NovelToon NovelToon
Hani dan Pensil Ajaibnya

Hani dan Pensil Ajaibnya

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Masalah Pertumbuhan / Persahabatan / Tamat
Popularitas:22.2k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL KE 11~
Novel ini merupakan kumpulan cerita kehidupan dari seorang remaja sebelas tahun bernama Hani.
Dia adalah putri tunggal dari pasangan Lea dan Erik yang sibuk bekerja sepanjang waktu.
Sehingga sehari-hari nya, Hani bermain sendiri bersama pensil dan buku sketsa nya.
Semuanya berjalan biasa sampai ketika Hani menerima sebuah pensil ajaib dari seorang Pak Tua.
Mulai saat itu lah kehidupan monoton gadis kecil itu berubah jadi istimewa!
Yuk ikuti kisah-kisah nya!

catatan: Novel ini Mel dedikasikan khusus untuk dua bocil Mel (Ram dan Riy) dan umum nya untuk semua anak-anak hebat Indonesia.
Love you all, Kiddo..🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Ber-Transmigrasi

Flashback kemarin siang..

"Non Hani, ini pensil Nona ya?"

Bik Mia tiba-tiba menjulurkan sebuah pensil panjang kepada Hani. Hani melihat, itu adalah pensil yang ia terima dari kakek pengemis di pom bensin pada beberapa hari yang lalu.

"Iya, Bi. Kok ada di bibi?" Tanya Hani yang kebingungan.

Seingatnya, pensil itu terakhir kali ia lihat ada dalam kantong kresek berisi ubi dan singkong dari Bono. Hani melupakan tentang hadiah dari Bono itu.

"Ubi sama singkong nya gimana Bik? Hani mau makan itu!" Sergah Hani begitu tiba-tiba.

Gadis itu meletakkan asal pensilnya ke atas meja belajar nya. Sementara perhatiannya langsung fokus ke sekantong ubi dan juga singkong pemberian dari Bono.

"Ada, Non. Tadi mobil Tuan Papa baru dibersihkan sama Pak Wahyu. Dan Pak Wahyu nemuin kantong kresek biru di bagasi mobil nya Tuan. Saya lihat ada pensil fi dalamnya. Jadi, saya kira ini punya Nona. Untuk singkong dan ubi nya, masih ada di dapur, Nona. Mau bibi masakkan sekarang kah?" Tanya Bik Mia dengan sikap perhatian.

"Mau, Bik! Mau! Hani mau makan.. mm.. ubi rebus! Singkong nya nanti aja dimasaknya!" Seru Hani bersemangat.

"Ehh? Apa gak sebaiknya yang dimasak singkong nya dulu, Non? Soalnya singkong kan lebih cepat busuk dibanding ubi.." Bik Mia memberikan saran.

"Oh! Begitu ya, Bi.. yah.. padahal Hani pingin makan ubi rebus dulu.. ubi rebus kan enak banget Bi.." keluh Hani sedikit merajuk.

Mia pun berpikir cepat mencari solusi.

"Atau begini saja, Non. Bibi akan rebus ubi nya. Tapi singkong nya kita buat jadi tape saja bagaimana?" Usul Bik Mia kembali.

"Tape singkong? Makanan apa itu, Bi? Rasanya gurih juga?" Tanya Hani penasaran.

"Rasanya enak, Non. Sedikit asam manis gitu. Nanti, tape nya juga bisa diolah jadi kue gabin. Non kan suka kue gabin kan?"

"Kue gabin? Hani mau, Bi! Hani mau! Kalau gitu, Hani mau makan kue gabin dulu aja deh!" Seru Hani terburu-buru.

"Eh.. tapi prosesnya agak lama buatnya ya Non. Bisa dua sampai tiga harian baru bisa jadi gabin,"

"Yah.. kok lama banget sih bikinnya. bi?" Protes Hani kecewa.

"Iya, Non. Yang buat lama itu perubahan singkong jadi tape nya yang butuh waktu dua sampai tiga hari lamanya. Nanti kalau sudah jadi tape, dibikin jadi gabinnya sih cuma perlu waktu sebentar aja,"

"Oh.. gitu.. ya udah. Hani mau apa aja deh yang Bibi buatin. Makanan Bibi kan pasti enak-enak!" Puji Hani dengan tulus.

Bik Mia tersenyum hangat pada anak majikannya itu. Selanjutnya, ia segera merebus ubi terlebih dahulu, dan menyuguhkannya kepada Hani. Baru kemudian ia mengolah singkong menjadi tape.

Selesai menikmati olahan hadiah dari Bono, Hani sibuk sendiri di kamarnya. Ia sedang mengistirahatkan badan setelah puas berjalan-jalan ke dufan bersama Papa dan Mama kemarin lalu.

Sebenarnya hari ini juga Hani ingin pergi ke sekolah. Namun Mama belum mengijinkannya. Menurut Mam Hani perlu istirahat dulu setelah melewati beberapa hari yang melelahkan ini. Dan Hani pun menuruti apa lata Mama nya itu.

Rencananya Hani baru akan pergi ke sekolah lagi pada esok harinya.

Di kamar, Hani sibuk menonton kartun Creamy Mamy, dan Chibi Maruko Chan. Ia puas menonton TV hingga menjelang waktu maghrib.

Hari ini Papa dan Mama kembali pergi bekerja. Rencananya Mama akan resign dari pekerjaannya setelah menyelesaikan pekerjaan yang sedang ia tangani sekarang ini. Baru setelah itu ia akan berhenti bekerja.

Ini adalah keputusan yang dibuat sendiri oleh Mama. Dan Hani sangat senang saat Mama menyampaikan hasil keputusannya itu. Dengan begitu, Hani tak lagi akan merasa sendirian di rumah nya ini. Begitu kiranya isi pikiran gadis kecil tersebut.

