NovelToon NovelToon
Rahasia Kalung HW

Rahasia Kalung HW

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Dark Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Ice Meng selalu menjadi orang yang berkorban untuk keluarganya. Membayar utang judi ayahnya, membantu biaya pernikahan kakaknya, hingga menanggung kuliah adiknya.

Di tengah hidup yang penuh tekanan, ia hanya memiliki sebuah kalung berinisial HW, hadiah dari pria asing yang pernah ia selamatkan beberapa bulan lalu.

Tidak lama kemudian Ice menyadari kalung itu bukan benda biasa.
Orang-orang yang ingin menyakitinya mendadak mundur saat melihatnya.

Dan seorang pria bernama Howard Wang perlahan kembali hadir dalam hidupnya.

Saat Ice mulai jatuh hati, ia menemukan fakta mengejutkan.

Kalung HW yang selama ini ia kenakan ternyata bukan sekadar hadiah ucapan terima kasih, melainkan simbol yang membuat banyak orang ketakutan.

Lalu... siapakah sebenarnya Howard Wang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Di sisi lain, para preman yang sebelumnya menemui Ice sore tadi kini sudah tergeletak babak belur. Tubuh mereka penuh luka, napas tersengal, tak berdaya di hadapan para pria yang jauh lebih terlatih.

Seorang asisten dari sosok bos yang tidak diketahui identitasnya berdiri di sana, membaca ulang surat utang milik Lowie Meng, ayah dari Ice Meng.

“Kalian ini siapa?” salah satu preman mencoba bertanya dengan suara lemah. “Kami hanya menjalankan perintah bos kami…”

Asisten itu menatap mereka tanpa ekspresi. “Menagih utang dengan cara menyentuh sesuatu yang tidak seharusnya. Kalian pantas dihukum.”

Di kejauhan, seorang pria misterius duduk di dalam mobil hitam. Asap rokok perlahan keluar dari sela bibirnya, sementara jendela mobil sedikit terbuka, memperlihatkan wajahnya yang tetap tersembunyi dalam bayangan.

“Putuskan jari mereka,” perintahnya dingin.

Tanpa ragu, perintah itu segera diteruskan kepada anak buahnya.

Anak buahnya langsung bergerak. Mereka menahan para preman itu dengan kuat, membuat mereka tidak bisa berkutik.

Beberapa saat kemudian, terdengar jeritan tertahan di tengah malam yang sunyi. Hukuman dijalankan dengan cepat, tanpa memberi ruang untuk perlawanan maupun belas kasihan.

Terlihat jari-jari mereka telah patah akibat perbuatan dari para anak buah bersetelan hitam tersebut.

“Sampaikan kepada bos kalian, kalian bebas menagih dengan siapa saja, kecuali Ice Meng. Ini adalah perintah dari Tuan Howard!” tegas asisten itu.

“Ba-baik!” jawab mereka sambil menahan sakit.

“Pergi,” perintah asisten itu singkat.

Mereka pun segera bangkit dan berlari dengan tergesa-gesa, sambil menahan rasa sakit pada luka mereka.

Asisten itu kemudian menghampiri mobilnya.

“Bos, semua telah dilakukan sesuai perintah Anda,” ucap asistennya, Mark.

“Pastikan mulai hari ini mereka tidak datang lagi. Kalau sampai terulang, temui bos mereka dan selesaikan semuanya,” perintah sang bos dengan dingin sambil perlahan menaikkan kaca mobil.

“Baik, Bos!” jawab Mark tegas.

***

Ice kembali ke rumah sederhana yang ia sewa. Rumah itu tidak luas, hanya terdiri dari satu ruangan kecil, kamar, dan dapur yang menyatu.

Setelah pulang, Ice terlihat sangat lelah. Ia langsung duduk di sofa dan menghela napas panjang.

“240.000 Yuan? Bagaimana caranya aku mengumpulkan uang sebanyak itu?” gumamnya pelan.

Tiba-tiba ponselnya berdering.

“Hallo!”

“Hallo, Nona Meng. Mengenai utang Lowie Meng, tidak perlu dibayar karena sudah lunas,” suara seorang pria terdengar dari seberang.

