NovelToon NovelToon
Mama Ku Hebat!

Mama Ku Hebat!

Status: tamat
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL KE 7~
Ini adalah kisah tentang Sundari. kehidupan harmonis nya bersama sang suami, Atmaja, mulai diuji ketika sang suami di PHK dari tempat kerja nya.
Atmaja yang penyayang mulai berubah perangai jadi seorang yang pemarah.
Ditambah Atmaja pun mulai gemar berjudi. Sehingga hutang nya kepada rentenir pun perlahan menumpuk dan kian menumpuk.
Percekcokan pun mulai sering terjadi dalam keluarga kecil tersebut.
Bagaimana kelanjutan kisah nya? mampu kah Sundari bertahan? Terlebih ia memiliki Yuna dan juga calon bayi dalam perut nya.
***
kembali tersebar soundtrack karya mel dlm novel ke 7 ini.
1. "Mama" by Mel di eps. 6
2. "Tidurlah, Nak!" by Mel di eps. 16

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran Lagi

Keesokan harinya, permasalahan tentang kertas togel itu terlupa dari benak Sundari.

Ia sibuk dengan rutinitas bangun pagi untuk menyiapkan sarapan Yuna dan juga Atmaja, lalu langsung berangkat kerja ke pabrik konveksi.

Memang, Sundari lebih dulu berangkat dibanding Atmaja. Karena Atmaja baru berangkat pada jam tujuh dari rumah. Bersamaan dengan Yuna yang berangkat menuju sekolah.

Sundari pun mengalah dan menaiki angkot. Sementara satu-satu nya motor dibawa oleh Atmaja ke tempat kerja nya. Pikir Sundari, toh suami nya itu juga sambil mengantarkan Yuna ke sekolah. Jadi tak apa-apa lah dia yang naik angkot.

Pulang bekerja, Sundari langsung membersihkan diri. Biasanya Atmaja sudah menghangatkan lauk yang Sundari masak pada pagi hari nya. Atau jika tak ada lauk untuk dimakan, Atmaja akan membawa pulang nasi goreng untuk dimakan nya duluan bersama Yuna. Sementara Sundari akan makan seadanya.

Sundari tak mengeluh dengan kondisi keluarga nya saat ini. Toh ia sadar diri kalau mereka harus hidup berhemat sehemat mungkin.

Akhirnya satu bulan berlalu sudah. Waktu nya bagi Sundari untuk menerima upah kerja nya selama sebulan terakhir.

Atmaja sendiri sudah menerima upah nya terlebih dulu. Suami nya itu menerima upah nya setiap dua minggu sekali.

Memang, besar upah kerja Atmaja tak sebanding dengan pekerjaan nya dulu saat masih bekerja di kantor. Namun Sundari tak pernah mengeluhkan pemberian nafkah dari suami nya itu.

"Mas, ini gaji adek bulan ini. Alhamdulillah.." ujar Sundari menyerahkan uang gajian nya pada sang suami.

"Biar kamu yang pegang saja, Dek. Itu kan uang gaji kamu," jawab Atmaja dengan raut tak enak hati.

Dalam hati nya Atmaja merasa minder karena gaji istri nya jauh lebih besar dibanding gaji nya. Meski gaji Atmaja disatukan dalam satu bulan sekali pun.

"Enggak, Mas. Biar gaji Adek ini Mas aja yang pegang. Mungkin baik nya disimpan di bank aja, Kang Mas. Buat persiapan sekolah Yuna nanti. Kan tempat kerja Kang Mas ngelewatin bank. Jadi Kang Mas bisa sekalian mampir tuk nabung. Itu pun kalau Kang Mas gak ngerasa repot.." ujar Sundari terburu-buru.

"Oh.. ya sudah. Nanti uang nya Mas tabungin ya di bank," jawab Atmaja akhirnya.

"Untuk uang belanja masih ada? Kang Mas mungkin baru gajian dua hari lagi, Dek. Soal nya nanggung hari minggu tanggal gajian nya," ujar Atmaja kembali dengan wajah yang masih tak enak hati.

"Ada, Kang Mas.. uang dari Kang Mas masih cukup kok.." jawab Sundari menghibur sang suami.

Mendengar itu, raut Atmaja kembali normal.

"Oya, Dek. Besok, Kang Mas ijin mau mancing ya sama si Heru. Boleh?" Tanya Atmaja tiba-tiba.

Heru adalah tetangga mereka yang letak rumah nya cukup jauh dari rumah Sundari dan Atmaja.

"Oh.. iya. Gak apa-apa. Mas mau liburan dulu hilangin suntuk kan? Gak apa-apa, Mas," jawab Sundari penuh pengertian.

"Kamu.. mau ikut?" Ajak Atmaja dengan ragu.

"Gak usah, Mas. Ndari di rumah aja. Kebetulan Yuna kemarin minta tolong bantu buatin prakarya sekolah.. jadi Adek udah janji mau bantu dia besok," tolak Sundari dengan jawaban jujur.

