NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 32

Hari Minggu yang dinanti akhirnya tiba.

Kawasan ruko elite di sepanjang Jalan Raya Margonda, Depok, tampak lebih padat dari biasanya.

Di depan salah satu ruko berlantai tiga yang masih mengkilap catnya, sebuah spanduk besar terbentang pongah:

“Syukuran Kelulusan & Peresmian Kantor Cabang Pratama Properti – Gege Setiawan, S.E.”

Di dalam ruko, suasana dipenuhi tawa renyah nan sombong dari lingkaran keluarga besar Tante Mira.

dengan kebaya brokat merah menyala dan perhiasan emas yang sengaja dipakai berlebihan di kedua pergelangan tangannya, sibuk menyapa para tamu undangan.

Di sampingnya, Gege berdiri tegap dengan setelan jas lokal yang agak kesempitan, berkali-kali memamerkan kartu namanya kepada kerabat yang datang.

"Aduh, Jeng, alhamdulillah si Gege ini baru lulus langsung dipercaya jadi kepala cabang di sini,"

cerocos Tante Mira kepada salah satu tantenya dengan suara sengaja dikencangkan.

"Rukonya aja sewa di Margonda, mahal luar biasa! Gak kayak sepupunya si Kevin itu."

"Jangankan sewa ruko, beli bensin buat motor ojolnya aja mungkin musti ngutang dulu."

"Denger-denger kemarin baru nikah sama anak tukang warkop pula. Klop wis, sama-sama beban keluarga gak punya masa depan!"

Keluarga besar yang mendengar hal itu langsung ikut terkekeh, menggeleng-gelengkan kepala meremehkan. Di mata mereka, Kevin Wijaya sudah lama dicoret dari daftar keluarga yang tidak layak dihormati.

Namun, tepat pada pukul 10:00 WIB, tawa sombong di dalam ruko itu mendadak terhenti ketika sebuah gemuruh suara mesin bertenaga besar bergema dari arah jalan raya.

Suaranya bukan deru knalpot motor matic atau mobil LCGC murah, melainkan deru mesin V12 yang begitu halus namun sangat berwibawa.

Satu per satu tamu undangan melangkah ke area teras ruko untuk melihat apa yang terjadi.

Sedetik kemudian, mata Tante Mira, Gege, dan seluruh keluarga besar Wijaya membelalak sempurna.

Jantung mereka seolah berhenti berdetak.

Di depan ruko mereka, sebuah konvoi melambat dan berhenti dengan presisi tinggi.

Bukan satu, bukan dua, melainkan lima unit mobil Rolls-Royce Phantom berwarna hitam safir yang mengkilap mutlak di bawah terik matahari.

Mobil-mobil mewah seharga belasan miliar rupiah per unit itu berbaris rapi, memblokade sebagian jalanan Margonda dengan kemegahan yang mengintimidasi.

Sebelum rasa syok mereka mereda, dari mobil pertama dan kelima, turun sepuluh pria berbadan tegap dengan setelan jas hitam taktis, ear-piece nirkabel, dan pin emas berlogo Wijaya Holding di kerah mereka.

Mereka adalah Korps Keamanan Elit yang langsung membentuk barisan barikade, membuka pintu penumpang mobil tengah yang berada tepat di depan lobi ruko.

Pintu bagasi terbuka.

Sosok pertama yang melangkah turun adalah seorang pria dengan sepatu kulit buatan tangan asal Prancis yang berkilat.

Pria itu mengenakan setelan jas tuksedo abu-abu arang yang membalut tubuh tegapnya dengan sangat sempurna. Wajahnya tampan, rahangnya tegas dipenuhi aura dominasi, dan sepasang matanya memancarkan ketenangan seorang penguasa sejati.

"K-Kevin...?" gumam Gege, kartu nama di tangannya mendadak jatuh ke lantai.

Bibirnya bergetar hebat.

Itu memang Kevin Wijaya.

 Namun, kejutan terbesar belum selesai.

