NovelToon NovelToon
The Way Of The Ruler

The Way Of The Ruler

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: OmuraRyu

Cerita ini berkisah tentang petualangan seorang pemuda bernama Aryasetya yang bertransmigrasi ke tubuh seorang pangeran bernama Agha Agana.Pangeran itu menerima racun sebelum dinobatkan sebagai Raja, setelah dia memasuki tubuh Agha Agana, dia dinobatkan sebagai seorang Raja di Kerajaan Agrapana.

Dengan berbagai bantuan dari para bawahannya yang terampil, Agha Agana memulai petualangannya. Menemukan berbagai hal baru di dunia yang ia tinggali dan perlahan dia mengerti seberapa luas dunia yang ia tinggali.

Dengan bantuan sistem, Agha Agana
mulai memperkuat kerajaannya dan perlahan dia mulai menapaki jalan penaklukkan. Dimulai dari dunia yang ia tempati kemudian dia menaklukkan berbagai dunia yang memiliki keunikannya masing-masing.

Dan nantinya kerajaan yang ia bangun akan terus ada dan berakhir menjadi Dinasti tanpa akhir.
Ikuti perjalanan Agha yang menapaki langkahnya menjadi seorang penguasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OmuraRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11.Menerima Teknik Buntala Sahasra Juntrung

Gajah Mada memegang pundak Madhava dan menyuruhnya berdiri, Gajah Mada mengatakan kepada Madhava bahwa seorang Jendral tidak boleh jatuh ditanah disaat terluka ataupun diambang kematian. Dia harus tetap berdiri untuk menunjukkan kekuatan yang dimilikinya.

"Teknik yang aku gunakan adalah salah satu teknik yang diturunkan guruku, teknik ini dinamai Buntala Sahasra Juntrung."

Madhava Mendengar nama teknik yang digunakan Gajah Mada dan melihat kekuatan yang ditunjukkan teknik itu, memunculkan keinginan untuk menguasai teknik itu.

Dia meminta kepada Gajah Mada agar mengajarinya teknik itu namun Gajah Mada menolaknya dan dia memberi saran agar Madhava mengembangkan teknik yang dimilikinya saat ini.

Gajah Mada memberi saran itu karena dia melihat potensi pada teknik yang digunakan Madhava terlebih lagi teknik yang terakhir digunakan Madhava hampir menyamai tekniknya.

Setelah pertarungan berakhir Gajah Mada membawa Madhava ke salah satu bangunan di kamp militer. Setibanya dia di bangunan itu dia bertemu dengan Danadyaksa yang melatih prajurit.

Melihat kedatangan Gajah Mada membawa Madhava yang terluka, Danadyaksa cemas akan kondisi yang dialami putranya.

"Jendral, bagaimana kondisi anakku?"

Danadyaksa terlihat cemas dan ada sedikit kilas kemarahan dimatanya. Gajah Mada menjelaskan kondisi yang dimiliki Madhava, setelah mendengar cedera yang dialami anaknya Danadyaksa memiliki raut wajah masam.

Dia memang mengetahui kekeras kepalaan anaknya namun dia masih tidak habis pikir dengan anaknya.

Danadyaksa berpikir jika Madhava seharusnya berhenti ketika dia sudah mengalami cedera pada saat berbenturan dengan Gajah Mada terlebih lagi itu hanya pertarungan biasa bukan di medan perang.

Danadyaksa mendengar kata-kata yang diucapkan Gajah Mada dimana dia mengatakan bahwa sikap yang dimiliki Madhava akan membuat dirinya diwaspadai di medan perang, asalkan dia dapat mengontrolnya atau melihat situasinya.

Mendengar pujian dari Gajah Mada untuk anaknya membuat Danadyaksa kembali tersenyum, setelah berbincang-bincang dengan Gajah Mada, Danadyaksa kembali melatih prajurit. Gajah Mada meninggalkan bangunan militer dan kembali ke kediamannya.

