NovelToon NovelToon
Reincarnation System

Reincarnation System

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Masuk ke dalam novel / Romansa / Reinkarnasi
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wiindy ArAs

STARLLETA ZOYA QIRANI, Atau biasa di panggil Zoya. Seorang gadis yatim piatu yang meninggal setelah di khianati oleh kekasih dan wanita yang ia sebut sahabat dan di bunuh oleh kedua orang yang paling ia percayai.

Di akhir hidupnya ia menyesali semuanya dan jika ada kesempatan kedua, ia ingin mengubah dan memperbaiki kehidupannya yang dulu.

Ternyata Tuhan masih memberikan ia kesempatan. Ia mendapatkan sebuah sistem untuk kembali mengulang masa lalu. Hanya saja sebelum itu, ia harus menjalani misi dan mengumpulkan point agar bisa kembali mengulang kehidupannya. Dengan cara menyelesaikan misi di dunia Novel dan ia juga mendapatkan skill dan juga kekayaan dari misinya tersebut...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiindy ArAs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi pertama - Azura 10

Azura kini tengah berada di dalam kamarnya, ia membolak-balikan dokumen yang di berikan oleh Bang Satria.

Satria Wilaga, adalah seorang detektif terkemuka dari asosiasi Detektif dan intel di jaringan internasional. Satria sangat berdedikasi untuk pekerjaannya, itu terlihat dari pengamatan dan penyelidikannya dengan hasil yang sangat memuaskan.

Semua data yang ia dapat sangat detail, bahkan sampai yang sangat rahasia bisa ia dapatkan. Tentu hasil kerjanya juga rapih tanpa pernah ada yang menyadari jika dirinya tengah bergerak dan menyelidiki sesuatu.

Azura berani merogoh kocek dalam untuk mendapatkan semua data dan aktivitas pemeran utama wanita. Tidak sungkan-sungkan, Azura berani membayar 10 kali lipat dari bayaran Satria pada umumnya.

Tentu Azura tidak rugi mengeluarkan uang sebanyak apapun, uangnya bahkan terus mengalir masuk ke rekeningnya hingga gendut bahkan obesitas.

Melihat nominal yang di tawarkan, tentu Satria tidak menolaknya dan langsung menyetujui penyelidikan itu.

Azura mengingat ucapan Satria sebelum pria berusia 35 tahun itu pergi, ia mengatakan jika penyelidikannya tentang wanita itu membuatnya mengetahui banyak hal rahasia. Bahkan mengatakan hal itu terkait dengan Azura sendiri.

Tentu saja Azura tidak bodoh, ia juga sudah menerka apa yang di maksud Satria. Namun dirinya ingin membuktikannya sendiri dan memiliki rencana di dalam otaknya.

"Shaila purnama, 18 tahun adalah anak bungsu dari seorang ibu asuh di panti asuhan Cahaya Kasih di kota C...." Azura membaca data dari pemeran utama yang bernama Shaila.

"Panti asuhan Cahaya Kasih? Ha-ha-ha...." Azura tertawa saat mengingat panti itu adalah panti asuhan di mana Azura di besarkan kemudian di usir.

"Jadi begitu ya, aku mengerti sekarang, dia adalah putri kandung dari ibu asuh panti dan sekarang dia tengah dekat dengan keluarga itu? Mmm, sepertinya ini memang benar-benar berhubungan denganku, apalagi Shaila mengirim orang untuk mencari tahu tentangku. Hmm, sungguh fakta menarik, ternyata dia juga terobsesi dengan Arsen? Wooww..." ucap Azura.

"Pemilik tubuh asli apa tidak sadar jika pemeran utama mengenalinya. Misteri ini sudah sangat jelas bagiku, tapi aku perlu membuktikannya sendiri dan membukanya. Karena perempuan licik itu ingin bermain, maka aku akan ikut bermain juga dan jelas akan mengacaukan semuanya" ucap Azura terkekeh.

Ting! Nong!

"Ah, sepertinya sumber point ku mulai mendekat, heran juga kenapa nilai sukanya terus bertambah. Padahal aku nggak berbuat apa-apa padanya dan terus bersikap biasa" ucap Azura sembari beranjak dari tempat tidur.

Azura tahu jika yang datang adalah Arsen, pasalnya tidak ada yang tahu di unit mana ia tinggal kecuali Arsen. Ya, hanya Arsen orang luar yang pernah masuk ke apartemen nya itu.

Adrian memang pernah mengantarnya, namun itu hanya sampai depan gedung, tidak sampai naik ke unit.

Ceklek!

"Arsen!" ucap Azura pura-pura terkejut saat melihat Arsen.

