"Hai guys! Biar petualangan MC kita makin epic dan nggak banyak gangguan kata-kata typo, Thor memutuskan untuk melakukan revisi dan perbaikan total pada bab-bab novel ini. Mohon ditunggu sebentar ya, Thor lagi ngebut mempercantik ceritanya!
Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman yang Mengguncang Langit
Lin Huang melesat menembus kegelapan hutan belakang gunung.
Duri-duri tajam yang biasanya merobek kulit, kini hancur berkeping-keping hanya dengan bersentuhan dengan lengannya yang sekuat baja.
Tiba-tiba, tato di tangannya berdenyut panas. Kilatan garis cahaya merah tipis memancar, mengarah ke sebuah celah sempit di balik air terjun tersembunyi.
Lin Huang tidak berpikir dua kali. Dia langsung menerjang masuk!
Zuuut!
Suhu udara merosot tajam hingga ke titik beku. Dinding gua dilapisi kristal es tidur biru pucat.
Yang membuat Lin Huang terkesiap adalah tekanan spiritual (Spiritual Pressure) yang begitu masif. Udara di sekitarnya terasa seberat air raksa, menyumbat paru-paru.
Di mulut gua bagian dalam, sebuah Formasi Pengunci Jiwa berbentuk jaring laba-laba biru tua menghalangi jalan.
"Sial! Aku tidak punya waktu mencari kunci!" Lin Huang mengepalkan tinju perunggunya. "Hancurlah!"
BOOM! BOOM! BOOM!
Lin Huang menghantamkan tinjunya ke arah formasi secara membabi buta. Kulit tangannya mulai robek dan berdarah, namun keputusasaan adalah bahan bakar terbaiknya saat ini.
Pada hantaman kesebelas, formasi itu retak. Lin Huang menabrakkan seluruh tubuhnya hingga penghalang itu hancur berkeping-keping!
Dia terjatuh ke dalam ruang gua yang lebih luas. Dan di sanalah, dia melihatnya.
Di tengah kolam es, melayang seorang wanita yang kecantikannya tidak berasal dari dunia ini. Rambut peraknya mengalir seperti sutra, kontras dengan gaun tipis biru langit yang dikenakannya.
Wanita itu terkurung di dalam pilar kristal transparan dengan mata tertutup. Auranya begitu agung, suci, sekaligus sedingin es.
Inilah sang Dewi Kuno!
[Peringatan! Waktu tersisa: 1 menit 50 detik. Tekanan jantung meningkat 80%!]
"Ugh!" Lin Huang berlutut, memegangi dadanya yang luar biasa sakit. Jantungnya serasa mau meledak.
Dia merangkak dengan susah payah menuju pilar kristal. Dengan sisa tenaga yang ada, dia menghantamkan kepalanya ke kristal tersebut hingga retak, lalu membongkar paksa segel es yang menyelimuti sang wanita.
Saat tangannya menyentuh kulit sang Dewi yang sedingin salju, mata wanita itu tiba-tiba terbuka.
ZUUUM!
Pupil perak jernihnya menatap langsung ke mata Lin Huang.
Detik itu juga, tekanan spiritual yang ribuan kali lebih kuat meledak! Gelombang tak kasat mata itu menghantam Lin Huang hingga dia memuntahkan darah segar, tepat ke arah gaun wanita itu.
"Manusia... rendah..." Suara wanita itu bergema langsung di kepala Lin Huang, penuh penghinaan tak terbatas. "Beraninya kau... menyentuh... tubuhku..."
Satu kata dari dewi ini sanggup menghancurkan mental kultivator biasa. Tapi Lin Huang? Dia adalah orang gila yang sedang dikejar malaikat maut!
"Maaf, Dewi..." Lin Huang menyeringai liar dengan mulut berlumuran darah. "Aku tidak peduli kau dewi atau permaisuri langit. Hari ini, nyawaku jauh lebih berharga daripada harga dirimu!"
"Kau... apa yang mau kau—"
Mata sang Dewi membelalak untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun saat wajah pemuda kotor itu mendadak mendekat. Dia ingin meledakkan energi untuk hancur lebur, namun luka di inti jiwanya membuat tubuhnya lumpuh total.
