Lanjutan Liontin
Kisah Dari putri Daniella Anderson. Devia Ganendra Abraham.
Devia selalu mendapatkan perlindungan dari kakak kakaknya yg protektif.
Hingga Devia merasa tidak bebas. Karena pengawasan dari kakak kakaknya, Davin dan Devan.
Suatu ketika ia mengikuti kegiatan arung jeram. Dan Devia hanyut, kemudian ditolong seseorang. Dan Devia pura pura amnesia, agar bisa bebas dari kakak kakaknya yg protektif tersebut.
Hingga Devia terjebak permainan hati dengan Satria, seorang dari keturunan Ningrat.
Sukma Satria terpenjara di kerajaan gaib, dan hanya Devia yang bisa menyelamatkannya
Bagaimana kelanjutannya ?
ikuti kisah Devia Pura Pura Amnesia
si©iprut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkenalan
" Assalamualaikum" Ucap seseorang dari luar rumah. Membuat Resti kaget, kemudian buru buru untuk pergi.
" Kamu yg temui Den Satria. Aku ada perlu" Ucap Resti berlalu menuju pintu belakang rumah. Entah kenapa jika ada Satria, ia enggan menemuinya. Dan Devia mengerutkan kening karena belum pernah bertemu dengan orang tersebut.
" Waalaikumsalam" Sahut Devia kemudian membuka pintu rumahnya. Devia tertegun melihat wajah tampan dihadapannya. Bahkan Satria yg menggunakan pakaian kaos putih serta topi melekat di kepalanya. Celana selutut, menambah sexy dari penglihatan Devia. Devia gugup dan jantungnya berdetak lebih cepat. Bahkan lamunannya membuat Satria mengerutkan kening.
Ctakkkk...!!!
" Aduh " Devia mengaduh karena disentil keningnya oleh Satria yg didepannya kemudian mengusap keningnya.
" Malah ndomblong " Ucap Satria, kemudian masuk melewati Devia yg masih berada di pintu rumahnya.
" Hei, ngapain masuk masuk. Ra sopan !!" Celetuk Devia dengan Ketus. Membuat Satria menatap Devia kembali.
" Ono tamu kok ra kon mlebu, malah ndomblong nang ngarep pintu " Ucap Satria kemudian duduk di bangku rumah nenek Welas. Belum Devia jawab, namun Satria kembali berkata.
" Simbok tidur?" Seakan Devia menurut dengan setiap ucapan Satria. Dan mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Satria.
" Siapa sih Kamu?" tanya Devia, sambil menelisik Satria. Padahal ia tahu dari ucapan Resti tadi. Namun untuk mengatasi kegugupannya itu, membuat Devia bersandiwara.
" Oh ya, kenalkan namaku Satria. Dan simbok dulu yg momong saya" Sahut Satria sambil mengulurkan tangan kepada Devia dengan bangganya. Namun Devia hanya mencolek sekilas tangan Satria. Kegugupannya semakin menjadi bahkan jantungnya berdetak lebih cepat.
" Markonah " Sahut Devia, apalagi melihat Satria sangat berbeda dengan yg pernah ia lihat di televisi. Tampak Satria lebih gagah dan berkulit sawo matang. Namun tidak mengurangi ketampanan Satria.
" Kamu yg hanyut di kali dan ditemukan oleh simbok ya, bukannya kamu bernama Devia?" Tanya Satria kepada Devia memastikan, dan Devia belum menjawab karena menatap Satria dihadapannya itu. Ia masih mengagumi Satria, seakan bicaranya adalah rayuan kepada dirinya.
Ctakkkk...!!
" Hais !!"
" Ditanyain kok malah melamun "
" Jadi cowok kok kasar amat, main jitak terus. KDRT namanya " Celetuk Devia dengan Ketus, kemudian menuju ruangan belakang. Devia kembali lagi dan membawa teh hangat untuk Satria.
" Diminum Den" Ucap Devia, namun enggan menatap Satria, karena masih saja tubuhnya gemetaran selama bertemu dengan Satria.
" KDRT, emang kamu mau jadi istriku ?"
" Hah...!"
Devia kaget dengan perkataan Satria yg terang terangan mengatakan tawaran Devia menjadi istrinya. Kemudian menelan ludahnya kasar. Tidak menyangka, seorang keturunan ningrat berkata demikian. Padahal baru juga bertemu dengannya.
" Apa setiap gadis sering anda ajak seperti itu. Bahkan kita baru ketemu. Dan perbuatan anda itu namanya pelecehan" Sahut Devia yg tidak terima jika sudah dijitak dua kali oleh Satria. Namun Satria justru mengulas senyum menatap Devia.
Satria tampak tertarik dengan Devia. Baru kali ini ada gadis yg berani berinteraksi seperti Devia saat ini. Sebab kebanyakan gadis akan lari terlebih dahulu jika bertemu dengan Satria. Sebab kebanyakan sungkan dan tidak berani bertatap muka dengan Satria. Selain takut nanti kepincut dengan Satria yg notabene adalah keluarga keturunan ningrat.
Berbeda dengan Devia yg justru melawan Satria meski perkataannya yg ucap keluar dari mulut manisnya itu. Satria sebenarnya memang penasaran dengan Devia, apalagi setelah ibundanya bercerita tentang banyak hal mengenai Devia.
" Engga juga, hanya khusus kamu" Sahut Satria sambil menikmati teh buatan Devia. Enak dan harum. Satria pun tersenyum.
