Laras Kinanti pergi mengadu nasib ke Ibukota, untuk mencari keberadaan suaminya yang menghilang tanpa kabar.
Pencarian Laras berujung luka, karena suami yang ia cari itu menikah dengan Nadine Chandra, yang tak lain adalah putri majikannya.
Sanggupkah Laras bertahan dengan status sebagai pelayan madunya?
Mampukah dia menghadapi kekejaman suaminya sendiri?
Adakah kebahagiaan untuk Laras?
Karya ini kolaborasi dua Author Kece
Nazwatalita dan Jannah Zein.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 11 KEMARAHAN GALANG
Laras tertawa puas setelah berhasil mengerjai Bos tampannya itu. Perempuan itu berlari tanpa memedulikan teriakan Nalendra.
Laras menutup pintu kemudian bersandar di depan pintu sambil mengatur napasnya yang naik turun, karena berlari menghindari Nalendra yang terus berteriak memanggilnya.
Bibir seksinya tertawa puas.
"Rasain!"
Laras memang sengaja mengerjai Nalendra dengan membuatkan capuccino rasa garam. Perempuan itu sangat kesal karena sedari pagi bos gilanya itu terus mengerjainya.
*****
Galang memperhatikan Laras yang kini sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Istrinya itu terlihat sangat cantik dan modis menggunakan baju kantor. Wajahnya yang kini menggunakan riasan tampak terlihat semakin cantik.
Melihat penampilan Laras seperti itu, membuat jiwa lelaki Galang bangkit. Laras sekarang terlihat tidak kalah cantik dengan Nadine, istri keduanya.
"Sayang, kita berangkat pagi-pagi saja, ya? Biar nggak macet," ucap Nadine, sambil menatap suaminya.
Galang mengangguk sambil mengulas senyum terbaiknya.
"Iya, Sayang."
Mereka berdua akan pergi berbulan madu ke villa yang dijanjikan oleh Nalendra. Seharusnya mereka berangkat seminggu yang lalu. Namun, karena banyak pekerjaan di kantor, akhirnya kepergian mereka diundur.
"Kenapa kalian tidak pergi berbulan madu ke luar negeri saja?" tanya Tuan Naufal Chandra sambil menatap anak dan menantunya.
"Bulan madu di dalam negeri saja susah, apalagi ke luar negeri?" Nadine mengerucutkan bibirnya. Pandangan matanya melirik ke arah Nalendra. Pria itu kini sedang dilayani oleh Laras, sang asisten pribadinya.
"Kerjaan kantor banyak banget, Nad, nggak bisa ditinggal. Lagipula, Galang kan juga masih harus banyak belajar." Nalendra menanggapi kekesalan Nadine.
"Lagian, bulan madu di rumah kan bisa juga. Malah enak, nggak buang waktu dan juga ongkos," canda Nalendra yang langsung dipelototi oleh Nadine.
"Ale!"
Semua yang berada di meja makan itu tertawa. Termasuk Nyonya Aline dan Tuan Naufal Chandra.
Galang tersenyum sambil melirik ke arah Laras. Perempuan itu terlihat datar, tampak tak terganggu sedikitpun dengan pembicaraan mereka.
Laras menuangkan air minum ke gelas Nalendra. Pria ini benar-benar menyebalkan. Biasanya, Laras hanya menghidangkan makanan saja ke meja makan. Namun, kali ini dia masih berdiri di depan meja makan, di samping Nalendra.
Bos gilanya itu menyuruh dia tetap berdiri di sampingnya sampai dia selesai makan.
Awalnya Nalendra memaksa perempuan itu duduk satu meja dengan mereka, tetapi perempuan itu menolaknya mentah-mentah. Sebagai hukuman, Nalendra akhirnya menyuruh Laras tetap berdiri di sampingnya sampai dia selesai sarapan pagi.
Nadine tersenyum saat melihat Laras begitu patuh pada perintah Nalendra. Perempuan itu terlihat menahan kesal. Kembarannya itu memang sangat keterlaluan. Dia akan berubah menjadi sangat Menyebalkan ketika ada seseorang yang sengaja membantah perintahnya.
Selama ini, tidak ada yang berani membantah keinginan Nalendra. Pria itu terbiasa egois dan dominan. Laras, pembantu barunya itu ternyata punya cukup nyali untuk melawan Nalendra, karena perempuan itu merasa keinginan Nalendra itu tidak masuk akal.
Laras hanya seorang pelayan di rumah ini, tentu saja, dia tidak mau kalau dirinya bergabung satu meja makan dengan majikannya. Namun, ternyata Nalendra sangat kesal karena Laras berani menolaknya. Makanya, dia sengaja menghukum perempuan itu berdiri di sampingnya sampai dia selesai makan.
Sedangkan Laras, dia dengan penuh kesabaran menahan kesal, saat bos gilanya itu sudah mengerjainya pagi-pagi.
****
Galang mengikuti Laras saat perempuan itu keluar dari ruangan Nalendra. Laras yang sedang terburu-buru ingin pergi ke toilet tidak menyadari jika sang suami itu mengikutinya dari belakang.
Seharusnya pria itu kini sedang dalam perjalanan menuju villa milik Nalendra. Namun, karena tiba-tiba ada rapat penting yang mengharuskan dia hadir, Galang akhirnya tidak jadi pergi.
Pria itu berhenti di depan toilet yang tampak sepi. Laras yang baru keluar dari toilet, sangat terkejut saat dia tak sengaja menabrak seseorang. Kedua matanya terlihat kaget saat tahu siapa yang dia tabrak. Pria itu menatap Laras dengan kemarahan yang tampak jelas di wajah tampannya.
"Mas Galang ...."
Laras menatap pria di depannya itu dengan sedikit terkejut.
"Bisakah kau sedikit saja menjaga harga dirimu sebagai seorang istri?"
Galang mencengkeram rahang Laras, kedua matanya menatap perempuan itu dengan sorot mata tajam, penuh amarah.
.
By: Nazwatalita
*
*
Ada sedikit info buat kalian teman-teman ....
Berhubung cerita ini baru di revisi sedikit, jadi ceritanya mungkin agak sedikit berbeda.
Jadi jangan kaget ya, kalau tiba-tiba ceritanya jadi nggak nyambung 🤭
Kalian boleh baca dari awal lagi biar nggak bingung.
Terima kasih sudah membaca ...
Jangan lupa like, komentar, dan votenya 🙏🙏🙏
yg jahst tu kel nya