BEBAS PROMO
Ibuku pernah merusak rumah tangga seseorang dan pergi meninggalkan ayahku, dia lebih memilih melanjutkan hidup bersama selingkuhan nya itu.
Ternyata wanita yang bunuh diri karena ulah ibuku adalah ibu angkat suamiku. Sebelum bunuh diri wanita itu sempat menjadi gila, itulah kenapa presdir ini selalu menyiksaku di dalam istana mewahnya.
Akankah Andin harus menerima siksaan dari suaminya terus menerus? Ataukah takdir berbaik hati menciptakan kebahagiaan setelah ini?
Hanya kisah ciptaan, tak berniat menyinggung atau mencela pihak manapun. Authorinstagram : @sofiatus.gans
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OppaSuga26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan putra kita!
"Selamat pagi" Ucap Hans datar.
"Aku memintamu membangunkan ku jam berapa?"
"Sebelum jam lima tuan"
"Lalu sekarang jam berapa?"
"Ini.., sekarang jam enam tuan. Maaf" Andin mendahului meminta maaf sebelum Hans marah.
Tanpa berkata kata Hans langsung saja melempar gulungan kertas kepada Andin. Andin menerima dan membukanya.
"Jadwal menjadi istri...?" Ucap Andin lirih.
"Tuan apa ini?" Tambah Andin.
"Aku ingin tau bagaimana cara kamu mengambil alih semua uangku di dalam kesibukan sehari hari seperti itu" Cibir Hans.
"Ingat ini baik baik!. Jangan selalu membuat kesalahan!. Karena kamu tau sendiri kan akan jadi seperti apa?" Bisik Hans di telinga Andin.
Andin melongo, dia melihat banyak sekali hal yang harus ia kerjakan, lalu apa maksud Hans? Andin tidak pernah berencana mengambil alih hartanya.. kenapa begitu cepat mengambil kesimpulan?
*Aku tau, kamu bukan orang yang baik, nggak akan mudah buat aku kabur dari sini. Karena kamu sudah ikat aku dengan ikatan pernikahan. Kamu benar benar bukan orang yang baik. Aku juga nggak bunuh wanita itu!, dia sendiri yang lompat, lalu salah ayah dimana?? ayah aja nggak tau soal aku sama wanita gila itu. Belum cukup apa memeras aku selama ini??
Hans kembali ke mobil untuk mengambil dasi nya dengan berlari cepat. Andin melihat ke gulungan kertas itu, dia membacanya.
"Baik, mari kita lihat.. umm.. harus di mulai dari mana?.. hah?! disini juga ada waktunya?! sekarang jam tujuh, berartiii... membersihkan kamar dan di susul membersihkan rumah..?"
Melihat sekeliling ruang kamar
"Kamar bersih begini, apanya yang kotor? Baiklah anggap sudah membersihkan nya."
"Selanjutnya membenarkan pakaian yang akan dikenakan oleh tuan.. tunggu! bukankah dia sudah berpakaian rapi?"
Andin sibuk membaca dan bicara kepada diri sendiri setelahnya. Hans sudah mengambil dasi nya dari dalam mobil, dia melihat bagaimana Andin terus berbicara sendiri dari balik pintu yang terbuka. Dia masuk tanpa suara sedikitpun, Hans berdiri di belakang Andin.
"Terus saja bicara sendiri"
Andin yang sadar akan kehadiran Hans seketika mulutnya berhenti bicara.
"Ambilkan pakaian ku! Lalu pakaikan!!" Ujar Hans datar.
Andin melangkah hendak mengambil pakaian.
"Tunggu! Sesuaikan dengan dasi ku!"
Melempar dasi nya ke Andin.
Gadis itu membuka pintu lemari, melihat dari sisi kanan ke kiri, saat menemukan sesuatu yang ia fikir pantas dengan dasi itu dia mengambilnya, lalu menunjukkan nya kepada Hans.
"Tuan, apa yang ini pantas?"
"Ya, cepat kemari dan bukakan pakaian ku"
Dia berjalan menghampiri Hans, Hans membuka jas yang ia kenakan, otot kekar nya terlihat jelas saat hanya menggunakan kemeja putih. Andin mencoba membuka kancing kemeja itu, dia tak sampai lantaran Hans lebih tinggi darinya, kakinya menjinjit agar bisa mencapai kerah kemeja itu.
Hans merasa kesal karena Andin melakoni pekerjaannya dengan lamban, dia berdecak. Kakinya meraba dan menggeser kursi kecil dengan punggung kakinya.
"Naiklah! Kamu terlalu pendek!"
