NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aset Diamankan

Mata Arsela terus melihat ke pantulan cermin. Kaki pria itu berdiri sebentar di depan kamar, kemudian melanjutkan langkahnya. Sekarang dia berjalan menuju ruangan lain di sana.

“Apa kamu mendengar suara?”

“Belum,” bisik Arsela. “Sebentar ….”

DUK … DUK …

Terdengar suara seperti seseorang menghantam sesuatu.

“Sepertinya dia sedang membuka pintu kamar mandi,” jelas Arsela dengan suara berbisik.

“Bagus. Dia sudah terpancing. Tetap dia di tempatmu, jangan timbulkan suara apa pun.”

Arsela refleks menganggukkan kepalanya, seakan pria yang sedang berbicara dengannya bisa melihatnya.

Ketegangan masih menguasai Arsela, karena pria tadi masih berada di lantai atas. Dia mulai memeriksa ruangan di lantai dua satu per satu.

Wanita itu menahan nafasnya ketika langkah sang pria mendekati kamar. Jantungnya berdetak lebih cepat.

“Bagaimana keadaannya?” tanya agen yang memandunya. “Kalau dia tidak mendekat dan kamu tidak bisa bicara, tekan tombol nol di telepon.”

Arsela menekan tombol nol, kemudian menutup mulut dengan sebelah tangannya. “Dengar,” sang agen terdiam sebentar. Dengan suaranya yang masih terdengar tenang, dia lanjut bicara. “Kalau dia menemukanmu, kamu harus melawan sekuat tenaga. Bagaimanapun caranya kamu harus bertahan sampai aku datang.”

Pria di ujung telepon yang baru saja memberikan pengarahan pada Arsela menekan pedal gas lebih dalam. Sekitar lima menit lagi, dia akan sampai di sana.

Ketegangan dan ketakutan yang dirasakan Arsela sudah sampai ke puncaknya. Apalagi sekarang pria yang mengejarnya sudah berdiri di depan lemari.

BRAK!

Jantung Arsela serasa bergeser dari tempatnya begitu pintu terbuka. Tangan sang pria hendak menyibak deretan pakaian di depannya.

Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Arsela bersiap untuk menyerang.

SREK!

Begitu deretan pakaian yang tergantung tersibak, Arsela langsung bangun kemudian menerjang pria di depannya.

Terkejut dengan kemunculan Arsela yang tiba-tiba, pria itu tidak bisa menahan keseimbangannya. Pria itu terjatuh dengan posisi telentang.

Arsela mengambil parfum yang ada di meja rias. Tanpa ragu dia menyemprotkan cairan beralkohol itu ke mata pria tadi.

“Aaarrgghhh!!” terdengar teriakan pria itu ketika merasakan perih di matanya.

Hal tersebut dimanfaatkan Arsela untuk melarikan diri. Dia bersembunyi dulu di balik tembok ada di dekat tangga. Menunggu pria satu lagi datang. Di tangannya terdapat vas bunga yang diambilnya tadi.

Benar saja, mendengar teriakan temannya, Enrique bergegas menaiki anak tangga. Belum sempat pria itu memasuki kamar, Arsela langsung menyerangnya dari belakang. Dia memukulkan vas di tangannya ke kepala Enrique.

PRANG!

Vas langsung pecah ketika mengenai kepala Enrique. Pria itu hampir saja terjatuh sambil memegangi kepalanya yang terkena pukulan.

Tanpa membuang waktu, Arsela bergegas menuruni anak tangga.

Enrique langsung berbalik kemudian mengejar Arsela. Temannya pun ikut keluar setelah rasa perih di matanya sedikit berkurang.

Karena tidak melihat jalan, kaki Arsela tersandung kaki meja. Tanpa dapat ditahan, tubuh wanita itu meluncur ke depan kemudian jatuh berdebam ke lantai kayu di bawahnya.

Sambil menahan rasa sakit, Arsela berusaha bangun. Namun pergelangan kakinya berhasil diraih oleh Enrique. Sebisa mungkin Arsela berontak. Dia meraih barang apa pun di dekatnya, kemudian melemparkan pada Enrique.

BUGH!

