NovelToon NovelToon
The Secret of Love

The Secret of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:697.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: embun_senja

Menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yatim piatu yang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya.

Semua bermula sejak kematian kakeknya yang tewas terbunuh saat dia masih kecil, hingga dirinya yang dijual dan dijadikan sebagai gadis penghibur di sebuah rumah bordil ternama yang mengubahnya menjadi salah seorang wanita penghibur yang menjadi favorit para bangsawan dan pejabat istana.

Hingga suatu saat, dia harus memutuskan untuk masuk ke lingkungan istana karena kematian kekasihnya yang ternyata dalang dari seseorang yang tinggal di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embun_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

Dengan mesranya, Lian menatap wajah kekasihnya itu. Walau belum puas menikmati kecantikan wajah Mei Yin, tapi dia harus menutup wajah cantik kekasihnya itu agar orang tidak mengenalinya.

"Aku harap, wajahmu tidak akan kamu perlihatkan pada lelaki lain. Cukup aku saja yang menikmati kecantikan wajahmu ini," ucap Lian sambil mengelus lembut wajah kekasihnya itu. Gadis itu tersenyum dan segera menutup kembali wajahnya dengan cadar hitam. Yang terlihat, hanya sepasang mata biru dan alis hitam yang terukir indah.

Di atas kuda yang perlahan mulai berjalan, Mei Yin menyandarkan punggungnya di dada bidang kekasihnya itu. Sementara Lian, hanya bisa tersenyum melihat tingkah Mei Yin yang berlaku manja padanya.

"Bersandarlah sesukamu, karena di kota nanti kita harus kembali menjaga jarak," ucap Lian yang membuat Mei Yin terlihat sedih.

Setelah melewati jalan yang tidak terlalu ramai, akhirnya mereka sampai di jalan utama, di mana banyak orang yang berlalu lalang sehingga Mei Yin harus kembali menjaga jarak dengan Lian.

Dari atas kuda, Lian memperhatikan  setiap para pedagang yang menjual anting dan tusuk konde yang menarik perhatiannya, hingga dia berhenti di depan salah satu pedagang.

"Kamu mau apa?" tanya Mei Yin heran ketika melihat Lian melompat turun dari atas kuda. Lian hanya tersenyum padanya dan melangkah menuju pedagang itu. Dilihatnya sepasang anting dan tusuk konde yang menarik perhatiannya dan menunjukkannya pada Mei Yin. Gadis itu mengangguk tanda mengiyakan. Setelah membayar, Lian kemudian kembali naik ke atas punggung kuda dan memberikan sepasang anting dan tusuk konde itu kepada Mei Yin.

"Pakailah anting dan tusuk konde ini saat kita berjalan-jalan nanti," bisik Lian pelan. Mei Yin menerima pemberiannya itu sambil mengangguk dengan perasaan haru. Dia teringat kembali dengan kakeknya, karena hadiah yang dia terima pertama kali dalam hidupnya adalah sepasang sepatu dari kakeknya. Dan Lian adalah orang kedua yang memberikannya hadiah.

"Terima kasih. Aku pasti akan memakainya untukmu," ucap Mei Yin dengan senyum.

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka hingga mereka dikejutkan oleh suara orang itu. "Maaf, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya seorang pemuda yang sudah berdiri di depan mereka.

Mei Yin dan Lian terkejut ketika melihat pemuda itu, pemuda yang sudah mereka kenali. "Kenapa Liang Yi ada di sini?" batin Mei Yin panik.

"Apa ada yang bisa kami bantu, Tuan?" tanya Lian yang mencoba bertanya sambil menundukkan wajahnya.

"Aku ingin bertanya pada gadis ini. Apa kamu gadis yang pernah tinggal di salah satu desa di atas bukit Kabut?" tanya Liang Yi yang masih berdiri di depan mereka dengan rasa penasaran.

"Itu bukan aku. Mungkin Tuan salah orang," jawab Mei Yin sambil menepuk punggung kuda agar kuda itu segera berjalan.

"Tunggu sebentar. Aku tahu itu pasti kamu karena warna matamu tidak bisa membohongiku," ucap Liang Yi seakan tak percaya dan meyakini kalau gadis di depannya itu adalah gadis yang pernah ditemui ayahnya sepuluh tahun yang lalu.

"Maaf, Tuan. Istriku ini baru pertama kali datang ke kota ini, mungkin saja Tuan salah orang. Maaf, kami harus pergi." Lian kemudian menjalankan kudanya dan meninggalkan Liang Yi yang masih berdiri memandangi mereka.