Kevin berbalik, mengulurkan kedua tangannya ke dalam mobil mewah tersebut.

Dari sisi kiri, turun seorang wanita muda yang sangat anggun mengenakan gaun sutra modern berwarna krem, di lehernya melingkar kalung berlian yang kilaunya sanggup membutakan mata Tante Mira.

Itu Nabila, sang istri pertama yang kini memancarkan aura nyonya besar yang sangat makmur.

Dan dari sisi kanan, turun seorang wanita yang sangat dikenali oleh Gege dan seluruh praktisi akademis di Depok:

Bu Amanda, Rektor Universitas Indonesia sekaligus pemilik raksasa Pratama Group.

Amanda tampil luar biasa memukau dengan blazer formal sutra dan perhiasan safir, berjalan dengan penuh ketundukan sembari memeluk manik lengan kiri Kevin.

"Gila... itu kan Rektor UI?! Kenapa dia gandengan sama Kevin?!"

bisik salah satu sepupu Gege dengan wajah pucat pasi.

Kevin melangkah memasuki ruko dengan santai, diapit oleh kedua istrinya yang luar biasa cantik dan berkelas.

Setiap langkah kaki Kevin yang dipengaruhi efek Magnet Uang Taipan seolah menebarkan tekanan mental yang sangat berat bagi siapa pun di dalam ruangan itu.

Tante Mira mencoba menelan ludah, memaksakan senyum sinisnya meski lututnya sudah gemetaran melihat lima Rolls-Royce di luar.

"K-Kevin... lu... lu dapet pinjaman dari mana mobil-mobil itu? Terus kenapa lu lancang banget bawa Bu Rektor ke sini? Mau pamer lu?!"

Kevin tidak membalas ucapan Tante Mira.

Dia hanya melirik jam tangan stainless-steel premiumnya, lalu menatap Gege dengan pandangan meremehkan.

"Gege, saya dengar kamu baru meresmikan kantor cabang Pratama Properti di ruko ini?"

tanya Kevin, suaranya yang bariton menggema penuh otoritas di dalam ruangan yang mendadak sunyi senyap.

"I-Iya, Vin. Gue kepala cabangnya! Perusahaan ini sub-bantuan dari Pratama Group milik Bu Amanda!"

"Lu gak usah sok kaya ya, paling mobil itu cuma sewaan buat nipu kita!"

jawab Gege, mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberanian dan kesombongannya.

Mendengar hal itu, Bu Amanda maju satu langkah.

Tatapan matanya yang biasa dingin dan berwibawa di ruang rektorat kini menatap Gege seperti menatap seekor semut.

"Gege Setiawan," suara Amanda terdengar sangat tegas.

"Mulai detik ini, surat keputusan pengangkatanmu sebagai kepala cabang dibatalkan."

"Dan seluruh operasional Pratama Properti di ruko ini resmi saya tutup."

DEG!

Wajah Gege seketika berubah menjadi seputih kertas.

"B-Bu Amanda... kenapa?"

"Apa salah saya? Perusahaan Ibu kan memegang kendali atas ruko ini..."

Amanda tersenyum tipis, lalu menoleh ke arah Kevin dengan tatapan penuh rasa cinta dan hormat.

"Kamu salah, Gege. Pratama Group memang yang mengelola operasionalnya."

"Tapi pemilik mutlak dari 100% saham Pratama Group, sekaligus pemilik tanah dan bangunan ruko yang kamu sewa ini... adalah suami saya, Kevin Wijaya."

BOOM!

Kalimat Amanda bagai hantaman gada dewa yang menghancurkan seluruh harga diri dan kesombongan keluarga besar Wijaya dalam sekejap.

Tante Mira terhuyung ke belakang, hampir saja pingsan kalau tidak ditangkap oleh suaminya.

Matanya melotot menatap Kevin, lalu beralih ke Nabila dan Amanda.

"S-Suami?! Lu... lu nikah sama Bu Amanda, Kevin?!"

"Jadi istri kedua?!" teriak Tante Mira histeris, suaranya melengking frustrasi.

