NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Sugar Daddy

Terpaksa Menikahi Sugar Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Cintamanis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial
Popularitas:99.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Mustika

Rosi seorang gadis yang nakal, peminum, perokok dan menyukai dunia malam. Tanpa sengaja menikahi seorang Duda pendiam, dialah sang Sugar Daddy langganannya untuk sebuah kencan palsu.

Duda pendiam ini tidak menyukai Rosi sedikitpun, dia hanya menginginkan Rosi selalu bersamanya dan membayar Rosi dengan uang yang sangat banyak. Rosi adalah anak SMA kelas 2 di suatu sekolah swasta di Kota. Kehidupannya yang berliku membawanya, menjadi wanita muda yang liar di gelapnya dunia malam.

Karena tuntutan dunia elit yang gila, dia terpaksa menjadi simpanan seorang Sugar Daddy yang pendiam dan selalu membayarnya dengan sangat memuaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Mustika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TMSD-6 : Apa yang Kau Sembunyikan? / Pria Paruh Baya

#Pembaca setia, maaf atas ketidaknyamanannya setiap 2 eps novel author gabung karena max per eps harus 1000 kata, trims.🤗

#Plagiarisme tidak author benarkan, author akan menuntut orang yang mengklaim hasil karya author.

#Selamat membaca😍😘

Rosi bangkit dari kasurnya, David sudah pulang.

Ia masih memikirkan perkataan David, dan mulai pusing dengan semua ini.

Seharian Rosi tiduran memainkan hpnya memutar musik, menonton drama dan membaca NovelToon. Ia tidak ingin melakukan pekerjaan yang berat dan hanya ingin bersantai.

Jam menunjukkan pukul 2 siang, perut Rosi mulai berbunyi. Ia menyudahi istirahatnya, bangkit, beres-beres rumah, mandi, berjalan ke arah Loundry yang jaraknya 50 meter dari rumahnya untuk mencuci baju. Belanja di toko sayur, dan pulang.

Rosi mengiris bawang, timun, cabe, dan sosis. Dia menggoreng ayam dan mensuir-suir ayam tersebut. Perutnya semakin berbunyi. Untuk memecah keheningan dia membuka semua jendela dan menghidupkan musik di hpny, kemudian mulai menari dan menyanyi. Dia memasak dengan sangat bersemangat.**

Setelah memasak, Rosi membawa sepiring penuh nasi goreng gila kekamarnya. Dia makan menghadap ke jendela sembari menonton Kartun kesukaannya (didalam kamar Rosi juga ada tv). Pagi minggu yang sempurna gumamnya. Rosi teringat perkataan David, Pria cuek yang hanya bicara hal penting itu. Dalam hatinya mulai timbul kepercayaan. Karena selama ini David tidak pernah melakukan hal yang tidak baik, dan selalu mengingatkan kebaikan pada Rosi. Rosi menghabiskan Nasi gorengnya, ia minum beberapa teguk air.**

Rosi mengantar piringnya kebawah, dan membuka kulkas. Dia mengeluarkan semua bir, membuka lemari, dan mengeluarkan 2 pack besar rokok. Rosi mengamati komposisi 2 barang yang dilarang David itu. Dan mencari efek samping pengonsumsiannya di google. Rosi terbelalak, alangkah banyak dampak negatif yang akan ia dapatkan jika terus mengonsumsi 2 barang tersebut.

Rosi membuka 10 tutup botol bir itu dan menuangkannya di kamar mandi. Rokok 2 pack itu ia buka dari bungkusnya dan dipatahkan semua. Karena ia tahu jika 2 hal itu dibuang utuh ke tong sampah. Maka akan diambil orang lain, dan dikonsumsi. Ia tidak mau orang lain mengonsumsi 2 barang ini.

Rosi memasukkan semua sampah ke plastik dan membuangnya di pembuangan sampah yang tidak jauh dari rumahnya.

Ketika Rosi kembali kerumah, dia melihat Juna duduk didepan rumahnya.**

"Rosi, hai. Kenapa tidak membalas chat saya?" kata Juna, Juna duduk gagah diatas kursi depan rumah Rosi. Mengenakan Jeans Biru, dan Kemeja putih, dan sandal jepit. Ia nampak tampan memakai apa saja.

