NovelToon NovelToon
Cinta Sang Penguasa

Cinta Sang Penguasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:526.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: TereLiye21

Warning 21+
Dosa tanggung sendiri jika melanggar😚😚

Jonathan, seorang penguasa pemilik Asian Grup, berusaha mencari cinta pertamanya yang bernama Keynara Anastasia, untuk membalas dendam atas pembullyan yang terjadi saat masa sekolah..

Setelah beberapa tahun mencari, keduanya di pertemukan di sebuah acara pernikahan. Jonathan tidak ingin kehilangan lagi, sehingga jeratan pernikahan langsung di lilitkan kuat pada leher Nara..

Setelah pernikahan terjadi, Jonathan baru menyadari jika Nara tidak seperti dulu. Dia bukan lagi Nara yang jahat dan penuh ambisi dan berubah menjadi Nara yang polos bahkan cenderung bodoh..

Namun di balik sikap polosnya, Nara menyembunyikan sisi gelap yang mungkin akan bisa bangkit kapan saja. Sisi yang tidak di ketahui oleh siapapun tidak terkecuali Ayahnya sendiri...

Cerita ini mengandung unsur dewasa💦 Kekerasan 💢dan bahasa yang sedikit fulgar...
Harap bijak dalam membaca...

Ini karya pertamaku...
Silahkan klik ♥️, like dan share sebanyak-banyaknya..

~Tere Liye

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TereLiye21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 10

Joy tersenyum tipis saat Della menyapanya dan mempersilahkannya duduk. Della tidak menyangka jika Joy mau singgah ke gubuk deritanya. Della mengenal Joy dari berita tentangnya yang selalu menjadi topik terhangat.

Meskipun berita tentang Joy begitu buruk namun hal itu tidak menyurutkan pesonanya pada kaum hawa. Mereka masih menjadikan Joy sebagai idola dan idaman. Mereka merasa tidak masalah jika harus di jadikan yang ketiga atau ke lima asal Joy bisa bersamanya seharian.

"Kenapa ke sini sih?" Bisik Della merasa sungkan pada Joy meski nyatanya matanya berbinar-binar bisa melihat Joy dari jarak dekat.

Tampannya... Batin Della melirik sebentar ke arah Joy dari samping.

"Joy menyuruhku ke sini." Della melongok mendengar panggilan Nara untuk Joy.

"Kau hanya memanggil nama saja?" Tanya Della berbisik.

"Memanggil siapa?"

"Suamimu.."

"Iya, kenapa?"

"Astaga Ra, sopan dikit kek, panggil sayang, Daddy atau apa gitu." Della sudah terbiasa menghadapi sikap Nara sekarang jadi Della selalu saja mengingatkan Nara tanpa merasa lelah.

"Dia Nathan, Jonathan." Balas Nara berbisik. Mata Della semakin melebar seraya memperhatikan Joy dari atas sampai bawah.

Bagaimana mungkin? Della adalah teman sekelas Nara meski bukan teman baik. Sejak dulu dia ingin berteman dan menjadikan Nara sahabatnya namun Della tidak memberanikan diri mendekat. Della tahu diri dengan posisinya yang hanya anak orang tidak mampu hingga Nara terpuruk karena kejadian yang menghantamnya bertubi-tubi. Della mencoba mendekati Nara sejak itu terjadi, dan dia sangat senang bisa bersahabat dengan Nara hingga sekarang.

"Kau bercanda?"

"Aku serius Dell, mana pernah aku berbohong." Joy mencoba bermain ponsel meski telinganya fokus mendengar apa yang keduanya bicarakan.

Aku tidak bisa mendengarkan obrolannya..

"Jadi dia?" Nara mengangguk.

"Bukankah kau mencari dia?"

"Dan dia datang sendiri, sehingga aku bisa minta maaf." Jawab Nara terkekeh. Della mengerutkan keningnya seraya tersenyum aneh ke arah Joy sejenak. Della juga mengenal Nathan, bahkan dia menyaksikan bagaimana penghinaan yang Nathan terima setelah penolakan Nara di hari itu.

"Sudah di maafkan?" Nara menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

"Lalu? Bisikkan padaku." Della mendekatkan telinganya ke telinga Della.

