NovelToon NovelToon
Si Tomboy Yang Tiba - Tiba Menikah

Si Tomboy Yang Tiba - Tiba Menikah

Status: tamat
Genre:Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Dosen / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:96.1k
Nilai: 5
Nama Author: andry kumala

Lean si gadis tomboy yang digosipkan sebagai penyuka sesama jenis oleh orang tak bertanggung jawab, dan membuat citra keluarga besarnya hampir jatuh, membuat kedua orang tuanya terpaksa menikahkan Lean dengan anak sahabatnya untuk menampik gosip tersebut. Mampukah Lean si gadis tomboy yang urakan hidup bersama Agam si pria sempurna yang cuek?, akankah perasaan bersemi diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andry kumala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memasak Mie

Dengan jantung yang berdegub kencang, Agam menggendong Lean dengan perlahan dan hati – hati. Karena Lean masih berada di antara sadar dan tidak, Lean bisa merasakan jika tubuhnya tengah di sentuh oleh seseorang. “kenapa punggung gua kayak ada yang megang ya?, kaki gua juga!” ucap Lean dalam batin sembari terus terpejam. Namun alangkah kagetnya Lean saat membuka kedua matanya, ia melihat Agam yang tengah membungkuk di atas tubuhnya.

Menatap Agam yang berada persis di atas tubuhnya, dan merasakan tubuhnya tengah terbaring di tempat tidur, membuat Lean semakin gelisah hingga seluruh tubuhnya pun menjadi kaku. Layaknya genderang perang yang ditabuh, jantung Lean berdetak begitu kencang dan menggebu – gebu, hingga memompa seluruh aliran darahnya dengan deras menuju ke seluruh bagian tubuhnya.. “deg!, deg!, deg!”

Lean tak bisa menutupi jika saat ini wajahnya memerah dan nampak malu. Ia tak bisa berkedip, dan terus menatap wajah Agam. “Wajah tampan, hidung mancung, bulu mata lentik, dan bibirnya kenapa imut banget, ya Ampun!” ucap Lean dalam batin sembari menatap seluruh bagian wajah Agam. “eiitss, kenapa gua pasrah banget dengan posisi ini, jangan sampai gua dipikir sebagai cewek murahan sama Agam!” Lean terus menggerutu dalam batin.

“ngapain lu?” ucap Lean dengan terbata – bata. “minta jatah dong, hihihi!” sahut Agam sembari meringis ke arah Lean. “ja.. ja..jatah???” Lean yang terbelalak kaget semakin terbata – bata. “iya!, lu gak inget ucapan papa waktu di meja makan kemarin lusa?, katanya lu harus melayani suami dengan baik!” sahut Agam mencoba menggoda Lean. Sambil memancarkan tatapan nakal, Agam membelai rambut Lean dengan lemah lembut, dan membuat Lean pun seketika diam dak bisa berkata – kata.

Agam mendekatkan wajahnya ke arah wajah Lean, hingga membuat jarak wajah diantara mereka berdua begitu dekat. Lean semakin panik dan dengan spontan menutup kedua matanya. Semakin dekat, Agam bisa merasakan hembusan nafas Lean yang panas. Melihat reaksi panik sekaligus ketakutan dari Lean, “pffftt!!” Agam menahan tawanya sambil tersenyum.

Akhirnya Agam menarik balik kepalanya dan membuat jarak kembali diantara dirinya dan juga Lean. Merasakan wajah Agam yang cukup jauh dari wajahnya, Lean pun memberanikan diri untuk membuka matanya kembali. Dan benar saja, kini Agam tengah duduk tepat di samping Lean “lu, jangan macem – macem sama ..!! Belum selesai Lean memperingatkan Agam, dengan tiba - tiba Agam pun mengecup kening Lean dengan kilat. Lean nampak terperangah dan dengan spontan, Lean pun menutupi kening yang baru saja dikecup oleh Agam itu dengan kedua tangannya.

