Genre: Komedi Fantasy
Sinopsis:
Akibahara Yousuke seorang pemuda pemalas yang tidak sengaja menemukan sebuah aplikasi mencurigakan di ponselnya, ketika dia mencobanya ia menemukan dirinya telah berada di dunia lain dan di saat yang sama ia telah mengaktifkan sebuah sistem yang akan terus memberikannya misi gila yang tidak bisa dia hindari, kegagalan memberikannya hukuman dan tidak mencoba adalah kematian, itulah aturannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11 : Tujuan Berikutnya
Baru saja menyerang Yousuke telah mendapati dirinya dicengkeram oleh Hobgoblin membuat kedua kakinya melayang dari permukaan tanah.
"Uwaaah! Emilia, July, selamatkan aku."
"Padahal kau baru menyerang satu kali sudah dalam posisi berbahaya," ucap July mengejek. Walau demikian dia segera bergerak untuk melukai lengan Hobgoblin membuatnya segera melepaskan Yousuke.
Sementara July terus membenturkan senjatanya Yousuke telah merangkak menjauh, dia bisa melihat Emilia yang telah selesai merapalkan sihir guna menciptakan lingkaran sihir raksasa.
"Aku sudah siap."
Mendengar peringatan tersebut July mundur dan bersamaan itu beberapa bola api telah ditembakan melalui tongkat Emilia.
Satu persatu serangan itu membombardir sosok Hobgoblin hingga keseluruhan tubuhnya tertutupi asap.
"Nice Emilia, lakukan lagi!" Teriak Yousuke namun Emilia menggelengkan kepalanya, wajahnya dipenuhi keringat dan ia segera tumbang.
"Aku tidak sanggup lagi, ini batasku...ah, ah, aah."
"Jangan bersuara aneh."
"Aku tidak kuat."
"Oi, cepat lari."
"Aku tidak bisa bergerak juga."
"Apa?"
Yousuke sudah beban dan sekarang Emilia juga menjadi beban. Hanya July yang kini masih bertarung walaupun dia babak belur.
"Graaaah."
"Kau pikir kau bisa mengalahkanku semudah itu monster sialan, aku sudah berada di puncak kekuatanku kau tidak akan bisa mengalahkanku kyaaa."
July dipukul terbang dengan ayunan pedang, dia jatuh di tanah meski begitu dia kembali bangkit lagi, adapun Yousuke mengerenyitkan alisnya jijik.
"Kau masokis."
"SIAPA YANG KAU BILANG MASOKIS! Aku hanya orang yang pantang menyerah."
"Tahan saja dulu aku akan membantu Emilia."
"Kau dengar aku?"
"Aku dengar."
"Sialan, kau hanya ingin melarikan diri bukan, bantu aku."
Yousuke yang baru menyentuh Emilia akhirnya mengurungkan idenya.
"Maaf Emilia kamu harus tiduran di sini untuk sementara waktu."
"Aku tidak apa-apa, dan juga jangan terus melihat dadaku."
"Maaf, itu jadi transparan karena keringat."
"Sementara kalian mengobrol asyik di sana aku akan dibunuh oi," potong July kesusahan.
Yousuke mengalihkan pandangannya dan tampak July sudah didorong ke tanah dengan Hobgoblin di atasnya mendorong pedang besarnya.
Melihat itu tatapan Yousuke bersinar.
"Kesempatan."
Dia berlari sekuat tenaga dan berhenti tepat di depan Hobgoblin selagi menodongkan pistol di kepalanya, semua orang terheran dan terkejut.
"Apa yang..." Sebelum perkataan July selesai bunyi letupan memekakkan telinga terdengar bersamaan kepala Hobgoblin yang terdorong ke belakang. Para goblin mulai mendapatkan kewarasan mereka kembali dan segera berusaha melarikan diri, tentu saja pasukan penjaga tidak akan membiarkan mereka melarikan diri begitu saja.
"Apa yang barusan?"
"Senjata rahasiaku, sebut saja ini Aibo."
July tersenyum masam melihat pose Yousuke yang penuh kemenangan. Entah kenapa itu lebih keren dari yang dia miliki selamanya.
"Kupikir tadi aku harus melepaskan segelku tapi yang penting semuanya sudah selesai."
Yousuke sama sekali tidak percaya bahwa penutup mata itu memiliki pengaruh besar untuk pertarungan sebelumnya, untuk saat ini Yousuke memilih membantu Emilia dengan menggendongnya pulang.
Tanpa sadar ketiganya telah dikenal sebagai pahlawan kota ini walaupun kekuatan Yousuke masih harus diperhatikan. Tanpa ia sadari gelar pahlawan telah membawa seluruh pahlawan mengincarnya.
Hal itu akan diceritakan untuk masa depan nanti.
Tiga hari kemudian di cafe Yousuke yang tampak fokus berkata dengan serius. Ekpresi wajahnya berubah seolah menjadi pria besar berotot yang mengatakan omaewa mo shideiru!
"Sejujurnya aku tidak ada keluhan tentang kelompok ini, meski Emilia kadang tepar saat menggunakan sihir dan July terkadang memilih membiarkan dia dipukuli oleh monster hanya saja."
"Maaf karena kapasitas sihirku kecil."
"Siapa yang kau bilang sengaja, aku sudah berusaha melawannya."
Seolah tidak menggubris keluhan keduanya Yousuke menambahkan, sistem yang tahu pemikirannya mengejek.
"Palingan kau akan mengusulkan ide yang buruk."
"Yang kurang dari kelompok ini adalah gadis beast skin, benar gadis beast skin.. mana mungkin disebut kelompok petualang jika tidak ada gadis seperti itu di dalam kelompok kita."
"Yah, kamu hanya terobsesi dengan mereka saja," kata Emilia ditambah July.
"Boleh aku memukulinya."
Yousuke hendak menarik penutup mata July dan ia ia langsung digigit olehnya.
"Sakit, kau ini orang bar-bar yah."
"Biarin, bersyukur kau tidak mendapatkan penghakiman dariku."
Tak lama kemudian Layla secara tidak terduga muncul.
"Jadi kalian berada di sini, aku sudah mencari kalian dimana-mana."
"Layla apa ada hal yang kamu butuhkan?" Terhadap pertanyaan Yousuke, Layla menggelengkan kepalanya selagi menaruh sekantong uang di meja mereka.
"Ini?"
"Hadiah kalian, berkat kalian kota ini selamat... dari yang aku dengar kalian ingin merekrut seorang beast skin, pergilah ke Mariana di sana banyak beast skin dan kemungkinan besar kalian bisa menemukan orang yang kuat."
Awalnya Emilia dan July seolah tidak tertarik, ketika Layla mengatakan kota itu terkenal dengan pemandian air panas keduanya langsung bersemangat.
"Di sana termasuk wilayah kerajaan jadi berhati-hatilah...dah," Layla pergi begitu saja.
Dengan itu tujuan berikutnya kelompok Yousuke telah ditentukan.