“Lunas?” Ice mengerutkan kening, penuh penasaran.

“Benar, Nona Meng,” jawab pria itu, lalu tiba-tiba memutuskan panggilan.

“Baru tadi sore mereka datang, dan malam ini sudah lunas. Tidak mungkin Papa yang melunasinya?” gumam Ice.

Karena terlalu lelah, Ice akhirnya berbaring di sofa. Namun belum lama ia tertidur, suara ketukan pintu terdengar.

Tok… tok…

Ice langsung terbangun dan berjalan menuju pintu. Saat dibuka, terlihat seorang wanita paruh baya berdiri di luar.

“Bibi Li, ada apa?” tanya Ice.

“Ice, rumah ini sudah diberikan kepada orang lain. Malam ini pemilik baru akan pindah, jadi kau harus segera pergi,” kata Bibi Li dengan ragu.

“Malam-malam begini aku harus ke mana? Kenapa mendadak sekali?” tanya Ice terkejut.

“Ice, kau tahu aku butuh uang untuk anakku. Uang sewamu akan kukembalikan. Maaf,” ucap Bibi Li sambil menyerahkan uang sewa itu.

Tak lama kemudian, Ice hanya bisa berdiri di luar rumah sewaannya. Di malam yang dingin, ia berada di pinggir jalan tanpa tujuan.

Ia lalu menghubungi ibunya.

“Hallo, ada apa malam-malam begini kau telepon?” suara ibunya terdengar kesal.

“Ma, aku ingin pulang. Rumah sewaanku dijual oleh pemiliknya. Aku tidak punya tempat tidur malam ini,” jawab Ice.

“Ice, kenapa kau tidak berpikir tentang kakak dan adikmu? Rumah kita hanya punya tiga kamar. Mereka tidak bisa tidur satu kamar. Kau harus mengerti,” jawab ibunya di seberang.

“Tapi Ma, malam ini aku harus ke mana? Aku tidak punya siapa-siapa lagi,” suara Ice melemah.

“Kau sudah dewasa, cari cara sendiri. Lagi pula, bulan ini biaya adikmu belum kamu kirim. Kakakmu juga dua bulan lagi akan menikah, kau harus siapkan uangnya,” kata ibunya.

“Ma, kalau kakak mau menikah kenapa tidak dia bekerja sendiri? Dia laki-laki, seharusnya dia yang menanggung, bukan aku,” ucap Ice mulai kesal.

“Ice, kalau kau masih berani melawan, jangan salahkan aku jika aku menghapus namamu dari daftar keluarga,” ancam ibunya sebelum memutuskan panggilan.

Telepon itu terputus.

Ice hanya berdiri diam di tengah malam yang dingin.

“Tidak masuk akal… gajiku habis untuk mereka. bahkan aku hanya bisa makan mi dan roti, tapi mereka tetap terus menekanku,” gumamnya pahit.

Tiba-tiba seorang pria bersetelan rapi menghampiri gadis itu.

“Nona, sudah malam. Kenapa berdiri di sini?” tanyanya sambil melirik Ice yang membawa kopernya.

“Aku sedang mencari rumah sewa yang murah. Tempat tinggalku sudah dibeli orang,” jawab Ice.

“Kebetulan sekali, saya punya rumah yang sedang disewakan,” kata pria itu dengan sopan.

“Rumah? Di mana?” tanya Ice.

“Ikut saya. Lokasinya tidak jauh dari sini,” jawab pria itu sambil melangkah pergi.

Ice ragu sejenak, namun akhirnya tetap mengikutinya dari belakang.

Sementara itu, di dalam mobil, Howard mengamati gadis itu dari kejauhan.

“Bos, semuanya sesuai rencana Anda. Nona Meng pasti akan tinggal di tempat yang sudah kita atur,” kata Mark.

“Pastikan dia berhasil dibujuk. Gadis itu tidak bodoh. Sedikit saja kesalahan, dia akan curiga,” perintah Howard dingin.

Beberapa saat kemudian, Ice dan pria itu tiba di salah satu unit apartemen.

