NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Setia

Air Mata Istri Setia

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Suami amnesia / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:113.7k
Nilai: 5
Nama Author: Florensia Dita

Menjalani pernikahan hasil perjodohan bukanlah hal mudah. Fay harus sabar menghadapi kejamnya sikap sang suami sebab hanya terpaksa menikah dengannya. Di sisi lain, Nero sang suami juga tega bermain api secara terang-terangan dengan wanita lain di depan Fay. Tersiksa lahir oleh ringan tangan Nero, tersiksa batin sebab dikhianati, kehidupannya sebagai seorang istri setia akankah terus bertahan?

Semua kisah lengkapnya ada di Air Mata Istri Setia.

⚠️⚠️ PERINGATAN KERAS! ⚠️⚠️
BEBERAPA ADEGAN MENGGAMBARKAN KEKERASAN DAN MENGANGKAT KONTEN DEWASA. TOLONG BIJAK MEMAHAMI CERITA. SEMUA GAMBAR MERUPAKAN ILUSTRASI ADEGAN DAN BUKAN PENGGAMBARAN PATEN MASING-MASING TOKOH. WAJAH TOKOH PASTI BERBEDA-BEDA DI SETIAP ILUSTRASINYA.
SELAMAT MEMBACA, JANGAN LUPA FOLLOW, LOVE, BERI DUKUNGAN, DAN SEMOGA BETAH.
THANK YOU 🙏🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Florensia Dita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kami Ingin Cucu

Tiga bulan berlalu. Sejak kekerasan di ranjang usai pesta kemarin, kehidupan kembali berjalan seperti biasanya. Widi tetap sering menginap dan bercumbu panas dengan Nero.

Fay juga masih sering bertemu dengan Albie. Entah di galeri, bertemu di pameran lukisan atau sengaja membuat janji untuk makan siang bersama.

Berkali-kali Nero kerap menghajarnya saat ketahuan membuat janji bertemu dengan Albie. Sayangnya Fay tidak peduli meski berujung pada tangisan kesakitan.

Bagi Fay menjaga pertemanan jauh lebih penting daripada menuruti suami yang hanya memiliki masa kontrak dua tahun.

Tok Tok Tok! Gea muncul dari balik pintu. Tanpa masuk ia memberitahu kalau suaminya menunggu di depan galeri.

"Mbak, di tunggu Mas Nero. Katanya mau diajak makan siang. Sekarang orangnya nunggu di bawah."

Belum sempat bertanya lagi, Gea keburu pergi. Sepertinya ia sedang terburu-buru.

"Tumben dia ke sini." Fay keheranan dengan apa yang dikatakan Gea barusan. Diraihnya tas kecil berisi dompet dan make up.

Benar saja di bawah Nero tengah duduk di sofa dengan pakaian formal kantor warna abu-abu. Wajah topengnya terlihat jelas di mata Fay.

"Ayo kita makan siang, hari ini papa ingin kita lunch bareng di resto dekat sini," ujar Nero tersenyum sok ramah.

Fay hanya mengangguk dan bergegas mengajak suaminya pergi. Tak lupa ia memberitahu Gea yang kebetulan ada di meja resepsionis.

Selama di mobil, Nero kembali menampakkan wajah aslinya. Ekspresi jutek dan tidak menyenangkan untuk dilihat.

"Ingat! Jangan sampai kamu ngomong yang aneh-aneh. Awas kalau kamu keceplosan, bisa hancur nanti."

"Aku paling jago tutup mulut, Mas. Jadi, nggak usah ngancam segala."

*****

Siang itu Fay dan Nero makan bersama kedua ayah mereka di resto pilihan ayah Fay. Restoran Jepang yang terkenal lezat di Jakarta.

Keempatnya makan dengan tenang, sesekali ayah mereka memancing obrolan seputar kerjaan dan juga beberapa topik ringan lainnya.

Fay sebisa mungkin tidak bertanya dan cukup menjawab jika dilempar pertanyaan. Hal itu juga dilakukan oleh Nero.

Tiba di sesi menu penutup, Danu mengeluarkan statement yang sebenarnya menjadi alasan utama makan siang ini diadakan.

"Kalian berdua tidak ingin menjalani program kehamilan?" tanya Danu kepada anak dan menantunya.

Fay dan Nero langsung terbatuk bersamaan. Lekas-lekas keduanya meminum beberapa teguk air agar batuk segera berhenti.

