NovelToon NovelToon
Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Romansa / Aksi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.

​Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.

​Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!

​Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.

​Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi

​Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!

​"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman yang Mengguncang Langit

​Hujan badai di luar terasa seperti bisikan lembut dibandingkan dengan suara detak jantung Lin Huang yang berdegup kencang di telinganya sendiri. Setiap langkah yang dia ambil, setiap lompatan yang dia lakukan di atas bebatuan gunung yang licin, adalah pertaruhan nyawa.

​[00:07:22]

​[00:07:21]

​Lin Huang melesat menembus kegelapan hutan belakang gunung. Tubuhnya yang kini memiliki Fondasi Tubuh Perunggu Kuno terasa seringan bulu namun sekuat baja. Dia menabrak semak berduri tanpa melambat sedikit pun; duri-duri tajam yang biasanya akan merobek kulitnya kini hancur hanya dengan bersentuhan dengan lengannya.

​"Di mana gua itu?!" Lin Huang menggeram, matanya menyapu tebing curam yang tertutup kabut tebal.

​Tiba-tiba, tato di tangannya berdenyut panas, memancarkan garis cahaya merah tipis ke arah sebuah celah sempit di balik air terjun tersembunyi. Lin Huang tidak ragu. Dia melompat dari ketinggian sepuluh meter, mendarat dengan dentuman keras yang meretakkan lantai batu, dan langsung menerjang masuk ke dalam celah tersebut.

​Seketika, suhu udara merosot tajam. Dinding gua dilapisi oleh kristal es yang memancarkan pendaran biru pucat. Namun, yang membuat Lin Huang terkesiap bukan hanya rasa dingin yang menusuk tulang, melainkan sebuah tekanan spiritual (Spiritual Pressure) yang begitu masif hingga udara di sekitarnya terasa seberat air raksa.

​Di mulut gua bagian dalam, sebuah formasi cahaya berbentuk jaring laba-laba berwarna biru tua menghalangi jalan. Ini adalah Formasi Pengunci Jiwa, sesuatu yang bahkan seorang Tetua Agung sekalipun akan butuh waktu berhari-hari untuk membukanya.

​[00:05:45]

​"Sial! Aku tidak punya waktu untuk mencari kunci!" Lin Huang mengepalkan tinjunya. Pendaran perunggu menyelimuti lengannya. "Jika Tubuh Perunggu ini sehebat namanya, maka hancurlah!"

​Boom! Boom! Boom!

​Lin Huang menghantamkan tinjunya ke arah formasi tersebut secara membabi buta. Setiap benturan menciptakan gelombang kejut yang meruntuhkan es dari langit-langit gua. Tangannya mulai berdarah, tulang-tulangnya menjerit kesakitan karena melawan hukum ruang dan energi, namun dia tidak berhenti. Keputusasaan adalah bahan bakar terbaiknya.

​Pada hantaman kesebelas, formasi itu retak. Lin Huang meraung, memusatkan seluruh berat badannya ke bahu dan menabrak retakan tersebut hingga hancur berkeping-keping.

​Dia terjatuh ke dalam ruang gua yang lebih luas, dan di sanalah dia melihatnya.

​Di tengah kolam es yang tidak membeku, melayang seorang wanita yang kecantikannya seolah-olah tidak berasal dari dunia ini. Rambutnya berwarna perak panjang mengalir seperti sutra di udara, kulitnya lebih putih dari salju yang paling murni, dan dia mengenakan gaun tipis berwarna biru langit yang berkibar pelan meski tidak ada angin.

​Wanita itu terkurung di dalam pilar kristal transparan. Matanya tertutup, namun aura yang terpancar darinya begitu agung, suci, dan dingin, seolah-olah dia adalah manifestasi dari hukum alam itu sendiri.

​Inilah sang Dewi Kuno.

​[00:02:10]

​"Cantik sekali..." Lin Huang tertegun sejenak. Namun, rasa sakit yang tiba-tiba menusuk jantungnya segera menyentakkannya kembali ke realitas yang kejam.

​[Peringatan! Waktu tersisa: 1 menit 50 detik. Tekanan jantung meningkat 80%!]

​"Ugh!" Lin Huang berlutut, memegangi dadanya. Keringat dingin mengalir di dahi. Pandangannya mulai kabur, dan detak jantungnya terdengar seperti genderang perang yang siap pecah.

