Memiliki anak di luar pernikahan bukanlah hal yang dinginkan oleh seorang wanita. Tetapi nasib malang menimpah Kezia, gadis cantik berusia 18 tahun harus menanggung malu karena memiliki anak dari seseorang yang tidak ia ketahui. Semua itu karena Kezia di lecehkan oleh seseorang yang tidak ia kenal, yang membuat dirinya hamil. Karena kehamilan itu Kezia di usir dari rumah, putus sekolah dan hidup sebatang kara. Beruntung Kezia bukan tipe wanita yang lemah ia tidak berputus asa, ia melanjutkan hidupnya dengan penuh semangat.
Bekerja paruh waktu yang membuat Kezia seperti ini, jika saja ia menurut perkataan sang ayah pasti hal ini tidak akan terjadi. Berniat untuk menolong seseorang, Kezia malah terjebak dalam sebuah masalah besar.
***
"Dia mirip dengan mu.."
Leo mengerutkan dahi nya mendengar hal itu. "Apa dia anakku.."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
"Apa yang enak," tanya Kezia.
"Tidak ada, kau nyaut saja apa yang aku katakan," jawab Leo.
Tadi Haru sudah mengubungi Kezia, ia meminta Kezia untuk meminta tolong pada Leo, sekarang Kezia ingin mengatakan nya tetapi ia takut jika Leo malah marah padanya, ia paling tidak suka di bentak oleh orang lain, apalagi Leo yang sudah membuat hidupnya hancur.
"Ada apa," tanya Leo dengan nada ketus.
"Bisa antar kan aku ke rumah, ada yang ingin aku ambil," jawab Kezia.
"Apa yang ingin aku ambil," tanya Leo, selagi ia bisa beli kenapa tidak di beli saja.
"Banyak hal, tapi perjalanan rumah ku sangat jauh dari sini," ucap Kezia.
"Siap siap," kata Leo.
Kalau tadi tidak Haru mengatakan jika ia harus mengantarkan Kezia, ia tidak akan melakukan nya, ia berhutang banyak pada Haru.
"Aku titip Ariel, aku mau menyiapkan pakaian nya," ucap Kezia sambil berjalan keluar dari kamar itu.
Setelah Kezia pergi, Leo kembali bermain main dengan Ariel, ia sangat gengsi terlihat dekat dengan Ariel di depan Kezia, ia akan seperti ini jika Kezia sedang tidak ada.
"Kamu diam sebentar ya, ayah mau ganti baju dulu, kita akan jalan jalan."
Segera Leo membersihkan bekas pipis Ariel di tubuh nya, kemudian ia mengganti pakaian nya dengan pakaian yang rapi, perjalanan cukup jauh tak mungkin ia memakai pakaian rumahan.
Setelah mereka berdua selesai bersiap siap, keduanya langsung pergi meninggalkan rumah. Kezia duduk di samping Leo sesuai permintaan Leo, Leo tak mau ia di anggap supir jika Kezia duduk di belakang.
"Mas kita nanti berhenti di minimarket ya, aku lupa bawa air panas," ucap Kezia.
"Untuk apa," tanya Leo.
"Susunya Ariel," jawab Kezia.
"Apa masih tidak lancar? Kasihan dia kalau minum air susu formula," ucap Leo.
"Belum terlalu lancar, tapi sudah lebih baik dari sebelumnya," kata Kezia.
"Sering di latih, aku tak mau dia terlalu banyak minum susu formula," ucap Leo.
Kurang lebih 5 jam perjalanan dari kota tempat Leo tinggal ke tempat Kezia tinggal, memang perjalanan yang sangat lama, mereka harus beberapa kali berhenti karena Leo tak kuat jika lanjut jalan tanpa berhenti, mereka juga menyempatkan diri untuk makan di pertengahan perjalanan.
Karena sudah mempunyai Ariel, sudah pasti Kezia lebih mengalami kesulitan untuk makan atau untuk mengurus dirinya, beruntung sedikit sedikit Leo mau membantu nya, Leo sudah lebih banyak menggendong Ariel yang sebelumnya sama sekali tida mau.
"Masih jauh, kita sudah lewat puskesmas tempat anak itu lahir," ucap Leo.
"Tidak mas, 25 menit lagi," kata Kezia.
Setelah 25 menit berlalu mereka sampai di depan gang rumah nya Kezia, dapat di pastikan mobil milik Leo tak dapat masuk ke dalam gang karena jalan yang terlalu kecil. Leo memarkirkan mobil nya di lapangan samping gang rumah Kezia.
"Aku tunggu sini," ucap Leo.
"Jangan dong, akan lama mas, lebih baik kamu masuk dulu untuk istirahat, kau buatin kopi," kata Kezia.
Leo merasa apa yang Kezia katakan benar, kaki nya sangat pegal dan memerlukan tempat untuk sekedar istirahat. Rumah Kezia lebih baik dari mobil untuk tempatnya beristirahat.
Para tetangga Kezia, terkejut melihat Kezia yang sudah menggendong bayi dan bersama dengan pria tampan, satu persatu dari mereka berjalan menghampiri Kezia.