"Hai Ra, boleh masuk?" ucap Arsen, berusaha tenang meskipun sebenarnya ia tidak bisa tenang jika di hadapan Azura.

Pesona gadis pujaannya itu sungguh sangat besar, bahkan memiliki magnet tersendiri yang membuatnya sulit untuk berpaling. Meskipun saat ini Azura hanya berpakaian santai, karena memang tidak berniat kemana pun.

"Hmm... Masuklah!" ucap Azura.

"Kamu mau teh, kopi, orange juice, mineral water atau apa?" tanya Azura, sudah seperti pelayan restoran saja.

"Apa saja aku minum kok" ucap Arsen

"Sianida mau?" ucap Azura

"Ha-ha, kamu lucu ay... Oups..." ucap Arsen menepuk mulutnya yang keceplosan ingin memanggil Azura ayang.

Azura yang mendengarnya tersenyum saat Arsen tidak sengaja memanggilnya Ay.

Melihat senyum Azura, jantung Arsen berdisko ria. Senyum gadis pujaannya yang baru kali ini ia lihat itu mampu menggetarkan hati dan jiwanya.

"Astaga, manis banget jadi pengen aku sun" gumam lirih Arsen namun masih bisa di dengar Azura.

Azura terkekeh mendengar ucapan Arsen ia sama sekali tidak tersinggung, tapi Arsen justru terlihat lucu dengan ekspresi nya saat ini. Ia kemudian bergegas ke dapur menyiapkan lemonade untuk tamu tidak di undangnya itu.

"Makasih Ra" ucap Arsen langsung meminumnya.

"Ada apa kamu ke sini? Aku kira yang tadi menekan bell pengirim makanan yang salah kamar" ucap Azura kembali dengan wajah datarnya itu.

"Masa iya udah keren gini di sangka Ge-food" ucap Arsen manyun.

"Ya kan kirain, soalnya nggak ada yang tahu aku tinggal di sini. Ya kecuali kamu sih, tapi nggak nyangka aja kalau kamu yang dateng" ucap Azura.

Mendengar itu tentu saja Arsen bersorak dalam hati sambil koprol, kayang dan sebagainya. Ia merasa spesial karena hanya dirinya yang pernah masuk ke apartemen milik Azura.

"Aku mau ajak kamu jalan, malam mingguan kita" ucap Arsen dengan semangat.

Azura masih mengerjapkan matanya saat melihat tingkat kesukaan Arsen naik menjadi 72 persen.

"Ra...." ucap Arsen melambaikan tangannya di depan Azura.

"Eh, ya..." ucap Azura tersadar.

"Mau nggak?" tanya Arsen lagi Sem Ari menatap Azura

"Apanya?" tanya balik Azura.

"Jalan, kita malam mingguan" ucap Arsen

"Ah, ya sudah aku ganti baju dulu" ucap Azura langsung beranjak dari duduknya.

Mendengar Azura tidak menolak, Arsen merasa senang dan menunggu Azura berganti pakaian dulu. Rencananya ia akan kembali menyatakan perasaannya entah yang ke berapa kalinya.

.....

Starry Sky Hotel, adalah salah satu gedung Hotel mewah yang berada di pusat ibukota. di lantai paling atas gedung tersebut terdapat restoran bintang lima terkenal karena pemandangan malamnya yang sangat indah.

Hotel ini juga merupakan hotel mewah yang menawarkan restoran yang tidak kalah mewahnya dengan hotel tersebut.

Hotel itu merupakan salah satu aset milik Alexander Corporation, yang merupakan perusahaan induk milik Keluarga Alexander atau keluarga Adrian.

Dan di sinilah Arsen mengajak Azura, setelah beberapa saat lalu keduanya berkeliling ibukota dengan menggunakan motor.

Arsen sudah memesan tempat untuk keduanya yang berada di area khusus yang di halangi sekat yang memisahkan tempat itu dengan area umum. Tempat itu adalah area terbuka dengan pemandangan langit penuh bintang dan juga gemerlap lampu di wilayah ibukota yang sangat cantik.

"Cantik sekali" ucap Azura takjub melihat pemandangan yang sangat cantik.

"Ya, sangat cantik!" ucap Arsen, namun pandangannya bukan ke arah pemandangan. Namun ke arah Azura yang terlihat lebih cantik di matanya.

Keduanya kemudian memesan hidangan untuk mereka berdua, dan mereka menikmati nya dengan sesekali mengobrol.

"Ra...." ucap Arsen setelah selesai menyantap makanan lezat barusan. Kini tangannya memegang lembut tangan Azura.

