NovelToon NovelToon
Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Gadis Kecil Kesayangan Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:316.7k
Nilai: 4.5
Nama Author: Gabby_Rsyn

Jennixia terpaksa menikahi Chester, mafia yang terkenal kejam di Negara X itu. Dia tidak diberikan pilihan lain oleh Chester.

Setelah menikahi Chester, sifat Chester sangat bertolak belakang dengan julukan yang diberikan kepadanya. Jennixia sempat merasa bingung. Chester melakukan apapun untuk meraih cinta Jennixia.

Bagaimana Chester bisa mengenal keluarga Jennixia ?
Apakah Jennixia bisa mencintai Chester setulusnya?
Masih banyak pertanyaan yang masih misteri mari kupas tuntas dengan mengikuti alurnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gabby_Rsyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Rencana Arviy

Arviy menatap foto yang di kirim oleh orang yang dia sewa, senyumannya menyungging.

"Wanita ini cantik, pantasan saja kau sanggup keluarkan uang miliaran deminya." Ucapnya sambil menatap foto Jennixia. "Aku akan merampasnya darimu Chester!" Lanjutnya lagi.

Arviy telah menyuruh beberapa anak buah terus membuntuti ke mana perginya Chester dan Jennixia. Asistennya juga telah menyelidiki tentang Jennixia.

Arviy mencoba untuk mendekati Ayah tiri Jennixia agar bisa menghasutnya dan membuat Jennixia berpaling padanya.Hari ini dia akan bergerak langsung bertemu dengan Ayah tiri Jennixia.

Setelah sampai di kediaman orangtua Jennixia, Arvi telah menyiapkan sejumlah uang yang hampir sama dengan jumlah uang yang Chester pernah beri kepada Ayah tiri Jennixia.

Uang itu digunakan untuk memancing Ayah Jennixia untuk bertemu dengan Jennixia. Arviy di persilakan masuk oleh Ayah tiri Jennixia yang dipanggil dengan Anderson.

Anderson merasa bingung dengan kedatangan seorang pemuda tampan dan berpakaian elegan seperti orang kaya pada umumnya, ditambah lagi pemuda itu datang menggunakan mobil Ferrari 250 GTO dan di temani oleh beberapa anak buahnya yang menaiki mobil SUV hitam.

Mata Anderson mulai berbinar, mungkin inilah yang dikatakan rezeki datang tanpa diundang. Dia mempersilakan mereka masuk ke dalam rumahnya yang sederhana itu.

Arviy langsung saja mengatakan intinya kepada Anderson. Dia mulai mengerutkan alisnya.

"Tapi anakku itu telah dibeli oleh seseorang dengan harga 1miliar dan kemarin saya baru menerima 800juta lagi, uang yang Tuan tawarkan tidak sebanding dengan uang yang orang itu beri di saat aku memintanya.",

Arviy mengenggamkan kedua tangannya, ingin sekali dia menghancurkan pria di depannya ini karena berani menolaknya tapi dia harus bermain cantik dan sabar. Arviy menghela nafas panjang agar dia bisa kembali tenang.

"Baiklah, kalau begitu aku menawarkanmu 3miliar bagaimana?" tanya Arviy sambil tersenyum penuh arti.

"Ti-tiga miliar?" Anderson menjadi gugup mendengar uang 3miliar ditawarkan padanya. Dia menelan salivanya dengan bersusah payah.

"Bagaimana?"

"Baiklah, tapi apa syaratnya?" Anderson memyetujuinya karena uang sebesar itu dia tidak akan sia-siakan.

Tidak lupa juga Anderson menanyakan syaratnya karena uang yang di tawar sebesar itu pasti akan memiliki syaratnya dan tidak hanya diberi cuma-cuma.

"Bawa anakmu itu kepadaku." Jawab Arviy dengan penuh penekanan dan seringgai di wajahnya.

Anderson menyetujuinya, dia berjanji akan membawa Jennixia kepada Arviy tapi tidak dalam waktu terdekat ini karena dia harus mencari tempat dan waktu yang sesuai.

Sepertinya perjanjian telah di terima, hari ini Anderson menerima uang sebanyak 1 miliar dan sisanya akan diberikan setelah dia membawa Jennixia kepadanya, Arviy juga memberi waktu kepada Anderson dalam 2 minggu dan hitungannya di mulai dari hari ini.

