Afkar Giovani Nararya si ketua kedisiplinan Sekolah SMA N TUNAS BANGSA, di nikahkan dengan Hanindya Kayesa si Ratunya terlambat, dan mereka terkenal tidak akur satu sama lain
Di tambah keseruan teman sekelas yang gila gila mewarnai
Seperti Tom and Jerry bagaimana mereka menjalani bahtera pernikahan mereka?
bagaimana mereka menyikapi situasi yang memaksa mereka menjadi orang dewasa di usia mereka yang masih remaja?
Bagaimana mereka menyembunyikan status pernikahan mereka dari pihak sekolah agar tidak di keluarkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon P TututhPern, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Hanin bersiul kecil sambil memasak mie instan, sekarang dia sendirian di rumah karena Afkar tengah sibuk rapat di sekolah. Karena tadi malas menunggu jadi dia menodong Afkar minta uang taxi karena tidak mau naik angkot.
" huaa... " kaget Hanin begitu berbalik dia mendapati Afkar sudah duduk di meja makan " woi. njir. kalau pulang itu salam kek " omel Hanin berjalan ke meja untuk mangkuk yang ia bawa tidak jatuh
" buatin makan dong, Nin. lapar gue " kata Afkar melonggarkan dasi sekolahnya.
" ambil ini saja, nanti gue bikin lagi " Hanin menyodorkan mangkuknya
" thanks " Afkar meraih mangkuk Hanin dan mulai melahap mie instannya.
" huh... emang ngak makan lo? " tanya Hanin bertopang dagu menatap Afkar menyantap makanannya.
" sibuk Nin "
" ya sesibuk sibuknya lo, jangan sampai lupa makan. gue tau tugas lo banyak tapi kalo lo sakit bagaimana? " omel Hanin
" kan ada lo "
" njir, gue males ngurusin orang sakit " ucap Hanin, Afkar hanya tersenyum kecil. " gue serius Fa, kedisiplinan bukan cuman lo doang. "
" gue ketuanya Hanin " jawab Afkar meraih gelas dan meneguk airnya " gue ngak bisa santai santai sementara anggota gue kerja "
" tapi sekarang kebalikannya kan? Sampai besok lo ngak sempat makan gue tabok kepala lo " ancam Hanin.
Hanin bergerak gelisah di bangkunya melirik ke bangku Afkar yang belum kembali karena mengurusi anak kelas sepuluh yang membuat ulah istirahat tadi.
" kenapa lo? " tanya Zain yang memang memperhatikan Hanin " nungguin Papa. "
" ngak elah... ngapain coba? "
" dari tadi lo lihat ke bangkunya mul- "
" permisi, maaf bu saya baru datang " Afkar menghampiri guru yang mengajar
" sudah selesai masalahnya? " tanya bu Mita
" diurus pak Juan, bu "
" langsung ke ruang BK? " Afkar mengangguk " ya sudah kamu duduk. "
" terimah kasih "
Begitu bu Mita keluar kelas Hanin langsung mendekati Afkar dan menyodorkan beberapa bungkus roti dan air mineral yang sempat ia beli saat istirahat tadi.
" apa ini? " Afkar mendongak menatap Hanin yang berdiri di depannya
" sampah " jawab Hanin sarkas.
" Ciee... Mama perhatian... " Zain lagi lagi yang memulai berseru heboh " buat adek Zain malik mana Ma? "
" di kantin banyak " jawab Cia
" Cia cemburu sama abang ya " goda Zain, Cia yang memegang buku melemparnya ke Zain
" mati aja lo, Zina "
" gue kawinin juga lo berdua " kesal Afkar yang memang sedikit pusing
" dimana mana nikah dulu pa baru kawin, ngaj pengalaman sih " timpal Kevin
" buruan makan, tadi pagi lo juga tidak sarapan " Hanin berbicara pelan agar yang lainnya tidak mendengarnya.
" heh... gue terharu lo perhatian sama gue " Afkar berucap dengan nada menyindir, Hanin memutar bola sambil menipiskan bibirnya kesal
" ya lo harusnya bersyukurlah, meski pun lo selalu marahin gue, gue masih mau ngurus lo " decak Hanin
" iya iya thanks " Ucap Afkar sambil membuka botol minum dia memang sangat haus
" eh, tuh muka kenapa? " tanya Hanin melihat ada lebam kecil di dekat matanya " berantem lo? " Hanin tanpa permisi membuka kacamata Afkar dan mempwrhatikan lebam Afkar
" tidak sengaja kena pukul tadi " jawab Afkar berdecak " sana minggir lo, ngerusak pemandangan tau ngak "
" ih, siapa juga mau lama lama. " Hanin menendang pelan mejanya dan berjalan ke bangkunya.
" woi, kacamata gue "
" lo ganteng kok kalau ngak pake nih kacamata harry potter " saut Hanin dari bangkunya.
" eh bener... papa ganteng loh " seru Miya " tiba tiba gue Falling in love sama lo pa "
" ck, Hanin balikin sin- "
" woi lo dipukul siapa? " Alvin yang memang duduk di depan Zain bertanya saat melihat memar di pinggiran mata Afkar. spontan mereka menoleh Zain dan Baim langsung mendekat
" ilah Pa, kalau mau berantem panggil kita napa? "
" ah bawel, gue cuma tidak sengaja kena pukul " ucap Afkar meraih topi dan memakainya
" WOOO...WOO... " pekik Cia tiba tiba
" kenapa lo? " kaget Fadly yang hampir tidur terbangun mendengar pekikan Cia.
" lo gitu yang, Nin... mm.."
" apa sih? " Hanin yang bercerita dengan Miya kaget juga, dan sekarang Cia tiba tiba bicara aneh.
" Peje mana Nin " todong Cia
" HAH? ngomong apaan sih lo? main minta peje, gue belum jadian sama Kennan " sungut Hanin.
Cia mendekatinya dan mulai berbisik
" cowok ganteng malam itu Afkar kan? " tanya Cia, Hanin langsung menolehkan kepalanya ke Cia lalu ke Afkar yang juga melihat ke arahnya
shit
sepertinya dia salah karena mengambil kacamata Afkar.
" apa sih? apasih... ilah kasih tau gue dong " kepo Miya, Hanin menghela nafas " wih... Papa... lo ganteng banget, Nin gue serahin Kennan deh ke lo "
" anjir " umpat Hanin dia berdiri mendekati Afkar " ngak usah sok ganteng deh lo "
" hah? " bingung Afkar, Hanin mendengus menyerahkan kacamata Afkar.
" cieee... si Mama cemburu " goda Cia
" ngak ya, ngapain juga " jawab Hanin
" alah... ngak usah ngelak ya " seru Cia cekikikan. " lagian kalian sering jalan bareng kan? "
" ngak "
" Ma... ngaku ngak lo " ancam Kevin " kenapa sih kalau pacaran? "
" tau ah " kesal Hanin.
" bego " Ucap seseorang yang memang memperhatikan sejak tadi.
tbc
dan 2024 anakku lahir ta kasih nama hanindya😍
kangen sama karya baru nya mak 😂