Azura terkejut, namun ia tidak menarik tangannya. Ia membiarkan Arsen mengatakan apa yang ingin ia sampaikan, Azura pikir tidak ada gunanya lagi menghindar. Karena saat ini ia membutuhkan Arsen untuk ke depannya.

Ya, mengingat di dunia ini Azura tidak memiliki seseorang untuk dirinya bersandar, jadi apa salahnya ia menarik Arsen ke sisinya. Ia tidak peduli jika ternyata Arsen hanya main-main dengannya.

Karena yang di perlukan Azura saat ini adalah cara untuk membongkar wajah asli Shaila dan juga mengubah takdir Azura yang asli agar tidak berakhir mati dengan tragis. Dan dengan Arsen di sisinya itu akan membantu dirinya untuk mempermudah segalanya.

"Ra, aku tahu mungkin kamu bosan mendengar aku mengatakan ini yang entah sudah ke berapa kalinya. Tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri, aku benar-benar sudah jatuh hati padamu dan tidak bisa melupaka kamu. Bisakah kamu memberikan kesempatan untukku masuk ke hatimu dan mengisinya dengan kenangan indah kita?" ucap Arsen dengan sungguh-sungguh.

"Arsen, sudah berapa kali juga aku bilang. Aku tidak ingin berpacaran, aku ingin fokus dengan studi ku dan lulus dengan hasil yang memuaskan.

Sudahlah, aku tahu kamu hanya penasaran denganku yang tidak sama dengan wanita lain yang mengejarmu. Aku nggak mau pertemanan kita akan rusak jika nanti kita benar-benar bersama lalu kamu mencampakkan aku seperti pacar-pacar mu sebelum nya. Lebih baik kita jaga pertemanan kita seperti ini, bukankah hal itu lebih baik?" ucap Azura

Azura memainkan trik tarik ulur, ia ingin memberi tahu Arsen akibat dari hubungan mereka kedepannya.

Meskipun Azura ingin memanfaatkan keadaan, namun ia juga tidak ingin hubungan pertemanan mereka akan terganggu dengan status baru yang mungkin hanya bertahan beberapa itu.

"Aku tahu track record-ku sangat buruk di masa lalu. Tapi tolong berikan aku kesempatan untuk membuktikan nya padamu, aku sungguh-sungguh menyukai mu. Ah, lebih tepatnya aku sudah mencintaimu Ra. Apa selama lebih dari satu bulan ini kamu tidak merasakan ketulusanku?" ucap Arsen.

"Azura Gumilang, aku sangat mencintaimu, aku mohon jadi pacarku ya, aku janji tidak akan pernah meninggalkan kamu, mengkhianati kamu dan terus mencintaimu" ucap Arsen lagi.

"Aku belum bisa menjawabnya sekarang Sen, maaf" ucap Azura.

Mendengar itu Arsen menghela nafas, namun ia tidak terlalu kecewa. Setidaknya Azura tidak menolaknya seperti sebelum-sebelumnya dan membutuhkan waktu untuk menjawab pernyataan cintanya. Jadi bukankah masih ada kesempatan untuknya menjadi pacar Azura.

"Nggak apa-apa, aku akan menunggu jawabanmu, terimakasih sudah memberikanku kesempatan. Aku akan membuktikannya dan memperjuangkan kamu lebih keras lagi, agar kamu yakin untuk menerimaku" ucap Arsen tersenyum.

...••••••...

1
Atoen Bumz Bums
.
Atoen Bumz Bums
belum ditanya tujuannya apa udah langsung menghina kasih pelajaran Zoya jangan langsung dulu ya
Atoen Bumz Bums
jodoh ketemu sendiri,
giliran dicari malah nggak ketemu
Atoen Bumz Bums
Uda lulus Bae,kapan liburan ke koreanya
katanya siap semester 1
Atoen Bumz Bums
bisa gak dicicil siksaan utk Janet zetan
Atoen Bumz Bums
no 5 atau 7
Atoen Bumz Bums
bagiku misi terakhir kurang berkesan
Atoen Bumz Bums
Pedro ogep,Bapak kayak gt dibelain mati2an
Atoen Bumz Bums
🤣🤣🤭 dr td macam orgil ketawa cengengesan sendiri 🤣😁
Atoen Bumz Bums
Jessica awas baper🤭🤭
Atoen Bumz Bums
enak x, makan abis cepek malah dapat 1 jt
Yeyen Rohyani
ok
Tri Ana
keren
SusanAnsud
wah salah cari lawan tu
SusanAnsud
seneng nya
SusanAnsud
wah bahagianya
SusanAnsud
wah seneng nya😍😍😍
SusanAnsud
🤣🤣🤣🤣
SusanAnsud
akhirnya
SusanAnsud
wah betulan daren jodoh nya tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!