Sore telah datang, Arviy bersama anak buahnya telah pulang. Anderson bersama anak kandungnya Vivian kini sedang berbincang-bincang untuk rencana mereka pergi liburan setelah melunasi uang rumah sakit istrinya.

Tapi setelah Vivian menyatakan ingin berlibur sedikit jauh Anderson menarik kembali niat ingin membayar rumah sakit istrinya

Anderson tidak menanggapi serius tentang Jennixia, yang dipikirannya sekarang adalah uang dan uang. Mungkin setelah dia puas menghabiskan uang yang diberi oleh Arviy dan Chester barulah dia akan mencari Jennixia.

...

Ditempat Jennixia dan Chester berada.

Chester kini berada di bandara bersama Jennixia, mereka berada di dalam mobil karena belum lagi jam berangkatnya.

Chester tampak memperhatikan wajah cemberut Jennixia, dia terkekeh melihat bibir mungil Jennixia yang maju ke depan.

"Hei, kamu marah?" tanya Chester lalu mengambil tangan Jennixia untuk dia genggam.

Jennixia tidak menjawab pertanyaan Chester dia malah makin memaling wajahnya, menandakan dia memang sedang kesal.

Chester menarik perlahan dagu Jennixia agar mau menatap dirinya, tanpa aba-aba Chester langsung saja menyambar bibir Jennixia lagi dan lagi kejadian itu berulang.

Jennixia yang awalnya ingin kesal dibuat hanyut oleh Chester tapi kali ini ci**an mereka tidak berlangsung lama. Chester melepaskan bibirnya lalu menatap wajah Jennixia dengan intensnya.

"Jen, maaf aku harus pergi. Kamu jangan nakal ya, di kampus tidak boleh dekat-dekat dengan pria lain, ingat kamu sudah punya aku, aku ini suami kamu." Ujar Chester sambil ibu jarinya mengusap-usap pipi gebu Jennixia.

"Jangan pergi lama-lama atau Jenni bakal kesepian." Jawabnya sambil memajukan bibir mungilnya itu.

"Hufft ok sayang tidak akan lama, ehmm tapi bisakah aku meminta sesuatu?"

"Apa?"

"Jangan panggil dirimu dengan nama lagi, cobalah gunakan AKU KAMU ok?"

Jennixia mengangguk dia akan mencoba mengikut saran Chester.

Chester menyuruh dia mencoba memanggil dirinya dengan aku. Percobaan pertama dan kedua tampak begitu payah tapi setelah yang ketiga Jennixia sudah mulai terbiasa.

Sedang asyik bercanda, Chester dan Jennixia di kejutkan dengan kedatangan Luis yang mengatakan sudah waktunya untuk berangkat.

Chester pamit kepada Jennixia dan menyuruhnya menunggu kepulangannya.

Jennixia dibawa pulang oleh Edward, entah kenapa dia tiba-tiba merasa sunyi seperti ada sesuatu yang hilang di dalam dirinya setelah berpisah dengan Chester tadi.

Mungkin bibit cinta dan sayang telah hadir dalam diri Jennixia terhadap Chester atau hanya perasaannya saja, dia juga tidak mengerti. Dia coba melupakannya tapi bayangan wajah Chester terus saja mengacau dalam pikirannya.

Setelah sampai di mansion, Mei sudah menyiapkan air hangat untuk Jennixia berendam karena seharian berjalan akan membuatnya lelah. Kecekatan Mei menjaga Jennixia memang dipuji oleh Chester dan Nera.

Apalagi dalam beberapa minggu ini pasti Jennixia akan terus bergelayut dengan dirinya.

"Mei." Jennixia memanggil Mei dengan nada yang kurang bersemangat.

"Ya, Nona?" Sahut Mei yang sedang mengeringkan rambut Jennixia.

"Mei, bisakah Jenni menggunakan AKU KAMU ketika bersamamu?"

Mei tersenyum senang.

"Sudah tentu Nona."

"Ok, mulai sekarang aku akan menggunakannya." Sahut Jennixia dengan tertawa kesenangan.

Jennixia mulai bercerita tentang kesehariannya kepada Mei dan mulai besok dia akan mulai kuliah. Jennixia menjadi tidak sabar karena impiannya selama ini akhirnya tercapai.

