NovelToon NovelToon
Cinta Seorang Nona Muda

Cinta Seorang Nona Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College
Popularitas:40.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aulia Angelines

Bulan Mahendra, seorang nona muda kaya raya yang sangat berkuasa di suatu sekolah swasta ternama.
Dia sangat di hormati di sekolah tersebut, tak hanya karna dia kaya raya, dia juga pemilik dari sekolah SMA Mahendra karna itu juga ia menjadi sangat angkuh dan sombong namun suatu hari tanpa sengaja ia bertemu dengan pemuda miskin yang merubah dirinya.
Dia mulai tertarik dengan pemuda itu dan tanpa ia sadari rasa ke tertarikannya berubah menjadi cinta yang akan mengubah kehidupannya dan nama pemuda itu adalah Awan.
Kisah cinta yang berawal dari sebuah pesta, akan kah berakhir bahagia? apakah Bulan bisa melewati semua batasan sampai bisa menuju ke tempat awan berada? atau malah Awan yang terbang menuju Bulan? atau mereka terpaksa untuk menyerah?.
Penasaran dengan ceritanya iyakan?
Yuk, baca dan jangan lupa untuk menambahkan like atau komentar untuk mendukung karya ini, biar rajin up! hehehe🙃.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Angelines, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perasaan sebenarnya

"Terkadang para lebah harus merasakan tajamnya duri, sebelum menikmati manisnya madu."

********************

Sementara itu kehidupan Awan yang sangat jauh berbeda dengan kehidupan Bulan, Awan yang harus mencari uang agar kebutuhannya terpenuhi, sedangkan Bulan bisa membeli apapun yang ia mau tanpa melihat harga.

Bahkan Awan harus bekerja setelah pulang sekolah agar dia bisa membantu ibunya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Karna Awan sudah tidak memiliki ayah dan ibunya hanya bekerja sebagai penjahit.

Awan bekerja di sebua kafe yang cukup terkenal dia bisa bekerja di sana berkat bantuan dari Sunny, karna kafe tersebut milik paman Sunny.

Sunny selalu mengunjungi kafe tersebut untuk menemui Awan setiap jam istirahat, Sunny akan kesana dengan alasan mau membantu paman nya.

"Hai, Awan," sapa Sunny yang baru saja datang.

"Sunny, kamu kesini mau bantuin lagi?" tanya Awan.

"Ya dong sekalian ini tadi gua belajar masak, lu harus cobain," seru Sunny sambil menunjukan tas yang ia bawah.

"Pasti rasanya hambar kayak kemarin." ejek Awan.

"Ye, gak mungkin ini gua udah sesuai banget sama resep di google." seru Sunny.

"Yaudah bentar lagi giliran saya istirahat, kamu tunggu di sana aja dulu." seru Awan yang langsung melanjutkan pekerjaan nya.

sedang kan Sunny menunggu giliran Awan istirahat  di meja dekat jendela.

tak lama kemudian Awan pun datang dan langsung duduk di depan Sunny.

"Capek ya?" tanya Sunny.

"gak, udah terbiasa jadi gak terlalu capek." jawab Awan.

"Pendusta!" seru Sunny.

"Ha?" Awan yang bertanya tanya karna perkataan Sunny.

"Ya lu, rame banget kayak gini tapi lu kata gak capek?"seru Sunny.

"Emang, kafe milik paman kamu ini perna sepi gitu?" tanya Awan yang mengejek Sunny.

"Gak perna ya?" Sunny kembali bertanya.

"Ya, secara kan kafe ini terkenal di kalangan remaja jadi gak perna sepi pengunjung." seru Awan.

"Ya udah, ni cobain masakan gua." seru Sunny sambil mengeluarkan makanan yang ia masak dari dalam tasnya.

"Saya cobain ya." seru Awan sambil memakan makanan yang di buat oleh Sunny.

"Gua yakin pasti yang ini gak akan gagal lagi!" seru Sunny dengan percaya diri.

"Emmmm"

"Enak kan?" seru Sunny dengan tatapan penuh harapan.

"emmmm"

"Gimana Wan, pasti karna saking enaknya sampai gak bisa berkata kata." seru Sunny yang semakin percaya diri.

"Kamu mau saya jujur?" tanya Awan.

"Ya iya lah, pakek nanya." jawab Sunny.

"Gak seburuk kemarin si, tapi ini terlalu asin dan ada sedikit rasa pait nya." seru Awan sambil menujuk sayur yang tadi ia makan.

"Masaksi? perasaan enak kok." seru Sunny yang langsung mencicipi masakan nya.

namun Sunny malah merasa ingin muntah karna perpaduan rasa yang sangat asin dan ada rasa pait entah dari mana.

"Wekkk.... Wan udah jangan di makan." seru Sunny.

namun Awan tidak memperdulikan nya dan terus memakan nya.

"Awan jangan dimakan, buang aja kita pesen menu di kafe aja." seru Sunny .

"Gak usah saya makan ini aja, sayang kalau di buang." seru Awan yang terus memakan makanan itu.

