NovelToon NovelToon
Mawar

Mawar

Status: tamat
Genre:Romantis / Persahabatan / Romansa / Cintamanis / Tamat
Popularitas:765.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Robbiyana Widiyanto

Kematian kakaknya membuat Ayu memiliki hubungan percintaan dengan Angga, polisi tampan yang bertugas mengungkap kasus kematian tersebut, Herman sahabat sekaligus teman kuliah yang telah lama mencintai Ayu ternyata adalah anak dari suami almarhum kakak, apa yang terjadi selanjutnya dengan hubungan Ayu dan Herman, mungkinkah hubungan persahabatan mereka tetap terjalin baik setelah mereka tahu latar belakang masing masing, bisakah Angga mengungkap pembunuh kakak Ayu yang sesungguhnya ikuti kisah Ayu, Herman dan Angga dalam kisah mawar kali ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Robbiyana Widiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Herman

Sebagai mahasiswa yang tampan, cerdas dan kaya, Herman sangat terkenal di lingkungan kampusnya. Namun bukan berarti dia menggunakan hal itu untuk berbuat seenaknya. Herman ramah, baik dan mau bergaul dengan siapa saja tetapi tidak sekalipun dia memberi sinyal dia dekat secara serius dengan gadis manapun. Banyak gadis yang ingin menjadi pacar Herman, tapi Herman tampak acuh saja.

Bukan dia tidak tahu, tapi sepertinya dia enggan untuk memulai hubungan dengan gadis manapun. Sebenarnya dia tertarik dengan Ayu, namun Ayu sepertinya tidak tertarik untuk menjalin hubungan seperti itu, jadi untuk saat ini dia lebih memilih berteman biasa saja sembari mendalami sifat Ayu, gadis yang sangat menarik, cantik, dan pintar.

Bukan hanya Herman saja yang penasaran dengan Ayu, karena banyak pria di kampus ini yang terang terangan memperlihatkan ketertarikannya terhadap Ayu, bahkan ada beberapa yang sudah menyatakan cintanya pada Ayu, namun mereka semua bernasib sama, di tolak. Tak satupun yang mendapat tanggapan serius dari Ayu, bahkan terang terangan Ayu mengatakan bahwa dia belum punya keinginan ke arah itu, dia hanya ingin punya banyak teman dan segera menyelesaikan kuliahnya.

Herman adalah anak seorang pengusaha yang kaya di Ibukota, dia memilih kuliah di kota Semarang karena dia ingin belajar mandiri dan tidak ingin orang melihat dia karena kesuksesan orang tuanya. Tak ada satu orangpun yang tahu siapa herman sebenarnya. Herman tinggal di sebuah apartemen seorang diri, dia tidak pernah membawa temannya berkunjung ke apartemennya, dia lebih suka berkumpul dengan teman temannya di kampus atau di cafe jika tidak memungkinkan dilakukan di lingkungan kampus.

Herman tidak ingin jati dirinya di ketahui oleh orang banyak karena dia benar benar ingin berteman secara normal, tanpa ada embel embel harta bahkan bayang bayang orangtuanya. Dia sebenarnya juga ingin mencari calon pendamping yang benar benar layak untuk di perjuangkan, bukan hanya sekedar wanita cantik dan pintar tetapi materialistis. Dan sepertinya Ayu menjadi kandidat yang layak untuk di pertimbangkan. Hanya saja herman belum berani memperlihatkannya karena sepertinya Ayu tidak tertarik menjalin hubungan ke arah sana selain hanya sekedar pertemanan saja.

Seperti pagi ini, setelah awalnya berniat mengerjakan tugas dari dosen bersama Ayu, namun rencana Itu berubah karena sudah di kerjakan olehnya, kini Herman dan Ayu sedang menikmati sarapan di kantin kampus.

“ makan pelan-pelan Yu...nggak ada yang ngejar ngejar” Herman menegur Ayu sambil mengelap saos yang belepotan di ujung bibir Ayu dengan tissue dan tersenyum sambil memandang wajah polos di depannya.

“ Belepotan ya Her?” Ucap Ayu sambil mengelap bibirnya kembali dengan tissue di tangannya.

Herman tidak menjawab, hanya menunjukkan bekas tissue yang di pakai mengelap bibir Ayu.

