NovelToon NovelToon
Why?

Why?

Status: tamat
Genre:Single Mom / Chicklit / Tamat
Popularitas:361.1k
Nilai: 5
Nama Author: dewi wahyuningsih

Mengapa? Mengapa aku kehilangan duniaku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Kecil Yang sedih

Lelah seharian menghabiskan waktu di kantor, sekarang tibalah waktunya untuk Helena kembali ke apartemen. Dengan lesu dia menjalankan kakinya, menuju lift untuk turun ke lantai paling dasar di mana loby berada. Begitu sampai di loby, keadaan benar-benar mulai sunyi dan itu membuat suara orang berbicara begitu jelas di dengar oleh Helena.

" Putrimu selalu membuatku pusing! Selalu merengek tidak jelas, aku ini bukan Ayahnya kenapa kau menuntut untuk menyayangi dia?! "

Helena terdiam, begitu juga dengan langkah kakinya. Bukan maksudnya untuk menguping, tapi ucapan orang yang jelas adalah laki-laki itu benar-benar membuat dadanya terasa sakit. Ucapannya membuat Helena teringat dengan ucapan Melisa yang begitu tidak sudi kalau harus menyayangi Velerie. Helena menoleh, melihat ke arah sumber suara, dan ternyata orang yang mengatakan itu adalah Presdir dari tempatnya bekerja. Sekarang ini dia tengah berbicara kepada wanita di hadapannya, dan satu anak kecil yang masih begitu kecil berada di gendongan wanita itu sembari menangis lirih.

" Ini sudah satu tahun kita menikah, seharusnya anakku adalah anakmu juga kan? Kenapa kau begitu berat menerima dia, sedangkan kau tahu sejak awal memilih untuk menikahiku berarti harus siap menerima anakku juga bukan? Dia hanya merindukan Ayahnya, yang dia tahu kau adalah Ayahnya, jadi tolong sayangi anakku seperti kau menyayangiku. " Ucap wanita itu dengan mimik sedihnya, menatap dengan tatapan memohon, menahan tangis tapi dia juga terlihat tidak berani menuntut lebih karena sepertinya dia juga takut akan di singkirkan dari posisi seorang istri.

Presdir itu membuang nafasnya, menatap dengan dingin wanita yang terlihat begitu kasihan di hadapannya. Pria itu sepertinya sudah kehilangan hampir seluruh ketertarikannya kepada wanita yang adalah istrinya sendiri.

Helena terdiam menahan sedih dan prihatin untuk wanita itu, bagaimanapun sulit sekali memang menemukan pria yang bisa menyayangi anak tiri. Ini juga adalah alasan utama Helena selalu menolak untuk di dekati pria manapun karena dia tidak ingin membuat Velerie tidak bahagia. Walaupun memang benar pada awalnya pria itu akan menunjukan segala perhatian, kasih sayang seolah dia mampu mengisi tempat yang kosong itu, nyatanya seiring berjalannya waktu perasaan muak dan bosan akan muncul, perlahan tapi pasti akan menunjukkan sifat asli yang selama ini di sembunyikan.

" Kau pikir aku masih memliki perasaan itu padamu? Jangan salah paham, ulah putrimu membuatku kehilangan rasa terhadapmu. Sekarang aku sudah muak, aku tidak ingin membuang waktu lagi untuk kau dan juga putrimu. " Ucap pria itu membuat langkah kaki Helena yang akan melangkah maju kembali terhenti. Entah mengapa Helena seperti merasakan benar apa yang di rasakan wanita itu, dia pasti sangat sakit bukan? Tapi sesulit apapun kondisinya, seorang Ibu pasti akan memilih anaknya bukan?

" Tunggu! Jangan seperti ini, aku mohon.... " Wanita itu menahan tangan si pria dan kembali menatap matanya dengan sedih.

" Aku akan berikan anakku kepada Ayah kandungnya, jadi jangan bicara seperti itu lagi ya? Aku akan segera mengantar anak ini, tolong jangan kesal lagi ya? "

Helena terdiam, matanya melebar karena dia benar-benar merasa sangat terkejut dengan apa yang di katakan wanita itu. Demi seorang pria yang bahkan jelas perasaannya tidak tulus, tidak menghargai dirinya, dia rela menyingkirkan putrinya untuk pria seperti itu? Kenapa ada seorang Ibu yang bisa melakukanya?

Helena menatap wanita itu dengan tatapan penuh tanya. Kenapa dia merasa sakit sekali dengan apa yang di lakukan wanita itu? Kedua bola mata Helena bertemu dengan sepasang mata indah mili gadis kecil itu, rasanya pasti sedih sekali bukan? Padahal yah dibutuhkan hanyalah kasih sayang, tapi keegoisan kedua orang tuanya membuat mata indah itu terlihat tak memiliki kebahagiaan.

Tak melakukan apapun karena Helena juga tidak ingin ikut campur yang bukan urusannya, Helena membiarkan saja mereka semua berbicara dan melanjutkan saja langkah kakinya dengan hati yang terus bicara dan memohon agar gadis kecil itu segera mendapatkan kebahagiaan, hidup di lingkungan yang menerimanya dengan sepenuh hati.

Begitu sampai di apartemen, Helena hanya duduk diam tak melakukan apapun tatapannya kosong, dia seperti tak ingin hidup, tapi juga tida bisa mati karena ada satu tujuan yang harus dilakukan. Tapi tetap saja, apartemen yang menyuguhkan begitu banyak kenangan bersama Velerie begitu membekas seolah dia masih bisa merasakan Velerie di sana.

Besok paginya.

Helena memenuhi janji untuk menemui Martin yang akan mengenalkan Helena dengan seorang ahli IT, dia adalah sahabat Martin.