"Oh begitu.. perlu Mas bantu kah?" Tawar Atmaja.

"Gak.. gak perlu, Mas. Kang Mas liburan aja gak apa-apa.. sesekali mancing kan gak apa-apa.." sahut Sundari penuh pengertian.

Sayang nya, kelak Sundari akan menyesalkan ucapan nya itu. Karena pada pekan-pekan berikut nya, setiap kali Atmaja libur kerja, suami nya itu akan pergi ke tempat pemancingan.

Yang Sundari sesalkan adalah Atmaja selalu berangkat pagi-pagi dan pulang lewat maghrib baru sampai di rumah.

"Keasikan ngumpul sama kawan-kawan, Dek. Jadi Mas lupa sama waktu.." begitu salah satu alasan Atmaja kepada Sundari suatu ketika Sundari mengajukan protes nya.

"Tapi masa iya tiap Minggu selalu lupa waktu, Mas? Memang nya di pemancingan sana Kang Mas lupa makan juga kah? Lupa anak? Lupa istri?" Keluh Sundari begitu terbuka.

"Maaf, Dek. Maaf. Iya. Nanti Mas gak akan pergi mancing lagi deh!" Jawab Atmaja sekena nya.

"Ya bukan begitu juga maksud Ndari, Mas. Maksud Ndari tuh ya jangan selalu pulang malam gitu lho.. kan gak baik juga buat kesehatan Kang Mas. Sering nya kan Kang Mas meriang pas besok nya. Terus kang mas jadi gak kerja setiap hari Senin nya," Sundari menyampaikan ulasan nya.

"Ah! Sudah lah! Jangan dibahas lagi! Mas kan sudah minta maaf! Iya nanti Mas gak akan pergi mancing-mancing lagi! Mas di rumah aja nanti temenin kamu dan Yuna. Puas??"

Brak.

Atmaja langsung pergi keluar rumah sambil membanting pintu.

Dan itu adalah pertengkaran hebat kedua dalam pernikahan Sundari dan juga Atmaja.

Begitu Atmaja keluar rumah, Sundari langsung menyesal dan menyalahkan diri. Pikir nya, jika ia tak mengomentari kebiasaan memancing Atmaja, suami nya itu mungkin tak akan marah dan keluar rumah malam-malam begini.

***

Pada akhirnya Sundari dibuat khawatir karena Atmaja yang tak pulang semalaman. Bahkan hingga waktu subuh pun suami nya itu tak kunjung pulang.

"Ke mana sebenarnya Kang Mas semalaman ini? Apa iya Kang Mas pergi ke rumah Pak Broto lagi? Apa sebaik nya aku susul ke sana ya? Ah, tapi.. nanti Kang Mas marah-marah lagi seperti dulu.."

Ingatan sundari langsung melayang ke beberapa pekan silam. Saat ia menyusul atmaja yang sedang asik mabuk di rumah Pak Broto.

Flashback.

Sundari ragu-ragu mendekati kerumunan pria yang sedang asik nongkrong dan bermain kartu di depan sebuah rumah berhalaman cukup luas.

Rumah yang dituju nya itu milik Pak Broto. Mantan ketua RT di kampung nya dulu.

Kerumunan lelaki di depan rumah Pak Broto itu terdiri dari anak-anak muda yang putus sekolah dan juga bapak-bapak pengangguran. Salah satu di antara mereka adalah Atmaja, yang Sundari lihat sedang tertidur di balai depan rumah Pak Broto.

"Kang Mas seperti nya ketiduran. Bagaimana ini? Tapi kasihan Kang Mas kalau sampai tidur di balai seperti itu. Malam ini udara sangat dingin.." gumam Sundari kebingungan sendiri.

Pada akhirnya Sundari pun memberanikan diri untuk mendekati kerumunan lelaki itu.

Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Sundari sebenar nya tak nyaman karena ia sebagai wanita yang masih muda sampai harus menyusul sang suami ke tempat lelaki berkerumun seperti ini.

Tetapi karena rasa sayang nya kepada Atmaja, Sundari pun nekat menyusul suami nya itu ke rumah Pak Broto.

"Assalamu'alaikum.." sapa Sundari dengan cicit kecil.

"Wa'alaikum salam.. eh.. ada Sundari. Nyari Atmaja ya?" Sapa Pak Kholik. Salah seorang pria paruh baya yang Sundari kenal di sana.

"Iya, Pak Kholil. Saya nyusul Mas Atmaja.. seperti nya Kang Mas ketiduran ya..?" Tanya Sundari sambil melirik ke arah Atmaja.

Sundari berharap suami nya itu segera bangun saat mendengar suara nya yang sengaja ia buat lebih kencang. Sayang nya, harapan nya itu tak mendapat sambutan baik. Karena Atmaja masih pulas tak bergeming dalam tidur nya.

