NovelToon NovelToon
Ayah Yang Tak Pernah Menua

Ayah Yang Tak Pernah Menua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Petualangan / Contest / Tamat
Popularitas:377k
Nilai: 5
Nama Author: Bass

Hai guys ini adalah karya pertama Novelku, jadi jika ada kesalahan dalam penulisan kalian jangan sungkan ya kasih saran dan kritik.

Suatu ketika seorang pria bermimpi menjadi Ilmuwan, dengan segala bakat yang dimilikinya ia menjadi anak yang pandai dan cerdas.

Suatu hari ia ikut dalam lomba Sains dan dari situlah berubah tentang suatu hal.

Dia bernama Evan ia berusia 19 tahun, Evan adalah murid yang pintar dan cerdas di kelas maupun di Sekolah, saat itu dia mengikuti lomba Sains yang diadakan di Sekolahnya. dia yakin, dan berpikir "karya Sains apa yang cocok untuk perlombaan ini."

Lalu ia pun berpikir untuk menunjukkan karya Sainsnya itu kepada juri.

Seperti apakah kelanjutan ceritanya dan bagaimanakah ia dalam menghadapi hari-hari di sekolah maupun kelak ia besar nanti, tunggu apa lagi yuk baca ceritanya.



Dan jangan lupa Like, Coment, and Sarannya.

Kalau perlu kamu bisa vote supaya Author lebih semangat Updatenya.

Aku tunggu ya feedback dari kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bass, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suatu Masalah Di Hari Minggu Yang Cerah

Setelah menyelesaikan masalah diantara hubungan Ayah dan anak, Evan memutuskan untuk menekuni hal yang akan menjadi cita-citanya kelak, hari ini adalah hari minggu, Evan keluar untuk mencari referensi di hari liburnya. Di tengah perjalanan Evan melihat Rahel yang sedang duduk di bangku Taman, terlihat dia sendirian duduk disana diantara para orang-orang yang lewat. Evan yang melihatnya berniat untuk datang menghampirinya.

"Bukanya itu Rahel kenapa dia sendirian di sana dan kenapa dia terlihat murung begitu?" sambil berjalan menuju bangku Taman tempat Rahel duduk.

Evan lalu duduk disebelahnya. Hanya saja Rahel tidak mengetahui jika Evan ada di sampingnya, kehadirannya bahkan seperti angin, sehingga Rahel tidak sadar jika Evan sudah duduk bersebelahan dengannya.

Tatapan Rahel kosong dia seperti sedang melamun memikirkan sesuatu. Evan juga melihat ada air yang mengalir di wajahnya, selepas ia mengakhiri tatapan kosongnya. Evan pun menelan ludah lalu berkata.

"Bukannya kamu selalu terlihat ceria kenapa sekarang kamu terlihat murung hel?, apa ada masalah. uhm coba kamu ceritakan kepadaku mungkin saja aku bisa membantumu!" tanya langsung Evan kepada Rahel.

Mengetahui hal senada yang disampaikan oleh Evan membuat Rahel agak terkejut, sambil tangannya mengusap air mata di wajahnya.

"Kya, rupanya kamu.. Evan maaf ya.. aku tidak mengetahui kehadiranmu. hm itu karena keluargaku yang sedang dalam masalah" ucapnya berterus terang dengan berpura-pura senyum.

"Dia berusaha menutupi kesedihannya, padahal baru saja aku melihatnya menangis." ucap Evan dalam hati.

Evan terdiam dia terlihat memikirkan sesuatu untuk dapat membantu Rahel, sekian beberapa saat setelah keduanya terdiam dalam keadaan canggung Evan akhirnya berkata.

"Bisakah kamu ceritakan kepadaku masalah apa yang tengah di hadapi oleh keluargamu hel, dan apa dampaknya?"Tanya Evan.

Kemudian Rahel mengatakan jika keluarganya memiliki masalah di sebuah Perusahaan tempat Ayahnya bekerja yang kini sedang diambang kebangkrutan. Rahel pun mengatakan seberapa besar masalah yang tengah di hadapi oleh keluarganya dan sedetail mungkin kepada Evan.

Menurut Rahel ada seseorang yang diam-diam membocorkan aset penting milik Perusahaan Ayahnya, lalu menggunakan data tersebut secara ilegal yang berdampak buruk bagi Perusahaan.