Agha yang mendengar pertarungan antara Madhava dan Gajah Mada tertarik dengan teknik yang digunakan Gajah Mada dan dia pergi mengunjungi kediaman Gajah Mada untuk memintanya mengajari teknik itu untuk dirinya.

..--..

Melihat kedatangan Agha, Gajah Mada yang sedang istirahat menyambutnya dan menanyakan mengapa Agha mendatangi kediamannya.

Adakah tugas penting atau masalah mengenai urusan militer yang mendesak hingga Agha datang ke kediamannya sendiri bukannya memanggil dirinya untuk menghadap di istana.

Agha menjelaskan kedatangannya, dia ingin mempelajari teknik yang Gajah Mada gunakan ketika dia bertarung melawan Madhava.

"Jendral, aku ingin mempelajari teknik Buntala Sahasra Juntrung."

"Yang Mulia, aku bisa mengajarkan teknik itu namun teknik itu sulit untuk dikuasai, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menguasainya."

"Apakah membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menguasainya?"

"Itu tergantung dengan bakat dan usaha yang dikeluarkan, Yang Mulia."

"Kalau begitu kau bisa mengajariku."

"Apakah Yang Mulia menggunakan tombak sebagai senjata utama?"

"Tidak, aku ingin menggunakan pedang sebagai senjata utamaku lalu tombak sebagai senjata kedua. "

"Lalu kenapa yang mulia ingin belajar teknik buntala sahasra juntrung, kalau senjata utama yang mulia adalah pedang bukan tombak."

"Aku ingin mempelajari teknik Buntala Sahasra Juntrung saat ini, terlebih lagi aku belum menemui teknik yang menggunakan pedang. Aku berpikir untuk menggunakan tombak terlebih dahulu sampai aku menemukan teknik yang cocok untuk menggunakan pedang sebagai senjata utamaku. "

"Baiklah, kalau begitu kita memulainya."

Agha berlatih di kediaman Gajah Mada dia mengambil tombak yang ada di gudang militer. Pertama kali dia belajar menggunakan tombak namun entah mengapa dia dapat menguasai dasar-dasar tombak sangat cepat hingga membuat Gajah Mada terheran-heran.

"Benarkah ini pertama kalinya Yang mulia memegang tombak?"

Agha memang baru kali ini belajar menggunakan tombak, mungkin ini adalah salah satu keuntungan karena dia bukan orang dari dunia ini sehingga ia dapat menyerap berbagai hal dengan cepat.

Setelah belajar tentang dasar tombak Agha mulai melakukan gerakan-gerakan ringan yang sesuai dengan teknik yang diajarkan Gajah Mada.

Sabetan tombak dari kanan hingga kiri selalu dipraktekkan Agha hingga dia terbiasa dengan gerakan tersebut dan gerakan-gerakan itu tertanam dalam tindakannya dan berubah menjadi nalurinya.

Setelah berlatih cukup lama Agha meninggalkan kediaman Gajah Mada dan kembali ke istana.

Agha mengingat ucapan Gajah Mada tentang teknik Buntala Sahasra Juntrung. Gajah Mada mengatakan bahwa teknik ini bukanlah teknik tombak murni melainkan teknik lain tetapi teknik ini dapat dipraktekkan menggunakan senjata lain, namun Gajah Mada tidak mengatakan secara gamblang tentang teknik utama Buntala Sahasra Juntrung. Dia hanya menjelaskan bila Agha menguasainya dia akan tahu tentang teknik utama Buntala Sahasra Juntrung.

Agha mempraktekkan teknik yang diberikan Gajah Mada bersamaan dengan Ajian Tapak Badra setiap hari.

Agha yang sebelumnya hanya memiliki tubuh biasa kini menuai perubahan, beberapa otot terbentuk pada tubuhnya. Otot-otot yang muncul pada tubuh Agha tampak mencolok meskipun ototnya tidak terlalu besar.

Agha yang setiap harinya belajar mengenai dunia ini dan selalu berlatih secara bertahap menjadi semakin kuat.