" Hais, kan belum tahu siapa saya sebenarnya" Sahut Devia yg sebenarnya penasaran dengan Satria ini. Baru bertemu kok sudah bicara macam macam.
" Engga penting bagiku, aku sudah dengar dari penjelasan ibunda. Dan ibunda malah menyarankan aku memperistri kamu. Ga percaya?, tanya aja sama ibunda nanti kalau kesini"
" Ogah" Ketus Devia yg beranjak dari duduknya. Namun ditahan oleh Satria.
" CK, ini aku cuma mengatakan yg saya dengar dari ibunda. Dan saya tidak memaksa, Jika dirimu tidak mau ya sudah " Ucap Satria meminta Devia kembali duduk. Sebab memang ingin mengenal Devia lebih jauh. Tidak hanya mengenal sekedarnya. Apalagi mengikuti saran ibundanya itu.
" terus?"
" Saya ingin kenal lebih dekat denganmu. Masalah yg diutarakan ibunda, ga usah dipikirkan" Satria menjelaskan tentang keinginan dari ibundanya. Namun Satria belum bisa memberikan jawaban kepada ibundanya itu. Sehingga saat ini sengaja menemui Devia di rumah nenek Welas.
Satria pertama kali melihat Devia sudah mulai tertarik, apalagi mendengar cerita dari ibundanya itu. Jika Devia merupakan gadis yg berbeda dari gadis gadis lainnya. Terbukti dengan pertemuannya saat ini.
" Kamu sudah kerja?, kata simbok kemarin kerja ?" Tanya Satria kepada Devia dan Devia mengangguk.
" Dimana?"
" Perusahaan Hutomo Otoparts bagian marketing"
" Hah, serius?, kok engga pernah lihat !" Satria terkejut dengan perkataan dari Devia. Jika Devia bekerja di perusahaan keluarganya. Apalagi berada dibawah kepemimpinannya saat ini.
Sudah beberapa Minggu Devia berada disana. Namun Satria memang jarang berada di kantor, hanya Fadil asistennya yg berada disana untuk membantu mengurus pekerjaannya.
" Memangnya anda disana?" tanya Devia tidak percaya. Karena hanya Fadil yg ia ketahui sebagai pimpinan saat ini.
" Aku kan atasanmu di kantor, dan Fadil asistenku " Sahut Satria membuat Devia mengerutkan keningnya. Sebab belum pernah bertemu dengan Satria.
Perkataan Satria membuat Devia terkejut namun mencoba menutupi keterkejutan itu. Hingga seulas senyum dari Satria membuat Devia semakin berdebar debat.
" Lho den Satria sudah dari tadi" Ucap nenek Welas yg terbangun dari istirahatnya, kemudian menemui Satria yg sedang ngobrol bersama Devia.
" Iya mbok, ini lagi mendekati Devia, siapa tahu dia mau jadi istri Satria mbok" Celetuk Satria sambil melirik Devia yg bengong dengan perkataan Satria. Satria terang terangan mengatakan hal itu didepan nenek welas dan Devia. Bahkan sejak tadi Satria mencuri pandang Devia. Wajah cantiknya Devia selalu membayangi pikirannya saat ini.
" Kamu ini, kenal aja belum lama sudah mau dijadikan istri. Memangnya Devia mau apa?" Sahut nenek welas kemudian duduk disebelah Satria. Satria hanya tersenyum melihat nenek Welas tidak sedih seperti hari hari yg lalu jika bertemu dengan Satria.
" Ya kalau engga mau kan bisa dipaksa mbok"
Aduuuuhhh...
Nenek Welas memukul tangan Satria, karena perkataan dari Satria tersebut. Sementara Satria mengaduh dan sangat senang menggoda Devia dengan kata kata itu.
" Enak aja!" sahut Devia sambil melotot menatap Satria didepannya. Tidak terima dengan perkataan Satria yg memaksa tersebut.
" Kamu ini, tidak boleh main paksa paksa, nanti kalau sudah ketemu keluarganya, baru kamu utarakan niatmu kepada orang tuanya.." Sahut nenek welas menjelaskan tentang Devia yg kemungkinan masih mempunyai keluarga. Hal itu Satria sadari, jika nenek welas hanya butuh perhatian baik dari dirinya maupun Devia.
Sementara Devia tertegun dengan perkataan nenek Welas. Sebab dengan begitu, ia berfikir jika nenek Welas sangat memperhatikan dirinya. Serta menyadari siapa dirinya sebenarnya.
Satria dan Devia kompak untuk memberikan senyuman manis kepada nenek Welas. Yg terlihat tertawa, sambil memukul lengan Satria kembali. Baru kali ini Devia melihat nenek welas tertawa dengan candaan yg dilontarkan Satria.
...****************...
Nah hayo, Satria suka beneran atau cuma bercanda untuk menghibur nenek Welas..?
Mohon dukungan 🌹🌹
Like 👍
Subscribe dan Vote ya
Salam
Si©iprut
lanjutannya ditunggu Thor, penasaran dengan satria, harus kembali doooongggggggg!
iihhh romantisme 😍😍😍
terimakasih Fadil, Satrio harusnya cepetan kejar devia doooong
satria nunggu semalam suntuk, padahal tadinya mau membantu, eh, tak taunya malah ditinggal pergi.
jadi semakin penasaran siapa Devia sebenarnya🤔🤔🤔