Lin Huang membuang semua keraguan. Dia langsung menempelkan bibirnya ke bibir sang Dewi!
DEG!
Waktu seolah berhenti. Sensasi dingin yang luar biasa menjalar, membekukan napas Lin Huang.
Detik berikutnya, tato di tangannya bersinar terang benderang, menciptakan pusaran energi merah yang menghubungkan jantung mereka.
Energi Yin murniyang sangat masif meledak dari tubuh sang Dewi, mengalir masuk ke tubuh Lin Huang. Energi itu menghancurkan hambatan ranah kultivasinya seperti air bah menghancurkan bendungan kertas!
[Tugas Selesai! Keberhasilan 100%.]
[Selamat! Ranah Kultivasi Anda melompat secara instan: Ranah Kondensasi Qi Tingkat 1... Tingkat 3... Tingkat 6... Tingkat 9 Sempurna!]
BOOM!
Tubuh Lin Huang memancarkan cahaya perak menyilaukan. Di dalam lautan kesadarannya, sebuah inti energi yang kokoh terbentuk secara instan.
Sementara itu, sang Dewi Es—Ye Qingyue—gemetar hebat. Amarahnya membuncah sampai ke ubun-ubun. Dicium oleh seorang manusia rendah di tempat kotor seperti ini adalah noda terbesar dalam hidupnya!
Tapi di balik kemarahannya, aliran energi tadi secara tidak sengaja justru membersihkan luka jiwanya yang telah lama rusak.
Lin Huang melepaskan ciumannya saat angka di tangannya berubah menjadi tulisan hijau: [AMAN].
Ranah Kondensasi Qi Tingkat 9 Sempurna! Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, dia telah melampaui seluruh murid inti di Sekte Sembilan Matahari!
Lin Huang menatap Ye Qingyue. Wajah Dewi itu kini memerah penuh amarah yang bisa membakar seluruh kekaisaran.
"Manusia..." Ye Qingyue berbisik, auranya memancarkan niat membunuh yang pekat. "Aku... akan... membunuhmu... perlahan..."
Sebelum Lin Huang sempat merespons, tato di tangannya kembali memancarkan instruksi baru yang membuatnya ingin pingsan di tempat.
[Peringatan! Ikatan Takdir telah terbentuk.]
[Status: Jiwa Anda dan jiwa Ye Qingyue kini terhubung secara simbiosis.]
[Tugas Kematian Ketiga: Dewi Ye Qingyue dalam kondisi sangat lemah. Bawa dia keluar dari gua ini dalam 20 menit sebelum Tetua Sekte tiba. Jika dia tertangkap, Anda juga akan mati karena ikatan jiwa!]
[Hadiah: Teknik Pedang Pembelah Langit.]
Lin Huang menatap Ye Qingyue yang sedang melotot tajam ke arahnya.
"Dewi Ye... eh, Qingyue..." Lin Huang tersenyum kaku, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Dengar, aku tahu kau ingin membunuhku. Tapi sekarang, para tetua menyebalkan sedang menuju ke sini. Dan karena jiwa kita terhubung, kalau kau tertangkap, aku juga mati. Jadi..."
Tanpa menunggu persetujuan, Lin Huang melompat dan langsung menggendong tubuh Ye Qingyue ke punggungnya.
"TURUNKAN AKU, MANUSIA CABUL!" Ye Qingyue menjerit lemas, memukul-mukul bahu Lin Huang dengan sisa tenaganya.
"Diamlah, Istriku! Eh, maksudku Dewi! Kita harus lari sekarang!"
Lin Huang memacu kecepatan maksimal. Dengan kekuatan barunya, dia melesat keluar dari gua tepat saat suara teriakan marah para Tetua Sekte terdengar menggema dari kejauhan.
jos gandos
Mak nyusss
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
🗿🗿🗿🗿
👻👻👻👻👻
🐉🐉🐉🗿🗿👻👻👻🗿🗿🐉🐉🐉
Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"