Selama perjalanan, Mei Yin lebih banyak diam. Rupanya, pertanyaan Liang Yi tadi sudah mengusik hatinya. Dia heran, kenapa Liang Yi bertanya seperti itu padanya. Apa mungkin, Liang Yi mengenalinya, tapi itu tidak mungkin karena tidak ada orang yang tahu kalau dia adalah orang terakhir dari penduduk desa yang sudah habis dibantai kecuali seseorang yang dia panggil paman.

Melihat sikap Mei Yin yang sering diam membuat Lian menjadi khawatir. Dia ingin bertanya, tapi dia takut Mei Yin akan tersinggung. Hingga akhirnya, Mei Yin mulai membuka kisah lama yang sebenarnya ingin dia lupakan.

"Aku minta maaf, kalau beberapa hari ini sudah membuatmu khawatir. Aku tahu kamu pasti penasaran tentang apa yang ditanyakan Liang Yi waktu itu," jelas Mei Yin saat mereka sedang berada di sebuah taman kecil.

"Tidak masalah. Aku tidak ingin memaksamu untuk bercerita. Aku akan menunggu hingga kamu benar-benar siap untuk menceritakannya padaku," ucap Lian sambil memeluk gadis itu.

Di dalam pelukan Lian, Mei Yin merasakan ketenangan. Dia begitu bersyukur bertemu dengan pemuda itu. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk menceritakan kejadian sepuluh tahun yang lalu.

Dengan menahan tangis, Mei Yin mulai menceritakan tentang pembantaian di desanya yang sudah menewaskan seluruh penduduk desanya, termasuk kakeknya yang jasadnya pun tidak dia temukan. Hingga dia dibawa oleh seseorang dan dijual, disekap di sebuah ruangan yang gelap, dan dijual kembali hingga berakhir di rumah bordil hingga sekarang.

Mei Yin menangis setiap mengingat kejadian itu. Isakannya terasa memilukan. Sementara Lian, masih memeluk tubuh gadis itu dengan erat. Dengan lembut, Lian membelai rambut gadis itu. Tanpa terasa, dia ikut menitikkan air mata saat mendengar cerita kekasihnya itu.

Di balik cerita itu, wajah Lian mulai berubah. Ternyata, Lian ada saat pembataian itu terjadi, dan kini hatinya semakin gelisah karena pembantaian itu disaksikan di depan matanya sendiri.

Saat itu, negeri sedang mengalami musim panas dan paceklik yang membuat orang membunuh dan merampok untuk bisa bertahan hidup. Lian yang waktu itu masih berumur lima belas tahun, diajak temannya bergabung ke suatu kelompok yang akan pergi ke suatu tempat. Hingga mereka sampai di sebuah desa yang terlihat sunyi karena penduduknya masih tertidur lelap.

Melihat penduduk yang tertidur karena pesta semalam, membuat mereka mengambil barang-barang yang bisa mereka bawa. Lian yang melihat kejadian itu tidak bisa berbuat apa-apa selain menyaksikan aksi mereka. Dan tiba-tiba, aksi mereka diketahui oleh salah satu warga yang telah terbangun. Karena panik, seorang pria dari kelompok itu langsung menebas pedang ke batang leher orang itu dan membuat penduduk satu persatu mulai terbangun. Dan saat itulah, pembantaian itu terjadi.

Lian yang tidak tahu apa-apa kemudian berlari meninggalkan mereka dan dia sempat melihat seorang kakek yang ditarik paksa dan dikumpulkan di sebuah rumah dan rumah itu pun langsung dibakar.

Sejak saat itu, Lian merasa sangat bersalah. Dia tidak bisa menghalangi orang-orang itu untuk membunuh, karena saat itu dia hanyalah seorang anak remaja yang tidak mampu berbuat apa-apa. Melihat orang-orang yang terbunuh, membuat hidupnya tidak tenang hingga akhirnya dia memutuskan untuk belajar kung fu agar bisa membela orang lain. Kemampuan kung funya semakin terasah dari tahun ke tahun, hingga dia diminta untuk mengawal para pedagang atau bangsawan ketika melewati daerah yang rawan.

Kemampuan Lian mengawal rombongan pedagang atau bangsawan sudah di kenal di seluruh kota. Para perampok tidak akan bergerak jika mereka tahu Lian yang mengawal rombongan itu. Hingga dua tahun yang lalu, Lian memutuskan untuk berhenti menjadi pengawal yang mengawal rombongan dan berakhir menjadi pengawal seorang wanita penghibur.

Mengingat kembali peristiwa itu membuat Lian semakin mencintai Mei Yin. Dia ingin menghabiskan waktu dan sisa hidupnya bersama gadis itu. Dia telah berjanji akan selalu menjaga dan melindungi gadis itu walau harus mengorbankan hidupnya. Kini, Mei Yin adalah tujuan hidupnya. Dia akan melakukan apa saja agar gadis itu selalu bahagia.

