Area emak-emak yahh! Bocil tidak boleh baca.
Follow ig Author. naura_shafa95
Luna gadis berusia 18 tahun. Wanita cantik ini rela menjadi simpanan Pria yang menjadi sahabat Papahnya. Pria yang bernama Albert ini berstatus duda. Ia ditinggalkan oleh istrinya selingkuh dan memilih bercerai.
Tapi, semenjak mengenal Luna anak dari sahabat karibnya. Albert mulai menyukai Luna secara diam-diam, begitu juga Luna ia menyukai Albert pria tampan, tubuh kekar nan seksi. Membuat ia rela menjalin hubungan gelap dengannya.
Saksikan terus kisah cinta mereka hanya di Noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura Shafa mahbubah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Albert
Luna terus menatap wajah tampan yang terlihat dengan mata kepalanya sendiri. Pandangan itu turun ke bawah, ia melihat Albert hanya mengenakan kaos tipis dan juga boxer berwarna hitam. Luna sampai tidak berkedip melihatnya, jantungnya berdegup kencang, ia benar-benar berada dalam pelukan Albert. Pria yang Luna sukai sejak awal mereka bertemu, begitu juga Albert tidak berkedip saat dirinya memeluk hangat tubuh mungil itu yang kini berada dalam kukungannya.
Duuaarr!
Luna seketika juga langsung memeluk erat kembali tubuh kekar itu juga terlihat bulu di dad*nya menambah kesan seksi Albert bertambah. Albert tidak bisa berkata-kata lagi jantungnya seakan sedang lari maraton, Luna membuat dirinya terasa nyaman dibuatnya.
"Om, Luna takut. Jangan pergi," pintanya saat Albert mulai melonggarkan pelukan.
Bagaimana pun Albert adalah Pria normal yang punya rasa berbeda saat berada di situasi seperti ini. Ia mencoba menahan hasrat yang menggelora dalam jiwanya.
"Baiklah, Luna tidur saja disini. Biar nanti Om tidur di sofa," sahutnya sambil merebahkan tubuh mungil Luna.
"Kenapa tidur di sofa Om?" tanyanya.
"Luna dan Om tidak boleh tidur bersama. Karena Kita belum muhrim. Eh maksud Om, bukan muhrim," ucapnya.
"Ishh Om," rengek manja.
Luna pun berpikir demikian, ia menatap penuh wajah Albert yang saat ini berada dekat dengannya.
"Om sudah lama menduda?" tanya Luna membuat Albert terkekeh.
"Hmm, lima tahun Om menduda. Kenapa memangnya, apa Luna takut?" tanya Albert pelan.
"Tidak, Luna malah senang berada di dekat Om," serunya sambil tertawa kecil.
Albert hanya bisa menghembuskan napasnya pelan. Sejak tadi ia menunggu Luna tidur tapi ia malah menemani Luna yang saat ini banyak sekali pertanyaan darinya.
Lima tahun bukan waktu yang sebentar, sering kali juga Albert bermain dengan wanita malam untuk menuangkan hasratnya. Tetapi ia berpikir sudah waktunya berhenti karena ia bukanlah anak muda lagi. Albert mencoba menahan hasrat selama setengah tahun untuk berubah menjadi yang lebih baik. Walaupun banyak sekali godaan, ia juga berharap ada sosok wanita yang menerima dirinya apa adanya.
Tidak terasa, malam semakin larut, Luna juga sudah tidur. Albert pelan-pelan melepaskan pelukannya, ia langsung menyelimuti tubuh mungil itu yang hanya memakai tangt*p dan juga celana pendek. Albert menelan salivanya susah payah, sungguh ini godaan yang sangat besar untuknya. Melihat tubuh seksi berada di hadapannya. Albert mencoba fokus untuk tetap menahannya, ia langsung menyelimuti Luna dengan selimbut tebal miliknya. Tanpa sengaja Albert malah menyentuh sekilas gunung kenyal milik Luna.
"OMG, Luna."
Albert segera berlari ke arah kamar mandi untuk melepaskan gelora hasratnya sendiri. Ia takut dirinya tidak bisa mengendalikan dan malah menjadi bencana untuknya.
"Luna," Ucapnya kembali di dalam kamar mandi.
Pagi telah tiba. Luna mengerjapkan mata indahnya. Ia tidak sengaja melihat Albert yang telah berdiri di depan lemari pakaian. Albert menggunakan lilitan handuk kecil di pinggangnya, rambutnya basah, tubuhnya terlihat sangat seksi saat habis mandi.
"Om," sapa Luna dengan suara beratnya, membuat Albert tersentak kaget.
"Luna, tutup matamu. Om kira Kamu belum bangun," pekiknya sembari berlari ke arah kamar mandi. Luna tertawa sambil bangun dari tempat tidur, ia merasa gemas sendiri.
"Berada di rumah Om Albert, Luna menang banyak nih. Mamih pokoknya jangan pulang dulu, Luna mau sama Om Albert lebih lama biar tiap hari Luna melihat pemandangan yang sangat indah di depan mata," ucapnya sambil tertawa keluar kamar Albert