NovelToon NovelToon
Cinta Yang Terpendam

Cinta Yang Terpendam

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dian Safitri

Sebuah kecelakaan yang membuat Sultan diharuskan menikahi janda adik kandungnya.Perjalanan cinta yang rumit membuat Hanum berada di persimpangan jalan, kebingungan melanda ... memilih antara tetap bertahan, atau menyerah. Sampai suatu hari, dia menemukan sebuah rahasia besar tentang masa lalu Sultan yang sekarang resmi menjadi suaminya.Akankah Hanum menemukan cinta sejatinya, yang ternyata sepertinya memang sudah disiapkan oleh Tuhan dengan dibungkus sekelumit masalah?

Season 2.


Seorang gadis bernama Cinta berada di ambang dilema saat William, atasannya di kantor mendadak mengajaknya menikah. Memendam cinta kepada kakak kelas sedari dulu membuat Cinta akhirnya menerima pinangan William. Namun, sebuah fakta terkuak usai pernikahan itu terjadi, membuat Cinta begitu menyesali keputusannya.

Cinta hancur saat dia tahu dirinya ada di tengah-tengah antara William dan Raisa. William sangat mencintai Raisa, tapi Raisa mencintai Willmar yang tak lain adalah saudara kembarnya. William hanya menjadikan Cinta sebagai pelarian.

Apakah yang akan Cinta lakukan setelah mengetahui perasaan William padanya? Akankah Cinta berusaha mendapatkan hati William, atau lebih memilih mundur setelah sakit yang tak berkesudahan William berikan padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malu

Sepasang suami istri itu kini telah sampai di apartemen, keduanya memutuskan untuk segera pulang setelah sempat makan malam di rumah makan yang menyajikan berbagai macam menu olahan bebek. Hanum mulai mengerti bahwa ternyata suaminya menyukai bebek bakar, Hanum bisa melihat dari cara Sultan menyantapnya tadi.

 

Hanum merasa sangat gerah di tambah cuaca yang memang panas akibat musim kemarau yang tengah berlangsung. Dia masuk ke kamar mandi dan segera menyegarkan diri. Gadis itu mulai sibuk menggosok badannya dengan sabun.

Menyelesaikan ritual mandinya dan tak ingin berlama-lama karena merasa sudah sangat lelah juga ingin segera membaringkan tubuhnya di kasur.

Beberapa saat kemudian.

Hanum tengah sibuk memilih baju tidur di lemari, dia memilih setelan piyama lengan pendek berbahan katun yang nyaman di pakai.

ceklak.

Pintu ruang ganti terbuka begitu saja dan ....

"Kyyaaaa ...." Hanum berteriak, terkejut karena dirinya baru saja melepas handuk dan belum sempat memakai pakaiannya.

"Astaga!" Sultan yang tak kalah terkejutnya pun segera membalikkan badannya walaupun terlambat karena dia sudah sempat melihat tubuh istrinya tak terbalut busana.

Dia menutup pintu lalu setengah berteriak minta maaf dari balik pintu. Sementara Hanum berulang kali menghentakkan, kakinya merasa sangat malu.

.

Pagi datang menjelang dengan sinar matahari yang masih malu-malu mengintip di balik jendela. Baru pukul lima pagi dan Hanum sudah sibuk dengan pekerjaannya. Menyapu, mengepel, berbenah rumah dan menyiapkan sarapan pagi. Khas pekerjaan seorang ibu rumah tangga.

Hanum menyelesaikan semua tugasnya dengan baik dan tepat waktu, setelah berkutat dengan celemeknya, gadis itu lalu meletakkan dua piring nasi goreng dengan telur mata sapi diatasnya.

Berniat memanggil suaminya karena jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh, takut kalau suaminya terlambat bekerja.

Belum sempat gadis itu memegang handle pintu namun tiba-tiba daun pintu terbuka dan seketika Hanum bisa melihat sosok suaminya muncul dengan setelan jas rapi.

"Ayo Mas sarapannya sudah siap, kenapa kamu lama sekali?" oceh Hanum.

"Baru juga jam setengah tujuh kenapa kamu terburu-buru? Kamu bilang butik buka jam delapan." Sultan berjalan sambil membawa tas kerjanya.

"Bukan aku yang buru-buru Mas tapi kamu yang mesti cepetan."

"Kok aku?" Sultan menarik kursi dan mendudukinya begitu sampai di ruang makan.

"Ya, kan kamu biasanya jam segini sudah berangkat, aku nggak mau kamu terlambat. Nanti kalau kamu terlambat dan ketahuan atasanmu bisa di marahi kamu Mas." Hanum menyodorkan segelas air putih untuk suaminya.