"Dia menikahiku karena ingin balas dendam." Nara kembali duduk tegak sementara Della merasa kasihan pada Nara. Dia mengira jika Joy pasti menyakitinya mengingat kejadian memalukan beberapa tahun lalu.

"Apa tidak ada kompensasi Ra? Kamu pasti menderita." Della kembali berbisik.

"Tidak aku senang hehe. Dan meskipun menderita aku juga harus menerima itu bukan."

"Cih! Kau memang tidak waras, sudah ku bilang jika itu..." Nara memberikan isyarat Della untuk diam.

"Ikhlas, aku benar-benar ikhlas dan ingin mati dengan tenang." Bisik Nara, Della mendorong pundak Nara lembut. Dia tidak menyukai perkataan Nara sekarang. Itu tidak adil sebab penderitaan yang Nara alami tidak setimpal dengan apa yang menimpanya.

"Aku yakin Nathan tidak sejahat itu, jangan bicarakan itu."

"Eheeeeemmmm..." Nara dan Della saling melihat dan mengakhiri obrolannya.

"Apa keperluanmu ke sini Ra?"

"Sudah kau dapatkan foto itu? Bukannya kau berjanji akan membagi foto Eun Wo padaku."

"Genit sekali, kau sudah punya suami." Della kembali melirik ke arah Joy yang tengah menatap ke arah Nara.

"Itu kan idola, beda cerita Dell, dan lagi, kau tahu kan hanya Oppa Cha Eun Wo yang bisa memberiku semangat." Joy menarik nafas panjang, mencoba mengendalikan rasa ingin tahunya tentang Cha Eun Wo.

"Suamimu sudah melebihi dia, untuk apa lagi." Protes Della tidak mengerti kenapa Nara tidak menyadari jika tatapan Joy mulai menusuk.

Apa Joy cemburu? Kenapa Nara membahas itu ..

"Kau ingkar janji, jahat sekali." Nara mulai memasang wajah kesal sementara Della merasa binggung harus mengambil sikap. Della menarik lengan Nara dan membisikkan sesuatu.

"Suamimu sudah tampan, untuk apa kau meminta foto lelaki lain. Ku rasa dia cemburu Ra.." Nara menoleh ke arah Joy yang fokus melihatnya. Kedua tangannya menyilang di depan perut dengan kaki kanan yang tidak berhenti di hentakan pada lantai.

Nara tersenyum lalu kembali melihat ke arah Della. Tubuhnya di geser agar lebih dekat lagi." Ini rahasia..." Bisik Nara.

"Rahasia? Dia sudah tahu."

"Tidak. Ayo cepat." Della terpaksa berdiri di ikuti oleh Nara. Keduanya masuk ke dalam kamar sebentar lalu keluar lagi dengan membawa amplop putih." Dia tampan hehe." Della mengisyaratkan Nara untuk diam." Oh iya lupa.." Joy yang tidak sabar, langsung berdiri dan merebut amplop putih dari tangan Nara. Della panik tapi tidak untuk Nara, kedua alis Joy di naikan ketika dia melihat isi dari amplop tersebut.

"Siapa ini?" Joy mengamati foto dari Cha Eun Wo yang merupakan grub K-Pop kesukaan Nara. Della yang mengenalkan grub tersebut dengan niat yang baik, agar Nara bisa merasa terhibur.

"Itu Cha Eun Wo." Jawab Nara santai.

"Aku tidak bertanya nama? Tapi siapa lelaki ini!!" Della menelan salivanya kasar, membaca raut wajah Joy di penuhi kecemburuan.

Tidak mungkin jika hanya dendam, aku merasa Joy masih mencintai Nara. Jika tidak, dia tidak akan cemburu seperti itu. Aku biarkan saja mereka, aku ingin tahu apa Joy benar-benar ingin membalas dendam atau menerapkan cinta egois untuk Nara.

"Dia Cha Eun Wo." Joy mendengus kesal. lalu mengalihkan tatapannya ke arah Della, dia tahu Nara tidak akan cepat memberikannya jawaban.

"Siapa lelaki ini? Apa kau sengaja mengenalkan dia dengannya? Kau tahu kan jika dia sudah menikah? Niatmu apa hingga memberikan foto pada wanita yang sudah menikah?" Bibir Della membuka menutup mendengar tatapan mata tajam Joy namun di balik itu semua, ada perasaan senang sebab Della yakin jika Joy masih sangat mencintai Nara.

