NovelToon NovelToon
Sebatas Pengganti

Sebatas Pengganti

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:196.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yenita wati

Menjelang pernikahan, Cahaya harus menerima kenyataan bahwa sang calon suami ternyata sudah menikah dan hanya memanfaatkannya saja.

Saat mengadu pada Paman dan bibinya, ia malah akan dijodohkan dengan pria tua agar mendapatkan uang dari calon suaminya.

Merasa putus asa, ia pun nekat melakukan percobaan bunuh diri dari atas jembatan penyeberangan orang.

Namun, aksinya itu berhasil digagalkan oleh seorang pria kaya dan tampan bernama Davin Pramudya.

Karena merasa saling membutuhkan, mereka pun sepakat menikah.

Namun, apa yang terjadi jika salah satu diantara mereka terjebak cinta yang seharusnya tidak perlu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit

Pagi menjelang.

Angin berhembus semilir membawa gemerisik suara daun2 yang bergesekan dari gerumbul pepohonan lebat di sisi tanaman. Suara burung mengningkahi rona awan yang bersemburat di atas langit sana.

Cahaya matahari perlahan masuk memenuhi sudut-sudut kamar. Tebalnya gorden berwarna putih nyatanya tak bisa menghalangi cahaya itu masuk ke dalam ruangan membuat Cahaya terbangun dari tidurnya.

Samar-samar dia melihat langit-langit kamar yang terasa asing baginya. Perlahan segala kebisingan dan apa yang sedang terjadi di sekeliling tempat tidurnya mulai bisa dirasakan. Nampaknya bukan hanya cahaya matahari saja yang membangunkan tidurnya, tapi juga obrolan orang-orang yang entah datang dari mana. Obrolan mereka benar-benar sangat mengganggu.

"Aku dimana?" gumam Cahaya sambil melihat sekelilingnya yang ternyata sudah ada beberapa orang di sana. Ada Davin, Sevina, serta David.

"Cahaya, kau sudah sadar, Nak?" tanya Sevina yang merasa khawatir dengan menantu barunya itu.

"Aku kenapa, Ma?" tanya Cahaya dengan heran. Memang, pagi tadi dia melihat seseorang mendatangi dirinya dan mencoba untuk mengangkat tubuhnya. Namun, setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi. Seolah yang dialaminya saat ini adalah mimpi.

"Kau ditemukan lemas di dalam kamar dengan tubuh yang mengigil serta suhu tubuhmu yang panas tinggi. Davin bilang, kau marah padanya dan memilih tidur di kamar lain, apa itu benar?" tanya Sevina ingin memastikan bahwa apa yang diucapkan anaknya benar.

Cahaya melirik Davin yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan penuh permohonan. dia tahu bahwa dari tatapan itu Davin ingin agar Cahaya tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya.

"Benar, Ma, tadi malam aku memang marah pada Mas Davin karena dia ingin tidur dengan lampu redup. sedangkan aku lebih suka lampu yang terang." Akhirnya Cahaya menuruti keinginan Davin untuk tetap bersandiwara di depan orang tuanya.

"Astaga, jadi karena masalah itu kau sampai tidur di kamar lain?" Sevina menepuk dahinya.

"Ya, Ma, dan karena aku kesal, tanpa sengaja remote AC yang ada di dalam kamar jatuh dan rusak sehingga menyetel ke suhu udara yang paling dingin. Makanya aku bisa sampai berakhir di sini. Maafkan aku karena telah membuat kalian khawatir, Ma, Pa, Davin." Cahaya lihat satu persatu keluarga baru yang ada di depannya itu.

"Davin, lain kali, turutilah permintaan Cahaya untuk menyalakan lampu saat tidur." Sevina pun menegur Davin yang akhirnya dibalas anggukan.

"Cahaya, lekas sembuh, ya, Sayang. Sebentar lagi teman-teman dan sepupu Davin datang untuk menjenguk. Jangan katakan pertengkaran itu, ya, kasihan Davin kalau sampai teman-temannya tahu bahwa kau sakit karena dia," pinta Sevina.

"Ya, Ma, mana mungkin aku mengatakan itu. Aku akan menjaga nama baik Mas Davin."

"Terima kasih, Sayang. Sebenarnya, Mama dan Papa ada meeting penting sebentar lagi. Kami tinggal dulu, ya. Biar Davin yang akan menjagamu di sini."

"Iya, Ma, Pa, hati-hati, ya," ujar Cahay sambil mengangguk.

Mereka pun segera pergi dan meninggalkan Cahaya dengan Davin di dalam ruangan itu.

"Apa harus aku katakan dan lakukan ketika temanmu datang?" tanya Cahaya yang masih bersikap dingin pada Davin.

