Sang Superstar, Jason harus berurusan degan gadis biasa yang merepotkan, Han Se Na. Ini adalah kisah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Far Choinice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Versus!
Han Se Na
Ponselku mendadak seperti krupuk di mataku. Ingin sekali aku meremasnya hingga hancur. Pemberitaan miss X yang jadi teman kencan Jason semakin meluas dan semakin banyak spekulasi. Hanya beberapa jam setelah Dispa*ch merilis beritanya dan itu menjadi trending topic dimana-mana. Aku bisa melihat beberapa komentar mematikan dalam berita itu. Para fans Jason mengamuk. Mereka memakiku habis-habisan tanpa ampun dan dengan kalimat yang luar biasa mengerikan. Anak muda jaman sekarang memang mengerikan. Mereka.bebas mengumpat di sosial media tanpa pandang bulu. Oke. Mereka memang belum tahu informasi tentangku yang adalah miss X. Tapi, memaki miss X artinya memakiku, khan? Hatiku sungguh sakit membaca semua komentar itu. Tapi, juga begitu kesal. Kenapa aku harus terjebak dengan si kunyuk Jason! Kutatap nanar layar ponselku yang menunjukkan beberapa komentar menusuk padaku.
Sung Ha Ni~
Aku ingin menjambak rambutnya. Beraninya dia menyentuh dewaku!
Jason’s girl friend J~
Tubuhnya kecil, akan lebih mudah bagiku untuk memelintirnya. Menjauhlah dari Jason! Dasar gadis genit! Jelek!
“Oh, pacar Jason... aku tidak berminat merebutnya!” umpatku sambil mencengkeram erat ponselku dengan geram dan dengan suara berbisik.
Dan masih banyak komentar mengerikan lainnya. Aku tidak cukup sanggup membaca umpatan itu. Dan, Aku bisa membayangkan seperti apa nasibku saat mereka tahu akulah Miss X itu. Bayangan diriku yang dipanggang seolah daging babi, melayang-layang dan membuatku bergidik. Aku menjerit kecil dan menyurukkan ponselku ke dalam tas. Aku menoleh ke arah jalanan, saat itulah aku menemukan wajah Jason tengah menatapku aneh. Aku menoleh ke arah yang lain dan wajah Manajer Yoo nampak bingung ke arahku. Aku berdiam dan menatap lurus. Aku lupa den keberadaanku.
Kenapa aku harus ikut dalam mobil van Jason, sih? Aku bahkan harus duduk di antara dua orang aneh ini. Aku rasa, aku mendapat jackpot kesialan hari ini. Kulirik keduanya yang masih menatapku aneh. Sejak tadi, sama sekali tidak ada obrolan di antara kami. Tapi, aku bisa merasakan aura yang sangat tidak enak di antara kami.
“Ada apa?” tanyaku risih.
“Sedari tadi, kau bersikap aneh. Kau sedang PMS? Kau bahkan mengumpat fansku. Kau merasa lebih istimewa dari mereka, huh?” tanya Jason dengan nada sinis seperti biasanya. Bisa-bisanya ada yang menganggap dia 'dewa'. Apa istimewanya, sih?
“Kau sunggu ingin mati, eoh?” ocehku sambil mengacungkan tinjuku padanya. "Dan, sudah kubilang... aku ini lebih tua darimu! Sopanlah sedikit. Panggil aku, noona.” ujarku dengan nada setelah mungkin. Mengingat komentar fansnya justru semakin memancing emosiku.
“Shireo, Miss X! Ini lebih baik daripada kupanggil Kau babi!” ujar Jason.
“Yyyaaa!!!! Noona!” pekikku.
“Miss X atau Babi!
“Yyaak! Noona!” pekikku keras.
“Atau kau kupanggil ahjumma (bibi)? Bagaimana? Ahjumma... lebih cocok untukmu!"
“Yyaa! Kau!" Aku menarik napas panjang sembari memijat kecil keningku yang kian berdenyut nyeri "Ah... sungguh tidak ada gunanya berdebat denganmu. Hentikan mobilnya! Aku sudah sampai!” teriakku.
Seketika, mobil berhenti dan aku bergegas turun dengan menyaruk-nyaruk keberadaan Jason. Pemuda itu nampak mendesis kesal dan membalas menyurukku keluar mobil hingga nyaris terjungkal. Dasar sial! Aku menarik napas panjang dan berbalik menatapnya tajam. Pemuda itu turun dari mobil dengan wajah arogan. Ah, mukanya sunggah mengundangku untuk mencakar saja.
“Jadi, ahjumma... dimana rumahmu?” tanyanya dengan wajah yang sungguh membuatku ingin menonjoknya habis-habisan.