"Menangislah, aku akan ada di sini untukmu. Aku tidak akan meninggalkanmu," ucap Lian lembut sambil memeluk Mei Yin yang sedang menangis.

Sementara itu, Liang Yi masih memikirkan pertemuannya tadi dengan gadis bermata biru. Selama ini, dia tidak pernah bertemu dengan seorang gadis yang mempunyai mata biru seindah itu. Tatapan mata gadis itu terlihat bagai lautan biru yang tenang. Setiap menatap matanya, orang pasti akan merasa damai dan tatapan mata gadis itu telah membuat Liang Yi semakin penasaran padanya.

"Apa gadis itu adalah gadis yang pernah ayah temui dulu?" ucapnya pada diri sendiri.

"Namun, laki-laki itu mengaku sebagai suaminya. Kalau memang benar, berarti ayah tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada orang yang akan melindungi gadis itu," pikirnya.

*****

Seorang utusan dari istana datang menemui Mei Yin atas perintah Pangeran Zhao Li. Dengan membawa beberapa barang sebagai hadiah, utusan itu meminta untuk bertemu langsung dengannya karena ada pesan yang harus disampaikan secara langsung kepadanya.

"Utusan dari Pangeran?" tanya Mei Yin heran ketika mendengar dari Hua Feng kalau utusan itu ingin bertemu dengannya secara langsung.

Utusan itu bukan pertama kali datang atas nama Pangeran, karena utusan itu tidak pernah bertemu dengannya, tapi hanya bertemu dengan Jiya.

"Maaf, Nona Mei Yin. Hamba disuruh oleh Pangeran Zhao Li untuk menyampaikan pesan kalau Nona harus bersiap-siap karena Nona akan segera tinggal di istana sebagai pelayan khusus untuk Pangeran. Di luar, sudah ada tandu yang menunggu Nona dan Nona tidak perlu khawatir karena Jiya sudah menyetujui Nona keluar dari sini," jelas utusan itu panjang lebar.

Mei Yin menatap utusan itu dengan heran. Dia tidak menyangka kalau Pangeran Zhao Li berani melakukan hal itu. Dia hanya seorang penari yang berasal dari tempat yang dianggap kotor oleh sebahagian orang, tapi kenapa Pangeran mau membawanya ke istana sebagai pelayan khusus untuknya?

"Aku akan kesana karena aku ingin bertanya langsung kepada Pangeran," ucap Mei Yin sambil berdiri menuju tandu dan memanggil Lian untuk segera ikut dengannya.

Dulu, Mei Yin sempat berharap agar seseorang bisa mengeluarkan dia dari tempat itu. Namun kini, dia seakan merasakan beban karena yang akan mengeluarkan dia dari tempat itu adalah Pangeran Zhao Li. Walau mereka bersahabat, tapi dia sendiri tidak tahu maksud dari Pangeran Zhao Li dan apakah dia mampu hidup di istana dengan statusnya sebagai seorang wanita penghibur?

Dan yang lebih membuat dirinya khawatir adalah Lian. Dia tidak mungkin meninggalkan kekasihnya itu dan memilih tinggal di istana. Dia tidak ingin terlihat egois karena bagaimanapun, Lian adalah seseorang yang sangat berarti baginya.

Dari balik tirai, Mei Yin memandang ke arah Lian yang sedang naik kuda di samping tandunya. Mei Yin tersenyum melihat pemuda itu yang selalu bisa membuat dirinya nyaman.

Sementara Lian, tidak pernah berpikir sedikitpun untuk meninggalkan Mei Yin. Namun kini, hatinya sedang gundah karena mendengar kalau Mei Yin akan tinggal di istana.

Pangeran sedang duduk di ruangan di taman milik ibunya itu. Sementara di sampingnya, Liang Yi sedang duduk sambil membaca sebuah buku di tangannya.

Melihat kedatangan Mei Yin, membuat kedua pemuda itu segera mengalihkan perhatiannya ke arah gadis itu. Setelah memberi hormat pada Pangeran, Mei Yin kemudian duduk di antara mereka.

"Aku senang akhirnya kamu mau tinggal di istana dan menjadi pelayan pribadiku," ucap Pangeran Zhao Li dengan senyum yang mengembang di bibirnya dan menatap lurus ke arah Mei Yin.

"Apa kamu serius hingga nekat mengajakku tinggal di istana dan menjadikanku sebagai pelayanmu?" tanya Mei Yin yang membuat Pangeran Zhao Li mengernyitkan alisnya.

