abang Jaaaay!" serunya nyaring, napasnya tersengal karena habis berlari. Itu Melati, adik bungsu Zayyan yang ceria dan dikenal sebagai ‘wartawan cilik’ kampung.

Zayyan spontan menepuk dahinya, "Duh, muncul juga nih reporter langganan."

Melati berhenti tepat di depan mereka, matanya berbinar melihat Aira. “Bang Jay kok udah jalan-jalan aja sih. Kalian nggak bobok bareng di kamar?” tanyanya polos, lalu menatap Aira dengan ekspresi terpesona.

“Ah… ini toh kakak baruku? Ya Alloooh… cantik poll! Namamu Mbak Aira, kan?" ujarnya spontan. “Kulitmu mulus banget! Cocok banget sama Bang Jay yang putih dan guanteng maksimal!”

Aira terkejut sekaligus tersipu mendengar pujian blak-blakan itu, sementara Zayyan buru-buru menepuk kepala adiknya berkulit sawo matang itu.

“Udah deh, kamu pulang aja. Omonganmu kedengeran sama tetangga nanti…”

Melati cemberut. “Ih, Bang Jay ini. Melati kira kalian lagi bobok siang di kamar, eh malah nongkrong berdua di pinggir jalan. Ya udah deh, Melati ikut ya!”

“Boleh—” Aira hampir menjawab, tapi Zayyan cepat-cepat menyela.

“Enggak! Sana pulang. Abang mau ke rumah Paman Sukimo, urusan penting.”

Melati menyilangkan tangan di dada dan mengerucutkan bibir. “Nggak mauuu, Melati ikut!”

Tiba-tiba dari arah beranda rumah sebelah terdengar suara lantang memanggil. “Hei, Melati! Sini aja sama kita. Nggak baik gangguin pengantin baru, lho,” ujar Bude Inem yang duduk bersama ibu-ibu lain. Mereka tertawa pelan sambil menggoda.

“Ayo, kamu punya berita apa hari ini? Jangan-jangan Bang Jay dan istrinya udah ciuman?” tambah Bude Yuli sambil tertawa.

Wajah Aira langsung merah padam, sementara Zayyan tertawa kikuk.

“Udah sana sana, Melati. Laporkan berita ke Bude Inem aja!” perintah Zayyan sambil mendorong lembut adiknya.

Melati berbalik dengan enggan, tapi sempat menoleh dan berbisik, “Emang bener kalian udah ciuman?"

Glek!

Aira dan Zayyan membeku.

"Kalo gitu, Besok Melati wawancara kalian lagi ya! Mau nulis kisah cinta pengantin baru, eksklusif!”

Zayyan hanya menggeleng, sementara Aira nyengir menahan tawa. “Aku nggak tahu harus malu atau ketawa sih barusan,” gumam Aira pelan.

Zayyan menatapnya sambil tersenyum lebar. “Selamat datang di kehidupanku, Aira. Penuh kehebohan tapi hangat. Dan mungkin sedikit, intrik. Hehe..."

Sesampainya di pelataran rumah Paman Sukimo, Zayyan dan Aira langsung disambut oleh keramahan khas desa. Di kursi panjang depan rumah, Bibi Sukimo tampak duduk santai memangku cucu kecilnya yang tertidur pulas.

“Wes, wes… ponakanku wis teko!” serunya riang sambil menepuk lututnya.

Dari dalam rumah terdengar sahutan, “Mana, Buk?” Itu suara Paman Sukimo,yang rupanya sedang asyik menonton TV di ruang tamu. Beliau adalah kolega Papa Hariatmaja di kantor kementerian yang lagi ngelibur. (Jangan ditiru ya😆) Dan yang memperkenalkan Zayyan kepada Papa.

...-Nggak kok, Paman Sukimo udah izin tidak masuk. Kan Ponakannya nikah- 😌...

“Itu lho, Pak. Ayo, ayo disambut sik, masa tamu didiemin aja,” jawab Bibi Sukimo sembari berdiri dan membenahi kerudungnya.

