NovelToon NovelToon
Don'T Kill Me, Mr. Psycho

Don'T Kill Me, Mr. Psycho

Status: tamat
Genre:Action / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:147.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: Elsa safitri

Anna Vyatcheslavovna, gadis muda asal Rusia yang dibesarkan di kota Abaza Republik Khakassia. Sebuah kesalahan membuat ia harus terus berurusan dengan tuan muda kedua Baranov, keluarga yang menerima Sergey Vyatcheslav sang ayah bekerja dikebunnya.


Tuan muda kedua Baranov yaitu, Nikolai Ivanovich Baranov atau kerap di sebut Psycho Rusia, tertangkap basah tengah menyiksa seorang pria di dalam hutan. Saksi mata itu adalah Anna yang diberi tempat tinggal di hutan kecil milik keluarga Baranov.


"Kau akan jadi korban berikutnya. Larilah seperti kelinci, dan aku akan menangkapmu!" Nikolai


Bagaimana Anna yang melarikan diri dari sosok Nikolai? Penasaran? Yuk baca dan jangan lupa beri Like dan dukungan kalian..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsa safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalung giok

Benar saja, Nikolai berhenti melangkah lalu kembali menoleh. "Lakukan jika kau bisa." Ia berseringai sebelum kembali melangkah.

Beberapa pelayan yang tengah berkumpul di lantai satu menatap bingung kedua saudara kandung itu. Pasalnya, mereka tak bisa akrab satu sama lain.

Dan yang membuat bingung, siapa gadis yang di maksud Damian? Apa itu Violetta, wanita yang akan menjadi bagian dari keluarga mereka?

...***...

Benar saja, Damian mengambil tanggung jawab memerintah para pelayan dari Violetta.

"Mulai sekarang, aku yang punya kuasa penuh di rumah ini." Ucapnya pada Violetta, yang tengah bersantai di taman sambil memperhatikan pekerja kebun.

"A-apa? Tapi nyonya Barley--"

"Dia akan mengerti jika aku mengatakan bahwa kamu tak bisa diandalkan." Sela Damian.

Mendengar hal itu, Violetta langsung memawang wajah masam. Tapi ia tak bisa membantah, karna mau bagaimanapun ia hanya seorang calon menantu.

"Tapi kak, aku sudah berusaha sebisaku dalam mengurus kediaman Baranov." Lirihnya, berusaha meluluhkan hati Damian dengan tampangnya yang sengaja memelas.

"Tidak, biar aku yang mengurus rumah ini mulai sekarang."

Setelah mengatakan itu, Damian langsung pergi menuju kebun untuk memberi perintah. Disana juga terdapat Anna dan Sergey yang tengah bekerja.

"Paman Sergey, mulai sekarang aku yang akan mengurus kalian." Ucapnya pada Sergey.

Ia sengaja mengatakan itu hanya pada Sergey, karna Sergey adalah pria yang paling lama bekerja di kebunnya. Bahkan semua keluarga Baranov sudah sangat mengenalnya.

"Baik, tuan Damian." Saut Sergey sambil menunduk.

Sebelum pergi, Damian melirik Anna yang tengah mencabut rumput liar di tanamannya. Rambut yang diikat masal, dengan sedikit tanah yang menempel di pipinya yang putih membuat ia terpana.

Anna yang sadar tengah di tatap Damian, langsung membalas tatapan itu dengan anggukan kecil.

"Shitt! Apa-apaan." Damian langsung memalingkan wajah, tak mau tertangkap basah tengah mengagumi wajah Anna yang terpahat sempurna.

Ia lalu kembali masuk ke dalam mansion, dan mulai mengurus beberapa pelayan yang tengah bekerja di dalam.

Sementara itu, Nikolai malah asik menatap Anna dari balkon kamarnya. Sambil meminum teh hangat, dan beberapa rokok yang siap menjadi pelengkap.

Tidak, bukan menatap. Melainkan mengawasi. Ia penasaran apa yang akan Damian lakukan terhadap gadis yang sudah menjadi incarannya. Apa Damian berani merebut?

"Seperinya aku memang tertarik padamu, kelinci." Ia bergumam sambil berseringai dari atas balkon.

...***...

Keesokan harinya, bertepatan hari libur bekerja, Anna memutuskan untuk membaca buku di perpustakaan. Tapi saat ia berniat mengambil tas, sebuah kotak malah terjatuh dari dalam tasnya.

"Hm? Ini kan.." Anna perlahan berjongkok untuk mengambil kotak tersebut.

"Hadiah dari tuan Nikolai?" Ia perlahan membuka kotak itu, dan di dalamnya terdapat sebuah kalung dengan giok berwarna biru persis seperti matanya.

Ia sontak membelalak. Bisa-bisanya dia lupa tentang hadiah itu, padahal yang memberinya seorang tuan muda, anak dari majikannya. Apa ia bahkan tak penasaran?

