NovelToon NovelToon
PESONA Kakak Tiri

PESONA Kakak Tiri

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:664.1k
Nilai: 4.5
Nama Author: Encha

Memiliki Kakak tiri dengan segudang pesonanya membuat Neira berperang dengan perasaannya.!

Bagaimana bisa Neira harus menahan dirinya untuk tidak menyukai Kakak tirinya dengan semua perhatian yang dia dapatkan juga semua perlakuan manis darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tinggal berdua

Neira baru saja selesai mandi.

Dia mengambil kaos oversize dengan celana hot pen miliknya..

Oya, Ponsel gue kan habis batre.

Neira merogoh tasnya, namun dia kaget saat melihat ponsel Gevan yang ternyata masih di tas.

Loh ponsel Kak Gevan ini.

Astaga belum gue balikin.

Neira berjalan keluar dan berniat untuk mengembalikan ponsel milik Kakak tirinya.

Tok.

Tok.

"Kak Gevan, Kakak di dalam?"

Neira terus mengetuknya hingga pintu terbuka menampilkan Gevan yang juga terlihat baru selesai mandi terlihat dari rambutnya yang masih basah.

Eh gila, Kak Gevan kok ganteng banget..

Gevan menautkan kedua alisnya menatap Neira yang malah diam memandangnya.

"Ehem."

Neira mengerjab salah tingkah.

"Kenapa?"

"Oh ya, ini Ponsel Kakak tadi Neira lupa balikin."

Gevan menerimanya.

Sedangkan Neira langsung pergi begitu saja membuat Gevan mengernyitkan bingung dengan tingkah adiknya itu.

Gevan menggeleng dan kembali menutup pintu kamarnya.

Neira sedang mengatur napasnya.

Dia bahkan menepuknya pipinya,,

No No No.. Neira itu Kakak Lo oke jangan salting.

Neira menghembuskan napasnya dan kembali berjalan menuju kamar.

Namun bayangan wajah tampan Gevan terus terlintas apalagi dengan rambut yang masih basah semakin membuat aura ketampanan nya keluar.

**********

Seperti biasa Neira selalu bangun pagi dan akan membantu Widia menyiapkan sarapan. Sebenarnya cuma menemaninya saja sih karena Neira sendiri tidak bisa memasak dia bahkan sangat jarang masuk dapur.

Widia tidak pernah mengijinkan putrinya untuk menginjak dapur, semua yang dia pengin makan pasti ada pelayan yang menyiapkannya.

Apalagi saat ini, Almer yang memiliki banyak pelayan di rumahnya membuat Neira semakin di manja.

"Selamat Pagi"

"Pagi Papa."

Almer tersenyum dan mengecup kening putrinya.

Neira seperti bukan putri sambungnya, namun mereka terlihat dekat dan bahkan Almer terlihat begitu menyayangi Neira seperti putrinya sendiri.

"Loh Papa kok tumben pakai baju santai."

Almer tersenyum dan melirik Widia.

"Nanti Papa mau bicara, tapi tunggu Kakak kamu dulu ya sayang."

"Oke Pa."

Almer mengusap pucuk rambut Neira.

Tidak lama Gevan turun dan langsung duduk di kursinya.

Widia mengambilkan sarapan untuk suaminya, begitu pun dengan Gevan ataupun Neira yang tidak luput untuk Widia ambilkan.

"Makasih Mama"

"Sama-sama sayang."

"Kita baca doa dulu sebelum makan."

Semua nampak menunduk dan baca doa.

"Selesai, kita sarapan."

Neira mengangguk dan menyendok sarapannya begitupun dengan yang lain.

"Gevan, Neira. Ada yang mau Papa bicarakan.

Hari ini sampai dua Minggu kedepannya Papa dan Mama akan pergi ke Swiss."

"Uhuk-uhuk "

Gevan langsung memberikan segelas minum putih,,

"Pelan-pelan sayang." Ucap Widia mengusap bahu putrinya.

"Maaf Pa, Ma."

"Jadi Papa minta sama kamu Gevan, selama Papa Mama pergi Kamu yang harus bertanggung jawab terhadap Adik kamu. Kamu tetap harus antar-jemput Neira sekolah. Jangan pergi malam dan ninggalin Adik kamu. Neira takut hujan dan petir apalagi mati lampu." Ucap Almer panjang lebar.

"Neira bisa jaga diri Kok Pa, lagian Kak Gevan juga pasti ada urusan sendiri."

"Engga Sayang, Gevan laki-laki dan sudah seharusnya dia menjaga adik nya. Kamu denger Gevan?"

"Iya Pa."

"Jadi Papa sama Mama mau Honeymoon?" Ucap Neira membuat Widia membulatkan matanya.

"Kamu ini ngaco, mana ada Papa Mama juga sudah tua sayang."

"Ya gapapa juga Mama, Nanti Kan Neira punya adik kecil."

Almer terkekeh mendengar ucapan putrinya sementara Gevan hanya menghela napasnya.

"Gevan berangkat dulu Pa, Ma" Pamit Gevan mencium punggung mereka.

"Ingat apa kata Papa Ge." Ucap Almer dan Gevan mengangguk.

"Hati-hati ya Sayang, jangan ngebut."

"Iya Ma."

Neira tersenyum dan mencium pipi mereka.

"Neira berangkat Dulu, Papa Mama hati-hati pokoknya jangan lupa terus kasih kabar Neira. eh oleh-oleh juga jangan lupa."

"Hahaha,, Iya sayang."

Neira mengangguk dan berlari keluar.

"Jangan Lari-lari Neira." Teriak Widia.

Bruk..

