NovelToon NovelToon
Don'T Leave Me This Way

Don'T Leave Me This Way

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Duda / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:84.3k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Aku ingin pulang...
Tapi seseorang mengatakan aku harus bertahan. Padahal ragaku sudah terlalu lelah.

Seseorang itu pun mengatakan padaku. Dia yakin aku masih kuat untuk melangkah meskipun langkah kakiku sudah tertatih, karena menurutnya meraih kebahagiaan sangat membutuhkan perjuangan.

Tapi logika ku berpikir,
jiwaku sudah terluka sedemikian dalam, untuk apa terus memaksa melangkah. jika hanya rasa sakit dan pedih yang terus mendera diri ini. Bukankah seharusnya aku berhenti.

Ya berhenti sejenak untuk mengobati atau berhenti selamanya untuk pergi. Amara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merawat mu

Sambil menunggu pertolongan tiba, yaitu Dokter Frans. Daniel terus berada di samping Amara.

Setelah sebelumnya Daniel melucuti seluruh pakaian Amara dan menggantinya dengan kaos t-shirt miliknya. Daniel membaringkan Amara di ranjang tidurnya dengan posisi miring. Hal ini ia lakukan mencegah risiko Amara muntah dan tersedak.

Daniel terus memeriksa pernapasan Amara. Bahkan ia menempelkan alat oximeter yang ia miliki di salah satu jemari lentik Amara.

"Teruslah bernafas dan jangan pernah tinggalkan aku Amara." Ucap Daniel saat saturasi oksigen Amara dibawah 90 %.

"Seharusnya aku membawa mu ke rumah sakit. Tapi jika aku membawa mu ke sana. Kakak iparmu itu pasti melakukan sesuatu yang akan merugikan dirimu." Lanjut Daniel yang terus menggesekkan kedua telapak tangannya pada kedua telapak tangan Amara yang mulai dingin.

Daniel berlari mengambil remote pendingin ruangan. Ia mematikan pendingin ruangan dan menyelimuti tubuh Amara dengan selimut tebal. Ia memeluk tubuh Amara yang mulai mengalami penurunan suhu tubuh.

"Lama sekali kau Frans. Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Amara karena kelambanan mu. Akan aku pastikan kau menjadi bujang berkarat selamanya." Umpat Daniel yang kesal akan kelambatan sahabatnya itu.

Pucuk di cinta ulam pun tiba. Frans datang dan menyelonong masuk ke unit apartemen Daniel yang memang sengaja tidak di kunci.

"Niel, di mana kau Woi?" Pekik Frans yang malah duduk santai di sofa ruang televisi sembari memakan makanan Clara yang tertinggal.

"Di kamar! Cepat ke sini Frans!" Sahut Daniel dari kamarnya.

Dengan berjalan santai, seperti karakternya sehari-hari. Frans menghampiri Daniel.

"Eh busehhh... Ada cewek. Cewek siapa yang kau peluk-peluk Niel? Kenapa dia, kamu selimutin dah kaya lontong gitu?"

"Banyak omong! Periksa dia sekarang. Kayanya dia hipotermia, sekujur tubuhnya mulai dingin. Dia mabuk dan pingsan karena jatuh dan terbentur."

"Apa?? Kenapa gak kau bawa ke rumah sakit! Anak orang bisa koit Niel. Haduh gila banget kau ini ya." Frans terkejut dengan jawaban Daniel.

"Udah cepat periksa dan beri pertolongan dia sekarang! Jangan banyak omong!" Perintah Daniel sembari mendorong tubuh Frans mendekati Amara.

Frans langsung melakukan pemeriksaan pada Amara. Sembari melakukan pemeriksaan ia mulai bertanya pada Daniel mengenai Amara.

"Sejak kapan dia tak sadarkan diri Niel?"

"Belum ada satu jam."

"Apa sebelum pingsan dia banyak meminum alkohol?"

"Huem, dia banyak minum wine dalam jumlah banyak dalam sekali waktu. Sepertinya ini pengalaman pertamanya minum."