"Kami masih muda, Pa. Saya rasa tidak perlu menjalani program semacam itu. Saya yakin kami subur," jawab Nero diplomatis.

"Nero, kami ingin cucu kembar. Dua putra sekaligus." Danu mengacungkan dua jarinya ke udara.

"Kita tidak ada keturunan kembar, Pa. Bagaimana mungkin?"

Danu tersenyum memandang anak sulungnya. "Sekarang kamu tahu apa alasan Papa menyarankan kalian menjalani program kehamilan, kan?"

Bibir Fay bungkam, dilirik ayahnya yang hanya diam menikmati kopi miliknya. Bisa-bisanya tenang seperti itu.

"Pah ..." bisik Fay. Arya yang baru menyadari kepanikan putranya langsung tersenyum.

"Nero, kamu tenang saja. Keluarga Bramantio ada yang kembar. Nenek dari ibunya Fay itu kembar. Jadi, peluangnya masih ada," sambung Arya Bramantio tenang sembari menatap balik putrinya.

"Tugas kalian tinggal mendaftar di klinik kandungan milik teman Papa," lanjut Danu semangat. Disodorkannya kartu nama di hadapan Nero.

"Beri kami cucu secepatnya."

"Akan kami usahakan," Nero mengambil kartu nama itu, disimpannya ke dalam saku jas. Ia mengajak Fay undur diri dengan alasan jam makan siang akan segera berakhir. Keduanya harus segera kembali bekerja.

"Kamu serius ingin anak kembar?" tanya Arya sepeninggal kedua anaknya.

"Tidak juga. Ide program kehamilan ini untuk membuat mereka lebih dekat. Diberi cucu atau tidak, bukan hal penting. Setidaknya, Nero menghabiskan sisa hidupnya bersama perempuan yang tepat."

*****

"Besok kamu urus ini!" Nero menyodorkan kartu nama yang tadi ia dapat dari ayahnya.

"Sendiri?"

Nero mengangguk, tangan kanannya sibuk menyetir dengan satu tangan.

"Nggak mungkin, Mas. Mana ada konsultasi program kehamilan cuman salah satu? Harus dua-duanya."

"Saya sibuk."

"Nggak usah sekalian! Aku juga sibuk. Mas bilang aja sama orang tua kita kalau nggak ada waktu untuk urus hal beginian."

"Oke! Biar Resta yang atur jadwal konsultasi buat kita."

Dalam hati Fay tersenyum senang, berharap hubungan mereka akan membaik setelah program kehamilan ini.

"Semoga program kehamilan kita akan membuat hubungan rumah tangga menjadi lebih baik," batin Fay penuh harap.

*****

"Jangan sedih dong," bujuk Widi manja, "Semangat. Aku selalu ada buat kamu di sini."

Nero baru saja menceritakan semua kejadian saat makan siang tadi, terutama keinginan ayahnya tentang anak kembar.

Nero berharap selama pernikahan kontrak ini berjalan, ia tidak ingin ada satu pun anak terlahir dari rahim Fay.

"Aku hanya ingin anak dari kamu, Sayank..." bisik Nero penuh harap. Dielusnya pipi Widi mesra.

Keduanya duduk berdekatan di atas ranjang berbalut selimut. Mereka baru saja menyelesaikan pergumulan dengan tiga ronde.

"Aku juga," ujar Widi mesra, "Tenang. Jalani saja program kehamilan itu. Nanti diam-diam akan aku ganti vitamin penyubur kandungan dengan obat penunda kehamilan. Gimana?"

Menyadari niat kotor kekasihnya, Nero seketika berubah senang. "Smart girl."

"Satu lagi. Ada satu kebiasaan yang harus kamu ubah."

"Kebiasaan apa?" Nero mengernyit heran. Ia merasa tidak memiliki kebiasaan buruk yang perlu diubah.

"Jangan kebiasaan menggunakan emosi atau obat perangsang hanya sekedar tidur dengan istri kontrak kamu itu."

"Kamu tahu sendiri, aku tidak punya nafsu dengan perempuan itu." Nero menghela nafas kasar. "Butuh pancingan emosi atau pengaruh obat perangsang."

Widi hanya tersenyum menanggapi ucapan kekasihnya itu. Hatinya cukup pahit setiap kali ingat kalau sekarang tubuh Nero bukan miliknya seorang.