Aku mengerang kecil dengan tangan terkepal di sisi tubuhku. Aku sungguh ingin mencakarnya. Tidak! Dia adalah adik Kang Min Hyuk. Jadi, aku akan bersikap sabar. Kenapa dari sekian ratus juta umat manusia, kenapa harus kunyuk satu ini yang jadi adik Kang Min Hyuk?
“Kau tidak perlu tahu, pergilah!” umpatku sambil memicingkan bibir kesal ke arah si kunyuk jason.
“Noona?!”
Aku menoleh dan menemukan Jae Hyun berdiri di depan pintu pagar rumah. Jason ikut menoleh dan membuatku merasa jengah. Kenapa dia masih di sini? Dia bahkan berderap mendekati Jae Hyun lalu menatap adikku dengan lekat. Detik berikutnya ia memekik kecil sambil membekap mulutnya. Sumpah! Dia ini sudah gila, ya?
“Ka-Kau... Han.. Han- Han Jae Hyun?!” Jason berderap mundur lalu menatap kami berdua dengan wajah terkejut. “Tunggu... ,"Jason menatapku bingung. "Noo- Noona?”
Aku tidak tahan lagi. Kulangkahkan kakiku mendekati Jason lalu memukul kepala belakangnya dengan gemas. Maafkan aku, sunbae.... kali ini adikmu harus diberi pelajaran karena dia sungguh gila.
“Kau ini kenapa, sih?” omelku kesal dengan sikap gilanya.
“Yyaa!” omelnya sengit sambil menggosok kepalanya, “Aku hanya terkejut. Kalian kakak beradik?” tanyanya menunjukku dan Jae Hyun bergantian. “Kalian sungguh kakak-adik? Kau? dan Han Jae Hyun?”
Aku menarik napas pendek, “Meski sulit menerimanya. Tapi, Jae Hyun memang adikku,” jawabku, “Wae?”
“Itu... .”
“Noona,” panggil Jae Hyun sambil mengacungkan ponselnya. “Awalnya, aku sulit mempercayainya. Tapi, miss X... kau, khan?” tanya Jae Hyun.
“Yyaa! Kecilkan suaramu!” omelku dan Jason bersamaan.
“Kenapa?” tanya Jae Hyun yang nampak tidak suka melihat kekompakkanku dengan Jason.
Kutatap Jason dengan perasaan tidak suka. Nih, Kunyuk untuk apa sok kompak denganku? Dia juga sedikit jengah melihatku. Sial. Dia sungguh menyebalkan.
“Jangan mengikuti!” omelku.
“Sejak aku lahir, aku adalah trendsetter. Enak saja mengomeliku! Kau yang mengikutiku. Mengekoriku!” umpat Jason.
“Kalian berdua... jangan bertengkar di depanku!”nomel Jae Hyun.
Aku mengangkat tangan ke arah Jae Hyun, “Ini urusanku dengan si kunyuk!”
“Kau mengataiku apa? Kunyuk? Dasar babi!”
“Kunyuk!”
“Yyaaa! DIAM!!!”
Aku dan Jason menoleh ke arah Jae Hyun yang nampak melototi kami. Kenapa mukanya seram sekali? Sejak kapan dia berubah seperti ini?
“Noona, masuk! Aku ingin bicara denganmu!” pekik Jae Hyun lalu melirik Jason, “Neo! Kka (Pergi)!!!” ucap Jae Hyun sambil menunjuk tepat pada Jason dengan garang.
“Heol, daebak!” ucapku mendadak kagum dengan keganasan Jae Hyun malam ini.
“Masuk!” pekik Jae Hyun sekali lagi saat menatapku sambil melangkah memasuki rumah.
Aku menoleh pada Jason yang ternganga terkejut setelah diusir Jae Hyun. Wajahnya nampak pias dengan mulut melebar. Aku sendiri juga terkejut, tapi Jason tampak begitu konyol hingga membuatku ingin tertawa. Setelah menunduk kecil ke arah manajer Yoo yang memperhatikan kami dari mobil, aku berderap menuju pagar rumah dan menoleh sekilas pada Jason.
“Yya! Neo... kka!” pekikku dengan tangan terlambai dan tersenyum geli.
Jason terlihat kesal, tapi aku tidak perduli dan melangkah masuk mengekori Jae Hyun. Ah, malamku akan panjang. Jae Hyun tipe adik yang pendiam dan dingin. Tapi, saat mengomel, dia akan mengalahkan suara mendecit para tikus di gorong-gorong.
-oOo-
Bersambung
Jangan lupa Like
Komentar
Favorit
Rating
Regards Me
Far Choinice ^^
semangat yaa..
1 mawar+ like mendarat😍