"Mama" Ucap Neira saat dia kembali terjatuh membuat Gevan menggeleng dan berjalan menghampiri.

"Kebiasaan nyungsep." Ucapnya membantu Neira bangun.

"Lagian Kakak tinggalin Neira."

Gevan menghela napasnya dan berjongkok.

Neira membulatkan matanya saat Gevan membantu mengikat tali sepatunya yang ternyata lepas pantas saja dia terjatuh tadi.

"Gimana ya nyungsep, ikat dulu tali sepatunya."

"Hehehe lupa Kak, maaf"

Gevan kembali memakai Helm nya dengan Neira yang juga naik.

"Makasih Pa." Ucap Gevan saat gerbang di buka.

Neira terdiam dengan terus menatap jalanan.

Tidak bisanya dia terus diam, biasanya Neira akan terus mengoceh membuat kuping Gevan panas.

hingga motor belok ke jalan sekolah.

Neira turun dengan masih diam membuat Gevan mengernyitkan keningnya.

"Tunggu.!" Cegah Gevan menahan lengannya

"Kenapa Kak."

"Kaki Lo sakit?"

Neira menggeleng.

"Tangan Lo?"

Neira kembali menggeleng.

"Terus kenapa diam?"

"Gapapa Kak."

"Kenapa Nei."

Neira menatap Gevan yang juga tengah menatapnya walaupun memakai Helm Full face namun tetap saja Gevan terlihat tampan apalagi mata hitamnya sungguh membuat siapa saja akan langsung terpesona.

"Mama pergi, nanti Nei sama siapa?"

Lah, tadi di rumah dia semangat kenapa malah nangis sekarang.

"Kan ada gue Nei."

"Tapi Kakak besok mau ke Bandung, terus Nei gimana?"

"Lo bisa ikut kalo mau?"

"Serius?"

Gevan mengangguk.

"Yey, makasih Kak." Ucap Neira yang langsung memeluknya.

"Udah sana masuk."

"Bye Kak, hati-hati."

Gevan melajukan motornya saat Neira sudah masuk ke dalam sekolah.

Sedangkan di parkiran Alex tampak menatap mereka.

Laki-laki yang sama saat menjemput Neira kemarin.

Apa dia pacar baru Neira, tapi Alex tidak yakin karena Neira begitu sayang dengannya tidak mungkin dengan mudahnya bisa mendapatkan pengganti dirinya secepat ini.

"Sayang kamu liatin apa sih."

"Gak Kok, ayo aku antar kamu ke kelas."

Elisa tersenyum dan memeluk lengan Alex manja.

Melewati beberapa siswa yang tampak kagum karena Elisa bisa mendapatkan Kapten Basket sekolah.

Neira menatap wajahnya di depan cermin toilet.

Dia pun keluar.

"Neira."

Alex berjalan mendekat membuat Neira malas untuk apalagi dia datang.

"Ada apa."

Alex tersenyum.

"Jutek banget, kemarin bukannya Lo lembut banget sama gue."

"Gue mau ke kelas."

"Tunggu"

"Apa lagi sih."

"Gue mau bicara sama Lo."

"Soal apa lagi, lagian semua sudah jelas dan gue gak mau Elisa salah paham." Ucap Neira namun Alex menahan tangannya.

"Apa sih lepas."

Alex menghela napasnya.

"Siapa laki-laki kemarin, gue juga lihat Lo di anter dia juga tadi."

Neira menautkan kedua alisnya.

"Bukan urusan Lo."

"Jawab Neira."

"Gue bilang bukan urusan Lo Lex, siapapun dia itu urusan gue."

Neira pergi meninggalkan Alex yang diam menatapnya.

Sial.. Gue gak akan diam lihat Lo dekat dengan laki-laki lain Neira. Gumam Alex terus menatap Neira yang semakin menjauh.

1
Tatan Utari
Gpp nikah juga kan beda ibu beda bapak
Nur Intan
👍
Bunda Dzi'3
ihh knp ga lanjut Thor....
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profilku ya, trmksh🙏
total 1 replies
Bunda Dzi'3
Elisa hamil kah?
Evi Lusiana
widya jg gmn sih thor,awalny stuju knp jd ikut²an si almer
Evi Lusiana
bijak bgt si gevan,tenang tdk mudah terpancing emosi y
Evi Lusiana
kapok lo amer,malu kn lo anak lo aj udh duluan nany k ustd sblum dia ungkapin prasaan ny k neira
Evi Lusiana
bagus widya
Evi Lusiana
kasihan kenan cm d jadi in alat dr ke egoisan si almer
Evi Lusiana
bagus widya,ancem aj almer dgn cerai,cm papa sambung tp egois bgt,anakny aj udh smp nany ustd boleh tdk y menyukai sdr tiri,msa pp ny bodoh bgt
Evi Lusiana
kabur aj nei,plg k rmh lama mu
Evi Lusiana
knp sih widya lembek bgt ngadepin ke egoisan almer,cm ppapa sambung aj,
Evi Lusiana
gedeg deh sm si almer,egois bgt suka bgt njodoh²in anakny
Evi Lusiana
pinter gevan d banding ortuny,dia aj udh nany dluan k ustad tntn boleh tdk ny menyukai sdr tiriny
Evi Lusiana
ayo gevan perjuangkan cintamu smp pp mu sadar dn tdk egois lgi
Evi Lusiana
ckup menguras emosi thor,gregeten sm almer
Evi Lusiana
cowok idaman yg brani blg klo aku slh tlg kasih tahu
Evi Lusiana
jalang elisa
Evi Lusiana
critany bagus thor,semangat👍
SisAzalea
katanya dulu sikap Elisa dewasa banget
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profilku ya😌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!