"Aku takut kalian kelepasan, Sayank. Di saat seperti itu, kalian pasti lepas kendali. Aku nggak rela kamu punya anak dari perempuan brengsek itu," rajuk Widi.

Nero terlihat bingung, demi menyenangkan pujaan hatinya, ia pun hanya mengangguk saja. Dipeluknya mesra sembari ia kecup lembut ujung kepala Widi.

"Janji, nggak akan aku ulangi," bisik Nero tepat di telinga.

"Lihat saja perempuan busuk, aku pastikan tidak akan pernah ada janin tumbuh di dalam rahim kamu," batin Widi yakin.

*****

"Melihat hasil tes yang Anda berdua, tingkat kesuburan dinyatakan sangat baik. Kualitas rahim calon ibu juga bagus. Berdasarkan riwayat keluarga perempuan yang memang ada keturunan kembar, Saya rasa program bayi kembar akan jauh lebih mudah diwujudkan."

Penjelasan dokter membuat Fay lega. Setidaknya keinginan kedua orang tua bisa ia kabulkan segera. Lain hal dengan Nero.

Laki-laki itu terlihat biasa saja. Ia terkesan ingin segera mengakhiri sesi konsultasi hari ini. Terlihat jelas ia jengah harus bolak-balik rumah sakit.

"Dua minggu lagi silakan kembali untuk melihat perkembangan hasil terapi. Jaga pola makan. Ciptakan pengalaman **** yang lebih menyenangkan bagi istri. Semakin pihak perempuan merasa nyaman, pembuahan semakin cepat berhasil."

"Baik, Dok," jawab Fay.

"Lakukan 1 sampai 4 kali berhubungan dalam seminggu, perbanyak sayur, dan jangan tegang. Relax saja."

"Ada lagi, Dok?" tanya Nero.

Dokter hanya menggeleng. Keduanya undur diri meninggalkan rumah sakit.

"Dokter pesan kalau Mas nggak boleh bikin suasana tegang." Fay membuka obrolan begitu keduanya ada di dalam perjalanan pulang. "Kalau mainnya seperti itu, gimana bisa hamil, Mas?"

"Saya nggak nafsu sama kamu, dari awal saya sudah kasih tahu. Saya tidak cinta sama kamu," gerutu Nero kesal.

Fay menelan salivanya, hatinya pahit mendengar kalimat barusan, "Aku tahu. Walau nggak pakai perasaan, setidaknya gunakan kemanusiaan kamu, Mas. Aku bukan binatang. Tubuhku pasti lebam semua setelah kamu hajar saat berhubungan badan."

Diliriknya tajam wajah Fay yang mulus. Make up wajahnya saja terlihat sempurna. Jelas Nero tidak percaya.

Fay menyingsingkan lengannya, "Lihat lebam ini. Wajah aku cuman tertutup make up, Mas. Kamu nggak takut kalau misalnya dokter mencari tahu sebenarnya luka lebam aku karena murni jatuh atau digampar."

"Kamu ngancam?" Nero mulai terpancing emosi.

"Aku hanya ingin kita tetap di jalur skenario kontrak kita dengan aman, Mas." Fay mencoba menenangkan suaminya.

"Tadi aku cuman bilang kebentur soalnya terlalu tengang saat melakukan hubungan intim, jadi tenang saja. Aku pandai menutup mulut."

Nero ingat dengan permintaan Widi, dalam hati ia baru menyadari kalau caranya selama ini memang tidak manusiawi. Jangan sampai tubuh wanita di sebelahnya ini babak belur. Bisa berantakan semua renancanya.

"Walau tidak berniat membuat dia hamil, setidaknya jangan tinggalkan trauma **** karena sikap kasarku selama ini," batin Nero. "Aku harus ubah caraku."