Sebuah pukulan diberikan Enrique ke wajah Arsela. Untuk beberapa detik, wanita itu tidak bisa menguasai dirinya. Pandangannya hampir gelap akibat pukulan itu.

“Ingat Enrique! Kita harus menangkapnya hidup-hidup!” peringat Calleb dari belakang.

Sadar kalau buruannya harus tetap hidup, Enrique urung memukul kembali Arsela. Dia menarik rambut wanita itu hingga tubuhnya terseret.

“Aaarrrggghhh ….”

Suara rintihan dan erang kesakitan terdengar dari mulut Arsela. Tangannya mencoba menggapai tangan pria yang sedang menjambaknya. Sebisa mungkin dia melepaskan tangan pria itu dari kepalanya. Namun usahanya sia-sia.

Sekarang pria itu sudah berada di depan pintu. Ketika dia membuka pintu ….

BUGH!

Sebuah pukulan keras mengenai wajah pria tersebut. Tubuhnya mundur ke belakang dan pegangannya di rambut Arsela terlepas.

Belum sempat menyadari siapa orang yang sudah menyerangnya, kali ini sebuah tendangan mengenai perutnya. Tanpa dapat ditahan, tubuhnya melayang kemudian jatuh terhempas mengenai kursi di belakangnya.

Dengan cepat pria tadi membantu Arsela berdiri.

“Pergilah, naik ke mobilku. Cepat!!” titah pria yang ternyata agen yang sudah memandunya tadi.

Secepat kilat Arsela berlari menuju mobil yang terparkir. Dia masuk ke dalam lalu duduk. Kecemasan dan ketakutan belum sepenuhnya hilang dari darinya. Dadanya masih bergerak naik turun, nafasnya nampak terengah, tangannya juga masih bergetar.

Matanya terus tertuju pada rumah Camille. Berharap pria yang menolongnya tadi segera datang dan membawanya pergi.

Di dalam rumah, setelah berhasil membuat Enrique terjatuh, sekarang sang agen tengah menghadapi Calleb. Perkelahian di antara keduanya segera terjadi.

Sang agen menggerakkan kepalanya ke kanan untuk menghindari pukulan. Kemudian dia menangkap tangan Calleb, menariknya, kemudian melayangkan pukulan ke wajah pria itu menggunakan sikunya sebanyak dua kali.

Tubuh Calleb terdorong mundur. Dengan kesal dia mengusap darah yang keluar dari hidungnya. Pria itu kembali menyerang agen yang dihadapinya.

Sekarang dua jab beruntun mengenai wajahnya, diakhiri dengan sebuah upper cut ke dagunya. Tubuh Calleb kembali terdorong ke belakang.

BRUK!

Punggung Calleb menghantam keras lantai kayu, membuat pria itu mengerang kesakitan.

Secepat kilat agen tersebut keluar dari rumah. Ada hal penting yang harus dilakukannya, membawa Arsela pergi dari sini.

Melihat orang yang sudah menyelamatkan buruannya kabur, Enrique membantu Calleb berdiri. Keduanya segera mengejar agen tersebut.

Perasaan Arsela langsung lega ketika melihat penolongnya berlari mendekat. Pria itu segera masuk ke dalam mobil. Dia langsung menjalankan kendaraan roda empatnya dengan kecepatan tinggi.

“Sh*t!!” maki Enrique ketika mobil yang ditumpangi Arsela melaju, tepat ketika dia tiba.

Calleb langsung mengambil ponselnya. Dia menghubungi rekannya yang lain.

“Halo.”

“Key-1 kabur. Dia pergi menggunakan mobil SUV warna silver dengan plat nomor FL-209-MQ.”

Usai melapor pada rekannya, Calleb mengajak Enrique mengejar mereka. Lebih dulu mereka kembali ke rumah penyekapan untuk mengambil mobil.

Kaki sang agen terus menekan pedal gas, menambah laju kecepatan mobilnya. Dia harus membawa Arsela ke safe house, sebelum membawa Arsela keluar dari Paris.

“Terima kasih sudah menyelamatkanku,” ujar Arsela membuka pembicaraan di antara mereka.