"Itu hanya grub K-Pop yang berasal dari Korea." Jawab Della pelan.

"Kau menyukainya?" Joy memperlihatkan foto tersebut di hadapan Nara.

"Iya aku suka."

"Aku akan mencongkel matamu jika kau berani melihat lelaki lain selain diriku!!" Joy akan merobek foto tersebut namun Nara mencegahnya.

"Della tidak mudah mendapatkannya." Joy tidak perduli ucapan Nara dan menyobek foto tersebut dan membuangnya di lantai.

"Joy... Kenapa kau sobek seperti itu." Protes Nara.

Bodoh, Nara benar-benar bodoh.. Kenapa dia masih berprotes seperti itu!!!

Nara akan mengambil sobekan foto namun Joy menariknya kasar." Jangan pernah berikan foto sialan itu lagi!!!" Tatap Joy tajam pada Della.

"Iya maafkan aku."

"Maaf Della, dia menyobeknya tanpa perasaan."

"Tidak apa-apa Ra hehe."

"Kau tahu tempat menjual kosmetik." Tanya Joy mengutarakan maksudnya datang berkunjung.

"Iya tahu."

"Antar kami." Pinta Joy masih merangkul erat pundak Nara.

"Hm baiklah, aku ganti baju dulu." Della tersenyum aneh dan masuk ke dalam kamar.

"Harusnya bisa menambah koleksiku." Eluh Nara mengikuti langkah Joy yang mengiringinya untuk duduk.

"Jadi kau punya lagi foto lelaki itu?"

"Punya."

"Di mana?"

"Di rumah."

"Kita pergi ke sana sepulang membeli makeup." Jawab Joy tegas.

"Untuk apa? Katanya tidak boleh sering berkunjung?"

"Untuk membakar rumahmu!!!"

"Kau jahat sekali Joy."

"Aku memang jahat."

"Aku tidak mau pulang."

"Aku siksa Ayahmu jika kau tidak mau. Pilih! Foto itu atau Ayahmu!!!" Nara melebarkan matanya menatap ke arah Joy.

"Jangan!!"

"Bakar foto itu!!"

"Iya iya...." Jawab Nara lemah.

Kurang apa aku dari lelaki putih itu? Wajahnya bahkan mirip perempuan!!!

Setelah Della siap, ketiganya langsung berjalan masuk ke dalam mobil mewah Joy. Della di jok belakang, sementara Nara duduk di samping Joy.

"Ini mau yang di Mall atau di pasar?"

"Pasar lebih murah." Sahut Nara, Joy melirik malas seraya m*desah lembut.

"Apa perlu bertanya hal itu?! Kau tahu maksudku kan?" Jawab Joy menegaskan.

"Baiklah." Della tersenyum aneh dan tertunduk.

Beruntung sekali Nara, Nathan sudah berubah menjadi tampan dan memberikan cinta egois untuk dia.. Astaga.. Kapan aku mendapat lelaki seperti itu..

Joy membelokkan mobilnya ke Mall terdekat lalu ketiganya turun. Secara refleks, Della meraih jemari Nara karena melihat keadaan Mall yang ramai. Joy hanya memperhatikan dan berjalan sejajar dengan keduanya.

"Tenang saja, ada aku dan suamimu." Ucap Della. Dia sangat memahami ketakutan Nara jika sedang berada di sekeliling banyak orang. Dan genggaman tangan yang hangat bisa meredakan perasaan takut itu.

"Aku baik-baik saja." Tangan kanan Nara terselip pada lengan Joy dan berpegangan erat.

Della mengiring mereka ke toko kosmetik yang sepi pembeli agar Nara bisa merasa aman. Joy meminta tolong Della untuk memilih kosmetik bersama Nara sementara dia duduk menunggu di salah satu kursi.

"Dia masih mencintaimu Ra." Tutur Della pelan.

"Entahlah, tapi aku mulai menyukainya."

"Terang saja. Dia setampan itu sekarang, jika seperti dulu mungkin...." Tatapan Nara membuat Della terdiam.