Nabila maju sambil tersenyum manis, membuka tas Hermes mahalnya dan mengeluarkan sebuah map merah resmi dari KUA Depok beserta sertifikat kepemilikan ruko Margonda.

"Betul, Tante Mira yang terhormat,"

kata Nabila dengan nada lembut namun sangat menohok.

"Saya sendiri yang memberikan restu bagi Mas Kevin untuk menikahi Kak Amanda."

"Dan perlu Tante tahu, uang jajan bulanan saya saja sekarang bisa untuk membeli sepuluh ruko seperti ini secara tunai."

"Jadi, siapa tadi yang Tante sebut sebagai beban keluarga yang gak punya masa depan?"

Ding!

[Notifikasi Sistem: Misi Sampingan 'Pembalasan Sang Manta Beban Keluarga' Terlaksana Sempurna!]

[Mental Tante Mira dan Gege runtuh hingga ke angka 0%. Gengsi keluarga besar Wijaya hancur total di hadapan kekayaan mutlak Pengguna.]

[Membuka Hadiah Tambahan: 'Hak Penggusuran Instan' (Pengguna resmi memiliki legalitas hukum untuk mengusir Gege dan barang-barangnya dari ruko ini dalam waktu 5 menit).]

Kevin menerima dokumen dari tangan Nabila, lalu melemparkannya tepat ke atas meja syukuran di depan Gegei.

"Dalam waktu lima menit, kosongkan ruko ini."

"Barang-barangmu, spanduk kesombonganmu, semuanya seret keluar ke pinggir jalan Margonda,"

perintah Kevin dingin, tanpa ada kompromi.

"Korps keamanan saya akan membantu melemparkannya kalau kamu terlalu lambat."

Gege langsung jatuh terduduk di lantai, menangis penyesalan sembari memegangi kaki jas Kevin.

"Kevin... Mas Kevin, maafin gue, Vin! Gue khilaf! Tolong jangan batalin jabatan gue, jangan usir gue, Vin!"

Tante Mira juga ikut menangis histreris, seluruh perhiasan emas di tangannya kini terasa seperti sampah tak berguna di hadapan lima Rolls-Royce dan kekayaan triliunan keponakan yang dulu dia injak-injak.

"Kevin... maafin Tante, Vin... Tante salah..."

Kevin tidak memedulikan tangisan mereka. Dia berbalik badan, merangkul pinggang Nabila dan Amanda secara bersamaan, lalu melangkah keluar meninggalkan ruko menuju barisan mobil Rolls-Royce-nya.

Para pengawal dengan sigap langsung merangsek masuk ke dalam ruko, mulai mengangkat kursi dan meja kerja Gege untuk dilemparkan ke trotoar jalan raya, disaksikan oleh ratusan pasang mata pengguna jalan Margonda yang melintas.

Di dalam mobil Rolls-Royce Phantom yang kedap suara, Kevin duduk di tengah diapit oleh kedua istrinya yang rukun.

"Puas, Mas?" tanya Nabila sambil menyandarkan kepalanya di bahu kanan Kevin dengan manja.

"Sangat puas, Nab,"

jawab Kevin tersenyum, mengelus rambut Nabila lalu mengecup kening Amanda yang tersenyum bahagia di sisi kirinya.

Mantan beban keluarga itu kini telah resmi berdiri di puncak tertinggi strata sosial Kota Depok.

Mulut-mulut yang dulu menghinanya telah dibungkam selamanya oleh gelombang kekayaan mutlak yang tak terbendung!

1
Alfan
👍👍👍
Seti Dean
Up lagi Thor cepet
Seti Dean
pengen jadi Nabila🤭
Le Meneral
Semngat terus Thor,
saran dong kalau bisa bikin cerita dengan genre komedi atau genre dewasa gtu hehehehe......
Dhewa Shaied
ceritanya ok cm izin thor.. sejak kapan orang ditaro di bagasi 😭😭😭😭
irena
lanjut thor
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!