Sultan tertegun sejenak, pria itu terus memandangi istrinya yang terlihat sibuk melayaninya sementara dirinya diam membisu karena bingung mau menjawab apa.

.

Kantor Dinasti Group.

Sultan sedang memimpin rapat dengan kliennya, lelaki itu memperhatikan dengan seksama apa yang tengah disampaikan oleh stafnya yang sedang menjelaskan di depan mengenai proyek kerjasama peluncuran produk terbaru.

Tak butuh waktu lama rapat pun selesai.

Sultan menjatuhkan diri di atas sofa panjang yang ada di ruang kerjanya. Menyesap kopi hitam favoritnya kemudian mengambil sepotong kue coklat yang tersaji dihadapannya. Dia kelaparan karena melewatkan jam makan siangnya. Pria itu terlihat begitu menikmati kuenya hingga kini isi piringnya sudah kosong. Baru saja pria itu hendak bangkit untuk kembali memeriksa beberapa pekerjaannya, tiba-tiba ponselnya berdering.

Kanjeng mami telepon, batinnya.

"Hallo, Mi."

"Bocah gendeng, apa setelah menikah kamu lupa kalau kamu masih punya keluarga? Kamu lupa sama Mami, hah? Kenapa tidak pernah menelpon Mami?" rentetan pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Ibu Ratih, Ibunda Sultan.

"Pelan-pelan Mi, kuping Sultan bisa tuli dengar suara mami yang melengking sampai delapan oktaf," ucap Sultan sambil mengelap mulutnya dengan tisu.

"Pancen bocah gendeng kamu, Mami tuh kangen sama kamu nak."

"Iya Mi, maaf ... Sultan sibuk dengan pekerjaan Sultan, banyak hal yang harus dikerjakan untuk mengejar ketertinggalan kemarin waktu mengurus pernikahan," kilah Sultan.

"Kapan kamu punya waktu buat Mami, Nak? Kamu selalu sibuk. Kita tinggal berjauhan bahkan lebih dari tujuh tahun. Setidaknya telepon Mami sekedar untuk mengabari keadaan mu, sebelum Mami mati."

"Hust, Mami nggak boleh ngomong begitu Mi, Mami masih muda kok, masih bisa hidup lebih lama lagi," hibur Sultan.

"Mami sedih karena terus-menerus tinggal jauh dari kamu Nak. Di tambah dengan kesibukanmu sampai jarang sekali menghubungi Mami, Mami merasa kesepian, seperti tidak punya anak."

"Maaf," lirih Sultan.

"Ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Hm, bagaimana dengan pernikahanmu apa kau bahagia?"

Sultan terdiam sesaat sampai kemudian akhirnya pria itu kembali membuka mulut.

"Baik-baik saja, Mi. Ya ... Sultan bahagia."

"Apa kalian sudah melakukannya?" tanya Ratih.

"Melakukan apa, Mi?" pria itu balik bertanya sambil meraih cangkir kopinya dan kembali menyesapnya.

"Itu ...."

"Bicara yang jelas Mi, itu apa?"

"Oalah kamu itu sudah dewasa, soal pekerjaan saja kamu ahli. Masa soal begituan nggak tahu. Ini sudah hampir sebulan kalian menikah, kalian pasti sudah membuatkan cucu buat Mami kan?" Ratih berusaha menjelaskan maksud dari perkataannya.

"Mami, ah. Kenapa malah ngomongin soal cucu?" protes Sultan.

"Lho, salah satu tujuan menikah kan memang ingin meneruskan keturunan."

"Iya, Mi. Tapi ini baru sebulan menikah masa langsung ngomongin cucu."

"Pokoknya Mami nggak mau tahu, Mami sama Papimu ini sudah tua, Kakek juga sangat berharap secepatnya bisa memiliki cicit. Setidaknya tolong beri kami cucu untuk bisa menghangatkan suasana dirumah ini, yang bisa Mami timang untuk menemani masa tua Mami," ucap Ratih dengan suara sedikit memelas.

"Ya, baiklah Mi. Sultan akan berusaha." entah kenapa tiba-tiba saja terlontar kata-kata itu dari mulut Sultan manakala mendengar Ibunya memohon.

"Itu terdengar baik, sebaiknya kalian pergi bulan madu, lagipula kamu belum sempat cuti semenjak menikah dan langsung bekerja kan? Dengan bulan madu pekerjaan kalian membuat bayi akan lebih maksimal." Ratih terkekeh

"Mi," pekik Sultan. pria itu merasa geram karena sejak tadi Ibunya terus saja menggodanya.