Begitu sampai di lokasi.

Helena mengeryit melihat Martin menggendong seorang anak kecil yang menghadap ke belakang sehingga dia hanya bisa melihat bagian belakangnya saja.

" Kenapa kau menggendong anak kecil? Anak siapa? " Tanya Helena seraya mengambil posisi untuk duduk berseberangan meja dengannya.

Martin menghela nafas, tapi dia juga terlihat bahagia karena anak itu, dan terbukti saat Martin mengusap punggung anak kecil itu.

" Semalam Ibunya datang mengantarkan Sofia padaku, meskipun aku tidak tahu kenapa, intinya aku juga tidak terlalu perduli alasannya, karena yang paling penting adalah Sofia bersama denganku sekarang. "

" Sofia? Sofia itu anakmu? " Tanya Helena.

Martin mengangguk cepat dan bahagia.

" Sofia, ayo berikan salam untuk Bibi Helena! " Pinta Martin lalu perlahan mengubah posisi anak kecil itu membuat Helena bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah gadis kecil itu.

Helena terdiam, tesentak karena dia ingat benar sorot mata anak kecil itu sama persis seperti anak yang dia lihat di Loby kantor kemarin sore. Jadi wanita itu adalah mantan istrinya Martin? Wanita yang meninggalkan Martin untuk memilih hidup dengan pria yang lebih baik menurut dirinya.

Helena memaksakan senyumnya, tidak! Dia tidak sanggup menatap sorot mata yang kasihan seolah meminta tolong padanya. Mungkin gadis kecil yang bernama Sofia itu merasa asing dengan Martin, dia tidak terbiasa sehingga raut wajahnya terlihat sedih dan tertekan. Memiliki Ayah tiri yang selama ini hidup dengannya, Ayah tiri yang tidak perduli, selalu berkata sinis dan menatap dingin membuat gadis kecil itu tak berani mengatakan secara langsung apa yang dia rasakan sebenarnya. Dia pasti menginginkan Ibunya bukan? Dia pasti ingin berada di pelukan Ibunya yang di rasa aman untuknya.

" Sofia, ayo sapa Bibi Helena! "

Sofia terlihat terpaksa, dia merasa takut akan di marahi karena masih menganggap Martin sama dengan Ayah tirinya.

" Halo, Bibi? " Sapa Sofia meski tidak begitu jelas tapi Helena bisa mengartikan dengan baik.

Helena tersenyum, entahlah.... Mungkin hatinya yang begitu mencintai putrinya membuatnya tak sanggup melihat anak perempuan lain menderita sehingga dengan tanpa sadar Helena mengulurkan tangannya kepada Sofia. Benar-benar membuat Martin tidak bisa percaya, Sofia dengan cepat merespon uluran tangan Helena yang ingin mengambilnya untuk di gendong.

Bersambung.

1
Wini Hilal
ulangannya kepanjangan
Wini Hilal
katanya Melisa ank yg dilahirkn setelah beberapa tahun pernikahan lalu kakak ny melisa gimana ceritanya
Wini Hilal
nyalahin org Krn mendapat kn ginjal yg gk bgs .lah kan dia sendiri yg maksain donori. ginjal membunuh dn mengbil ginjal tanpa ijin eh giliran gk berhasil malah nyalahin org emang gk ngotak.mungkin otaknya dah dimakan kutu
Wini Hilal
ceritamu bgs wlw bnyk thiponya
Wini Hilal
keren sekali ceritamu
Wini Hilal
eh siapa yg bicara dengan Martin apa mungkin David yg diam diam bantu helena
Wini Hilal
br baca dah mewek aja aku
Uba Muhammad Al-varo
kakak Author the best 👍👍👌
terima kasih kakak, karya nya selalu bagus, keren dan luar biasa, banyak pelajaran yang bisa diambil dari semua cerita nya baik buruknya kehidupan.
Uba Muhammad Al-varo
karena cintanya ke Helena, anak laki-laki Feto defresi sampai meninggal rupanya dia tahu kalau Helena itu adiknya seayah.
Uba Muhammad Al-varo
Sera apakah masih pantas disebut sebagai seorang ibu, karena kekejaman sampai menjerumuskan anaknya kepada kejahatan, jangan sampai didunia nyata ada seorang ibu seperti Sera, nauzubillah
Uba Muhammad Al-varo
kisah hidupnya Helena yang sangat tragis,dari semenjak kecil sampai dewasa selalu menderita 😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧
Uba Muhammad Al-varo
oh ternyata Melisa bukan manusia tetapi monster jahat yang menyerupai manusia, sungguh biadab kamu Melisa.
Uba Muhammad Al-varo
Farah sama kakak kandung nya Airi aja penghianat,apa lagi ke Helena cuma sahabat nggak salah lagi berhianat juga.
Uba Muhammad Al-varo
nggak bisa bicara apapun mengenai hal keadilan diceritakan,cuma bisa 😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧
Uba Muhammad Al-varo
sungguh miris sekali hidupmu Helena punya sahabat menikamnya, mantan suaminya penghianat.👊👊👊
Uba Muhammad Al-varo
sungguh sangat tragis hidup nya Erie 😭🤧😭🤧😭🤧
Uba Muhammad Al-varo
ceritanya selalu bagus dan keren serta menghibur,bab awal udah bikin nyesek banget 😭🤧😭🤧😭🤧
kuncir
anaknya sengaja dibunuh untuk diambil organ yg didonorkan ke denise.. makanya anaknya cepat2 di bersihkan...sungguh kejam...
Agung Antarini
kok banyak tipo Nya ya Thor......
Agung Antarini
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣pede banget Martin.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!