“dasar cabul lu..” seakan tak terima, Lean mencoba mengumpat Agam. Namun belum selesai Lean mengumpat, lagi – lagi Agam dengan berani mengecup bibir Lean dengan kilat dan tepat sasaran, hingga Lean pun tak dapat menghindar. “aaaaaa Agam!” Lean merengek sambil menarik salah satu tangannya guna menutup bibir yang baru saja dikecup oleh Agam. Melihat wajah Lean yang semakin memerah dan malu - malua, membuat Agam ingin terus menggodanya. Dan “muahh!, muahh!” Agam pun mengecup kedua pipi Lean dengan gemas.

Tak berani mengumpat, Lean yang takut jika Agam semakin berani bertindak lebih terhadapnya, membuat Lean pun hanya diam dan tak berani berkata kasar. Merasa puas menggoda Lean, Agam segera bangkit dari tempat tidur dan berdiri menghadap Lean yang masih menatapnya penuh ketakutan.

Melihat jaraknya dengan Agam yang cukup jauh dan dirasa aman, Lean pun menatap Agam sembari mengomel . ”kenapa lu cabul sama gua!” ucap Lean sambil menunjuk ke arah Agam. “mana ada istilah suami cabul sama istrinya?” sahut Agam dengan santai. “tapi lu sendiri yang bilang kalau kita bertindak layaknya suami istri cuma saat di depan orang tua kita aja kan?, kenapa lu jadi agresif gini ke gua?” Lean menyahut ketus.

“terserah gua!, lu kan istri gua!, terserah gua dong!. Lu sendiri sama sahabat cowok lu juga dengan gampangnya rangkul – rangkul dan gandeng di depan umum kan?, kenapa gua sebagai suami sah lu malah gak boleh pegang?” Tak mau kalah, Agam pun menyahut ucapan Lean dengan tegas dan lugas. “tapi dia tuh sahabat gua dari kecil Gam!” Lean beralasan. “tunggu dulu, kenapa lu jadi sensi gini?, jangan bilang kalau lu cemburu?” sahut Lean dengan tatapan penuh kecurigaan. “enak aja!, siapa juga yang cemburu!” tak mau mengakui, Agam mencoba beralasan sembari melangkah pergi. “ciyeee, cemburu nih ye???” ucap Lean mencoba menggoda balik Agam. Tak menggubris, Agam terus berjalan keluar dari kamar tanpa mempedulikan ucapan Lean.

....

Selesai mandi, Agam pun duduk dengan santai di sofa kamarnya sambil menonton acara favoritnya di televisi. Tiba- tiba “kamulah jiawaku.... kamu kamu....” Lean yang keluar dari kamar mandi tengah menyanyi dengan asyik. Bukan semakin menghibur pendengar, suara Lean membuat tubuh Agam khususnya perut semakin bergetar, hingga rasanya Agam ingin pergi ke kamar mandi untuk buang air besar.

nada tinggi yang terdengar sumbang dan mengganggu pendengaran, sungguh menyiksa gendang telinga Agam. Melihat antusias dalam bernyanyi, membuat Agam tak tega untuk menegur Lean. “jantung hatiku....... adalah dirimuuu.......!!” lagi dan lagi, Lean menyanyi mengikuti irama lagu yang diputar melalui ponselnya dengan suara yang begitu keras. Tak tahan lagi, Agam pun berkomentar “lu mau nyanyi atau teriak – teriak sih Lei?, nadanya gak nyambung, fals, dan tinggi banget nadanya kayak harapan lu!” ucap Agam sembari menutup kedua telinganya.

“ya elah, apa lu juri z factor?, acara ngomenin kemampuan bernyanyi gua segala!” Lean menyahut ketus. “gak perlu juri, anak bayi pun tau kalau suara nyanyian lu nyiksa banget sumpah!” sahut Agam. “masa bodoh!, na.. nanana.... du... dududu....!!” Lean tak mempedulikan dan terus bernyanyi semakin lantang.