"Tidak..Aku serius Della, aku tidak melihatnya dari sisi itu tapi sikapnya padaku. Dia memang sering berteriak dan bersikap kasar tapi itu hanya sekedar ucapan, sejauh ini dia tidak pernah menyakitiku."

"Cieee... Ehemmm..." Della menyentuh pundak Nara dengan pundaknya. Della merasa senang dengan pengakuan Nara." Syukurlah, aku turut bahagia." Nara tersenyum dan mengeratkan pegangannya.

"Sekarang kita jarang bertemu."

"Tidak apa. Asal kau baik-baik saja."

"Dua Minggu lagi dia akan mengadakan reuni." Della menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Nara.

"Reuni? Maksudmu mengundang teman-temannya dulu termasuk Haikal?" Nara mengangguk seraya tersenyum, meski rasa nyeri tiba-tiba menjalar ketika Della menyebut nama tersebut." Aku akan suruh Joy membatalkan itu!!" Nara mencegah Della dengan mengeratkan genggamannya.

"Tidak."

"Kau mau bertemu dengan dia!! Dan menghancurkan semua ini?!!" Della merasa ikut muak dengan Haikal dan tidak ingin Nara kembali bertemu dengannya.

"Pelankan suaramu Della."

"Aku masih bisa menerima jika kau bodoh Nara tapi jangan bodoh untuk nama itu!!" Raut wajah Della berubah gelisah. Dia hanya tidak ingin Nara kembali terpuruk seperti dulu." Kau akan kehilangan dia jika dia sampai tahu soal masalah itu! Kau mau hah!" Imbuh Della ingin menyadarkan Nara.

"Hm iya. Aku sedang mempersiapkan hati untuk itu. Sudah ku bilang, aku ingin hidup tenang dan menebus semuanya, sementara Joy ingin membalas dendam atas perbuatanku dulu. Aku tidak masalah jika dia pergi asalkan aku bisa membayar habis dendam itu." Nara kembali menggiring Della untuk memilih lagi.

"Tapi Ra... Astaga, aku yakin Joy akan mengerti.. Kau juga tidak pantas mendapat hukuman itu. Sudah ku katakan jika saat itu kau masih labil jadi tidak seharusnya mereka berbuat itu padamu." Nara menarik nafas panjang sebab nyeri pada kepala semakin terasa.

"Berhenti membahas, kepalaku sakit dan aku tidak memiliki obat." Della menarik nafas panjang, mencoba menerima keputusan Nara yang di rasa bodoh. Nara sengaja menghilang dari kehidupannya dulu agar Haikal dan teman-temannya tidak bisa menemukannya. Dan Della juga yang sudah mencarikan rumah untuk Nara di tempat perkampungan. Tujuan Della melakukan itu agar Nara tidakdi temukan oleh mereka. Della menganggap Nara tidak seharusnya mendapatkan perlakuan seperti itu. Meski dia memang banyak menyakiti seseorang namun tidak selayaknya mereka menghakimi dan menyerang mental Nara hingga berakibat seperti sekarang.

Setelah pembayaran, Joy memberikan satu kantung kosmetik untuk Della untuk ucapan terimakasih.

"Ini terlalu mahal, aku tidak bisa melanjutkannya jika habis." Ucap Della menolak, kosmetik yang di belinya tidak setara dengan gaji yang di dapatkan dari menjaga konter.

"Antarkan lagi lain kali, kau akan mendapatkannya lagi." Jawab Joy tanpa tersenyum. Della tersenyum dan menerima itu dengan senang.

"Terimakasih."

"Aku juga Terimakasih, jika tidak meminta bantuan, aku sulit memintanya untuk membeli itu." Della tersenyum, dia tahu sikap Nara yang sering tidak tersambung dengan baik.

"Aku hanya lupa, bukan sulit." Sahut Nara.

"Dia mengatakan itu lagi." Eluh Joy." Sekarang kita makan dan carilah yang sesuai dengan selera kalian." Pinta Joy lagi.

"Lebih baik di depot kecil Joy. Di sini terlalu ramai."

"Hm oke." Ketiganya memutuskan untuk keluar dari Mall dan mencari depot yang ada di sekitar sana. Mereka duduk saling berhadapan dan makan dengan tenang." Apa perkerjaan orang tuamu?" Tanya Joy tiba-tiba. Dia merasa kasihan dengan keadaan rumah Della yang di anggapnya kumuh.