Puas menonton TV, Hani segera mandi dan makan malam. Meski ia masih melewati waktunya sendirian di meja makan, kini Hani tak lagi diliputi oleh kesedihan. Karena ia sudah belajar untuk menerima kondisi di keluarganya ini.

Papa Mama berjanji untuk tak pulang larut malam. Dan mereka memang menepati janjinya. Tak lama setelah Hani selesai makan, keduanya pulang di waktu yang hampir bersamaan.

Saat itu. hani sedang menggambar di buku sketsa nya lagi. Ia menggunakan pensil pemberian dari kakek pengemis. Objek gambarnya kali ini adalah gubuk tempat Bono dan keluarganya tinggal.

"Kamu lagi gambar apa, Sayang?" Tanya Mama yang baru pulang sekali.

"Mama udah pulang!" Seru Hani kesenangan.

"Iya. Tapi Mama mau mandi dulu ya, Han. Jadi jangan peluk-peluk dulu. Soalnya Mama masih bau! Papa udah pulang juga ya?"

"Iya, Ma. Papa juga baru masuk ke kamar untuk mandi,"

"Oke deh. Mama ke dalam dulu ya, Han.,"

Dan Hani mengangguk. Mengantarkan kepergian Lea dengan ekor matanya.

Setelah itu, Hani melanjutkan lagi gambar gubuk buatannya hingga rampung.

"Nah! Sudha selesai! Hah.. kangen sama Bono deh jadinya.." keluh Hani sambil memandangi hasil gambarnya sendiri.

Kemudian, tanpa sadar gadis itu menyentuh gambar gubuk Bono. Dan, kejadian magis serupa kembali dialami oleh Hani.

Seolah tertarik ke dalam buku gambar nya sendiri, Hani tiba-tiba saja telah kembali bertransmigrasi ke tempat yang berbeda. Lebih tepatnya adalah ia langsung berpindah tempat dari duduk di ruang tamu rumahnya, menjadi duduk di atas balai kasur dalam gubuk milik Bono.

Tring begitu saja!

Saat itu terjadi, kebetulan Bono baru saja masuk ke dalam gubuk. Sehingga bocah lelaki itu langsung terperanjat kaget saat mendapati kemunculan Hani yang tiba-tiba di dalma gubuknya. Bono pun menjerit kan nama Hani.

"Hani! Kamu kok di sini sih?!" Pekik Bono yang langsung menghampiri Hani.

Hani yang masih merasa bingung dengan apa yang terjadi pun menatap heran ke arah Bono.

"A.. aku juga gak tahu, Bon! Tadi tuh aku baru aja selesai menggambar di ruang tamu! Terus tiba-tiba pas aku pegang gambarnya, aku malah ada di sini! Ini bukan mimpi kan?" Tanya Hani sambil mencubit tangan Bono.

"Aduh! Kenapa kamu cubit tangan ku sih?!" Protes Bono merasa kesal.

"Oh! Berarti bukan mimpi ya!" Komentar Hani tak menggubris ucapan Bono tadi.

Boni pun mencebik kesal. Namun sesaat kemudian, bocah lelaki itu bertanya lagi kepada Hani.

"Kamu kok bisa ada di sini sih, Han? Padahal tadi aku baru keluar, kamu masih belum ada. Kamu kapan datangnya ke sini? Mana Papa dan Mama kamu, Han?" Bono mencecar Hani dengan pertanyaan-pertanyaan.

Ditanya tentang Papa dan Mama nya, Hani pun spontan langsung menengok ke tangan kanan nya. Di mana kini pensil panjang pemberian kakek pengemis itu berada dalam genggaman tangannya.

Hani tercengang. Sebuah pemikiran pun terlintas di benak nya.

Tanpa menggubris pertanyaan Bono tadi, Hani tiba-tiba saja mengoceh panjang lebar.

"Bono! Aku tahu! Aku tahu kenapa aku bisa muncul tiba-tiba di hutan dan gubuk kamu ini, Bon! Mestilah karena gambar yang ku buat dengan pensil ini! Ya! Pensil ini pastilah pensil ajaib! Buktinya sudah dua kali aku pindah tempat begitu cepat!" Seru Hani berapi-api.

Dan Bono pun kemudian memandang Hani dengan pandangan aneh. Dalam benaknya, Bono mengira kalau ada sesuatu yang salah pada isi kepala kawan barunya itu.

Flashback selesai.

***

1
Senajudifa
3 jagoan yatim piatu mampir, lama ya baru melipir kemari lagi mel
Senajudifa
cb aku bisa nemu sesuatu yg ajaib jg dijalan yah😂😂
Senajudifa
iya pelototi aj mam😁😁
Senajudifa
betul itu Hana
Feby Delvia Mahenny
bagus ceritanya
mom mimu
kasih sembako aja Mam... biar Heru sama keluarganya makan enak... kasian mereka tiap hari cuman makan ubi sama singkong 😢
mom mimu
come back nyicil kak Mell... semoga Hani bisa cepet pulang ke rumah lagi...
mom mimu
satu iklan mendarat kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
wah, ternyata kak Heru punya Indra keenam ya 😮😮
mom mimu
kuga/juga ✌🏻
mom mimu
Boni/Bono ✌🏻
mom mimu
maaf baru mampir lagi kak Mell, semangat terus ya ✌🏻✌🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
kayanya neneknya Bono punya ilmu mata batin ya 😅
mom mimu
Boni/Bono ✌🏻
mom mimu
fan/dan ✌🏻
mom mimu
Oun/pun ✌🏻
mom mimu
batu/baru ✌🏻
mom mimu
Hana/Hani ✌🏻
Senajudifa
penyihir tho
Senajudifa
kok serem nenekx bono nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!