Mohon bijak untuk menanggapai sebuah karya
jangan lakukan boomlike ya jika tidak dibaca🙏🏼😁
Bantu dukung dengan cara Like, Komen, Hadiah dan Vote ya Readers.
Ini kisah dibuat dari pikirin saya sendiri, no plagiat apapun 🙏.
Kisah cinta dua insan memiliki perbedaan yang dianutnya.
Wanita muslim sederhana yang biasa di panggil dengan nama Shalsa, dia sudah membuat laki-laki jatuh hati padanya, laki-laki itu bernama Cakra berkulit putih
Pada waktu yang sama Shalsa bertemu dengan seorang laki-laki berpegangan tangan dengan anak kecil, mereka berjalan ke luar dari halaman tempat ibadah orang Kristen menuju ke arah Shalsa.
Cakra adalah laki-laki yang sudah jatuh cinta dengan Shalsa, tapi sayangnya mereka berdua berbeda keyakinan.
🖤 Akan terjalinkah kisah cinta mereka?
🖤Bagaimana dengan kedua keluarganya?
🖤Sampaikah Shalsa & Cakra kehubungan yang serius?
Yuk kita cari tau kisah Shalsa & Cakra 😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pitriyani Calam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perselisihan
Cakra dan Shalsa seperti biasa melakukan aktifitas di kantor masing-masing tempat mereka bekerja, terutama Shalsa yang sering sekali pergi ke luar kota bahkan luar negeri untuk menjalankan tugas.
Belakangan ini juga Shalsa sibuk dengan usaha yang dia miliki, bahkan Cakra sempat komplain dengan kekasihnya yang jarang ada waktu lagi untuk jalan berdua.
"Sayang, kamu kenapa jadi sulit di temui dan tidak ada waktu terus" ucap Cakra
"Ya mau bagaimana lagi, itu kan tugas ku sebagai karyawan, perusahaan yang meminta langsung pada ku untuk tugas kesana kemari, aku tidak mungkin menolaknya, mereka juga menyuruhku ke luar kota karena tau tugas yang di kantor sedang senggang" jawab Shalsa
"Tapi hampir setiap keberangkatan kamu pergi sebagai tour leader nya sekarang ini" ucap Cakra
"Aku berangkat hanya 3 bulan atau 4 bulan sekali" jawab Shalsa
"intinya sering pergi, dan sekali tugas, kamu itu bisa lama stay disana sampai sebulan kadang lebih" ucap Cakra masih protes
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Shalsa mengurangi keributan dengan Cakra
"Setidaknya kamu menolak, sekali saja saat dapat tugas kemana pun itu, kalau luar kota aku masih bisa menyusul karena perjalanannya pendek, luar negeri tidak bisa aku menyusul" jawab Cakra
"Nanti aku usahakan ya" ucap Shalsa lembut
"Selalu jawabanmu begitu, tapi tidak ada tuh usahanya" jawab Cakra kesal
"Maaf, habisnya aku juga bingung, satu sisi ini keinginan ku sejak lama" ucap Shalsa merasa tidak enak dengan Cakra
"Iya harusnya juga kamu punya batas batas, belum lagi kamu mengurus usaha milik dirimu sendiri" jawab Cakra
"Inshaallah usaha yang aku jalankan baik-baik saja" sahut Shalsa
"Kamu sadar tidak sih, kita jadi sering berantem karena masalah waktu" ucap Cakra
"Bukan kah itu hal wajar apabila kita berantem, pasangan suami istri aja masih bisa berantem, apalagi kita" jawab Shalsa
"Bicara sama kamu selalu saja di jawab dan membantah, kalau kamu bosan sama aku bilang saja, tidak seperti ini caranya" ucap Cakra semakin emosi
Shalsa hanya diam saja tidak menjawab lagi ucapan Cakra, dia hanya menatap dan memperhatikan Cakra yang lagi kesal dan emosi.
Jika Shalsa terus menjawab, Cakra akan semakin kesal padanya, mereka lagi makan siang bersama suasana pun menjadi hening dan tidak enak lagi.
Menurut Shalsa sudah tidak ada yang di bahas, akhirnya Shalsa izin lebih dulu untuk kembali ke kantor, dia meninggalkan Cakra sendiri dengan keadaan emosi.
Kenapa kamu berubah Shalsa, apa karena kamu sudah yakin jika kita tidak akan pernah bersatu apalagi untuk bersama. Batin Cakra
Bukannya aku ingin menjaga jarak atau menjauh darimu, ini juga salah satu cara agar kita terbiasa tidak bertemu sebelum perpisahan itu tiba. Batin Shalsa
Ada rasa sakit dalam diri mereka, kalau memikirkan perbedaan keyakinan yang dimiliki satu sama lain.