"Wah Kezia sudah lahiran nya, pantas saja tidak pernah jualan."
"Hehehe iya buk," ucap Kezia.
"Wah anaknya laki-laki ya, tampan sekali. Mirip dengan..." Mereka semua menatap Leo yang membuat Leon kebingungan.
"Ayahnya," ujar Kezia.
"Oh ini ayah nya, pria itu Kezia.."
Mereka semua semakin menatap tajam dan sinis Leo, karena memang di mata tetangga Kezia, Leo sangat buruk. Sebelumnya Kezia berkata jika Leo pergi meninggalkan nya dan menikah dengan wanita lain.
"Ah tidak jadi tampan, kasihan anak ini mirip seseorang yang brengsek."
"Iya iya, masih berani dia bertemu dengan Kezia," saut yang lainnya.
Leo benar-benar sangat bingung, ia langsung menarik Kezia untuk pergi dari sana.
"Laki laki tidak tau diri."
Perkataan mereka membuat kuping Leo semakin panas, ia yakin selama ini kuping nya berdengung karena hinaan dari mereka semua.
"Apa yang kau katakan pada mereka sampai mereka menghina ku," tanya Leo.
"Banyak, ya emang kamu baik? tidak kan," jawab Kezia.
"Sial pantas semuanya jadi hancur, aku bertahan dari hinaan banyak orang," ucap Leo.
Kezia membuka pintu rumah nya dan mempersilahkan Leo untuk masuk ke dalam.
"Kamar, aku mau istirahat."
"Di sana," ucap Kezia.
"Anak itu mau kau gendong terus, atau istirahat dengan ku," tanya Leo.
"Nanti aku antar ke kamar, kamu istirahat dulu," jawab Kezia.
Leo berjalan masuk ke dalam kamar, ia masih kesal dengan ibu ibu yang menghina nya tadi, bagaimana mungkin bisa seorang CEO sepertinya mendapatkan penghinaan seperti itu. Untuk menenangkan pikirannya, Leo memutuskan untuk beristirahat.
Kezia memilih menidurkan Ariel dulu sebelum memulai aktivitas nya. Setelah Ariel tidur ia meletakkan anak itu tepat di samping Leo, kemudian ia mulai mengumpulkan barang yang ingin ia bawa ke rumah barunya.
Yang paling utama akan Kezia bawa adalah uang tabungan nya, ia akan memberikan Ariel beberapa perlengkapan lainnya. Kezia tak mau meminta uang dari Leo, kalau Leo perasaan ia pasti akan memberikan nya uang. Apalagi jelas jelas Ariel anak kandung Leo.
Pukul 7 malam Kezia menyelesaikan semuanya, ia juga sempat masak dan membersihkan rumah ini, kemungkinan besar ia tak akan kembali ke sini, jadi sebelum ia pergi lebih baik rumah ini bersih agar saat masa kontrakan nya habis, pemilik rumah bisa langsung mengontrakkan rumah ini pada orang lain.
Mata Kezia terfokus pada Leo yang memeluk Ariel dari samping, wajah mereka berdua yang sangat mirip membuat Kezia terdiam, Kezia tidak pernah berpikir wajah sang anak akan mirip dengan ayahnya, padahal selama ia hamil tak sedikitpun Kezia melihat wajah Leo, hanya bayangkan kebencian yang ada di dalam otaknya. Tuhan memang maha adil, kalau wajah Ariel tidak mirip dengan Leo, sudah pasti Leo akan membantah jika Ariel itu anaknya.
"Mas bangun," ucap Kezia.
"Sudah siap," tanya Leo.
"Sudah, tapi itu baju kamu basah," jawab Kezia.
"Ah sial, pasti dia pipis," ucap Leo sambil membuka baju nya, ia sangat tidak nyaman jika memakai baju yang basah.
Bukan hanya baju, celana yang ia pakai juga basah, Leo juga melepaskan celana nya, sekarang ia hanya memakai celana pendek saja. Jujur hal itu membuat Kezia tidak nyaman, tetapi mau bagaimana lagi memang keadaan.
"Kamu makan dulu, aku buat nasi goreng, aku ingin mengganti pakaiannya Ariel dulu."
"Hmmmm." Leo berjalan keluar dari dalam kamar.
Setelah selesai membersihkan Ariel, Kezia membawa Ariel keluar dari dalam kamar, ia bergabung dengan Leo makan nasi goreng yang ia masak tadi.
"Bagaimana enak," tanya Kezia.
"Lumayan enak," jawab Leo.
Sambil menyusui anaknya, Kezia ikut makan bersama dengan Leo, setelah bersih bersih perutnya terasa sangat lapar.
"Mas.."
"Iya.."
"Hujan," ucap Kezia.
"Ya.. Bagaimana kita pulang, mana aku tak ada baju lagi," kata Leo.
"Nginap saja ya, kan orang orang berpikir kita sudah menikah," ucap Kezia.
"Tak ada pilihan lain," kata Leo.
Malam ini mereka berdua akan tidur bersama, mungkin ini pertama kalinya setelah malam kelam itu mereka berdua tidur bersama sama.
semangat