Zayyan tersenyum dan menuntun Aira maju ke hadapan mereka. Aira langsung menyalami tangan Bibi dan Paman dengan takzim, menundukkan kepala dan tersenyum sopan.

“Duh, sopan banget kamu, Nduk,” puji Bibi Sukimo sambil menepuk tangan Aira lembut. “Bulek nggak nyangka, ponakan bulek yang dari desa ini, yang kerjaannya cuma main layangan dulu, bisa dapet bojo koyo kowe. Cantik, kuning langsat. Lah ngalahke artis Korea iki mah!”

Zayyan tertawa geli, “Bulek, jangan buka aib dong. Aku udah tobat dari masa kecil yang tukang layangan.”

“Walah, masa kecilmu itu nggak akan pernah bisa ilang dari ingatan kampung ini, Jay,” sahut Paman Sukimo yang kini muncul di ambang pintu, tertawa lebar.

“Dah, dah, sini dulu, kenalan beneran. Paman ini yang ngenalin si Jay sama Papa kamu lho, nduk Aira," sambungnya sambil mempersilakan mereka masuk ke ruang tamu.

"Oh ya?" Aira melirik ke arah suaminya.

Saat mereka tengah berbincang hangat di ruang tamu, suara langkah terdengar dari luar.

“Nah lho, itu pasti si Santi datang,” kata Bibi Sukimo sambil bangkit dari duduknya. “Mau jemput anaknya ini."

Tak lama, seorang wanita modis dengan gaya langkah penuh percaya diri masuk. Bibirnya langsung bergerak cepat seperti mesin ketik.

“Wah, Ini tho menantu dari kota yang bikin heboh satu RT?” ujarnya sambil mengamati Aira dari ujung kepala sampai ujung kaki. Senyumnya lebar, tapi nadanya tajam penuh sindiran.

“Cantik sih, tapi kuat ndak tinggal di desa? Ini bukan kota, Dek. Nggak ada kafe, nggak ada mall, sinyal aja nyesek.”

Zayyan hanya tertawa. “Mbak, dulu juga Mbak Santi bilang nggak mau tinggal di desa. Tapi liat sekarang, malah jadi juru gosip nomor satu se-RT. Siaran pagi, siang, sore, lengkap dengan bumbu sambel.”

Semua di ruangan langsung tertawa, termasuk Paman Sukimo yang sampai menyembunyikan tawanya di balik tangan.

Mbak Santi melotot sejenak. “Ealah, Zayyan! Emang kamu nggak berubah ya, suka nyeletuk seenaknya!”

Zayyan mengangkat tangan, “Cuma balas pantun, Mbak. Mulut Mbak pedas, tapi hatinya manis... ya kan?”

“Manis apaan! Manis kayak rendang basi,” timpal Mbak Santi, tapi senyum geli tetap tersungging di wajahnya.

Aira mengerjap pelan, sedikit kaget dengan gaya interaksi yang begitu ceplas-ceplos, tapi juga geli melihat Zayyan begitu santai menghadapi keluarga yang 'ramai' ini.

Bapak Dikromo memiliki dua saudara kembar yang dikenal sebagai Paman Sukimo dan Paman Tukimo. Paman Tukimo yang memiliki andil besar dalam perjalanan hidup Zayyan. Beliaulah yang mengajak Zayyan merantau ke kota, mengenalkan dunia usaha, dan membuka jalan hingga Zayyan sukses membangun bisnis besar. Hingga kini, Paman Tukimo menjadi tangan kanan Zayyan dalam mengelola bisnis tersebut.

Zayyan sendiri memiliki tiga saudara. Kakaknya, Bang Sugeng yang menikah dengan Mbak Santi. Adik laki-lakinya bernama Sunan, dan yang paling bungsu adalah Melati.

Malam hari turun perlahan seperti kabut tipis yang menyelimuti rumah tua keluarga Zayyan. Kamar tempat Aira berada terasa sunyi. Di luar jendela, kebun dan rumpun bambu bergoyang pelan diterpa angin malam, menambah kesan sepi yang mencekam. Aira duduk di tepi ranjang, diam, menatap lantai seperti tenggelam dalam pikirannya sendiri.

