Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Dela masih berdiri kaku menatap kepergian Bara yang perlahan menghilang ke balik pintu lorong area VIP restoran.
Mulutnya sedikit terbuka namun tidak ada satu patah kata pun yang sanggup keluar dari tenggorokannya.
Pemandangan pria berjaket kulit mahal yang baru saja turun dari mobil sport miliaran itu terus berputar-putar di dalam otaknya.
Itu benar-benar Bara, pemulung yang kemarin siang baru saja dia caci maki dan dia buang layaknya sampah busuk.
"Dela, kamu lihat sendiri kan tadi? Itu benar-benar si Bara gembel pacarmu itu kan?" tanya Siska dengan suara melengking panik.
"Dari mana dia bisa dapat uang sebanyak itu dalam waktu semalam? Apa dia baru saja merampok bank?"
Siska terus berbicara tanpa henti sambil mengguncang-guncang lengan Dela dengan sangat keras.
"Diamlah Siska, kepalaku sedang pusing sekarang!" bentak Dela tiba-tiba sambil menghempaskan tangan temannya itu.
Dela kembali menjatuhkan dirinya ke kursi dengan tubuh yang tiba-tiba terasa lemas tak bertenaga.
Matanya menatap kosong ke arah tas merek ternama pemberian Aris yang tergeletak di atas meja bundar itu.
Kemarin dia merasa sangat bangga dan menjadi wanita paling beruntung karena bisa mendapatkan Aris yang kaya raya.
Tapi setelah melihat mobil sport hitam milik Bara terparkir di depan sana, mobil sedan milik Aris tiba-tiba terasa seperti mobil mainan yang sangat murahan.
Harga mobil sport itu pasti di atas satu miliar, Aris bahkan tidak pernah membelikannya barang semahal itu sejak mereka berhubungan gelap.
"Apa aku sudah melakukan kesalahan besar dengan memutuskannya kemarin?" batin Dela yang mulai digerogoti oleh rasa penyesalan yang sangat perih.
"Tidak, ini pasti ada yang salah, Bara pasti cuma menyewa mobil itu untuk menipuku agar aku menyesal."
Dela berusaha keras menyangkal kenyataan yang baru saja menampar wajah kesombongannya dengan telak.
Tapi jauh di lubuk hatinya, dia tahu persis tatapan mata tajam dan dominan dari Bara tadi bukanlah tatapan orang miskin yang sedang berpura-pura menjadi kaya.
Sementara itu di dalam ruang VIP yang kedap suara, Bara sedang menyantap hidangan laut kualitas terbaik dengan sangat santai.
Dia sama sekali tidak mempedulikan kekacauan mental yang sedang dialami oleh mantan kekasihnya di luar sana.
Menghancurkan kesombongan orang langsung dari dalam pikiran mereka adalah bentuk balas dendam yang jauh lebih memuaskan daripada pukulan fisik.
Setelah selesai makan dan membayar tagihan yang sangat mahal, Bara memilih keluar restoran melalui pintu area belakang.
Dia masuk kembali ke dalam mobil sport hitamnya dan melaju membelah jalanan malam kota menuju rumah kontrakannya.
Raungan mesin yang buas langsung memecah keheningan di lingkungan gang kumuh tempat Bara tinggal.
Beberapa tetangga yang sedang duduk bersantai di luar rumah langsung melongo melihat mobil super mewah itu masuk ke daerah kumuh mereka.
Bara memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah kontrakannya yang sempit dan mengunci pintunya dengan remot alarm.
Dia tidak peduli dengan tatapan heran dan bisik-bisik para tetangganya, Bara langsung melangkah masuk ke dalam rumah.
Bara merebahkan tubuhnya sejenak di atas kasur tipisnya untuk melepas lelah setelah seharian berbelanja dan mengurus pencairan uang miliaran.
Tapi matanya tidak bisa terpejam karena dia masih memiliki satu jatah daur ulang harian yang belum digunakan hari ini.
Bara bangkit kembali dan menarik keluar tungku logam ajaibnya dari bawah kolong tempat tidur.