Selain melakukan pelatihan individu, Agha juga meminta Gajah Mada atau Danadyaksa untuk melatih kemampuannya. Disamping itu Kerajaan Agrapana perlahan-lahan mulai berkembang dari dalam, berbagai masalah yang sebelumnya muncul kini dapat diatasi.

Dengan ketertiban yang lebih baik dan keamanan yang lebih kuat berbagai pedagang dan orang luar mulai mengunjungi kerajaan Agrapana kembali. Para pengunjung itu memberikan dampak yang bagus pada perekonomian kerajaan Agrapana.

Agha telah membuat undang-undang yang harus dipatuhi rakyat kerajaan maupun orang luar. Agha memikirkan undang-undang itu setelah sistem baru terbentuk dan dia juga menginginkan agar bangunan yang berada di wilayah kerajaan di atur agar menjadi lebih mudah dalam pendataan, serta lalu lintas di dalam kerajaan dapat tertata lebih rapi.

Selain berbagai hal yang telah dia rancang untuk kerajaan, Agha lebih mengutamakan kekuatan militernya setelah data hasil sensus penduduk dia terima dari Jovic.

Selain melaksanakan wajib militer Agha juga menyebarkan poster tentang perekrutan bakat.

Poster yang beirisi :

Perekrutan Bakat

Anda memiliki Bakat yang tidak dimiliki orang lain datanglah ke great hall.

Anda perempuan atau laki-laki itu tidak berpengaruh yang raja inginkan adalah bakat.

Anda bukan manusia namun dari ras lain dan memiliki bakat datanglah.... raja tidak mendiskriminasi kalian.

Anda merasa rendah diri karena status yang anda miliki tidak usah risau asalkan anda memiliki bakat datanglah.

Anda mengenal orang yang memiliki bakat namun bersembunyi seretlah dan bawa kemari.

Bukan anda yang memutuskan apakah bakat yang kalian miliki tidak berguna namun Raja yang akan membuat keputusan itu.

Datanglah dan tunjukkan bakat yang kalian miliki, aku akan menggunakan bakat-bakat yang ada, dan yang kalian miliki.

..--..

Setelah rakyat mengetahui tentang keluarga Jovic yang tidak menghianati kerajaan mereka merasa tenang, disisi lain mereka gembira setelah melihat poster yang ada di setiap sudut kerajaan.

Berbagai orang dari berbagai lapisan datang untuk mengikuti perekrutan tersebut. Para pedagang yang juga melihat poster tersebut sangat bersemangat karena mereka mencium bau keuntungan.

Setelah Agha melihat respon dari masyarakat dia sangat gembira karena ini akan membuka jalan untuk perkembangan kerajaan Agrapana, dua menteri utama heran namun ikut bersemangat setelah melihat berbagai respon dari masyarakat.

Sebelumnya kedua Menteri menentang keputusan Agha untuk menyelenggarakan Perekrutan Bakat ini karena mereka berpikir bahwa bangsawanlah yang paling cocok untuk menjadi pejabat kerajaan sesuai dengan tradisi kerajaan, namun Agha menegaskan bahwa dengan diadakannya perekrutan bakat ini, akan memberikan dampak positif dan mengisi kekosongan dari jabatan yang telah dia buat.

Apalagi, Agha juga menutup mulut kedua Menteri dengan masa lalu mereka yang terlahir bukan dari bangsawan dan dia juga menjelaskan bahwa tradisi yang akan dia pegang hanya menghormati dewa dan leluhur sedangkan yang lainnya akan dia hapuskan.

Setelah mendengar argumen dari Agha kedua menteri tidak bisa menjawab dan hanya tersenyum kecut.

Dan setelah melihat respon dari masyarakat dan bahkan mereka mendengar dari para warga bahwa orang luar dan pedagang terkejut dengan adanya perekrutan bakat, bahkan para pedagang sudah bersiap-siap untuk mendirikan kios dagangan mereka di Great Hall.

..--.

Hari ini adalah hari dimana perekrutan bakat dimulai, sebelum acara perekrutan bakat dilaksanakan Agha memberikan perintah untuk menjaga keamanan dan ketertiban di sepanjang perhelatan acara kepada divisi keamanan. Podium yang dulu digunakan Agha untuk menyatakan sumpahnya kini dipagari dan dibuat seperti sebuah monumen.