"Kenapa? Apa kamu tidak mau tinggal di istanaku ini?"

"Aku berterima kasih karena kamu sudah berbaik hati padaku. Andai kamu melakukannya saat aku masih sendiri, aku akan menerimanya dengan senang hati. Namun kini, aku tidak bisa menerima permintaanmu itu karena aku sudah mencintai seseorang dan dia tidak mungkin bisa aku tinggalkan," jelas Mei Yin yang membuat Pangeran Zhao Li merasa kecewa.

"Maksudmu, sekarang kamu sedang berhubungan dekat dengan seorang lelaki?" tanya Liang Yi yang seakan tidak percaya.

Mei Yin mengangguk pelan dan membuat Liang Yi tersenyum seakan tak percaya.

"Apa aku boleh tahu siapa lelaki yang sudah merebut hatimu itu?" tanya Liang Yi yang membuat Pangeran Zhao Li memandanginya seakan itu adalah pertanyaan yang juga ingin dia tanyakan.

"Kalian tidak perlu tahu siapa dia. Namun bagiku, dia adalah lelaki yang baik. Lelaki yang mau menerimaku tanpa berpikir kalau aku hanyalah seorang wanita penghibur."

Terlintas raut kekecewaan di wajah Pangeran Zhao Li. Dia tidak menyangka, kalau Mei Yin akan menolak permintaanya hanya karena seorang lelaki. Dan dia penasaran dengan sosok lelaki yang sudah membuat Mei Yin jatuh cinta padanya. Apa kehebatan lelaki itu hingga membuat hati Mei Yin luluh padanya? Semua pertanyaan itu telah mengganggu hatinya.

"Mei Yin, apa kamu tahu hukuman bagi orang yang membantah perintah Pangeran?" tanya Liang Yi dengan wajahnya yang terlihat serius.

"Aku tahu. Karena itu, aku akan siap kalau Pangeran mau menghukumku. Aku akan terima," ucap Mei Yin sambil menundukkan kepalanya.

Mendengar perkataan Mei Yin membuat Pangeran Zhao Li mengepalkan kedua tangannya. Dia tidak menyangka kalau gadis itu nekat menerima hukuman hanya karena seorang lelaki yang dicintainya. Rasa penasaran akan lelaki itu semakin mengganggunya dan membuatnya menjadi gelisah.

Dengan meminta Mei Yin untuk tinggal di istana, Pangeran Zhao Li berharap bisa membuatnya semakin dekat dengan gadis itu, karena ternyata selama ini rasa cintanya pada gadis itu telah mengganggu hatinya. Namun, semua harapannya hancur tatkala dia tahu kalau Mei Yin ternyata mencintai orang lain.

1
秦柔
this is very touching /Sob/
Yaser Levi
sampai episode ini, udah gak ada gregetnya, cinta kok pindah2 gak jelas..mn rajanya bego lagi ..udahan lah..
Kalief Handaru
ceritanya bagus
Purwanto Purwanto
sanfat menguras emosi
Novie Achadini
karya yg lainnya apa thor aku suka sama critanya
Novie Achadini
ceritanya bagus bgt thor
Oi Min
Ah.... Ruwet
Oi Min
Mei Yin cuma cinta ma putra mahkota saja?? Akankah dia bsa jatuh cinta lagi??
Oi Min
Jadi Liang Yi akan ttp jdi kakak dan sahabat Mei Yin
Oi Min
Apa Mei Yin akan jatuh cinta lagi.... Siapa yg akan jadi jodohnya Mei Yin??
Oi Min
Jdi.... Siapa yg memburu Mei Yin sampe2 Lian berkorban nyawa??
Oi Min
Nangis aq tor...... Syedih..... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Oi Min
Ah.... Lian so sweet dech.....
Apa Lian itu kekasih yg di sebut di prolog itu.... Yg mati krna orang istana??
Oi Min
Jendral Cang Yi sdah lupa ma Mei Yin kah??
evilnasry_
aku bahagia mendengar meylin akhirnya hidup bahagia,,dan tak ku sangka season keduanya sdh lebih dulu selesai ku baca dibandingkan season pertamanya,,karyamu sngatt bguss thorr semangat lagi untuk berkarya👍💪
❤time traveller❤
sedia tissue
♥️♥️time travelers ♥️♥️
sedih bgt ceritanya . mudah mudahan happy ending
mejik tutik
yang benar itu yg gimanaaa?
Sri Farsan
kebanyakan bawang thor,,, nyesek ak
(*) 😑 Oppa gabut😁😐😤
di cerita ini tokoh utama nya siapa🤔
bingung aku🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!