Slow update..
Athifah Farihan cantik dan periang, dua kata yang pertama kali orang lihat dari gadis tersebut, terlahir dari keluarga sederhana, membuatnya harus putus sekolah dan membantu perekonomian keluarga demi kedua orang tuanya
Muhamad Ahnaf Baqir tampan dan shalih, berasal dari keluarga yang cukup berada tak membuatnya sombong, di tambah dirinya sebagai lulusan salah satu pesantren membuatnya tidak pernah membedakan orang dari derajatnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebelum khitbah
Flasback
Selesai sarapan mbak Anisa dan mas Zaki mengajak kedua orang tua Thifah berkumpul di ruang keluarga meninggalkan Thifah dan bibi yang masih di dapur
Naf juga ikut duduk di antara mereka semua, begitu pula adik nya Thifah yang kini sedang bercanda dengan Syifa dan Izam
"Ibu, bapak mungkin ini terlalu cepat karena memang kita baru bertemu dan saya terkesan tidak sopan untuk membicarakan ini di sini, yang seharusnya saya datang kerumah ibu sama bapak bukan malah sebaliknya" Naf membuka pembicraan
"Tidak apa apa nak, jangan merasa sungkan seperti itu, memang ada hal penting apa, yang ingin nak Naf bicarakan pada kami" tanya bapak
"Sejujurnya saya jatuh cinta pada anak bapak yaitu Thifah dan saya tidak mau perasaan ini menjadi ladang dosa untuk saya dan Thifah, maka dari itu saya ingin mengkhitbah Thifah dan ingin segera menghalalkannya" tutur Naf to the point
Ibu dan bapak saling pandang seperti sedang mencari jawaban apakah ini nyata bagaimana mungkin adik dari majikan anaknya itu ingin melamar anaknya yang notaben nya hanya seorang pengasuh di rumah itu jelas dari segu apa pun mereka jauh berbeda di tambah ini adalah kali pertamanya keduanya bertemu
"Maaf nak, tapi apa nak Ahnaf yakin, bagaimana pun kehidupan Thifah jauh berbeda dengan kehidupan nak Ahnaf, dia hanya gadis biasa yang terlahir dari keluarga miskin dan pendidikannya juga cuma sampai SMP" jawab bapak ragu
"Pak saya tidak pernah di ajarkan oleh almarhum kedua orang tua saya untuk membeda bedakan setatus atau derajat orang dari hartanya atau kekayaan karena semua manusia di mata Allah itu sama, saya mencintai Thifah tulus tanpa melihat latar belakang Thifah saya hanya melihat Thifah adalah gadis shalilhah yang saya cari selama ini" jawab Nag mantap
"Alhamdulilah " ibu sama bapak bernafas lega mendengar jawaban Naf
"Tapi nak, apa yang membuat nak Ahnaf begitu yakin kalau Thifah adalah gadis yang selama ini cari untuk di jadikan istri padahal kalian baru bertemu hari ini" ibu sudah tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya lagi
"Saya sudah jatuh cinta sama Thifah sejak bertahun tahun lamanya, kita sering bertemu di istikharoh cinta, hanya Thifah yang datang ke dalam mimpi saya dan hari ini saya bertemu secara langsung membuat saya yakin bahwa Thifah adalah bidadari yang selama ini saya cari dan saya semakin jatuh cinta pada Thifah karena ahlaknya"
"Masya Allah, Tabarakallah nak. Insya Allah kami merestuimu, tapi kita kembalikan lagi keputusan nya pada Thifah, karena bagaimana pun dia yang akan menjalani" jawab bapak
"Alhamdulilah saya bahagia pak, terimakasih karena sudah merestui saya, saya memang tidak bisa menjanjikan apa apa tapi saya akan berusaha membahagiakan Thifah" Naf meraih tangan bapak calon mertuanya itu dengan penuh rasa haru
Jika Allah sudah berkehendak maka semuanya akan berjalan lancar, Naf tidak bisa menyembunyikan lagi rasa bahagianya meskipun jawaban Thifah belum ia dengar tapi setidaknya restu kedua orang tua Thifah sudah di tangan tinggal bagaimana ia meyakinkan gadis pujaannya mau menerima lamarannya dan menikah dengannya
Ya Allah terimakasih atas kuasa-Mu
Hamba sangat bersyukur bisa bertemu dengan keluarga baik seperti mereka dan jika engkau meridhoi hamba berjodoh dengan Thifah maka lancarkan lah segala usaha hamba untuk mendapatkannya Ya Robb
Flasback of