Dia menghampiri tumpukan karung goni berisi barang rongsokan di sudut ruangan kamarnya dan mulai membongkarnya.
Kali ini Bara tidak mencari botol plastik ataupun barang elektronik bekas seperti hari-hari sebelumnya.
Tangannya meraih sebuah benda panjang yang terbungkus kain kotor berwarna cokelat dari dasar karung goni paling bawah.
Bara membuka lilitan kain itu dan menampakkan sebuah keris tua yang bentuk bilahnya sudah sangat berkarat dan melengkung tumpul.
Keris ini dia temukan saat sedang menggali tumpukan puing-puing bangunan tua yang baru saja digusur minggu lalu.
Meskipun terlihat seperti sepotong besi tua yang tidak berguna, Bara bisa merasakan ada aura dingin yang aneh memancar dari gagang keris tersebut.
"Kacamata Identifikasi, tunjukkan padaku apa sebenarnya benda berkarat ini," ucap Bara sambil memakai kacamata peraknya.
Deretan teks informasi berwarna putih langsung melayang di udara tepat di atas keris tersebut.
[Nama Benda: Keris Berenergi Spiritual Lemah]
[Kondisi: 15 Persen Bilah senjata sudah hancur termakan usia dan karat]
[Nilai Estimasi: Benda pusaka yang telah kehilangan tuah utamanya, hanya bernilai sebagai rongsokan logam biasa di dunia modern.]
Mata Bara sedikit melebar membaca analisis informasi dari kacamata sistem tersebut.
"Ternyata dugaanku benar, keris kotor ini dulunya memang memiliki energi gaib meskipun sekarang sudah mati," gumam Bara puas.
Tanpa berpikir panjang lagi, Bara langsung memasukkan keris berkarat itu ke dalam pusaran cahaya biru di mulut tungkunya.
Slup!
Keris panjang itu langsung tersedot masuk ke dalam kegelapan tungku tanpa menyisakan jejak sedikit pun.
[Mendeteksi material baru masuk ke dalam sistem.]
[Material: Senjata tajam primitif yang masih mengandung sisa energi spiritual tingkat sangat rendah.]
[Memulai proses sinkronisasi saluran dengan Stasiun Daur Ulang Multiverse di Sekte Harmoni.]
Suara mekanis sistem kembali bergema di kepala Bara membacakan laporan analisis material tersebut.
[Mencari barang buangan dari Sekte Harmoni yang memiliki karakteristik energi kultivasi yang sejenis.]
[Proses pertukaran antar dimensi sedang berlangsung... 10 persen... 50 persen... 100 persen.]
[Pertukaran dimensi berhasil dilakukan tanpa adanya hambatan.]
Cahaya biru dari dalam lubang tungku tiba-tiba berputar jauh lebih kencang dari biasanya.
Sebuah pendaran cahaya kuning keemasan melesat keluar dari dalam tungku dan melayang tenang di udara.
Cahaya itu perlahan meredup dan menampakkan sebuah gulungan bambu kuno yang terlihat sangat kokoh terikat tali merah.
Bara mengulurkan tangannya ke udara dan menangkap gulungan bambu itu dengan gerakan sigap.
[Selamat, Tuan berhasil mendaur ulang senjata berenergi spiritual untuk pertama kalinya.]
[Sistem mendeteksi bahwa keris tersebut telah ditukar dengan salinan teknik bela diri yang dibuang dari perpustakaan luar Sekte Harmoni.]
[Mendapatkan: Buku Manual Keterampilan Teknik Langkah Bayangan Tingkat Dasar.]
Bara membaca informasi sistem itu dengan senyum yang mengembang sangat lebar di wajah tampannya.
Kekuatan fisiknya memang sudah meningkat pesat berkat pil pemulihan kemarin, tapi dia belum memiliki teknik bertarung yang sesungguhnya.
Menghadapi preman jalanan amatir memang sangat mudah, tapi jika Aris menyewa pembunuh bayaran profesional, Bara butuh lebih dari sekadar otot.