"Cantik.." Anna langsung terlelap dalam keindahan giok biru muda yang memantulkan cahaya lampu rumahnya. Begitu indah bahkan hanya melihatnya, bisa membuat hatinya tenang.

Ia lalu mulai memakai kalung tersebut dan melihat pantulan wajahnya dalam cermin. Begitu cantik, apalagi dipadu dengan rambut pirangnya yang panjang dan indah, membuat giok itu seakan memang diciptakan untuk menyempurnakan kecantikan Anna.

Saat semua persiapan selesai, ia bergegas pergi menuju perpustakaan. Sambil membawa tas miliknya, dan kalung giok itu juga ia kenakan.

Sesampainya di perpus, seperti biasa ia memilih buku yang cocok untuk menemani hari liburnya. Lalu ia dapati buku tersebut, dan mulai membacanya.

...***...

Tak terasa ia membaca buku sampai matahari begitu terik. Ia memutuskan untuk segera pulang, karna sang ayah pasti sudah menyiapkan makan siang untuknya.

"Tunggu aku disini, dan aku akan kembali nanti." Ucapnya pada buku yang tengah ia pegang.

Buku itu ia letakkan kembali pada tempatnya. Setelahnya, ia berjalan cepat menuju rumah. Matahari yang terik begitu menyilaukan, apalagi pantulan cahayanya mengenai giok dan memantul menuju pria yang tengah duduk bersandar di dekat perkebunan.

Pria itu Nikolai. Ia sebenarnya enggan duduk di tempat itu, tapi karna hari ini pekerja kebun sedang berlibur, jadi tak mungkin ada kotoran yang menempel di sepatunya.

Karna pantulan cahaya itu mengganggu pandangannya, ia lalu menutup mata sambil menoleh, mencari sumber dari penyebab memantulnya cahaya matahari.

Lalu ia dapati cahaya itu muncul dari kalung yang Anna pakai. Tak begitu terlihat, jadi ia beranjak lalu berlari mendekat.

Kini Nikolai tepat berada di hadapan Anna dengan baju santainya. "Kalung itu.." Ia melirik kalung giok tersebut sambil mendengus.

"Tuan?" Anna menatap bingung Nikolai yang tiba-tiba muncul dihadapannya.

"Kau memakainya?" Tanpa sadar, tangan Nikolai malah memegang giok yang tengah berada di atas dada Anna.

Sontak Anna ikut melirik giok miliknya. "Oh, terimakasih atas hadiahnya tuan Nikolai. Maaf karna saya baru mengeluarkannya hari ini." Ucap Anna sambil menyungging senyum tipis.

Melihat gadis itu yang mulai berani tersenyum padanya, membuat ia penasaran. Apa Anna masih mengingat ancaman di malam itu?

"Sepertinya kau tidak takut padaku lagi ya?"

Nikolai kembali melepas giok Anna, lalu menyingkirkan daun kecil yang terjatuh tepat di rambut pirangnya.

"Sebenarnya saya masih takut, tuan. Tapi.. Tuan tak pernah menyakiti saya sejauh ini, jadi.." Lirih Anna sambil menunduk. Entah kenapa kini jantungnya berdegup sangat kencang.

"Aku lebih suka kau takut padaku, Anna.. Karna dengan begitu, kau tidak akan pernah tertarik padaku."

1
INTAN NURAMEERA BINTI KHAIRULNIZAM Moe
Buruk
putrie_07
🥺🥺takut ayahh😬😬😬
Rohimatul Amanah
Luar biasa
Free La
kenapa coba, baru sekarang Nemu cerita sebagus ini😭
yoruuu: makasih yaa.. yuk mampir di karya othor yg lain/Joyful/
total 1 replies
Free La
baca cerita ini aku malah ngebayangin leyla dan mattias😂
Era Simatupang
sumpah AQ MW tertawa tapi annanya ketakutan
Juna Dong
luar biasa
Alfima Cahya
mampir thor,, awal cerita yg menarik,,
Virgo Girl
Aku baru mampir. Awal yg cukup menarik❤❤
Nurul Wahyuda
visual bpknya anna sugar dady thorr 🤤
Andriyati
ohhh apa lah munggkin di kalung Giok yg di pakai ana
gyelgyl
bagus caritanya 👍👍👍
Lyn
yeyyy bahagia terus Klian duaa yhhh,
imel
terimakasih sudah membuat karya yang luar biasa 🥰
Asfa black sweet
akhir yang bahagia.... 😍
makasih kak thor,karya mu sudah menghibur kami,semangat berkarya,dan ditunggu karya baru nya 💪🥰
@Biru791
terlalu singkat
Niar Zahniar
bagus
Lusie
visual nikolai bukan maenn thorrr cakepp polll/Drool/ Anna jga cantik lucu polos gitu mukannya cocok dah sma karkter mereka
Lyn
cocokkkkk
Eci Rahmayati
anna masih imut" cocok lah yg usianya masih muda bang" Nicole aku padamu 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!