NovelToon NovelToon
The Legend Of Hu Jin

The Legend Of Hu Jin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Wuxia / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Terbuang saat bayi dan nyaris tewas di Hutan Terlarang, Hu Jin tumbuh tanpa mengetahui identitas aslinya sebagai Putra Mahkota Kerajaan Timur.

​Ditolak oleh dunia dan diasuh oleh Dewi Es dari Sekte Teratai, Hu Jin bangkit membuktikan dirinya melalui Tulang Kaisar Langit—bakat mitologi yang mengguncang semesta. Namun, alih-alih menjadi alat politik sekte, ia memilih pergi menantang alam liar demi membebaskan gurunya dan merebut kembali takdir yang dirampas!

​Mampukah pangeran yang terbuang ini menaklukkan benua dan kembali sebagai Dewa Pedang Es Kuno?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbuang ke Hutan Terlarang

​Lantai batu pualam aula utama terbelah. Ledakan aura Qi yang tak terkendali dari tubuh Raja Hu Yan menghantam udara, merobek tirai sutra hingga terbakar menjadi abu. Pria itu berdiri di tengah puing-puing pilar cendana yang hancur. Matanya merah padam, napasnya memburu bagai binatang buas yang terluka parah.

​"Di mana putraku?! Cari dia!" raungan Hu Yan memecah keheningan malam, menggetarkan sisa-sisa atap istana. "Jika Hu Jin tidak ditemukan sebelum matahari terbit, kalian semua akan kupenggal!"

​Permaisuri Pertama berlari menembus debu dan reruntuhan, merogoh gaun kebesarannya yang kini kotor berlumpur. Wajahnya sembap oleh air mata.

​"Yang Mulia! Cukup!" ia ambruk berlutut, berusaha menggapai ujung jubah suaminya. "Kendalikan diri Anda... Jika Istana ini hancur, siapa lagi yang akan mencari Hu Jin?"

​Hu Yan tak mendengar. Emosi murni membakar akal sehatnya. Hanya dengan satu sentakan lengan baju, gelombang Qi melontarkan Permaisuri Pertama hingga terseret menghantam dinding batu. Tanpa menoleh sedikit pun, Sang Raja melangkah keluar, menerobos hujan deras yang mulai mengguyur bumi Kerajaan Timur.

​Di luar benteng kota, angin malam meliuk tajam. Hujan turun bagai dicurahkan dari langit, membasahi Kasim Li yang berlari ketakutan menembus kepekatan Hutan Terlarang.

​Di dalam dekapannya, bungkusan kain berisi bayi Hu Jin terasa berat. Sesuai perintah Zhao Feng, ia harus membunuh bayi ini. Namun setiap kali tangannya meraba gagang belati, mata hitam bayi itu terbuka—menatapnya lurus, tenang, tanpa kedipan. Rasa dingin yang tidak masuk akal merayapi tengkuk Kasim Li.

​Aku tidak membunuhnya... batin Kasim Li membela diri seraya gemetar. Biar binatang buas yang menghabiskan nyawanya di hutan ini.

​Langkah Kasim Li yang terengah-engah mendadak terhenti. Semak belukar di depannya berdesir keras.

​SRING!

​Bilah parang berkarat membendung jalannya, hanya berjarak seujung jari dari lehernya. Dari balik pepohonan rindang, lima pria bertubuh kekar melangkah keluar. Senyum menyeringai menghiasi wajah-wajah penuh parut luka mereka—kelompok bandit Serigala Hitam.

​"Tangkapan bagus," kekeh sang ketua bandit yang bermata satu, mengamati kantong tebal berisikan batu permata di pinggang Kasim Li. "Serahkan semuanya, Kasim."

​"J-jangan berani! Aku adalah—"

​Sebelum kalimat itu selesai, parang sang bandit menebas mendatar. Kasim Li mencabut pedangnya demi bertahan hidup. Dentingan logam beradu di tengah guyuran hujan memercikkan bunga api. Namun, dikeroyok lima penjahat berpengalaman di medan lumpur membuat Kasim Li kewalahan.

​TEBAS!

​Sabetan parang merobek punggungnya. Darah segar menyembur keluar, berbaur dengan air hujan. Tubuh Kasim Li terlempar, membuat bungkusan bayi lepas dari tangannya dan jatuh ke atas tumpukan daun basah.

​Merasa ajalnya di ujung tanduk, Kasim Li melempar kantong emasnya ke arah para bandit untuk mengalihkan perhatian, lalu merayap kabur ke kegelapan hutan tanpa menoleh lagi.

​Para bandit tertawa puas mengumpulkan batu permata yang bertebaran. Salah satu anak buah lalu berjalan mendekati bungkusan kain di tanah.

​"Ketua... cuma ada bayi di sini."

​Si Mata Satu melangkah mendekat dengan tatapan dingin. "Pasti anak haram. Tebas lehernya, kita tidak butuh beban."

​Bandit itu mengangkat parang berdarahnya tinggi-tinggi. Kilatan petir menyambar, memantulkan bayangan bilah tajam yang siap menghujam leher kecil Hu Jin.

​Namun, Hu Jin tetap diam. Tidak ada jeritan, tidak ada tangisan. Mata jernihnya menatap lurus pada besi tajam yang meluncur turun.

​Tepat sebelum parang itu menyentuh kulitnya—

​WUUUSH

​Suhu udara merosot tajam. Tetesan air hujan yang jatuh mendadak membeku di udara menjadi bulir-bulir es.

​CANG

​Selembar selendang putih meluncur dari kegelapan malam bagai kilat. Kain sutra itu menghantam parang bandit hingga hancur berkeping-keping menjadi debu besi!

​"Siapa?!" jerit Si Mata Satu panik ketika dadanya mendadak terasa sesak dihimpit tekanan energi yang luar biasa pekat.

​Dari balik pepohonan, seorang wanita melangkah turun perlahan dari udara. Gaun serba putihnya berkibar halus, sama sekali tak tersentuh lumpur atau air hujan. Wajahnya jelita luar biasa, namun tatapan matanya bagaikan es abadi.

​Qian Renxue—Tetua termuda dari Sekte Teratai.

​Tanpa mengucap sepatah kata pun, Qian Renxue mengibaskan lengan bajunya. Gelombang hawa dingin menyapu ke depan. Keempat bandit itu membeku seketika dalam wujud patung es, sebelum akhirnya pecah berkeping-keping disapu angin malam.

​Hutan kembali hening.

​Qian Renxue menunduk, mengarahkan pandangan dinginnya ke tanah. Di sana, seorang bayi menatapnya tanpa rasa takut.

​Saat ia melangkah mendekat dan hendak mengangkatnya, langkah Qian Renxue terhenti. Di dalam dada bayi yang mungil itu, ia merasakan sebuah getaran Qi yang sangat tipis namun begitu murni—Jiwa Penguasa Bawaan.

​Qian Renxue berlutut, merengkuh Hu Jin ke dalam pelukannya. Ajaibnya, begitu tersentuh oleh wanita itu, hawa dingin mematikan di sekitar mereka perlahan melunak. Bayi itu tersenyum tipis, memejamkan mata, lalu tertidur lelap dalam kehangatan dekapannya.

​"Anak yang aneh..." gumam Qian Renxue halus. Senyum tipis yang amat langka terukir di bibirnya. "Niat hati melarikan diri dari perjodohan sekte, malah menemukan takdir seperti ini."

​Dengan satu sentakan ringan, Qian Renxue melompat melintasi pucuk-pucuk pohon membawa sang pangeran terbuang—meninggalkan jejak darah istana demi menyongsong babak baru di dunia kultivasi.

1
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!