Kaisar Pratama, pemuda tampan yang disukai banyak wanita. Anak bungsu dari pasangan pengusaha Andi Pratama dan Wina Pratama. Di usianya yang baru menginjak dua puluh lima tahun seorang Kaisar sudah menjabat sebagai Manager keuangan di salah satu Bank swasta terbesar yang ada di Indonesia.
Kaisar Pratama sudah di kenal banyak orang sebagai pemuda dingin tingkat tinggi.
Yasika, gadis sederhana berparas cantik, pintar dan sedikit pendiam. Melanjutkan pendidikan terakhir nya di salah satu Universitas yang berada di Jakarta. Menjadi seorang pengacara adalah cita-citanya.
Yasika pernah bertunangan
dengan seorang laki-laki yang merupakan cinta pertamanya.
Anne Putri, gadis cantik, tinggi, dan juga pintar. Menjadi seorang Dokter adalah impiannya sejak kecil. Anne dan Kaisar pernah menjalin hubungan selama lima tahun lamanya.
Dan hubungan mereka harus berakhir ketika Anne memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di negeri kangguru.
Bagaimana kisah asmara antara mereka bertiga?
Siapakah diantara kedua gadis itu yang akan mendapatkan hati seorang Kaisar?
Yasika, gadis sederhana berparas cantik dan sedikit pendiam.
Atau Anne Putri, yang merupakan mantan terindahnya.
yu ikuti terus kelanjutanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon parida hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11.selamat
happy reading guys ...
semoga kalian suka, dukung terus cerita ini yay ...
******
Ada yang tidak biasa dengan semua ini. Akhir-akhir ini diantara mereka berdua seperti saling menghindar dan menjauh satu sama lain. Entahlah, sampai kapan mereka berdua akan bertahan.
Hari ini tepat perayaan ulang tahun pernikahan sang pemilik kost. Mama Wina dan Andi Pratama, mereka merayakan anniversary yang ke dua puluh lima tahun. Selama pernikahan itu, mereka berdua telah di karuniai seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki.
Amelia Pratama dan Kaisar Pratama adalah nama kedua anak mereka. Kebetulan hari ini Amelia pulang ke Indonesia setelah beberapa bulan yang lalu ia memutuskan untuk menetap tinggal bersama dengan suaminya di Singapura.
Amelia tidak jauh seperti sang Mama, dia cantik, tinggi, ramah dan juga baik. Berbeda dengan adik laki-lakinya itu. Tidak ketinggalan dengan sang putri yang baru berusia lima tahun, gadis kecil yang cantik bernama Jasmine Bastian. Gadis imut, lucu dan banyak bicara. Katanya sifat Jasmine itu seperti neneknya, yang tak lain adalah Wina Pratama.
Mereka mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan hari pernikahannya itu. Tidak banyak tamu yang di undang, hanya keluarga besar dari keduanya belah pihak saja. Dan rekan kerja dari kedua pasangan suami istri itu.
Mereka juga mengundang teman Kai dan para anak kost yang tinggal disana. Karena bagi keluarga Kai, khususnya mama Wina, semua yang tinggal disana sudah seperti keluarganya sendiri.
Dan acaranya pun akan di mulai malam ini tepatnya jam tujuh malam. Mereka sudah menyiapkan semuanya. Dari mulai proses acaranya, dekorasi serta hidangan yang telah di sediakan untuk menyambut para tamu undangan yang akan hadir.
"Gimana bro, kita mau kasih kado apa buat nyokapnya Kai? Adi bertanya kepada kedua temannya itu, dan mengarahkan jari telunjuknya ke arah Kai.
Keduanya manggut-manggut tandanya mengerti.
"Kai ... nyokap sama bokap lo sukanya apaan?"
Kai melirik pada mereka, lalu mengedikan bahunya "Gak tau."
"Hei ... lo emang Kampret ya? masa sama orang tua aja lo gak tau apa sukanya mereka?" tukas Ervan bingung dengan temannya itu.
"Kasih aja mereka mobil keluaran terbaru, bereskan?" ujar Kai dengan nada santainya.
"Ah ... jangan gila dong? kalo gue kasih mobil, bisa bangkrut kita?" Ujar Dani yang membuat mereka tertawa bersama.
"Mobil dia aja belum lunas,?" Tunjuk Adi pada Dani.
"Yoi bro, lo emang pinter? Gue makin cinta sama lo, Di.?" Goda Dani dengan sedikit alay.