“ Thanks..” ucap Ayu sambil tersenyum ke arah Herman

Tak ada kalimat apapun yang keluar sampai akhirnya Shanti menghampiri meja mereka, dan langsung ikut duduk bersama Ayu dan Herman

“Tega ya kalian, sarapan nggak ngajak ngajak” kata Shanti sambil mencomot tempe goreng di piring Ayu

“ Kenapa? Kamu juga lapar? Belum sarapan juga? Sana pesan sendiri, jangan ganggu Ayu” ucap Herman menghalau Shanti yang ingin mengambil makanan di piring Ayu kembali.

“ Sampai segitunya Her...kamu sama Ayu, aku sudah sarapan kok, cuma kalau makan rame rame kan rasanya jauh lebih enak” sahut Shanti

“ Modus, bilang aja kamu ingin di bayarin” kali ini Ayu yang bersuara menimpali perkataan Shanti.

Shanti hanya tersenyum mendengar omongan Ayu.

“ Ya...aku kan nggak pernah menolak rejeki, kalau memang Herman gak keberatan mau bayarin aku, tentunya dengan senang hati aku terima”

“ Sudah..sudah sana kamu pesan sendiri, nanti aku yang bayar, kasihan kamu ganggu makanan Ayu, udah kurus gitu masih aja kamu tega ambil makanannya.” Sahut Herman mengakhiri perdebatan mereka di sambut dengan pelototan Ayu tidak terima Herman mengatakan badannya kurus.

1
martina melati
low profile bro... y kn thor... hihihi
martina melati
menurut saya william bohong... anya hamil itu memang janin liam, tp mengatakn wira psikopat itu yg bohong
martina melati
anya meninggal dlm keadaan hamil, apakah dketahui oleh wira???
martina melati
permisi thor... mengapa wira blm dselidiki?? shrsny jika kasus pembunuhan segera dlacak . kan ada team investigasiny
martina melati
baru x ini baca novel spt ini... semangat thor/Ok//Heart//Kiss/
martina melati
br x ini baca novel spt ini... semangat thor/Ok//Kiss/
martina melati
jangan2 kakakny ayu, anya sdh menikah. tp diam2 tanpa sepengetahuan ayu. bisa jadi sbg istri simpanan ... maaf thor jika menduga demikian
martina melati
tebak saya, agar ada sanak keluarga ato sodara yg ngurus jenazahny mau dkebumi djkt ato dbw ksemarang.
martina melati
hahaha... mbak itu sbnarny kata sapaan, bukan krn status keluarga... agar kesanny sopan... kali dpanggil adek kn kesanny spt bocil gt
martina melati
knp gk jelasin jenazah yg meninggal adalah kakakny ayu... hmm blm bisa dpastikn y... kn dtas ada ktp korban ato gk dtemukn identitasny y
martina melati
takut... br kenal lho... msh gk berani (ini dbenak ayu y thor)/Grin/
Arumsya Hening
aku sebenernya masih ada yg mengganjal.
konflik antara Anya - Wira - William yg asli dan bener tuh gimana. Trs Wira bilang "Anya itu perempuan ular" , itu jg ga dijelasin lebih detail ularnya dimana.
trs Wira bilang "kalau ttd berkas, jgn pas terburu-buru. Jgn mudah percaya sama siapapun meski asisten pribadimu sendiri" itu jg ga dijelasin gimananya :(
Trs Wira kok tiba2 meninggal tuh gimana
huhh masih ganjel bgtt :(
Sri Widjiastuti
g punya anak, jadinya mendua dg anya trus lahir si Herman... woww
Sri Widjiastuti
buku anya g dilanjut baca ni sama ayu
Sri Widjiastuti
kena racun kah? g da yg tertarik si mawar ada racun ato gak?? 😉😉😚
Sri Widjiastuti
jadi tahu nii. klu si anya..... 🤫🤫
Cahyani Nie
ceritanya keren
Mila Heriyana
kalau gak istrinya Wira ya Notarisnya Anya yg membunuh Anya
Mila Heriyana
bagus, suka dengan ceritanya
Mila Heriyana
perasaan ku anaknya Wira itu Herman eheheh... seru kan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!