Jennixia bersyukur bisa bertemu kembali dengan Chester walaupun statusnya kini istri dari Chester tapi Chester sama sekali tidak melarangnha untuk melanjutkan impiannya, dukungan yang besar Chester berikan kepada Jennixia.

"Mei, apa kamu mau ikut aku ke kampus besok?" tawar Jennixia dengan penuh harapan kepada Mei.

"Ehm, maaf Nona tapi nanti saya akan ikut menjemput Nona." Jawaban Mei membuat Jennixia cemberut tapi bibir Mei terukir senyuman.

"Tidurlah Nona, besok harus bangun awal karena kelas Nona mulai jam 8 pagi." Ujar Mei lagi sambil menaikan selimut hingga ke leher Jennixia.

"Baiklah selamat malam Mei." Ucap Jennixia patuh.

***Bersambung...

Jangan lupa teruskan mendukung yaahh readerssskuuu, kalo ada salah ejaan tolong beritahu authornya yaa, di kolom komentarr.. Sekian sampai jumpaa 😘😘😘***

1
Sar Tini
Buruk
userunknown: buzzer
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa,Jeny ini terlalu gampang luluh..ckk🙄🙄🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Alah hujung2 nya kamu luluh juga,Gak usah sok drama kamu Jeny,Kamu itu kan oon bin ogeb..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Chester sikapnya terlalu plin plan bikin pembaca emosi tingkat dewa,Dan Jeny dengan sikap gampang luluh dengan sekali rayu bersamaan air mata,bikin pembaca kesel..
Qaisaa Nazarudin
Mampos kau,Rasain tuh..😠
Qaisaa Nazarudin
Mending lumpuh aja dari fia sehat tapi menyusahkan orang..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
KENAPA OERAN JENI DI SINI TERLALU LEMBUT SIH..GAK ADA SIKAP TEGAS2 NYA KAYAK JESI,GAMPANG BANGET LULUH DENGAN HANYA MELIHAT AIR MATA LAWAN,CKK..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
KARMA IS REAL..👏👏👏👏👏💃💃💃💃💃💃
Qaisaa Nazarudin
GEMBIRA??? Sebentar lagi kamu akan menangis,gak sabaran aku liat reaksi Mary saat tau hubungan valon mantu yg dia banggain dengan Suaminya..💃💃💃💃💃
Qaisaa Nazarudin
Hati Jenny terlalu Lemah dan Lembut,untung ada Jessi yg bersikap keras..
Qaisaa Nazarudin
Nah gitu dong Jessy,Belain anak mu,Jangan biarkan orang lain menghina anak mu..👏👏👏👍👍👍💪💪💪
Qaisaa Nazarudin
Udah kayak macam tutul ya Jenny 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Udah TERLAMBAT ibu mu dan Jenny sudah ada yg menjaga mereka dengan baik,Kemana kamu saat ibu mu sakit? saat ibu mu butuh biaya? Apa gunanya harta kamu yg banyak,kalo ibu mu sakit aja kamu telantarkan,Gak mungkin kan orang pintar kayak kamu gak mencari tau keadaan ibu dan adek mu selama ini..ckk anak DURHAKA...
Gabby: sabar elus dada.. setiap kesalahan itu bisa diperbaiki, intinya kita benar2 serius dan tidak ragu
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Nah benarkan Alex itu kakaknya Jenny..Harusnya kamu bersyukur Chester menyelamatkan adek mu dari dijual di klub,Bukannya malah mau memisahkan kan adek mu dengan dewa penolongnya..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkw👏👏👏👏👏👍👍👍Jenny..
Qaisaa Nazarudin
Ciihhh salah kamu sendiri siapa suruh ganggu isteri orang..Coba aja kalo kamu di posisi Chester,Apa kamu kamu isteri kamu di ganggu pria lain..ckck
Qaisaa Nazarudin
Waaahhh kerjasama sama calon madunya nih..Andai Mary tau Liana adalah selingkuhan suaminya sendiri,Gimana ya...🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Sebenarnya apa fungsi dan tugas pengawal Chester sih? Kenapa mereka bisa sembarangan membiarkan orang lain masuk apa lagi itu musuh Boss nya,Heran aku,Bayar mahal2 tapi gak berguna,kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Mampos kau..Rasain tuh ..Ngehalu mau jadi Pebinor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!