Kisah dua sahabat yang dipertemukan kembali setelah sama-sama berpisah dari pasangan mereka masing-masing.
Gadis Ayudia Zahira tak pernah menyangka, pertemuan itu justru membawanya pada sebuah permintaan yang mengubah hidupnya. Demi memenuhi harapan terakhir ibu dari sahabatnya, Gadis terpaksa menerima pernikahan yang tak pernah ia rencanakan sebelumnya.
Dipertemukan kembali di usia yang tak lagi muda, dengan luka dan kecewa yang masih tersisa, mampukah mereka menumbuhkan benih-benih cinta di antara hubungan yang awalnya hanya sebatas sahabat?
Atau, mereka justru akan kembali berpisah seperti sebelumnya?
Yuk, ikuti kisah mereka!
Jangan lupa like dan komentar setelah membaca. Terima kasih 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rendra Ragu
Mami Rosa protes ketika Alan akan menikahi Gadis satu bulan lagi, rasanya itu terlalu lama.
"Kenapa lama sekali, kenapa tidak besok saja."Kata Mami Rosa begitu tidak sabar.
Alan memutar bola matanya malas, "Mami yang bener aja, menikah juga butuh persiapan."Jengahnya.
"Yasudah deh, yang penting akhirnya kalian menikah" Ucapnya penuh kelegaan.
**
Satu Minggu sudah Mami Rosa berada di Jakarta, hari ini beliau memutuskan untuk kembali ke Jepara, karena sudah waktunya untuk kemoterapi.
Alan sudah kembali ke Jepara sejak 6 hari yang lalu, setelah meluruskan urusan nya dengan Gadis.
Siang ini, Rendra ikut mengantar Mami Rosa ke bandara.
Mami Rosa mendekat pada Rendra terlebih dulu, "Sayang, Oma balik dulu yaa kamu baik-baik sama Ibun," ucapnya memeluk kemudian menepuk pundak Rendra.
Wajah Rendra terlihat sendu, "Iya Oma, Oma jaga kesehatan yaa,"rasanya berat untuk berpisah dengan Omanya.
Mami Rosa pun mengusap pipinya, "Jangan sedih gitu dong, sebentar lagi kan kita bakalan menjadi keluarga yang utuh, sayang"
Rendra mengangguk, "Iya Omaa." kemudian tersenyum samar.
Mami Rosa beralih memeluk Gadis, "Dis, jaga diri baik-baik, jaga Rendra juga, Mami balik dulu."
Gadis mengangguk, membalas pelukannya, "Pasti mi, Mami hati-hati ya, jaga kesehatan pokoknya. Telfon Gadis begitu sampai."
"Okey sayang, dahhh," Mami Rosa melambaikan tangannya dengan tangan sebelahnya menyeret koper.
Gadis dan Rendra bersamaan membalas lambaian tersebut, mereka mengawasi Mami Rosa hingga bayangan beliau lenyap dari pandangan mereka.
"Bun, sedih." Ucap Rendra sendu.
Gadis merangkul pundak putranya, "Haish, yang punya nenek, baru di tinggal gitu aja menggalau. Tenang aja, kan masih bisa vc nanti."
Rendra hanya mengangguk, ia sangat menyayangi Mami Rosa, kehadiran beliau membuatnya merasa di inginkan sebagai cucu. Karena itulah Mami Rosa mampu menempati posisi nenek terbaik dihatinya yang kosong selama ini.
Mereka pun beranjak pulang. Rendra sudah mengetahui bahwa, yang mengatur perjodohan antara Dokter Alan dan Ibunya adalah Omanya. Akan tetapi hingga saat ini, Alan dan Rendra belum berkesempatan bertemu.
Rendra sangat berantusias, tapi ia juga ragu apakah Alan mau menerima dirinya?
Flashback On
"Ndra, kamu tahu nggak? Keinginan kamu untuk punya Ayah akan segera terkabul."
"Yang bener Oma? Kok bisa?"Rendra tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya.
"Bisalah, Ibu kamu sama Dokter Alan sudah setuju untuk menikah."
"Hah, Kok bisa sih Oma, Rendra penasaran,"
"Kalau itu biar jadi rahasia Ndra, hehehe,"
"Ih, Oma gitu ya...."
Namun tiba-tiba raut wajah Rendra berubah murung, Mami Rosa yang melihat perubahan ekspresi nya segera bertanya.
"Kamu kenapa sayang, kok kayak sedih gitu, katanya setuju kalo Ibun sama Dokter Alan?"
Rendra menghela nafasnya berat, "Iya sih Oma, tapi apakah Dokter Alan mau menerima Rendra sebagai anaknya?" Seketika ia menunduk lesu.
Mami Rosa mengusap pundak Rendra,
"Kamu tenang aja Dokter Alan pasti menerima kamu kok sayang, percaya sama Oma."
"Benarkah Oma?"Wajahnya berbinar.
"Ya..tentu saja nak, sini peluk Oma dulu. Kamu jangan berpikiran seperti itu. Jika ibu kamu sudah setuju, pasti dia sudah membicarakan hal ini dengan calon suaminya dan memastikan bahwa dia bisa menerima kamu sebagai anaknya. Ibu kamu tidak akan pernah melupakan kamu."
Rendra tersenyum kemudian memeluk Oma nya, "Terimakasih sudah menerima Rendra, Oma."
"Kamu apaan sih, tentu saja, kamu adalah cucu kesayangan Oma." Mami Rosa mengusap rambut Rendra.
Flashback off
Rendra tidak mengetahui dibalik mudahnya sang ibu menyetujui pernikahan ini, karena penyakit yang di derita Mami Rosa.
Gadis tidak tega untuk memberi tahu, yang ia harapkan sekarang, semoga ada keajaiban untuk kesembuhan Mami Rosa.
**
"Bun, pernikahan ibun nggak bisa di percepat apa ya?" tanya Rendra tiba-tiba memecah keheningan di dalam mobil.
Gadis yang sedang menyetir sontak menatap Rendra dengan tatapan tajam, "Kamu udah ngebet banget ya pengen punya ayah?"
Ditanya seperti itu Rendra hanya nyengir. "Bun, kalo ibun udah menikah, boleh nggak Rendra kuliah dekat Oma?" Tanya nya dengan hati-hati.
Gadis sekilas menoleh ke arah Rendra, "Kamu mau ninggalin Ibun?"ia mencoba menggoda putranya.
Ditanya seperti itu, Rendra jadi kikuk dan bingung mau menjawab bagaimana.
Melihat putranya diam, ia pun bertanya lebih dulu, "Udah kamu pikirin matang-matang?"
"Sebaiknya, kamu pikirin dulu baik-baik, Ndra. Kalau Ibun sih tinggal gimana baiknya kamu aja, Ibun bakalan dukung kok." kata Gadis, sembari mengangguk membebaskan pilihan Rendra.
Seulas senyum muncul di bibir Rendra, "Iyaa Bun, makasih ya."
...****************...
semoga berkah 😭