"Ya ... ya ... Mami hanya bercanda, tapi segeralah bulan madu ya. Bulan madu itu sangat penting dilakukan agar hubungan kalian semakin dekat."

"Hm." Sultan hanya berdehem.

"Ya sudah, Mami matikan dulu teleponnya ya, kapan-kapan pulanglah ke Semarang ya!" pesan Ratih pada putranya.

"Iya, Mi."

Sultan kembali menaruh ponselnya di meja lalu mendesah panjang. Pria itu pun bangkit menuju meja kerjanya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.

.

Hanum sedang menunggu suaminya menjemput sore itu, semua temannya sudah perg. Bunda Lili dan Ajeng yang menggunakan mobil sudah lebih dulu pergi. Ginar dan Disha dengan sepeda motor mereka pun sudah melenggang sedari tadi. Metha yang dijemput suaminya.

Dan kini Hanum sudah berdiri di depan gedung sejak lima belas menit yang lalu. Menunggu mobil suaminya yang sejak tadi belum juga datang. Hanum memutuskan untuk duduk di bangku yang berada tak jauh dari sana. Gadis itu melepas heelsnya dan memijat kakinya yang terasa pegal karena hampir seharian ini dia terus berdiri di butik.

Tak lama kemudian sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depannya, Sultan membuka jendela dan melambaikan tangannya menyuruh istrinya bergegas masuk. Hanum pun mengangguk sambil tersenyum. Gadis itu memakai kembali sepatu hak tingginya dan bergegas masuk ke mobil.

"Maaf ya, aku terlambat. Tadi jalanan macet," ungkap Sultan.

"Iya, nggak apa-apa Mas."

Hanum melihat suaminya dengan ekspresi bingung.

"Kenapa nggak langsung jalan, Mas?"

"Kamu belum memasang sabuk pengamanmu." Sultan meraih sabuk pengaman dan memasangnya di badan istrinya.

Wajah mereka tak sengaja bertemu. Dekat. Sangat dekat hingga hidung mereka saling bersentuhan.

Hanum bisa merasakan nafas mint suaminya bercampur dengan parfum musk yang menguar dari tubuh Sultan.

Sementara Sultan juga menikmati aroma wangi bunga lili yang sangat memikat dari tubuh istrinya, pandangan keduanya saling bertemu.

Blush.

Pipi Hanum bersemu merah menahan malu. Gadis itu kemudian memalingkan wajahnya, berusaha setenang mungkin menutupi kegugupannya. Bahunya naik turun menahan nafas, sementara Sultan tak berkedip. Pria itu masih tak bergeming, menikmati suasana romantis yang tercipta. Sultan terus memuaskan hasratnya untuk melihat mata bening nan teduh yang sudah begitu lama ia rindukan.

.

Tbc....❤️❤️❤️

1
Firgi Septia
si raisa pick me😒
Nenie Chusniyah
luar biasa
Dita Aja
Luar biasa
Iwan Setiawan
sip
Felycia Fernandez
suka banget jalan ceritanya 👍👍
Ramlah Gante
cinta yg terpendam
Wa Ira susanti
bagus, AQ suka baca novel ini
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
cerita yg menarik smpai yg membacanya seolah berada dlm cerita tsb....Sungguh Thor menarik cerita mu....👍👍👍😄
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Dua nama yg indah & bgus smua...👍👍👍
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Bahagianya Wina....😍
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Aduuuh...Dion....Dion....gak mikir perasaan nya Wina...ntar di tggl Wina nyaho dech....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
S'pa yg wafat yaaaa....?
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
kan yg lagi happy Dion...❤️
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Dion paling , sangking seneng nya sama Wina...😄
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
ha...ha..ha....Sultan tdak fokus mengancing kan kemeja nya..
😄
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Smoga Dr Wina berjodoh dg Dion hingga mrk menemukan k bahagiaan serta bisa mengasuh putri kcil nya Dion....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Gimana cerita nya Sultan yaaa...koq cuma Adam & Raka yg di ceritakan Reno nyapun bagaimana ?
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
Smoga Dion tdak passed away , bisa terselamat kan utk Yara putri tercinta nya....
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
untung Adam , Sultan serta Dion & Raka menemukan persembunyian Mauryn & Reno., betapa malu nya Adam memiliki tmn spti dua org tsb ( Mauryn & Reno )
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
waaah Hanum luar biasa tegar....& kuat smoga cpt bertemu kmbli dg Sultan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!