​Dia merangkak menuju pilar kristal itu. Dengan sisa tenaganya, dia menghantamkan kepalanya ke kristal tersebut hingga retak, lalu menggunakan tangannya untuk membongkar paksa segel es yang menyelimuti sang wanita.

​Saat tangannya menyentuh kulit sang Dewi yang dingin, mata wanita itu tiba-tiba terbuka.

​Zuuuum!

​Pupil matanya yang berwarna perak jernih menatap langsung ke dalam mata Lin Huang. Detik itu juga, Lin Huang merasa jiwanya hampir membeku. Tekanan spiritual yang ribuan kali lebih kuat dari sebelumnya meledak dari tubuh sang Dewi, menghantam Lin Huang hingga dia memuntahkan darah segar tepat ke arah gaun wanita itu.

​"Manusia... rendah..." Suara wanita itu bergema di dalam kepala Lin Huang, dingin dan penuh dengan penghinaan yang tak terbatas. "Beraninya kau... menyentuh... tubuhku..."

​Meskipun tersegel dan terluka parah, satu kata dari dewi ini sanggup menghancurkan mental seorang kultivator biasa. Tapi Lin Huang bukan kultivator biasa saat ini. Dia adalah orang gila yang sedang dikejar malaikat maut.

​"Maaf, Dewi..." Lin Huang menyeringai liar dengan mulut berlumuran darah. Matanya menatap jam pasir di tangannya yang sudah menunjukkan angka merah yang berkedip cepat.

​[00:00:15]

​[00:00:14]

​"Aku tidak peduli kau dewi atau permaisuri langit," Lin Huang merangsek maju, mencengkeram bahu sang Dewi yang lembut namun sedingin es. "Hari ini, nyawaku lebih berharga daripada harga dirimu!"

​"Kau... apa yang mau kau—"

​Mata sang Dewi membelalak untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun. Dia melihat wajah pemuda kotor di depannya mendekat. Dia ingin meledakkan energi untuk menghancurkan manusia lancang ini menjadi debu, namun luka di inti jiwanya membuatnya lumpuh.

​[00:00:05]

​[00:00:04]

​Lin Huang menutup matanya, membuang semua keraguan, dan langsung menempelkan bibirnya ke bibir sang Dewi yang lembut.

​DEG!

​Waktu seolah berhenti.

​Detik pertama, Lin Huang merasa seolah-olah dia baru saja mencium bongkahan es kutub utara. Dingin yang luar biasa menjalar dari bibirnya, membekukan napasnya.

​Detik kedua, tato di tangannya bersinar terang benderang, menciptakan pusaran energi merah yang menghubungkan jantung mereka berdua.

​Detik ketiga, energi Yin murni yang sangat masif dan dahsyat meledak dari tubuh sang Dewi, mengalir masuk ke dalam tubuh Lin Huang melalui kontak bibir mereka. Energi itu begitu murni hingga memurnikan seluruh Qi di dalam tubuh Lin Huang, menghancurkan hambatan ranah kultivasinya seperti air bah menghancurkan bendungan kertas.

​[Tugas Selesai!]

[Keberhasilan 100%. Menyerap Energi Yin Murni Dewi Kuno...]

[Selamat! Ranah Kultivasi Anda melompat secara instan: Ranah Kondensasi Qi Tingkat 1... Tingkat 3... Tingkat 6... Tingkat 9 Sempurna!]

​Tubuh Lin Huang memancarkan cahaya perak yang menyilaukan. Suara ledakan energi dari dalam tubuhnya bergema berkali-kali. Di dalam lautan kesadarannya, sebuah inti energi yang kokoh terbentuk secara instan.

​Sementara itu, sang Dewi Es—yang bernama Ye Qingyue—merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan selama jutaan tahun. Energi Yin-nya yang selama ini kacau dan menjadi racun bagi lukanya, tiba-tiba dialirkan keluar oleh pemuda ini. Kontak ini bukan hanya merampas energinya, tapi juga secara tidak sengaja membersihkan luka jiwanya.