"Masalahnya ternyata lebih sulit dari yang aku kira bukan cuma penyelewengan dana, data pribadi Perusahaan pun ikut bocor. parahnya lagi di gunakan sebagai alat untuk perdagangan ilegal." ucap kesal Evan dalam hatinya.

Beritanya pun kian merebak pasca seseorang yang dengan sengaja membocorkannya, ada juga laporan penggunaan data Perusahaan secara ilegal.

Setelah mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh Perusahaan milik Ayah Rahel. Evan berencana untuk membantunya melalui kerjasama antar Perusahaan.

"Berarti situasinya sekarang bisa di katakan genting karena beritanya yang sudah menyebar. awak media pun akan menyorotinya pasti!" Gumam Evan.

"Apa kamu punya solusi Evan?" melihat kearah Evan.

"Aku katakan, mungkin solusi ini sudah lebih di dapat oleh satf karyawan di sana, tapi tidak ada salahnya aku memberitahukanya!" ujar Evan.

"Apapun itu aku akan menyampaikannya pada Ayah!" ucap Rahel.

"Hhm.. Rahel sangat berharap sekali kepadaku!" Ucap Evan dalam hatinya.

"Untuk menekan laju berita biasanya Perusahaan melakukan tindakan seperti menghapus seluruh berita yang menyebar, pada berita-berita yang tak layak untuk disebarkan karena mencakup data pribadi. bisa di katakan jika berita tersebut masih memenuhi standar maka berita yang tersebar masih bisa di hapus peredarannya!" jelas Evan.

Rahel agak kebingungan mendengar apa yang sudah di sampaikan oleh Evan. Namun ia mencoba untuk memahaminya sambil mengangguk paham.

"Jika saja ada beberapa petunjuk yang bisa dijadikan sandaran.." tapi ucapan Evan di potong langsung oleh Rahel.

"Aku ingat, katanya pelayan disana kerap melihat orang berjaket hitam dengan membawa sebuah koper di tangannya!"

"Pria ' apa dia orang dalam Perusahaan?, maksudku dia salah satu dari anggota."

"Kalau itu.., aku belum mengetahuinya."

"Ya, gini saja bagaimana kalau kita membuat kesepakatan sekarang.."

Lalu mereka berdua pun berpisah dan menyampaikan apa yang sudah disepakati bersama.

...----------------...

Evan pun langsung pulang ke rumah seusai bertemu dengan Rahel dan berjanji akan membantunya.

Sampai di rumah ia pun langsung mandi membersihkan badannya, setelah lari kecil dari rumah menuju ke Taman.

Selesai mandi.

Evan lalu mengenakan setelan baju rapi ala bos atau CEO dengan di tambah sedikit style remaja, maka ia bergegas pergi ke Perusahaan Ayahnya. Bersama seorang penasehat umum yang di sewa khusus oleh Ayahnya.

Dia di panggil Sein mantan anggota militer.

Di tengah perjalanan menuju Perusahaan si penasehat bertanya kepada Evan.

"Tuan muda, ada perlu apa sampai tuan harus datang sepagi ini ke Perusahaan?" melihat ke arah Evan sambil tangannya memegang alih kemudi stir.

Evan menjawab "Sederhana aku datang ke Perusahaan untuk berbicara kepada Ayah mengenai suatu hal penting, kau pasti sangat ingin tau kan Sein!" Evan menunjukkan senyumanya ke arah Sein.

Sein juga menjawab dengan rasa keingintahuannya "Tuan muda memang selalu tepat dalam memprediksi,"Jawabnya sambil balas senyum.

Evan pun menjelaskan secara rinci alasan kedatangannya ke Perusahaan sepagi ini. Sein terlihat mengangguk faham saat Evan menjelaskannya.

"Tuan aku faham, maksudnya tuan ingin berbicara langsung kepada Presdir mengenai kerja sama antar Perusahaan. tapi ada satu hal terkait kerja sama antar Perusahaan, bahwa kerja sama itu berlaku jika Perusahaan milik Ayah Rahel mempunyai bukti untuk melawan balik, maaf atas kata-kataku tuan aku cuma mengingatkannya!" ujar Sein.

Evan menjawab "Ya, kau benar sekali Sein tapi aku sudah memperkirakan hal tersebut dari awal dan juga beberapa informasi dari Rahel yang aku catat. kau bisa membacanya pada saat melakukan penyelidikan, mungkin saja aku butuh bantuanmu untuk menyelidiki orang-orang yang ada di Perusahaan Han terlebih dahulu" ucapnya sambil menjelaskan dengan gerakan tangannya.