Pintu terbuka, dan Ice melihat ruangan di dalamnya sangat luas dengan fasilitas lengkap dan mewah.

“Sewa di sini sangat murah, jadi jangan khawatir soal biaya,” kata pria itu.

“Murah? Apartemen ini termasuk apartemen elit. Semua yang tinggal di sini pasti dari kalangan atas. Mana mungkin aku sanggup menyewanya,” jawab Ice ragu.

“Nona, sebenarnya ini milik teman saya yang sedang keluar kota. Daripada kosong dan tidak terawat, lebih baik disewakan dengan harga murah untuk yang membutuhkan,” jelas pria itu.

“Tapi aku tidak butuh,” jawab Ice sambil berbalik hendak pergi.

Di saat yang sama, Howard berdiri di ujung lorong, mengamati dari kejauhan. Tatapannya membuat pria itu langsung cemas.

“Nona… sebentar, jangan pergi dulu. Ini sudah malam. Berbahaya bagi seorang gadis berada di luar. Berapa pun yang Nona sanggup bayar?” tanya pria itu tergesa.

“Tuan, jangan bercanda lagi denganku. Di dunia ini tidak ada yang gratis, apalagi apartemen elit seperti ini. Kalau ada rumah kecil yang disewakan, bawa saja aku ke sana,” ujar Ice tegas.

“Nona, ini sudah pukul 11 malam. Apa kau mau tidur di luar? Sangat berbahaya,” pria itu terus mencoba membujuk sambil berkeringat dingin, melirik ke arah Howard yang berdiri di kejauhan.

“Gadis ini harus setuju tinggal di sini… kalau tidak, nyawaku bisa hilang malam ini juga,” batinnya panik.

“Tuan, kenapa Anda berkeringat seperti ini? Apa Anda demam?” tanya Ice.

“Tidak, Nona… hanya kepanasan,” jawab pria itu sambil mengelap keringat di wajahnya.

“Bukankah ini musim dingin?” gumam Ice pelan.

“Nona, malam ini sebaiknya kau tidur di sini dulu. Besok pagi saya akan kembali lagi. Kita akan membahas harganya. Saya akan bertanya ke teman saya berapa biaya sewanya,” kata pria itu cepat.

Ice menatap luar, Langit sudah sangat larut.

“Baiklah. Sampai jumpa besok,” ucap Ice akhirnya.

Setelah Ice memasuki apartemen itu, pria tersebut melirik ke ujung lorong. Howard sudah tidak terlihat di sana.

Seketika kakinya terasa lemas, hampir tidak sanggup berdiri.

“Mana mungkin aku datang besok… kalau gadis itu menolak tinggal di sini, aku bisa mati tanpa kuburan,” gumamnya pelan.

Dengan sisa tenaganya, pria itu perlahan merangkak menjauh dari lokasi tersebut.

Di dalam apartemen itu, Ice tidak tahu… bahwa sejak langkah pertamanya masuk, hidupnya sudah tidak lagi berada di tangannya sendiri.

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
deg degan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
tanpa basa-basi ya Howard
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
makin penasaran thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
HW ada hubungan apa sama ice

dan kenapa ice yg jadi tulang punggung. apa ice bukan anak kandung nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir tgor
Maria Mariati
pas Elvis datang si lulu masih di situ, ikan datang, Elvis cepat so ice lagi di rudung sama lulu, selamatin dia
Melinda Cen
lanjut kk, biar semua terbongkar, ice bisa ketemu Bpk nya
Kinara Widya
makin seru kak...lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard 😭😭😭😭😭
Maria Mariati
ice keturunan mafia 👍👍👍
Maria Mariati
dia anakmu 😭😭😭
merry
ditglin kn di panti di adopsi klurga ngk baik hdp juga sengsara tp seengk hdp y,, tp kalo tau ank mafia mngkin ice di incar musuh ayah
merry
tu snow tu ice tp tetap ajj cariin ank. hilng kyk cari jarum di tumpukan jerami
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard snow dia, viona adalah snow yang kalian cari😭
Pikachu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
Howard hati gadis mu mau di jdikan target musuh mu
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
merry
lucu juga ya tu org takut nmy hw donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!