Kantor Travel
"Sha, lusa kamu berangkat ya ke Padang" ucap Aldo tiba-tiba
"Kenapa mesti aku, bukannya itu tugas Rayyan dan pak Dirga" jawab Shalsa ingin rasanya menolak
"Pak Dirga tidak bisa, anaknya sedang sakit, jadi terpaksa kamu yang berangkat bersama Rayyan, lagian kamu juga sudah menguasai di cabang sana" ucap Aldo
"Tidak ada orang lagi kah, selain aku?" tanya Shalsa
"Tidak ada Sha, dari awal juga untuk cabang Padang kamu yang kuasai bersama pak Dirga, jadi orang yang diharapkan saat ini ya dirimu" jawab Aldo mengingatkan proyek Shalsa yang selalu berhasil untuk perusahan cabang
"Baiklah, aku tidak bisa menolaknya kan" ucap Shalsa tenang
"Apa lagi ada masalah?" tanya Aldo memberanikan diri untuk bertanya pada Shalsa
"Tidak, hanya saja Cakra mulai komplain melihat aku sering pergi jauh-jauh, katanya lebih banyak waktu untuk perusahaan dari pada dirinya" jawab Shalsa lesu
"Sudahlah biarkan saja, lagipula Cakra harusnya paham dengan kegiatanmu di kantor, dan dia harus bisa memahaminya, kalian berdua juga bukan pasutri, jadi kamu masih bebas melakukan apapun, jangan di jadikan beban ucapan Cakra kembang itu" ucap Aldo mendapat pukulan kecil dari Shalsa karena menyebut nama Cakra yang tidak benar
"Ishh, sakit lah" ucapnya lagi mengelus bahunya
"Ya kamu bener, Do. Mungkin bagi dia aku egois, tapi ya sudah lah mau bilang apa lagi, bingung aku jadinya tambah mumet" jawab Shalsa
"Nikmati masa lajang mu, puas-puasin dah, sebelum menikah akan banyak larangan dari suami, dan harus benar-benar menjadi seorang istri pasti aturan pun banyak" ucap Aldo
"Yupss benar, sudah ah aku kembali ke ruang kerja dulu" jawab Shalsa meninggalkan Aldo
Semoga kamu mendapatkan pasangan yang bisa lebih mengerti keadaanmu saat ini, dan terutama yang seiman dengan mu. Batin Aldo
Didalam ruang kerja Shalsa mengambil ponselnya, dia ingin memberitahu Cakra bahwa lusa akan pergi ke kantor cabang yang ada di Padang.
"Hufftt, semoga dia tidak semakin ngambek sama aku" ucap Shalsa sendiri
📩 Shalsa
Sayang, maaf ya besok lusa aku ada tugas ke Padang, lagi-lagi aku tidak bisa menolaknya untuk tugas kesana, aku harap kamu mengerti dengan keadaan ku saat ini.
"Lanjut kerja saja daripada mikirin asmara terus" ucap Shalsa lagi
Shalsa kembali fokus bekerja, lalu hp nya dia silent supaya tidak ada yang mengganggu pekerjaannya.
Ditempat lain, Cakra yang membaca pesan dari Shalsa kembali kesal dan juga marah, dia juga sebenarnya sadar bahwa Shalsa tidak mungkin di larang oleh dirinya, Cakra tidak membalas pesan Shalsa suasana hatinya sungguh tidak sedang baik-baik saja.
Dia terus saja memikirkan cara agar Shalsa tidak bisa pergi ke Padang, dia ingin sekali ini saja Shalsa menolak permintaan perusahaan tersebut.
Cakra juga tau Shalsa hanya karyawan, tapi kalau di pikir kan masih banyak orang lain yang bisa pergi selain Shalsa terus menerus
"Aduuhhh, otakku kenapa mentok begini sih, mikir Cakra gimana cara membatalkan Shalsa pergi" ucap Cakra berguman sendiri
"Lama kelamaan otakku kenapa jadi tambah bodoh, bukannya tambah pintar, please otak bekerja lah yang baik di dalam kepala ku ini, jangan jadikan otakku menjadi otak udang, otak ayam apalagi otak-otak" ucap Cakra lagi masih memegangi kepalanya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Perbedaan Dua Insan" terus berikan dukungannya ya dengan cara
⭐ Rate 5
👍🏼 Like
📝 Komen
🎁 Hadiah
🎟️ Vote
Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah 👍🏼📝🎁🎟️⭐
Kesetiaan Cinta Yusuf 👍🏼📝🎁🎟️⭐
3.Beda Usia? Tak Masalah👍🏼📝🎁🎟️⭐
Untuk cerita no. 1 & 2 masih saling menyambung ya jadi harus baca terlebih dahulu yang nomor 1👍🏻😊🙏🏻
sukses selalu kak