Dengan rasa penasaran Sein menjawab "tunggu tuan apa tuan sudah memiliki bukti yang mengarah ke Perusahaan Han".

"Ada, namun belum di pastikan kuat dan butuh beberapa bukti lain yang pasti lebih menonjol, dan aku nanti akan memberi tahu mu!" ujar Evan serius dengan perkataannya.

Perjalanannya menuju ke Perusahaan di bumbui oleh perbincangan hangat seputar berita yang beredar mengenai Perusahaan Han.

Dari informasi yang diberikan Rahel saat berada di Taman Evan menangkap spekulasi yang bermunculan di pikirannya. Lalu ia menuliskannya kedalam secarik kertas yang ia berikan kepada Sein sebagai pegangannya nanti.

Perjalanan menuju Perusahaan pun memakan waktu karena faktor kemacetan.

Terlepas dari pembicaraan mereka membuat waktu terasa cepat dan akhirnya mereka sampai di Perusahaan Wallis Every Perusahaan(milik Ayah Evan) di kota yang memiliki julukan si pengabdi masyarakat.

Seperti biasa aku akan memberikan informasi seputar karakter tokoh, Sein memiliki sifat yang

cool, dia hanya akan menjalankan perintah jika itu adalah tugasnya, Sein berumur 23 tahun.

Hai guys jangan lupa like👍 dan komen💬 ya, aku juga butuh ulasan📝 dari kalian juga agar aku bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam cerita.

1
Starlight
bagus dan menarik
btw mampir Thor "Sang Penguasa" cerita aksi sih semoga mau 🙏😁
Mara Rn
/Coffee/
Isma Aji
Baru mampir lg setelah berbulan2 nggak aktif
Your name: iya gpp kok, aku juga telat banget buat bales
total 1 replies
linda sagita
hai your name , aku kembali mampir, salam hangat dari " cinta dua batas"
Your name: Hii ... terimakasih buat dukungannya kak☺️
total 1 replies
linda sagita
lama aku tak mampir thot
Your name: iya gpp kok
total 1 replies
linda sagita
udah lama nggak mampir, ternyata episodnya udh 100 ke atas
Yuni Triana
mampir thor ... dari Pulang Malu Tak Pulang Rindu 🤗
Your name: Terimakasih buat dukungannya
total 1 replies
Rini Antika
Ceritanya seru Kak, aku mampir ya nanti bacanya nyicil, smg berkenan mampir jg k ceritaku..🙏
Your name: Terimakasih kasih untuk pendapatnya kak... iya nanti aku mampir
total 1 replies
Nenie desu
sudah aq favoritkan kak 🙏🤗😇🙏
Nenie desu: sama² kak
total 2 replies
Senajudifa
kutukan cinta dn mr.playboy mampir
Your name: Makasih ya Kak
total 1 replies
Ria Diana Santi
The mask tampaknya kewalahan menghadapi Hyouga. Semoga saja Hyouga selalu bisa melawannya.
Your name: Iya, Kak. Semoga saja. Makasih ya udah setia mampir
total 1 replies
Aris Pujiono
semangat kam
Your name: Iya, makasih Kak
total 1 replies
Aris Pujiono
lanjut yuk.
Your name: Thank you...
total 1 replies
Senajudifa
kutukan cinta dan mr.playboy mampir y
Your name: Makasih banyak ya Kak
total 1 replies
Senajudifa
3 bab dulu y thor kutukan cinta hadir
Your name: Makasih sudah mampir kk
total 2 replies
Senajudifa
enak y kalo jd orang kaya itu...bacax sampai sini dulu y kutukan cinta mampir
Your name: Hm. Makasih ya Kak udah setia mampir
total 1 replies
Senajudifa
aku mampir thor
Your name: Makasih ya Kak selalu mampir kesini
total 1 replies
Senajudifa
nyicil sampai sini dulu thor...kutukan cinta hadir
Your name: Makasih...
total 1 replies
Aris Pujiono
mampir kembali
Your name: Thank you...
total 1 replies
Senajudifa
sama...aku jg pusing kalo mikir yg susah2...kutukan cinta hadir thor
Your name: Makasih ya Kak selalu mampir thank you...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!