"Najis bangat sih, lo!" Adi bergidik jijik melihat kelakuan temannya itu.
Dan tawapun terdengar menggema di ruangan itu. Mereka juga membahas tentang pasangan yang akan di bawa ke acara anniversary orang tuanya Kai.
"Eh ... gimana dengan lo semua, mau bawa siapa buat nemenin kalian biar gak kelihatan jomblo sejati?" Ervan kali ini yang bicara kepada ketiga temannya itu. Dengan menaik turunkan kedua alisnya.
"Secara lo semua itu emang bujangan lapuk kan?" Ervan tertawa dengan kerasnya. Karena disini memang hanya Ervan lah yang mempunyai kekasih. Maka dari itu, Ervan selalu menjadi bahan olokan mereka dengan mengatainya Bucin, alias budak cinta.
Serempak mereka bertiga menoleh ke arahnya dengan tatapan tidak suka. Mereka tidak terima dengan sebutan bujangan Lapuk. Mereka memang belum mempunyai pasangan. Meski umur mereka sudah sangat pas untuk menikah. Mereka tidak ingin terikat dulu, karena mereka masih ingin hidup bebas. Bagi mereka, ini sudah cukup. Toh, tanpa menikah pun mereka sudah pernah berkencan dengan gadis yang mereka mau dan itu tanpa ada ikatan apapun.
Gila apa?
Bujangan Lapuk?
Apa iya??
Mana mungkin?
"Bangsat."
"Sialan."
"Kampret lo."
Dan masih banyak umpatan-umpatan lainya yang mereka keluarkan. Sedangkan Ervan hanya tersenyum acuh meski dapat umpatan dari temannya itu. Karena memang dasarnya mereka selalu bercanda.
"Wah ... gak bener nih kita di katain bujangan lapuk ma si bucin ini.?" suara Dani yang terdengar.
Kai dan Adi hanya tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya.
"Eitss .. apa kalian lupa, kalo disini ada para gadis cantik yang seksi itu.?" dengan tampang jenaka Dani bicara.
Adi langsung menepuk jidatnya dengan tangan. Karena ia baru ingat kalo disini ada para bidadari cantik. Yah ... itulah yang ia pikirkan.
Sedangakan Kai hanya diam dan sedikit melamun dengan pandangan menerawang entah kemana. Ia baru ingat dengan Yasika gadis cantik yang pernah ia cium. Kai sengaja menghindarinya bukan karena alasan apapun. Ia hanya tidak tahu dengan persaannya sendiri. Apakah ada persaan di hatinya untuk gadis itu. Atau ia mencium gadis itu hanya karena terbawa suasana saja.
Tapi jauh dalam hati Kai, ia tidak berniat untuk mempermainkan gadis itu. Hanya saja untuk sekarang, mungkin ini yang terbaik dengan cara seperti ini.
"Gimana, lo mau ajak siapa huh.?" tanya Dani lagi.
Adi tersenyum senang, dalam benaknya ia ingin sekali mengajak Yasika. Tapi Adi tahu bahwa Yasika bukanlah gadis sembarangan, gadis itu pasti akan menolak ajakannya.
"Apa mereka akan datang?" tanya Adi.
"Yah ... mungkin, mereka juga kan di undang, bener gak Kai.?" tanya Dani pada Kaisar.
Kai menoleh dan menganggukan kepalanya.
"Gue mau ajak Novia." ucap Dani tersenyum.
Adi diam, dan ia____"Gue ajak Annisa." sambil memegang dagunya.
"Widih ... udah punya gebetannya sendiri nih.?" seru Ervan heboh.
"Dan lo Kai.?" Kai menoleh " Kayaknya Yasika cocok sama lo.?" ucap Ervan lagi.
Semua menatap ingin tahu jawaban apa yang akan diberikan Kai. Ia bingung harus menjawab apa pada temannya itu. Sebenarnya Kai sangat senang bila dia bisa mengajak Yasika. Tapi ... itu tidak mungkin. Karena ia dan Yasika kini sedang sama-sama sedang saling menghindar.
"Apaan ... Gue gak mau.?" itulah jawaban Kai. Mereka melongokl tidak percaya dengan jawaban Kai. Mereka kira Kai akan menyetujuinya. Ternyata dugaan mereka salah, padahal bagi mereka, Yasika sangat cantik dan cocok untuk Kai. Ternyata dia belum bisa move on dari mantannya. Seorang Yasika saja yang sangat cantik dan baik belum bisa membuatnya jatuh cinta lagi.