1
Novi Sri
gmn nih ceritanya mau lanjut apa the end aja lama bgt up nya
Ahzaira NuAmoorea Beltim
Thor update 1 tahun sekali ni kayanya.. 😢
Ayu Dwi S
lama sekali dgan drama yg d ulang² konflik nya sama saja
Putri Chaniago
kelamaan ingatan Nero kembali, mending Fay pergi aja deh
Florensia Dita: well ....
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Jgn cpt menyerah Fay, Nero itu suami kamu... Pertahankan rumahtangga kalian dari anasir jahat sundal bolong seperti Widi.... dasar pelakor luknut...kayak ketandusan perigi yg kontang🤭😅😅
lakukan apa saja Fay singkirkan Widi yg menjadi racun perosak hidup kamu dan Nero....💪💪💪
Florensia Dita: well mari melakukan sesuatu
total 3 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Fay lakukan apa saja utk menikung Widi, kerana Nero adalah suami kamu .. ayuh bergerak cerdas dan terus semangat semoga Nero mulai sedar dari amnesia.. sebelum Nero pulih Fay harus menerima segala sikap tdk baik Nero pdnya ..😢
Florensia Dita: iya Kak, semangat terus ... doain yak <<---dari Fay
total 1 replies
astr-asis
bodoh amat loh fay... setiap mlm laki lo bercinta dgn widi.. sebelah bilik lg.. lagian kamu d KDRT... aduhhhhh... mau² nya kamu cinta sama lelaki semacam.. sisi mananya yg buat kami jatuh cinta.. baik jgk nggak.. cinta itu buta.. biarin dia dibohongin dgn widi.. napa susah mau tolongin laki yg sejak nikah cuma nyakitin lahir dan batin
Florensia Dita: cinta memang buta kali, ya? <--- dari Fay
total 1 replies
astr-asis
idih... kan dlm perjanjian.. pasangan bebas dgn sesiapa pun n ngak ikut campur.. laki munafik.. kejam lg.. tinggalin aja laki jenis gituan.. kabur jauh²..
Florensia Dita: help kak ... please
total 1 replies
Putri Chaniago
ah Fay jg bodoh percaya dg Albie, geram dg Nero. pisahkan aja Fay dg Nero thor
Florensia Dita: sabar, Kak. Fay masih belum tahu siapa Albie yang sesungguhnya
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Fay jauhi Albie krn ada rancangan jahat antaranya sama Widi... semoga Fay dijauhi dari sebarang kejahatan, dan kandungan Fay jg slmt...terus cuekin Nero...😅😅
Florensia Dita: ini ide yang bagus
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
kasihan Fay....trllu bnyk ujian utk kamu... harap cinta Fay pd suaminya Nero akan menemui kebahagiaan selepas Nero pulih dari amnesia.... Widi dan Albie dua manusia luknut yg terobsesi dgn cinta terlarang utk memiliki org sudah memiliki status yg halal di sisi agama dan negara...
Florensia Dita: aamiin... kata Fay makasih untuk doanya...
well orang jahat memang selalu makan hati ya?
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Aku yakin suatu saat nnti Nero akan menyesal atas perbuatan serta layanannya terhadap Fay... ya Fay singkirkan Widi dari suami kamu yg amnesia.... jg minta bantuan sama Galen
Florensia Dita: ide yang bagus kak...bisa Thor pertimbangkan 😎
total 1 replies
christie Ciciz
kalo jadi fay mending ga usah blg hamil mending kabur minggat lbh baik klo nero sdh sadar dan inget pasti bakal nyari juga trs nyesel
Florensia Dita: terima kasih kakak untuk pendapatnya.
total 1 replies
hinata~san
Setuju sih istri bodoh kan dia bukan org kampung yg lucu,knp ga ungkap aja semuanya. Kecuali si laki masih bersikap sopan dan kita cinta ya gpp lah bucin dikit
Florensia Dita: sabar kakaak
total 1 replies
Ayu Dwi S
gk suka sih kalo konflik yg d ulang²
Florensia Dita: Terima kasih sudah mampi Kakak....terima kasih pendapatnya....
total 2 replies
yuni ati
top
Florensia Dita: Makasih kakak..
total 1 replies
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Fay kabarin aja sama keluarga mertua bahawa kamu hamil... kemungkinan Nero sendiri tdk mengakui anak yg dikandung oleh Fay kerana Nero amnesia.... Fay...kamu harus kuat jgn dibiarkan Nero kembali kpd Widi....
Florensia Dita: semangaaat
total 3 replies
Jauza Nabil
Thor up lagi & buat Fey pergi jauh dari Nero
Florensia Dita: Well....mari kita pikirkan caranya...soalnya dia kan lagi hamil
total 1 replies
christie Ciciz
knp ga pergi aja sih fay biarin lah nero sm widi km cr kebhagianmu sendiri
Florensia Dita: sabar
total 1 replies
Putri Chaniago
usah repot-repot Fay, tinggalkan aja Nero bego itu
Florensia Dita: sabar kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!