"Ok Niel setelah aku periksa. Gadis ini harus segera di infus dan mendapatkan bantuan pernafasan. Kita harus membawanya ke rumah sakit, S E K A R A N G!!!"

"TIDAK!! Dia akan tetap di sini. Bawa peralatan rumah sakit yang kau butuhkan ke sini. Akan aku bayar berapapun itu." Tolak Daniel dengan matanya yang membulat.

Frans menghela nafasnya mendengar penolakan Daniel. Segera ia mengambil ponselnya yang berada di dalam saku celananya. Frans menghubungi seseorang tenaga medis yang selalu dapat ia andalkan.

"Segera ya! Pasien dalam kondisi gawat!" Ucap Frans diakhir panggilan teleponnya.

Tak sampai sepuluh menit tenaga medis yang dihubungi Frans datang dengan membawa alat-alat yang dibutuhkan dalam menangani Amara. Ada lebih dari empat orang tenaga medis yang datang, dan lebih banyak tenaga medis wanita dari pada tenaga medis laki-laki.

"Kita lakukan tindakan sekarang Dok?" Tanya seorang perawat wanita yang telah menyiapkan semua alat-alat yang di butuhkan Frans untuk melakukan tindakan bilas lambung.

"Ya, sekarang. Apa sudah siap semuanya?"

"Sudah Dok."

Frans menatap Daniel dan meminta Daniel untuk keluar.

"Keluarlah! Nanti aku panggil kalau sudah selesai."

Alih-alih keluar, Daniel malah melontarkan pertanyaan bodoh.

"Kau mau apakan dia?"

"Bikin anak." Jawab Frans asal yang malah menyulutkan emosi Daniel.

"Kau sudah bosan hidup Frans?"

Daniel mencengkram kuat kedua kerah baju Frans. Rupanya Daniel masih sensitif karena sisa pergulatan dengan Erdi yang tak memuaskan hasrat bertarungnya.

Frans menghempas kuat kedua tangan Daniel yang mencengkram kedua kerah bajunya.

"Lepas! Tempramen sekali kau jadi orang, dasar Bastard. Lagi pula mana bisa aku buat anak bareng-bareng begini. Makanya kau ini kalau ngasih pertanyaan yang berbobot dong! Aku anti ya makan punya teman sendiri. Sekalipun di dunia ini cuma tersisa satu wanita saja."

"Makanya kalau ngomong jangan asal Frans. Sialan sekali kau, sudah buat darah aku naik saja!" Umpat Daniel kesal.

"Kau yang sialan. Cepat keluar! Bastard!!" Balas Frans yang tak mau kalah. Ia mendorong kasar tubuh Daniel agar segera keluar dari kamar pribadinya sendiri.

Dua jam Frans dan tenaga medis lainnya di dalam kamar pribadi Daniel. Mereka sibuk menangani Amara dengan teliti.

Sementara Daniel terlihat cemas menunggu di ruang televisi. Seperti seorang suami yang dilanda kecemasan menunggu istrinya melahirkan.

Ceklek!

Pintu kamar Daniel terbuka. Seluruh tenaga medis yang berada di dalam kamar Daniel keluar, begitu pula dengan Frans.

"Terima kasih atas bantuannya rekan-rekan." Ucap Frans sembari sedikit membungkukkan tubuhnya ke arah tenaga medis yang telah membantunya malam ini.

"Sama-sama Dok. Semoga pasien cepat sadar dan tidak ada komplikasi lain yang mengkhawatirkan." Balas salah satu tenaga medis mewakili rekannya yang lain.

Setelah tenaga medis yang dipanggil Frans pergi. Frans pun berpamitan pada Daniel.

"Aku balik ya, dia sudah gak apa-apa. Tadi dia sempat sadar sebentar, saat aku lepas selang sonde. Tapi dia tidur lagi. Menurut hasil pemeriksaanku, dia seperti sedang mengamati tekanan deh. Habis kau apakan dia? Sampai mabuk dan jadi seperti ini?"