"Hmm saya hari ini ingin me time dulu mas." bohong Rosi

"Hm, kita jalan yuk?"

"Maaf mas saya banyak PR" elak Rosi

"Sini saya bantu, PR apa?"

"Fisika, Kimia dan MTK mas" jawab Rosi grogi, sengaja dipilih pelajaran yang sulit, karena mengira Juna tidak tahu mengerjakan semua mata pelajaran itu.

"Wah boleh saya bantu?"

"Hahh" yang benar saja. Rosi tidak tahu mau beralasan apa-apa lagi dia hanya mengangguk setuju.

Di ruang tamu Rosi mengumpulkan materi minggu depan, yang ia karang menjadi PR padahal tidak!

Juna memerhatikan tugas-tugas Rosi.

"Kejam sekali Dewi, Ryan, dan Tika ya. Memberi pacar saya, tugas begini banyaknya" Juna melihat buku saksama sembari mengoceh, dan menyebut nama guru Fisika, Kimia, MTK Rosi.**

"Mau minum apa mas?"

"Ohh saya, jus aja terserah jus apa"

Rosi datang dengan segelas Jus semangka, Segelas susu Frisian Flag Coconut Delight, dan Roti Arnon.

Juna masih sibuk menulis dengan pensil grebel, diatas buku Rosi. "Minum dulu mas" ujar Rosi

"Iya, iya.." jawab Juna sembari masih sibuk menulis. Sesekali dia membuka kalkulator menjumlahkan angka.

Rosi duduk mengamati Juna dan tugas-tugasnya, sempurna itulah kata yang menggambarkan tulisan dan jawaban Juna. Rosi kagum karena Rosi tau bidang studi Juna adalah Sejarah, tapi Juna seperti ahli dalam semua bidang, soal-soal semua terjawab, dengan rapi. Sulit menolak pesona pria ini, Siapa kau ini, kau pintar, tampan dan sempurna. Kejam sekali kalau pria tampan sepertimu mencintaiku hanya karena masalah orang lain batin Rosi. Ia memikirkan perkataan David untuk waspada terhadap pacarnya itu.

Lamunan Rosi buyar, semua Pr sudah selesai Juna mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah Rosi. "Heiii" Rosi terkejut "Eh iyaa mas", "Sudah selesai semua Rosi, nah sekarang ayo kawani saya membeli kemeja" Rosi tertegun dia diam sebentar, harus ikut atau tidak. Juna sudah membantunya membuat Pr, ia tidak enak jika harus menolak. "Hmm, beli di online saja mas" jawab Rosi cepat.

"Ohh iya ya, yaudah, tapi pilihkan ya. Beli juga untukmu sayang" Juna memberikan hpnya pada Rosi. Rosi membuka toko online di Hp Juna. Tapi ia tidak memilih untuknya. Juna melihat

"Wah pilihanmu bagus, untukmu mana? kok tidak ada?" Protes Juna.

"Tidak usah Mas, baju saya banyak" jawab Rosi

"Eiitttss enggak-enggak, sini saya pilihkan" Juna merebut hp Rosi dan memilih 5 baju untuk Rosi, pilihan Juna sangat berkelas, Rosi menyukai semuanya. Rosi dan Juna saling bercanda dan tertawa, Rosi seakan lupa peringatan dari David. Cinta memang aneh, dan tidak bisa dipaksakan.

Juna berusaha mencium Rosi, tapi Rosi menghindar. Juna diam Rosi berkata "Mas, aku tidak mau dicium. Ini tidak benar, kalau kau ingin menikahiku jagalah aku. Hal seperti itu hanya membangkitkan nafsu yang membuat kita berdosa" Rosi tidak percaya kata-kata se putih itu tiba-tiba keluar dari mulutnya. Apa karena David? karena artikel baik yang ia baca tadi? atau ada ramuan baik hati dalam bumbu nasi goreng yang ia masak tadi siang? Entahlah.

Juna terdiam sejenak, "Baiklah cintaku" Juna mengusap rambut Rosi sembari tersenyum menghargai keinginan wanita yang dicintainya itu.

...Pria Paruh Baya...

