Seorang gadis tiba tiba hamil tanpa ada tahu siapa yang menghamilinya.
Dan seorang pemuda tampan dan tajir yang harus bertanggung jawab atas kehamilannya , karena semua bukti mengarah kepadanya.
Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya , dengan terpaksa mereka harus menikah.
Nah , bagaimana kisah selengkapnya?
Bagaimana mereka menjalani pernikahan di usia dini , mampukah mereka bertahan menjalani rumah tangganya di usia yang sama sama masih sangat belia.
Langsung saja kita ikuti jalan ceritanya di karyaku terbaru , yang berjudul * Dua Garis Biru * .
Jangan lupa selalu tinggalkan jejak 🙏, subscribe, like, dan komentar .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# 11
Beberapa hari kemudian.
Zea yang mengenakan seragam putih abu abu sedang duduk menikmati selembar roti beserta segelas susu.
Sedangkan Davin memilih memakan roti saja tanpa mau menyentuh susu yang sudah disiapkan asisten rumah tangganya.
Anggita datang dari arah belakang bersama suaminya dan ikut duduk di antara anak dan menantunya itu " Davin, hari ini kamu ke sekolah bawa mobil saja ya, kasihan Zea yang baru pulih kalau harus naik motor gede kamu itu? "
Dengan malas Davin pun mengangguk.
" hh, kok gak iklas gitu, kalau gak ikhlas mending aku berangkat sendiri saja pakai taksi" gumam Zea yang didengar oleh Davin dan mama mertuanya.
Davin melotot tajam " ok, berangkat saja sendiri "
Anggita memegangi jidatnya " kalian ini kenapa sih tidak bisa akur sebentar saja, lama lama pusing mama mendengar kalian selalu ribut "
" coba saja dia tidak menjebak ku statusku sekarang masih lajang dan bebas " ucap Davin dengan smricknya.
Zea melotot tajam " apa kamu bilang, aku menjebakmu? apa kamu pikir aku juga suka dengan kondisi seperti ini!"
" kenapa sih selalu ini yang kalian perdebatkan, cobalah untuk berpikiran positif, ini semua rencana Tuhan, kalian sudah menikah dan ini di luar kemauan kita semua , papa dan mama juga tidak mau berada di situasi seperti ini , ayolah sadarlah kalian" ucap Aditya mencoba menengahi pertengkaran anaknya.
Davin pun segera beranjak dan mengambil kunci mobilnya, sementara Zea mengikuti di belakangnya.
"sayang, kalian hati hati ya, Davin jangan kencang kencang bawa mobilnya !" ucap Anggita sambil melambaikan tangannya.
Aditya memeluk pundak istrinya " ma, mereka manis sekali , seperti kita dulu waktu masih belum saling suka, ingat gak , kamu sok jual mahal padahal juga suka kan sama papa "
Anggita tersipu malu " ih , apaan sih pa, malu tau , sudah tua juga masih saja suka ngegombal "
Aditya tersenyum dan mencium lembut pucuk kepala istrinya sebelum akhirnya berangkat ke kantornya.
#
Davin mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Zea tegang dan sesekali menutup mulutnya karena mual.
Davin memang sengaja mengemudi dengan brutal agar Zea kapok dan tidak lagi berangkat bareng dengannya.
" Davin ! Hentikan ! Sialan kamu ! Huek huek huek " Zea mulai menekan perutnya karena sangat mual.
Davin tersenyum menyeringai " awas saja kamu muntah di mobilku , aku buang kamu di tengah hutan "
" jahat sekali kamu Vin , tolong Vin , turunkan saja aku di sini aku sudah tidak tahan " rengek Zea yang sudah mulai pucat dengan keringat dingin.
Mobil mewah itupun segera menepi , dan Zea buru buru keluar dari mobil tersebut untuk mengeluarkan semua isi di dalam perutnya.
huek huek
Davin mengeryitkan keningnya melihat istrinya muntah sambil memegangi perutnya
" Zea, kamu beneran muntah ?"
" kamu memang brengsek Vin " jawab Zea dengan suara lemah karena tubuhnya yang mulai lemas .
Davin pun mulai panik dan segera turun dari mobilnya untuk menolong zea " Zea , kamu beneran muntah, Zea sadar Zea, aduh kok malah pingsan sih "
Davin menggendong tubuh Zea masuk ke dalam mobilnya .
Wajah mereka begitu dekat bahkan bibir mereka hampir bersentuhan membuat Davin terdiam sejenak dan menatap lekat wajah cantik gadis yang saat ini sudah sah menjadi istrinya itu.
Perlahan Davin menyibakkan rambut yang menutupi mata Zea yang terpejam " kamu sangat manis , tapi kenapa keras kepala sekali Zea, bahkan semua wanita yang ada di sekolah mengejarku tapi kenapa kamu begitu membenciku "
Davin terus saja bergumam sendiri sambil terus menatap lembut wajah Zea yang masih belum sadarkan diri , kemudian Davin memberanikan diri menyentuh perut Zea untuk memastikan anak di dalam kandungannya baik baik saja .