"Jawab saja jika mereka bertanya hal yang mungkin bisa kau jawab.Jika kau tidak bisa menjawabnya, maka kau bisa melihatku, dan aku yang akan menjawabnya."

"Baik." Cahaya hanya mengangguk setuju. Dan setelah itu tak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Keduanya sama-sama diam membisu.

Cahaya memilih untuk memejamkan matanya dan kembali tidur. Sedangkan Davin hanya memainkan ponselnya sembari menunggu teman-temannya datang.

Sebenarnya dia tidak berniat memberitahu semua ini kepada teman-temannya. Namun, sang ibu malah memberitahu perihal Cahaya sakit kepada Rayden, sepupu Davin. Tentu saja hal itu langsung menyebar karena dia yang ingin melihat Davin diledek teman-temannya. Karena tak bisa dipungkiri, hubungan persepupuan antara Rayden dan Davin memang tidak baik karena Davin lebih unggul dibandingkan dengan Rayden. Menumbuhkan rasa iri pada Rayden hingga membuat hubungan kian memanas.

Sedangkan Rayden saat ini sudah menikah dengan wanita yang dicintai Davin karena perjodohan. Namun hal itu digunakan Rayden sebagai senjata untuk meluluhlantakkan perasaan Davin yang dinilai masih mencintai istrinya.

1
Komsiyah Komsiyah
iya banyak yg gak nyambung
Memyr 67
𝖽𝖺𝗏𝗂𝗇 𝗄𝖺𝗇 𝗉𝗂𝗇𝗍𝖺𝗋. 𝗉𝖺𝗌𝗍𝗂 𝗂𝗇𝗀𝖺𝗍 𝗉𝖺𝗌 𝗂𝗃𝖺𝖻 𝗄𝖺𝖻𝗎𝗅, 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖾𝖻𝗎𝗍 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗅𝖾𝗇𝗀𝗄𝖺𝗉 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖻𝗂𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗆𝖺𝗋𝗁𝗎𝗆 𝖻𝖺𝗉𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝖽𝗂 𝖺𝗍𝖺𝗌𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝗍𝗎𝗅𝗂𝗌 𝗍𝖾𝗁. 𝖽𝗂 𝗌𝗂𝗇𝗂 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝗈𝗉𝗂. 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗀𝖺𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗂𝗇𝗂
Memyr 67
𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝗂𝗇𝗂, 𝗇𝗀𝖺𝗃𝖺𝗄 𝗍𝖾𝖻𝖺𝗄𝖺𝗇
Memyr 67
𝗌𝖾𝗏𝗂𝗇𝖺 𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗏𝗂𝖺𝗇𝖺. 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗄𝗅𝖺𝗄𝗎𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗒𝖺𝗄 𝗂𝖻𝗎 𝗂𝖻𝗎 𝗃𝗎𝗅𝗂𝖽 𝖽𝗂 𝗄𝖺𝗆𝗉𝗎𝗇𝗀? 𝗄𝖾𝗌𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗀𝖺𝗎𝗅 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗆𝖻𝖺𝗁 𝗆𝗈𝗇𝖺?
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya nya
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga...
Yunerty Blessa
semoga Cahaya bisa menerima kakek nya.....
Yunerty Blessa
senangnya Cahaya masih memiliki kakek nya....berarti kakek nya bukan orang biasa² juga
Yunerty Blessa
akhirnya Davin dan Cahaya bisa buka puasa juga..... semoga Cahaya cepat hamil
Yunerty Blessa
senangnya Cahaya dapat gaji.....
Yunerty Blessa
sabar Reno masih ada Silvi yang suka sama kamu.....
Yunerty Blessa
apakah orang itu adalah orang tua Cahaya .....
Yunerty Blessa
akhirnya Cahaya luluh juga.... semoga memang ada cinta di hati Davin.....
Yunerty Blessa
tetap berdosa Reno.....biar lah Cahaya meraih kebahagiaan nya... masih ada Silvi yang mencintai mu
Yunerty Blessa
astaga rupanya kakek Cahaya.... kenapa dari awal tidak mengaku Cahaya sudah mau mati baru cari....
Yunerty Blessa
apakah orang tua itu adalah keluarga Cahaya....
Yunerty Blessa
kasian sekali dengan kehidupan Cahaya....
Yunerty Blessa
mantap Cahaya pergi jauh dari Davin....mula lah hidup baru mu... biarkan Davin menyesal atas kepergian mu.....
Yunerty Blessa
Davin lebih baik lepaskan Cahaya biar dia cari kebahagiaan nya sendiri... biarlah kau bersatu kembali dengan bayang² Safira 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!