"***! Bangunin tuh si Maja! Bilangin bini (istri) nya dah datang tuh!" Titah Pak Kholil pada seorang pemuda berusia tanggung.

Pemuda itu lalu bangun dan mendekati Atmaja.

Sundari menyadari kalau pemuda itu pun sebenarnya sedang dalam kondisi mabuk. Perasaan Sundari makin tak nyaman berlama-lama di tempat ini.

'Kang Mas! Ayo cepat bangun!' mohon Sundari dalam hati.

"Bang! Bang Maja! Tuh bini Abang nyusul!" Tegur pemuda tadi sambil menepuk bahu Atmaja cukup kencang.

Pada mula nya Atmaja masih tetap tak bergeming. Namun setelah percobaan beberapa kali, Atmaja akhirnya terbangun juga.

"Kenapa sih?! Gua lagi asik tidur tahu! Main bangunin aja!" Omel Atmaja memarahi pemuda tadi.

"Bini lo datang tuh, Bang!" Jawab pemuda itu lagi, memberi tahu.

Atmaja lalu melihat ke arah yang ditunjuk oleh si pemuda. Dan ia mendapati sosok Sundari berdiri canggung tak jauh dari kerumunan lelaki yang sedang bermain kartu di teras rumah milik Pak Broto.

Dan Sundari pun dibuat terkejut dengan apa yang dilakukan suami nya itu kemudian.

"NGAPAIN LO KE SINI! EMANG NYA GUA ANAK KECIL APA YANG PERLU DISUSUL-SUSUL??!!" Kecam Atmaja penuh amarah.

Sundari terkejut. Dan lebih terkejut lagi, saat Atmaja menarik tangan nya kasar menuju pulang. Meski kedua nya hampir terjatuh berkali-kali karena kondisi Atmaja yang masih mabuk. Tetap saja suami nya itu habis-habisan memarahi Sundari sepanjang perjalanan pulang mereka ke rumah.

Sejak itu lah, Sundari tak lagi berani menyusul Atmaja ke rumah Pak Broto.

Flashback selesai.

***

1
falea sezi
bodohnya mau balikan
Lina Zascia Amandia
Ada togel segala ya...
Lina Zascia Amandia
Yg ini udh tamat ya, soalnya ada dipajang di tamat bln ini. Selamat Kak Mel, makin byk karyanya.
meli meilia: hihihi..iya lina..
total 3 replies
Mom La - La
ho oh. benaran tuh. klw sakit gimana??
Mom La - La
sabar ya...
khey
sedihnya 😢
khey
sempat kak mel
khey
dasar si atmaja ini 🙄
khey
sabar ya sundari ☹️
Lee
Fix Sundari, suaminya lgi jajan gk benr di luar sna, sbar yg sun..
meli meilia: hh.. iya Lee.. kudu sabar ngadepin suami yg begini nih
total 1 replies
Lee
Bisa²nya Yuna tau itu kertas togel, aku yg udah setuir ini aja blum prnah lihat Yuna..🤭
meli meilia: hahahaa.. gaul meenn gauulll
total 1 replies
Lee
typo kak harusnya sundari jdi Rahayu..
meli meilia: wahh..iya.. hahaha..mksh yaa lee.. maklum lah.. nulis nya super ngebut dan malam2. jd gelapp deh.. hihihi
total 1 replies
Lee
Sumpah kak Mel ngebut bgt nih nulisnya...idenya loh selalu ada. 👍👍
meli meilia: alhamdulillah lg dilancarin Lee.. smg qt smw slalu dilancarin yaa ide nya..
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Yg ini like n sub dulu Kak Mel, sy lagi meresapi cerita Dion yg mau ke alam manusia....
meli meilia: wahh..mksh yaa Linaa.. big hug sistaa
total 1 replies
khey
tadi aku baru aja bikin perkedel 😁😁
perkedel jagung tapi
khey: iya kak mel, kalau aja tempat tnggl kita dekat, akan aku antar satu karung jagung buat kak mel,
total 2 replies
khey
sabaaarrr atmaja
meli meilia: hahaha..
total 1 replies
khey
baru ya kak??
semangat menulis 🤗
ma'af baru mampir 😟
khey: Iya kak, masama 🤗
total 2 replies
Lee
Kak mel tumben bnyak yg typo?...
meli meilia: wahh iya.. langsung mel cekricek lg nih Aniitaa.. mksh yaa.. jangan bosen untuk mengoreksi.. mel peluk dg suka hati..
total 1 replies
Lee
Wah. udah bnyak bgt episodnya ka mel..
semangat, q ksih kmbang sepatu 🌺 y
meli meilia: makasih yaa lee.. maaf ya agak jarang mampir.. tangan mel lumayan agak keriting akhir2 ini. hee..
total 1 replies
Rini Antika
Semangat terus dalam berkarya Kak Mel..💪💪
meli meilia: wahh..mksh yaa Rini.. big hug..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!