Berhenti bernyanyi, Lean nampak sibuk di dapur. Entah apa yang ia lakukan, nampaknya Lean tengah membuka rak dan lemari penyimpanan di dapur. “gam, mie instan goreng di lemari gua masak ya!” teriak Lean dari arah dapur. “emang lu bisa masak?” sahut Agam. “Lu gak tahu kalau gua ini calon master chef wakanda?, hahaha tapi belum masak udah diusir duluan!” Lean menyahut sambil tertawa. “gua juga laper, masakin gua mie instan goreng juga!” Agam menyahut lagi. “iya!” jawab Lean.

Cukup lama Lean memasak dan tak ada suara, hingga dapur pun terasa sunyi. Tiba – tiba “iiiiiiihhhhh jijiiikk!” terdengar teriakan Lean dari dalam dapur. Takut terjadi hal yang tidak di inginkan, Agam pun bangkit dan segera berlari menghampiri Lean di dapur. “ada apa Lei?” Ucap Agam dengan ekspresi penuh kekhawatiran, sembari menengok ke sekitar Lean. Mencoba menemukan hal yang berbahaya atau mengancam Lean, pandangan Agam tak kunjung menemukan hal janggal di dapur.

“tuh lihat mie gorengnya, jijik banget aku lihatnya!” sahut Lean sembari menghampiri Agam dan terus bergidik geli. Pandangan Agam pun mengarah pada mie instan goreng di atas meja. Mie instan yang dimasak oleh Lean nampak mekar dan lebih besar, mungkin karena waktu pemasakan terlalu lama. Ditambah warna bumbu gorengnya yang berlumur kecap, mie yang nampak besar tersebut mirip dengan cacing hitam yang gendut – gendut. Pantas saja Lean sampai bergidik geli. “huufft!” Agam menghela nafas panjang dan segera membereskan peralatan masak yang begitu kacau, dan membuang gagal tersebut ke tempat sampah.

“maaf ya!” ucap Lean dengan wajah memelas menatap Agam. “hmm, iya!” sahut Agam. “gua laper gam!” Lean merengek lapar sambil mengelus perutnya di depan Agam. Begitu lucu dan menggemaskan, wajah Agam pun memerah menatap ekspresi Lean saat ini. “ayo kita cari makan di luar!” sahut Agam sembari mengalihkan pandangannya. “ya udah ganti baju sana!, ucap Agam sambil menatap Lean yang hanya memakai kaos oblong dan celana kolor. “gak mau ah!, enak pakai gini doang, adem!” tak mau menururut, Lean pun beralasan. “dingin di luar Lei!, nanti kalau lu masuk angin jangan salahin gua, kalau gua ngerokin seluruh bagian tubuh lu!” ucap Agam mencoba mengancam.

Sambil menguncir bibirnya ke depan, Lean pun berjalan dengan menghentak – hentakkan kaki menuju kamarnya, layaknya anak kecil yang sedang merajuk. Tak lama, Lean pun keluar dari kamarnya. Mengganti celana kolor pendeknya dengan celana pendek dengan bahan jeans, dan memakai jaket hoodie bertali, Lean telah siap berangkat. “udah!” ucap Lean sembari menghampiri Agam. Jauh dari kata anggun, namun Lean begitu imut dan lucu

1
Septi Wariyanti
mr L mungkinkah satria
kika
gemesin bgt....wkwk...
kika
katanya nikah buat mengalihkan isu, kok malah dirahasiakan...
tri sutami
laki lu yg punya perusahaan itu le
tri sutami
Mr.L kykna bima deh
tri sutami
bima ap y
Maya Cimuet
bgs
atheina_ARA
masih aku tunggu kok Thor
Yurniati
tetap semangat thorr
Yurniati
update thorr
Yurniati
kok belum update thorr
Yurniati
update thorr
StAr 1086
bantai aja tuh si rere....
StAr 1086
kirain kabarnya hamil n keguguran....
StAr 1086
kayaknya keguguran deh...
StAr 1086
pada resek sih karyawannya agam....
StAr 1086
next thor
StAr 1086
next
StAr 1086
Sebagai CEO donk tentunya.....
StAr 1086
good job Lean....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!