​Ye Qingyue gemetar. Amarahnya membuncah, namun di balik itu, ada sensasi aneh yang menjalar ke tulang belakangnya. Dicium oleh seorang manusia rendah di tempat kotor seperti ini? Ini adalah noda terbesar dalam hidupnya!

​Lin Huang melepaskan ciumannya saat angka di tangannya menghilang dan digantikan oleh tulisan hijau: [AMAN].

​Dia terengah-engah, merasakan kekuatan luar biasa yang mengalir di setiap sarafnya. Ranah Kondensasi Qi Tingkat 9 Sempurna! Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, dia telah melampaui seluruh murid inti di Sekte Sembilan Matahari!

​Lin Huang menatap Ye Qingyue yang kini masih melayang, namun pilar esnya sudah hancur. Wajah Dewi itu kini memerah—bukan karena malu, tapi karena amarah yang bisa membakar seluruh kekaisaran.

​"Manusia..." Ye Qingyue berbisik, suaranya mengandung niat membunuh yang membuat gua itu mulai bergetar hebat. "Aku... akan... membunuhmu... perlahan... memotong setiap inci kulitmu..."

​Lin Huang menelan ludah. Dia tahu dia baru saja membangunkan naga tidur yang paling berbahaya. Tapi, sebelum dia sempat meminta maaf atau kabur, tato di tangannya kembali memberikan instruksi baru yang membuatnya ingin pingsan di tempat.

​[Peringatan! Ikatan Takdir telah terbentuk.]

[Status: Anda baru saja mencuri Energi Yin Murni Dewi Ye Qingyue. Jiwa Anda dan jiwanya kini terhubung secara simbiosis.]

[Tugas Kematian Ketiga: Dewi Ye Qingyue sedang dalam masa pemulihan dan sangat lemah. Bawa dia keluar dari gua ini dalam 20 menit sebelum Tetua Sekte tiba. Jika dia tertangkap, Anda juga akan mati karena ikatan jiwa!]

[Hadiah: Teknik Pedang Pembelah Langit.]

​Lin Huang menatap Ye Qingyue yang menatapnya dengan pandangan ingin membunuh.

​"Dewi Ye... eh, Qingyue..." Lin Huang mencoba tersenyum selembut mungkin, meski terlihat kaku. "Dengar, aku tahu kau ingin membunuhku. Tapi sekarang, ada sekelompok orang tua menyebalkan yang sedang menuju ke sini. Dan karena jiwa kita terhubung, jika mereka menangkapmu dan menyakitimu, aku juga mati. Jadi..."

​Tanpa menunggu persetujuan, Lin Huang menggunakan kekuatan Ranah Kondensasi Qi tingkat 9-nya. Dia melompat dan langsung menggendong tubuh Ye Qingyue yang ringan dan harum seperti bunga es ke punggungnya.

​"TURUNKAN AKU, MANUSIA CABUL!" Ye Qingyue menjerit, tangannya yang lemas mencoba memukul bahu Lin Huang, namun kekuatannya belum pulih.

​"Diamlah, Istriku! Eh, maksudku Dewi! Kita harus lari sekarang!"

​Lin Huang tidak peduli dengan makian sang Dewi. Dia memacu kecepatannya maksimal, melesat keluar dari gua tepat saat dia mendengar teriakan marah para Tetua Sekte dari kejauhan.

​Di punggungnya, Ye Qingyue yang sangat marah dan malu hanya bisa bersumpah di dalam hati: Begitu kekuatanku pulih satu persen saja, aku akan memastikan pria ini memohon untuk mati!

​Namun, dia tidak menyadari bahwa jantungnya, yang selama ini beku dan mati, kini berdetak sedikit lebih cepat karena kehangatan dari punggung pemuda nekat yang sedang membawanya lari menembus badai.

​Petualangan gila Lin Huang baru saja benar-benar dimulai.

1
Luthfi Aamiin
👰👰👰👰👰5🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👰🤔💪👰🐉🐉👰💪💪💪💪🐉👰🐉👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉👰💪💪💪
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉7
Luthfi Aamiin
9🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉👰
Luthfi Aamiin
8👰👰👰👰👰👰🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉🐉🐉👰👰👰👰👰👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰
Tanto Casper
bagus sekali...lanjut thor
Danzo28: "Terima kasih banyak ya dukungannya! Pasti lanjut terus, pantengin terus ya!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!