“Sudah tugasku.”

“Apa kamu yang memanduku di telepon tadi?”

“Hem.”

“Siapa namamu?”

“Kael.”

Arsela tersenyum tipis mendengar nama Kael. Dia yakin kalau itu bukan nama sebenarnya. Pria di sampingnya ini adalah seorang agen.

Karenanya tidak mungkin dia membocorkan identitas sebenarnya. Apalagi di tengah misi seperti ini.

Wanita itu menyandarkan kepalanya. Masih bisa dirasakan rasa sakit akibat jambakan Enrique tadi. Ditambah wajahnya yang terkena tonjokan. Denyutan disertai rasa linu dan nyeri masih bisa dirasakan olehnya.

Kael melirik wanita di sampingnya. Bisa dia lihat luka memar di wajah Arsela.

“Selain memar di wajahmu, apa ada bagian lain yang terluka?”

“Hanya kepalaku. Laki-laki sialan itu menjambakku cukup kencang tadi,” Arsela mengusap kepalanya yang masih terasa nyeri. “Sekarang kita ke mana?”

“Safe house.”

Kael memasang earpiece di telinganya. Dia menekan layar ponsel yang terpasang di dashboard. Tak berapa lama, terdengar deringan telepon.

“Aset sudah berhasil diamankan. Kami menuju safe house sekarang.”

“Oke.”

Mata Kael melirik ke spion. Dari pantulan cermin, nampak sebuah kendaraan mendekati mobilnya.

“Kami diikuti, segera kirim bantuan. Lacak lokasiku dari ponselku.”

Kael segera mengakhiri panggilan. Kini konsentrasinya kembali ke jalan di depannya. Mobil di belakang mereka semakin mendekat.

“Menunduk!” titah Kael cepat ketika melihat mobil di belakang sudah berada di samping mobilnya.

Orang di dalam mobil tersebut membuka kaca jendela, kemudian mengarahkan senjata ke arah Kael.

***

Jangan lupa ditoel bintang 5-nya ya🤗

1
dewi rofiqoh
Alhamdulillah, rencana pengecohan berhasil. Semoga upaya penyelamatan aset berikutnya juga lancar dan mereka tidak terdeteksi pihak vexion
Maure Nia
semoga berhasil Sergio dan dkk💪👌
Eka Burjo
tegang euy🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
woukehh 👌🏻.. perintah laksanakan 👍🏻👍🏻👍🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wouw wouw.....target udah kena pukat yg tebar Arman..... Timur dan Priya udah otw...mereka akan tandang ke meja eksekusi sebagai korban persembahan untuk di isep darahnya😭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yuupp betul ..meskipun sdh mengecoh musuh....tdk menutup kemungkinan suatu saat akan ketauan oleh pihak musuh...dan harus siap untuk menghadapi kemungkinan itu bila terjadi ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
syukur deh akhirnya selamat dan tiba di safe house.....dgn penjagaan yg ketat untuk sementara' bisa lega....sebelum menghadapi masalah yg lebih besar lg 🫣
Ria alia
Yaampun udah berasa jdi agent aku ikut ama mrka beraksi 🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha sue gk berhasil nangkep Arsela sama Lyra kezelll dia.....
iddiiiihhhh Arman ngaamuk....
coba Kamu kerjakan sendiri becus gk nangkep mereka 😏
tehNci
Licik banget sih Global Pharma mendapatkan asetnya. Kedok beasiswa jadi andalan mereka. Semoga Kael dan Sergio bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Timur dan Priya bisa langsung ke safe house tanpa berurusan lagi dengan global Pharma vlexion
Safitri Agus
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Safitri Agus
siap laksanakan 🫡🫡🫡
choowie
duuh kayanya bakalan bucin ini
Munas Tuti
waduuuh makin tegang mbak Author...
Lila
semakin tegang nih cerita...
Warni Khairiyah
dibikin tegang dulu,setelh selesai baru romantisan🤭
Mio Amore
ndak duk bca nya bun
RosMa🌹🌹🌹
ada cinta di mata Arsela buat Kael 😍😍
vania larasati
lanjut kak
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
cocok nih 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!