" apa benar aku telah menitipkan benihku di dalam rahimmu Zea, tapi kapan ya sungguh aku tidak ingat " ucap Davin sambil terus berpikir.
Tiba tiba Zea membuka matanya dan mendapati tangan Davin masih berada di atas perutnya " hahhhh , apa yang kamu lakukan!"
Davin tersentak dan segera menarik tangannya " eh itu tadi a-aku ti-tidak "
Plaks ( sebuah tamparan dengan keras mendarat di pipi Davin )
"au , kenapa sih aku kan suami kamu " gertak Davin sambil memegangi pipinya yang merah akibat tamparan keras dari Zea.
"dasar laki laki mesum, bilang saja kamu mau mengambil kesempatan dan akan melecehkan ku lagi dasar brengsek kamu !" ketus Zea yang membuat Davin naik darah dan mencengkram lengan Zea " kamu memang gadis tak tau diri , sudah aku tolongin juga boro boro mengucapkan terima kasih "
Zea mendengus kesal dan merebahkan tubuhnya di sandaran jok mobil mewah milik Davin .
" jadi cewek kasar sekali , pantas saja tidak ada cowok yang mau mendekatimu " gumam Davin sambil menyetir mobilnya menuju sekolah.
Zea yang mendengarnya pun hanya diam tak menyahut.
#
Di kantor Alfarest group.
Reno sedang sibuk dengan setumpuk berkas yang harus selesai secepatnya.
" Reno, kamu masuk ke ruangan ku sebentar ya " ucap Aditya yang membuat Reno tersentak kaget .
" i -iya pak " jawab Reno gugup.
Dan tak lama kemudian Reno pun masuk ke dalam ruangan besar bos besarnya itu .
" Reno, kinerja kamu sangat baik , kamu bisa membawa perusahaan ini menuju kejayaan, sekarang sebagai apresiasi dari semua prestasi kamu , aku akan rekomendasikan kamu untuk posisi manager " ucap Aditya yang membuat Reno terkejut kemudian berdiri dan membungkuk memberi hormat kepada Aditya.
" pak, terimakasih kasih banyak , semua karena kebaikan hati bapak , bapak sudah percaya dengan saya , saya orang yang tak punya pendidikan tinggi tapi bapak memberikan banyak kesempatan, sekali lagi terimakasih pak Aditya " ucap Reno berkaca-kaca.
Aditya berdiri dan mendekati Reno
" Reno, saya berharap kamu bisa menjadi inspirasi banyak orang , seorang yang dulunya menjadi sampah masyarakat karena mau bertobat dan mau berubah akhirnya bisa sukses , aku juga berharap putraku satu satunya bisa berubah seperti dirimu Reno, dia masih SMA tapi sudah banyak membuat masalah"
Reno pun menatap wajah bosnya itu " pak, saya yakin putra bapak akan bisa berubah karena dia pasti menuruni sifat baik dari pak Aditya, Reno yakin pak "
Aditya mengangguk dan tersenyum " iya Reno, semoga saja kamu benar , mudah mudahan secepatnya dia bisa berubah menjadi lebih baik apalagi sekarang dia sudah menikah "
Reno pun kaget mendengarnya " lho bukannya putra bapak masih SMA"
Aditya menarik nafas panjang kemudian menghembuskan perlahan " iya memang masih SMA, tapi karena kesalahannya menghamili seorang gadis dia harus bertanggungjawab dengan menikahinya"
" maafkan saya pak " ucap Reno sambil menunduk .
Aditya pun kembali ke kursinya dan duduk dengan posisi merebahkan tubuhnya di sandaran kursi.
" tidak apa apa Reno , setelah memiliki keluarga sendiri dia akan belajar bertanggungjawab menjaga anak dan istrinya, meskipun semua itu butuh proses, o iya bagaimana dengan kuliah kamu Reno, meskipun sudah memiliki posisi manager kamu harus terus mengejar pendidikanmu "
" iya pak Alhamdulillah semua lancar dan karena nilai saya bagus pihak kampus memberikan saya bea siswa penuh sampai lulus , sekali lagi terimakasih banyak atas semua bantuan pak Aditya" Reno berulang kali mengucapkan terima kasih kepada Aditya yang telah banyak membantunya.
Aditya tersenyum dan mengangguk kemudian Reno pun pamit untuk kembali menyelesaikan pekerjaannya.
jauhkan please dokter itu dari zea thor
buat aja si davin sama zea gk pisah lagi
lanjut please double up thor
kasihan banget si davin harus menahannya
Gak nyobain tapi sempet nyentuh dan mencumbuinya juga 🤦