"Ayah hanya buruh biasa Joy dan aku tidak memiliki Mama." Jawab Della tersenyum.

"Di mana dia berkerja?"

"Di PT Kalsindo." Joy tersenyum tipis. Tentu saja dia mengenal perusahaan itu. Perusahaan yang suka memeras tenaga buruh dan tidak bisa memberikan upah yang sepadan.

"Bilang pada Ayahmu, mau berkerja di tempatku?" Della berhenti mengunyah dan menatap ke arah Joy tidak percaya.

"Maksudmu?"

"Aku ingin memberikan perkerjaan untuk Ayahmu. Jika Ayahmu terus saja berkerja di sana, tidak akan ada kemajuan untuk hidupmu."

"Ini serius Joy?" Nara sendiri tidak memperdulikan obrolan itu dan fokus makan.

"Serius." Joy mengambil dompet dan memberikan Della kartu nama." Hubungi nomer itu jika memang Ayahmu mau." Della mengambil kartu itu dan melihatnya dengan berkaca-kaca.

"Bagaimana jika aku saja Joy yang berkerja, Ayahku sudah tua dan jika aku bisa masuk perusahaan besar ini, aku akan menyuruh Ayah berhenti berkerja tapi, aku hanya lulusan SMA."

"Oke tidak masalah, nanti Andra akan memberikan posisi yang cocok untukmu."

"Terimakasih Joy astaga..." Della tersenyum senang seraya memeluk Nara.

"Apa ini!!" Pekik Nara kesal, karena acara makannya terganggu. Joy tersenyum menatap raut wajah Nara yang sudah mulai terbiasa di lihat.

"Kau memang membawa keberuntungan." Ucap Della melampiaskan perasaan senangnya.

"Kau menggangguku Della." Nara menyingkirkan tangan Della yang melingkar di pundaknya.

"Dasar!!" Ucap Della melanjutkan acara makannya dan sengaja mengambil lauk Nara untuk menggodanya. Hal itu membuat Nara memasang wajah kesal dan mengambil lagi lauknya.

"Pesan lagi! Jangan mengambil milikku!" Joy menyadari sesuatu, Nara memang sudah banyak berubah dan memang tidak sedang berpura-pura. Itu terlihat dari ekspresinya sekarang.

Aku masih sangat penasaran dengan apa yang terjadi denganmu dulu. Memang aku lebih menyukai kau bersikap bodoh seperti sekarang, namun aku tetap ingin tahu sesuatu yang bisa membuatmu berubah seperti sekarang..

~Tere Liye

1
Liliek Soetjipto
yg hebat pengarangnya..
Lisa Icha
Masih nyimak dulu Thor
Susi saswita kunum
sabar dulu lah tunggu sampai kamar napa kasian tu yg lagi jomlo🤣🤣
itu joy naranya dijaga benar benar jangan disia sia in kasian dia🥰🥰
Susi saswita kunum
berjanjilah nara kalau kau ngak akan kaget nanti 😁
Susi saswita kunum
ahaha...joy niat hati ingin mengerjai malah terbalik dia yg dikerjai ternyata nara bisa cemburu juga...
Zackya Amalia76
Kecewal
keong' racun 88
bagus ceritanya
elita cantik
oke
Resa Dwi
hahhhh....
korban selanjutnya....
Jihan Putri Khaerunnisa
bagus sekali bikin ikutan JD bucin😘😘
Jihan Putri Khaerunnisa
🥰🥰🥰🥰😘😘😘
Jihan Putri Khaerunnisa
ayo semangat💪💪😘😘
Jihan Putri Khaerunnisa
jdjikutan baper nih😍😍
Nengah Oka
kurang garam yg cewek katak ya
Eli agha
bagus novelnya mantap alur cerita jelas , mantap lah
chaaa
bucin akut bang Joy 🤣
chaaa
lucu bgt mereka berdua 🤣
chaaa
yg mau bls dendan siapa, yg frustrasi siapa 🤣 suka karakter ceweknya.kayaknya tangguh dan gak cengeng 👍
Lulu Nasya
Soo sweet
Lulu Nasya
keren bgt ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!