Hari ini, senin. Matahari bersinar dengan teriknya. Rosi berangkat kesekolah, kali ini dia bangun lebih pagi. Lain dari hari biasa, dia tidak ingin nebeng Juna ia berjalan ke halte bus. Bus pertama datang, dengan cepat ia masuk dalam bus itu. Dia duduk disamping pria paruh baya yang aneh memakai masker, topi dan kacamata hitam. Rosi menghiraukannya dan memasang hetset. Tiba-tiba pria itu mengeluarkan pistolnya dari balik coat nya yang panjang dan lebar.

Rosi panik, dia ingin berteriak. Tapi pistol itu semakin dekat keperutnya, pria itu itu mengacungkan jari telunjuk ke depan maskernya. Tanda supaya Rosi harus diam.

Rosi ketakutan, dia keringat dingin, dan tak tahu harus berbuat apa. Tangannya dingin, suara tercekat. Harus minta tolong kesiapa?

Pria paruh baya itu menuntunnya berhenti di sebuah tempat. Banyak orang di dalam bus tapi pria itu terus menodongkan pistonlya dari belakang Rosi..

Dalam hatinya ingin menangis, ayah, ibuuu hendak mengadu pada siapa????!!

Mereka berjalan kearah dalam rimbunan pohon. Tibalah mereka disebuah gudang kosong. Pria itu mengikat tangan Rosi dengan borgol disebuah kursi besi. Mulut rosi diikat menggunakan serbet. Rosi berusaha berteriak, tapi yang keluar dari mulutnya hanyalan kata yang tidak jelas, karena suaranya tertahan serbet.

"Ahahahah, diam disini anak kecil" Pria itu terdengar menelfon sesorang. Rosi sayup-sayup mendengar suara diujung sana.

"Ikat dia, jangan kau apa-apakan dia, beri dia makan. Biar si lelaki licik itu menjual semua sahamnya."

Rosi sudah kehabisan tenaga berontak, perutnya berbunyi. Dari sayup-sayup sinar mentari memasuki ruanga n itu dari ventilasi dia tau kalau jam menunjukkan pukul 12 siang karena terik matahari yang masuk kedalam ruangan.

Sore itu "Nih makan!" kata pria itu, ikat mulut Rosi dibuka, borgol Rosi dilepas satu. Rosi diam saja. Aku beri kau waktu makan satu jam ya. Pria itu keluar sembari mengeluarkan Rokok dari sakunya, sepertinya hendak merokok. Pelan-pelan, Rosi makan makanannya, untuk memberinya tenaga. Malam ini ia bertekad akan kabur!

Pria itu masuk mengunci tangan Rosi, dan meletakan kuncinya di dalam tasnya, Rosi memerhatikan betul gerak gerik pria itu.

Jam menunjukkan pukul 12 malam, belum ada satupun yang mencarinya. Tas Rosi disembunyikan disebuah ruangan, sehingga ia tidak bisa meminta tolong dan mengabari siapapun. Pria itu tidak bersuara lagi, kelihatannya tidur.

Pelan-pelan, ia mengangkat tangannya dari punggung kursi, bejalan pelan mencari ruangan tempat pria itu tidur. Bayak sekali ruangan itu cahaya remang-remang karena menggunakan lampu watt kecil. Setelah memasuki 5 ruangan, akhirnya Rosi menemukan ruangan penculik itu.

Diam-diam Rosi mengambil tas penculik dan tasnya, disebelah Rosi banyak terdapat kacang dan botol bir, sepertinya kemudian berlari keluar dengan pelan-pelan, Rosi berjalan menyusuri jalan raya 100 meter kemudian dia singgah di sebuah ruko yang tutup Rosi mengeluarkan isi tas penculik dengan tangan belakangnya yang terborgol dengan susah payah. Setelah 15 menit akhirnya Rosi berhasil membuka borgolnya Rosi memasukkan semua barang penculik kedalam tasnya, dan mengeluarkan Hpnya. Dari kejauhan Rosi mendengar terikan.

"Hoiii!" Penculik itu berteriak dari kejauhan, Rosi mengeluarkan Hpnya dan berlari sekencang mungkin. Beruntung ia makan tadi sore jadi tenaganya cukup untuk berlari menghindari penculik. Rosi memgaktifkan hpnya terlihat 21 panggilan dari Juna. 90 panggilan, dan 50 pesan dari David.