Setelah berlatih teknik Buntala Sahasra Juntrung dan Ajian Tapak Badra, Agha merasakan perubahan drastis pada dirinya. Kini Agha bersiap-siap untuk pergi menuju Great Hall dimana acara perekrutan akan dihelat.

Dia menunggangi salah satu kuda yang ada di istal istana, sampai saat ini Agha belum menemukan kuda favorit yang ingin dia miliki dan tunggangi sehingga dia hanya menggunakan kuda yang ada di istal istana.

Suasana ramai terlihat ketika Agha datang ke great hall, setibanya dia disana dia segera melaksanakan perekrutan bakat.

"Rakyatku mari kita lihat berbagai bakat yang dimiliki Kerajaan Agrapana."

"Saksikan dan tunjukkan bakat-bakat yang dimiliki Kerajaan Agrapana."

"Mulai acaranya."

Setelah Raja memberikan izin acara segera dimulai, berbagai bakat ditunjukkan seperti: pejuang, penari, penyanyi dan lainnya. mereka saling berkompetisi untuk menunjukkan yang terbaik.

Suasana hiruk pikuk dan gembira terlihat ketika acara dimulai, acara perekrutan bakat terasa seperti sebuah festival untuk warga, banyak kios pedagang terlihat di berbagai sisi dan sudut Great Hall.

Selain warga kerajaan Agrapana yang terpesona dengan acara ini orang luar arau turis juga merasakan takjub dengan acara ini.

Pejuang-pejuang yang bertempur menunjukkan keahlian yang kuat, di sisi lain berbagai bakat unik juga muncul selama acara digelar. Hingga beberapa orang terbaik dari mereka keluar dan mendapat kesempatan untuk bertatap langsung dengan raja.

Agha melihat beberapa petarung yang memiliki teknik baik memikirkan suatu ide untuk membuat unit khusus dari mereka. unit yang ingin dia buat adalah unit tanpa prajurit melainkan unit individu, sehingga dia unit ini dapat melakukan misi-misi di medan perang atau diluar medan perang.

"Ini cukup bagus, aku harus segera membuatnya." pikir Agha.

Setelah Agha melihat berbagai bakat yang ditampilkan dia mendapatkan beberapa bakat terbaik sehingga dia meminta mereka untuk menemui dirinya.

1
Raysonic Lans™
perang muluu thorrr...
kurang piknik nehhh authornya..
Raysonic Lans™
abis duel lemes.. abis duel lemes kok abis duel lemes lemes MC nya.. wkwkwk
Raysonic Lans™
perang terus.. kurang percintaan agak garing Thor..
kIkI
Biasa
Edi Porwanto
mantap berat...berasa banget adegannya
~H∆LUsinN∆SI~
kenapa gk up lagi thor
seven cloud
Luar biasa
⑅♥⑅🌻jessicaC⑅🐺⃝
wkwk pengulangan kata gajah mada 2 X wkwk
Ridwan Sutarso
setahu saya untuk menebas itu laiknya pakai pedang, golok, parangdsb, kalau tombak untuk menusuk, menggebuk, menjangkau musuh yang jauh, jadi ambigu bro
Harman LokeST
yang tidak setia bunuh
John Singgih
diam-diam kesal kepada manusia yang menjadi tamunya
John Singgih
ilmu yang meminta tumbal darah
John Singgih
goblin yang bisa berbahasa bahasa manusia
John Singgih
kesempatan terakhir untuk sang oembunuh
John Singgih
akankah ketemu dengan ana yang mencoba membunuhnya ?
John Singgih
dihajar karena senbarangan
John Singgih
kesepakatan yang berbahaya
John Singgih
ketika sang raja tidak menerima penyerahan sang jendral dan memberinya tugas lain
John Singgih
akhirnya punya kesempatan untuk melakukan pemanggilan lagi
John Singgih
ternyata laist masih takut mati juga ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!