Ah ... itulah Kai yang sedikit keras kepala.
*****
"Eh ... gue cocok gak pake gaun ini.?" tanya Novi kepada Yasika dan Ica.
"Menurut gue itu bagus kok?" Ica yang menjawab.
"Secara gitu yah, gue harus tampil beda dengan yang lain. Siapa tahu entar disana ada cowok tajir dan ganteng.?" Novi tersenyum penuh dengan semangat.
Ica tersenyum licik, ia ingin menggoda temanya itu. "Ada tuh mang Unang yang setia nungguin lo?" mereka tertawa.
"Ishh ... apaan sih, gak banget gue.!"
Mereka sudah siap, sudah tampil anggun dan Cantik dengan sedikit polesan di wajah. Dengan mengenakan gaun yang sangat indah. Sungguh mereka terlihat sangat sempurna malam ini.
Dan tak jauh dari mereka, para lelaki itu tampil gagah dan memukau dengan setelan jas yang mereka kenakan. Mereka sudah bersiap. Ervan pun akhirnya datang sendirian karena kekasihnya tidak jadi ikut di karenakan ada keperluan mendadak bersama keluarganya, terpaksa ia menjadi jomblo untuk sementara.
Dari kejauhan ketiga gadis itu berjalan dan turun menuruni anak tangga. Beberapa pasang mata menatapnya tidak percaya. Ternyata mereka lebih cantik dari biasanya.
Para lelaki itupun tersenyum simpul karena melihat mahluk Tuhan yang paling seksi. Mereka menyambutnya dengan senyuman manis yang di torehkan kepada para gadis itu.
Dan dengan senang hati pula para gadis itu menghampirinya.
"Perfect " itulah kalimat pertama yang keluar dari mulut Adi.
"Ayo kita berangkat bersama.?" Ajak Adi lagi.
Dan merekapun berjalan beriringan menuju rumah sang pemilik pesta tersebut. Para tamu undanganpun sudah banyak yang datang. Mereka berlalu lalang memberi ucapan selamat kepada sepasang suami istri itu.
Dengan sangat ramah, mereka menyambut para tamu yang datang dengan senang hati. Mereka juga di dampingi oleh kedua anaknya, yaitu Amelia dan Kai serta cucunya Jasmine. Mereka adalah keluarga yang harmonis dan bahagia, itulah yang sebagian orang katakan. Kaitersenyum dan menyapa para tamu yang bersalaman denganya. Saat ia menoleh, tanpa sengaja Kai melihat para sahabatnya itu datang bersama dengan para gadis itu.
Dan ... Kai melihat sosok wanita cantik dengan balutan gaun hitam yang sangat kontras dengan kulitnya itu. Wanita itu terlihat sangat anggun dan cantik sekali dengan sedikit polesan di wajah putih mulusnya itu. Kai menatapnya lama dari kejauhan. Sampai ia tidak berkedip sekalipun.
Wanita yang ia hindari dan jauhi saat ini, kini wanita itu ada disini.
Mereka datang dan berjalan mau menghampiri dan memberikan selamat kepada sang pemilik acara tersebut.
"Tante, Om. Selamat anniversary."? Ucap Adi sambil menciun tangan dan memeluk keduanya secara bergantian.
"Terima Kasih anak anak Tante.?" Mamah Wina tersenyum senang.
"Hai, Tante. Selamat ya.?" ucap Novi pada keduanya.
"Eh, kalian juga datang. Makasih yah sayang.?"
Mama Wina memeluknya.
Yasika tersenyum dan mama Wina menatapnya.
"Selamat ya Tan, Om.?" Yasika mencium tangan keduanya.
"Sayang .... kamu cantik sekali nak,?" Mama Wina menyentuh pipi mulus itu dan membelainya.
Tidak sengaja Kai mendengar ucapan mama nya itu. Kai heran kenapa mama Wina bisa seakrab itu, apalagi kepada Yasika.
"Kai ... lihat gadis itu? siapa dia? sangat cantik ya.?" suara Amelia bertanya kepada Kai dengan tersenyum.
"Emm ..." Kaisar belum sempat menjawab, orangnya sudah berdiri di hadapanya saat ini. Dan ...
deg
deg
deg
*****