"Bukan urusan kau. Kau itu seorang Dokter bukan Wartawan. Jadi gak usah kebanyak nanya. Bayaran mu sudah aku transfer ke rekening mu. Kalau kurang kau tinggal sebut nominalnya dan gak usah berkoar-koar kaya perempuan." Balas Daniel sinis.

Daniel sangatlah tidak suka masalah pribadinya di campuri oleh orang lain, meskipun itu dengan sahabat baiknya sendiri. Terlebih Frans yang mulutnya seperti ember bocor.

"Oke. Siplah kalau begitu." Sahut Frans yang tak mau memaksa Daniel untuk menjawab keingin tahuannya.

Jujur Frans sangat penasaran dengan kisah cinta Daniel. Karena belum selesai polemik rencana pernikahan Daniel dan Tara yang batal di tengah jalan. Mengapa ada gadis lain yang kini dekat dengan Daniel. Bahkan Daniel terlihat sangat mengkhawatirkan kondisi gadis yang belum ia tahu siapa namanya itu.

Ingin sekali ia mencari tahu demi menghilangkan jiwa ke kepoannya yang meronta-ronta. Tapi hal itu tak mungkin ia lakukan. Karena mencari tahu tentang Daniel sama dengan mencari mati.

Sekepergian Frans. Daniel kembali menemani Amara. Daniel membaringkan tubuhnya tepat di samping gadis yang menentramkan jiwanya itu.

"Tidurlah! Aku akan menjaga mu kembali malam ini." Bisik Daniel.

Daniel mengangkat kepala Amara agar menjadikan lengannya sebagai bantal sandaran Amara tidur. Ia juga terus mengusap lembut punggung tangan Amara yang masih menancap jarum infus yang diberikan Frans, hal ini dilakukan agar Amara tak mengalami dehidrasi.

Kehangatan, itulah yang Amara rasakan dalam tidurnya malam ini. Tanpa di sadari oleh Amara. Kini ia malah tertidur dengan memeluk erat dada bidang Daniel, dan Daniel membiarkan hal itu. Karena dia pun merasa nyaman dipeluk oleh Amara.

1
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
menguras air mata kayaknya nih banyak taburan bawang merah bawang bombai dan bawang bawang lainnya
Risa Virgo Always Beau
Keluarga Daniel semakin harmonis saat tinggal di apartemen
Risa Virgo Always Beau
Amara bingung kenapa mamanya Daniel menyuruh dokter Frans memanggil dokter obgyn
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Kasihan sekali Mona di nikahi Adam secara siri
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Daniel pasti senang Amara hamil apalagi calon anaknya Daniel itu laki laki
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Keterlaluan mamanya Daniel sama memanggil Dokter obgyn pasti merencanakan sesuatu yang jahat ke Amara
Risa Virgo Always Beau
Daniel berusaha menjadi kepala keluarga buat Amara dan putrinya Daniel
Risa Virgo Always Beau
Amara kesal karena Daniel tak menjaga anaknya
Risa Virgo Always Beau
Amara sangat bahagia karena Daniel selalu ada untuknya
Risa Virgo Always Beau
Tara kamu sepertinya ingin Daniel menikah dengan kamu
Risa Virgo Always Beau
Daniel sangat geram melihat semua kebusukan Tara
Risa Virgo Always Beau
Rendra tak mengetahui kepergian Amara karena sibuk mengurusi pemakaman mertua Rendra
Risa Virgo Always Beau
Akhirnya Amara dan Daniel sah juga menjadi suami istri
Risa Virgo Always Beau
Kasihan Daniel lamarannya di tolak oleh Tomo
Risa Virgo Always Beau
Amara ngga mau di ganggu oleh keluarganya yang selalu membuat kecewa
Risa Virgo Always Beau
Tomo dan Riana mendengar Daniel berbicara kedekatan Daniel dan Amara
Risa Virgo Always Beau
Daniel berbicara kepada Amara supaya jangan bersedih
Risa Virgo Always Beau
Rendra melihat Tomo sedang di papah oleh sukarelawan
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Amara bingung di suruh minum vitamin padahal sedang tidak sakit
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Amara di boyong Daniel ke rumah keluarga besar Daniel yaitu rumah utama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!