"Entah kenapa, aku ngerasa Kak Zen sangat berbeda dengan keluarganya." gumam Aira.

Tiba-tiba pintu berderit pelan, dan muncullah Zayyan dengan nampan berisi makanan dan dua gelas minuman hangat.

"Aira, yuk maem dulu," ucapnya lembut, menatap istrinya dengan senyum hangat.

"Iya," jawab Aira pelan.

Zayyan duduk di sebelahnya, meletakkan nampan di antara mereka. “Aku lihat kamu lebih tenang sekarang. Aku senang lihatnya. Mengingat tadi kamu sempat nangis gara-gara Ibu…”

Aira terkejut, “Eh? Kamu tau, Kak?”

Zayyan mengangguk pelan. “Iya dong. Masa aku nggak tau? Aku kenal siapa Ibuku, Aira. Ibu adalah definisi dari seorang simbok yang cukup sensian. Membandingkan hal-hal dengan egonya sendiri. Tapi aku sangat menghormatinya, maaf ya kalau Ibu membuatmu nggak nyaman."

“Nggakpapa, kak. Keluargamu asik kok,” ucap Aira. “Paman Sukimo sama Bulek ramah banget. Melati lucu dan sangat bersahabat. Tetangga-tetangga baiknya kayak gula jawa.”

“Cuma… Ya itu...” Aira menahan kata-katanya.

1
Filan
si Harry itu bodoh kali ya.
Filan
biarin. pake uang haram dia
Filan
kirain apa "klunting" pakai petik dia 😅
Filan
Alah, paling juga hal-hal yang nggak-nggak.
Filan
kok sekolah ramah anak, kan emang sekolah TK? 😅
Miu.Nuha: krna sekolah TK aja blm tentu ramah anak. kenakalan anak TK juga bisa memicu trauma sejak dini. guru aja kadang sering nyeplos anak nakal-bandel-susah diatur.
makanya pemerintah menerapkan 'sekolah ramah anak' dn setiap sekolah harus memasang MMT itu...
total 1 replies
Filan
iya deh yang bucin halal /Slight/
Filan
😆😆 kasihan dijadikan susu perah. kenapa serepot itu, di kehidupan nyata ada yang lebih mudah namanya susu formula.
Filan
lho menyusui itu setelah lama dan dipenjara dulu? kirain setelah meninggalkan Zayyan, karena otomatis kan dia punya air susu yang nggak disusukan pada Zayyan.
Kalau di cerita orang ga punya bayi gampang banget punya ASI, di kehidupan nyata banyak ibu menyusui yang asinya seret 😆
Filan: serba terbalik 😅
total 2 replies
Filan
rupanya Kasandra cuma diperas.
Filan
oh, karena makin parah hukumannya ya.
Filan
lho kupikir dia sayang benget ibunya makanya membawanya kabur dulu. tapi dibiarkan ibunya disiksa.
Miu.Nuha: nggak berani nolong, takut digampar 😩
total 1 replies
Filan
Tapi Harry sayang banget sama bundanya walau bukan anak kandung.
Filan
lho, bukan anaknya toh. anak tirinya?
Filan
sebenarnya kalau dia punya kekuatan seperti sekarang jadi khawatir kalau dia berhasil mengacaukan Aira dan Zayyan.
ya, sekalipun ga akan berhasil
Filan
ya dia kan udah bisa menghalalkan segala cara buat harta.
Filan
udahlah Aira. kamu beruntung mendapatkan Zayyan
Filan
Dia berasal dari bawah, jadi penuh empati
Filan
kalau melebihi ekspetasi jadinya girang dong
Filan
tukang kayu itu bisa juga jadi presiden Aira 🤣
Filan
pantesan keluarga ayahnya memperlakukan dia seperti itu. Ibu tirinya jahat, ayahnya bejad.
awalnya kirain ibu kandung.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!