Andin naik, kembali membuka kancing itu sampai tuntas, dan kini semua otot kekar Hans nampak jelas tepat di depan mata Andin. Andin merasa kalau kakinya melekat di bumi dan dia berputar untuk mengambil jas yang ia pilih di atas ranjang. Tapi tubuhnya kini tak seimbang dia hampir jatuh tetapi dengan sigap Hans merangkul pinggang nya dari sisi samping. Dengan erat Hans mendekatkan perut Andin ke perut sixs pack miliknya.
Hans menatap Andin yang matanya terpejam.
*Kamu gadis yang baik, sudah sering aku bersikap buruk tapi kamu masih saja baik, kamu benar-benar anak yang baik, kamu beruntung ayah kamu mencintai kamu dengan tulus. Hanya saja ibumu yang tidak tahu diri. Bagiku melihat wajahmu sama dengan melihat wajah wanita rendahan itu.
Di pikiran Hans terlintas bayang bayang bagaimana saat dia tahu kalau dirinya bukanlah anak kandung dari orang yang ia panggil mama dan papa.
🍵🍵🍵FLASH BACK ON🍵🍵🍵
Terdengar kegaduhan di kamar mama Hans (kita panggil aja Lululila yah readers😂) Hans seusia Alvin saat itu, dia malam malam terjaga dari tidurnya untuk ke kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi dia mendengar keributan itu. Karena penasaran ia mengintip dari balik pintu yang terbuka.
"Kamu mau kemana?? kamu mau kembali lagi bersama wanita murahan itu?? apa kamu tidak kasihan sama Hans dan Velly?? Dia anak kita!" Teriak lululila mencegah suaminya pergi dengan beberapa berkas di tangannya.
"Soal Velly? aku tidak akan melarang dia menemui ku kelak! Tapi soal Hans, kamu bahkan lebih menyayangi nya daripada Velly, padahal kamu sendiri tau kalau dia bukan putra kita! Kamu sangat sayang kepada nya kan?? kalau begitu minta dia yang menghidupimu! Kamu sudah berpenyakitan! aku tidak sudi! aku akan bangkit bersama wanita pilihan ku. Dan wanita itu bukan kamu! Aku takut tertular dan dengan singkat hidupku akan ada di tangan tuhan."
Hans yang mendengar percakapan itu dia menangis tak bersuara dari balik pintu,
*Jadi ini kenapa papa selalu salahin aku padahal Velly yang salah. Ini kenapa papa selalu bilang kalau aku anak sialan yang menyebabkan masalah.. hiks hiks hiks.. lalu mama yang selalu bilang aku anaknya kenapa mereka berdua berbohong??.. aku bukan anak mereka, aku anak siapa??..
(Kita panggil bapake hans Ggghib yah readers)
Ggghib keluar dari kamar dan mendapati Hans yang menangis sesegukan memeluk kedua lutut nya. Ggghib tak lagi menghiraukan keberadaan Hans.
*Dengar biar dengar aja, lagi pula dia sudah remaja, dia juga harus tau kalau dia bukan anakku, kalau sudah dengar semuanya nangis juga sudah tak guna. Hmph! lemah!.
Saat Ggghib ini keluar dengan segera Hans memeluk mama nya yang tengah menangis di atas ranjang.
"Mamaa... Hans sayang sama mama... kita masih bisa lanjutkan hidup tanpa papa kok maa..."
Tak ada jawaban yang keluar dari mama nya. Lululila hanya melamun, hans melihat wajah mamanya karena tak ada jawaban, dan tatapan matanya kosong itu membuat Hans sedikit ketakutan.
Berulang kali Hans menggoyang goyangkan bahu mamanya agar segera tersadar, namun hanya satu kalimat yang keluar dari mulut lululila.
"Kembalikan suamiku, kembalikan keluargaku seperti dulu, kembalikaaann!!!"
"Ma? mama?.. mama kenapa maa?.."
Ucap Hans mencoba meraih pungggung tangan mamanya.
Lululila tak lagi memperdulikan Hans, dia berlari dan Hans berniat ingin mengejar mamanya tetapi saat hendak melalui pintu, langkah kakinya terhenti seolah ada barang yang menarik perhatiannya. Dia melihat ada selembar kertas lalu membacanya;
"Surat gugatan cerai..?"
"Tunggu.. apa mereka berdua bercerai?"
Seketika Hans yang sedang berfikir keras mengingat bahwa mamanya berlari keluar.
Dia berlari sekuat tenaga mencari mama nya. Ke sana ke sini, seluruh rumah dan seluruh gang juga ia telusuri, hanya saja ia tak berhasil menemukan mama tercintanya.
Saat petang hari, mamanya pulang, pakaiannya compang canping dan terlihat kotor seperti noda cat. Lululila tidak mengatakan apapun kepada putranya, dia masuk ke dalam kamarnya.
Hans dari tadi hanya menunggu lululila kembali bersama Velly. Karena terlalu lama sehingga membuat Velly mengantuk dan terlelap tidur di atas meja makan.
------------------
BERSAMBUNG...