Rafleks Rosi menelfon David,

"Hallo Rosi kau dimana!!!?"

"Tuan tolong aku diculik!"

"Rosi, lari terus cari keramaian, saya akan kesana!"

Rosi berlari terus akhirnya ia tidak kuat lagi, dibelakangnya Pria paruh baya masih mengejarnya. Pria paruh baya itu berhasil mendapatkannya, Rosi berteriak dan melemparkan pasir kemata Penculik itu. "Aaaaa...!" teriak penculik.

Rosi berlari kembali dengan tenaga yang tersisa, meninggalkan penculik yang kesakitan.

10 meter didepan Rosi terlihat mobil David. David turun dari mobil membukakan pintu untuk Rosi, dan berlari kearah Rosi. Rosi memeluk David, nafasnya tersengal-sengal, pandangannya gelap, keringat membasahi rambut dan bajunya. Rosi pingsan dipelukan David.

David memacu mobilnya lurus dan melihat penculik didepannya. Dia memberhentikan mobilnya, dan menghajar penculik itu habis-habisan. Rosi yang mulai sadar melihat sekilas karena kurnagnya pencahayaan lampu jalan. David menghajar Penculik dan memaksa penculik menunjukkan bosnya. Setelah itu David menonjok penculik dan pergi dengan mobilnya.**

David membawa Rosi kerumahnya, merawatnya, dan menyuapinya makan. Jam 3 pagi Rosi sadar, melihat David tidur di bawah kasurnya dengan matras. Rosi tidak tega membangunkannya, dan kembali tidur.

Keesokan harinya, David Sudah rapi dengan jasnya, dan menghampiri Rosi yang baru bangun.

"Pagi, Rosi. Maafkan aku soal penculikanmu"

"Tuann, aku diculik, laki-laki 40 an. Dia menyekapku di gudang yang ruangannya banyak."

"Iya, sekarang kamu mandi dulu, ganti baju, makan" David menyodorkan goodie bag berisi baju untuk Rosi.

"Tuannn, kenapa tuan tidak melaporkan hal ini kepolisi?"

"Polisi? aku tidak mau polisi ikut campur, dan menyelidiki lebih jauh. Kita tidak tahu siapa dibelakang semua ini, kalau kita melapor kepolisi identitasku akan terbongkar. Semua yang kita perjuangkan akan sia-sia. Untuk sementara tinggalah disini, aku akan memindahkanmu ke sekolah privat. Rumah, dan sekolahmu sudah diketahui musuhku. Aku sangat menyesal membawamu sejauh ini"

Rosi termenung, dan diam. Disatu sisi dia tidak suka kehidupannya dibatasi, disisi lain dia terikat janji, dan trauma berat dengan penculikan kemarin.

(BERSAMBUNG)

1
Rika Hari
mana lagi lanjutan nya Thor😔🤔🤔
Rika Hari
susah bacanya k lau seperti ini nggak ngerti Aq d buat nya🤔🤔🤔
Fenda Sekewael
kejebak lagi kan, sulit dimengerti 😁
Fenda Sekewael
dirimu yg salah, didekatin ia aja jalan terus
Fenda Sekewael
nitip jejak
Hermina Sambo
lanjutannya mana thor??
Flapiana Rani Sintia
Menunggu lajutanya🥳🥳🥳 semangatt ya
Ika Novitasari
lanjut lg
Flapiana Rani Sintia
Lanjud kak
Flapiana Rani Sintia
Di tgu lanjutan nya🥳🥳
Flapiana Rani Sintia
Kenapa belum lanjud kak?
zellin
bgus crtax
zellin
mkin bgus,bikin nagih bacax
shofia
makax jg jarak rosi
zellin
sangat bagus ceritax,gratis lgi ngalk kayak novel2 lainx,lgi enak2 baca krn ktx gratis,ujung2 hrs bli koin,malasss,noveltoon mmg mantul.
zellin
sangat bagus,bikin nagih bacax.
Ika Novitasari
akhirnya diterima juga😘😘
Flapiana Rani Sintia
🥳🥳🥳
Kurnia Wati
sedih bgt ceritanya segitu doang
Flapiana Rani Sintia
Lanjud kan akirnya davit pelukkk😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!