"Maaf ya mulai besok gua mau berhenti belajar masak gua udah nyerah, gua udah susah payah ikut les masak, belajar masak sama bibi sampe jari gua ke iris berantakin dapur dan membuang waktu tapi gak ada hasinya." seru Sunny yang mulai putus asa.

"Kamu tau lebah?" tanya Awan sambil menatap Sunny.

"Iya, emang kenapa sama lebah?" seru Sunny kembali bertanya.

"Terkadang para lebah harus merasakan tajam nya duri, sebelum menikmati manisnya madu." seru Awan.

"Gak ada hubungannya, sama gua yang gak bisa masak!" seru Sunny.

"Ada kok, terkadang kita harus merasakan rasa sakit dulu sebelum mendapatkan sesuatu yang kita inginkan." seru Awan.

"Wah... emang beda ya kalau ngomong sama orang pinter." seru Sunny.

"Kenapa gitu?" tanya Awan.

"Karna gua gak faham sama apa yang lu omongin, otak gua gak nyampek." seru Sunny.

"Emang ya dasar, otak udang!" ejek Awan.

"Ye, itu bukan sepenuhnya salah gua tau, emang gua terlahir tanpa memiliki sebua bakat gak kayak lu " seru Sunny.

"Kamu pasti punya bakat kok hanya saja kamu belum tau apa bakat kamu." seru Awan.

"Eh, by the way tadi pulang sekolah gua ngeliat lu di samperin sama Bulan." seru Sunny yang melihat mereka dari kejauhan.

"Iya emang." jawab Awan singkat.

"Ngapain lagi tu anak nyamperin lu, tapi kalau di fikir fikir mungkin si Bulan tertarik sama lu."seru Sunny.

"Gak mungkin, itu pasti cuma gara gara dia penasaran sama saya gak lebih." ucap Awan sambil meminum air di meja nya tadi yang di siapkan oleh Sunny.

"Tapi, bukan nya lu juga tertarik sama dia, dari dulu lu sering perhatiin dia diam diam." seru Sunny.

"Gak! kapan saya gitu?" seru Awan sambil memalingkan mukanya.

"Gak usah bohong, gua kenal lu sejak kecil ya, lu gak akan perna bisa bohong ke gua." goda Sunny.

"Sebenarnya memang saya mengagumi kecantikan nya sejak pertama kali bertemu, saat kita ospek dulu, namun saat saya tau dia berasal dari keluarga Mahendra saya sadar bahwa saya tidak pantas mengagumi nya." seru Awan.

"Bukan gara gara sikapnya yang sok berkuasa itu, makanya lu gak suka lagi sama tu anak?" tanya Sunny yang ingin tau bagaimana perasaan Awan terhadap Bulan.

"Gak, entah kenapa saya yakin Bulan adalah sebua permata yang tertutup sedikit lumpur, jika ada yang mau membersihkan lumpur itu saya yakin Bulan akan sangat bersinar." jawab Awan yang membuat Sunny tercengang.

"Oh, tapi kalau kayak gitu kenapa pas di pesta lu nolak Bulan?" tanya Sunny.

"Sebenarnya saya saat itu sangat syok, tiba tiba di menghampiri saya dan berkata demikian tapi seperti yang saya bilang tadi saya tidak pantas untuk dia." jawab Awan sambil berdiri dari tempat duduknya.

"Lu mau kemana?" tanya Sunny.

"Kerja lagi, waktu istirahatnya sudah habis" jawab Awan.

"Oh kalau gitu gua cabut ya, tiba tiba gua inget sesuatu yang penting." seru Sunny sambil merapikan tasnya.

"Kalau gitu hati hati di jalan." seru Awan.

Sunny pun meninggalkan kafe tersebut sedangkan Awan kembali bekerja.

1
Ipunkjr4
lanjut ke Thor semangat
nona x
ceritanya bagus suka banget sama karakternya
Ipunk142 Cink
lanjut KK thor ceritanya bagus ditgunya kelanjutan KK thor semangat
nona x: makasih banyak kak ^^
total 1 replies
Xilvnyc _ez
semangat bang
L u k e e
🆙🆙
L u k e e
🆙🆙 kak
nona x: maaf ya kemaren gak bisa up karna ada sedikit masalah di real life🙂
total 1 replies
L u k e e
🆙🆙🆙
L u k e e
🆙🆙🆙🆙
L u k e e
🆙🆙🆙
nona x: Terima kasih, dukungan nya kak
total 1 replies
L u k e e
🆙🆙
L u k e e
🆙🆙🆙
L u k e e
🆙🆙
L u k e e
🆙
L u k e e
🆙🆙🆙🆙
L u k e e
🆙🆙
L u k e e
🆙
L u k e e
🆙🆙🆙🆙
L u k e e
🆙🆙
L u k e e
🆙🆙🆙
nona x: oke😊 makasih banyak dukungannya, jadi semangat heheheh❤
total 1 replies
Ahusta Samodara
seru lanjut tor
nona x: Baik😊 terima kasih dukungan nya ❤
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!