NovelToon NovelToon
Jalur Baru

Jalur Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Karena jalan yang lama sudah tidak bisa digunakan. Maka dibuatlah jalan yang baru. Sebuah jalur baru untuk para pemudik yang selalu rindu ingin pulang ke kampung halaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Para Penumpang

Satu Keluarga

"Adek bobok ya?",

"Besok kita berangkat pagi-pagi",

"Ayo lekas tidur adek, subuh harus sudah bangun lho",

"Kenapa tidak naik pesawat lagi yah?",

"Liburan kemarin kan kita sudah naik pesawat",

"Kalau tidak naik pesawat kenapa tidak pakai mobil sendiri saja?",

"Ayah kan sudah bilang",

"Buminya sedang bolong-bolong",

"Jalan darat yang biasa kita lalui untuk pulang ke rumah kakek nenek sudah ditutup",

"Sekarang sudah ada dibuka jalur baru, tapi ayah kan belum pernah lewat sana",

"Jadi untuk yang pertama kali kita naik travel dulu",

"Sudah sekarang adek tidur ya?",

"Dongeng dulu ya yah?",

"Baik... mau dongeng apa?",

"Cerita seram, cerita lucu atau cerita kasihan?",

"Cerita lucu saja yah",

"Begitu ayah mulai mendongeng, adek langsung tutup mata ya?",

"Baik ayah",

"Cerita lucu... ",

"Seperti ini ceritanya",

Pada suatu hari Paijo bangun kesiangan. Lalu tanpa mandi dan gosok gigi hanya ganti baju seragam, Paijo buru-buru berangkat ke sekolah.

Paijo kecil dengan berlari melewati bapak dan ibunya yang sedang duduk-duduk manis di teras depan rumah. Tanpa menyapa dan tanpa berpamitan.

Paijo tidak mau terlambat masuk ke sekolah untuk kesekian kalinya. Paijo kecil malu jika harus terus-menerus masuk ke dalam ruang kelas setelah berselang lama dari bel masuk berbunyi.

Terlebih dengan gadis cantik jelita yang sedang ditaksirnya yang bernama Paini.

Paini selalu duduk di bangku yang paling depan dan tampil mempesona.

Untungnya sekolah Paijo berjarak dekat dengan rumah.

Tapi tidak berselang lama Paijo kembali pulang ke rumahnya.

"Kenapa bapak dan ibu tidak menegurku?",

Paijo merasa kesal kepada bapak dan ibunya.

"Lha kamu larinya kaya orang yang sedang kesurupan", sahut orang tua Paijo yang masih belum tahu kalau anaknya sudah mulai merasakan getaran-getaran cinta.

Karena rasa suka yang buta Paijo tetap ingin menuntut ilmu meskipun di hari libur yang minggu.

Satu keluarga muda bahagia ini beranggotakan tiga orang.

Rama sebagai ayah, Dinda sebagai ibu dan anak mereka yang diberi nama Lukas.

Rama meninggalkan Lukas yang sudah lelap tertidur.

Anak laki-laki enam tahun itu memejamkan mata dengan senyuman setelah sebelumnya mendengarkan dongeng komedi dari sang bapak yang sudah kerap diulang-ulang.

"Kenapa lama?",

"Adek sudah tidur kah?",

Pasangan yang sudah saling kenal dari sejak kecil itu menghabiskan malam dengan sedikit berisik.

Sebelum mereka besok melakukan perjalanan jauh dengan tidak sendirian.

Seorang yang sudah lama tidak pulang

Nali, seorang mahasiswi cantik yang sudah dua tahun lebaran tidak pernah pulang ke kampung halaman.

"Besok jadi ya antar aku ke tempat travel?",

Nali membujuk bestie satu kosnya untuk mengantarkannya ke tempat travel yang jaraknya lumayan berputar-putar dari tempat mereka mengontrak.

"Iya Nali sayang, besok aku antar kamu dengan selamat dan tanpa terlambat",

"Sudah kamu tidur dulu sana, aku masih mau main game",

"Janji ya, kalau besok pagi nggak bangun-bangun aku dobrak pintunya",

"Iya Nali sayangku..., janji",

"Pintunya nggak akan aku kunci",

Nali kembali ke kamarnya lalu berusaha untuk segera tidur. Besok subuh ia harus sudah siap-siap untuk perjalanan jauh yang amat ia rindukan.

Sebelum benar-benar tertidur Nali seperti biasa memutar sebuah lagu tanpa kata-kata atau hanya instrumen musik.

Beberapa menit petikan alat akustik yang syahdu bersama suara latar alam.

Membawa Nali yang sudah melepaskan kacamatanya memasuki alam mimpi bawah sadar dengan tenang.

Seorang yang hidupnya sudah selesai

Kristo, seorang kakek tua yang tinggal sendiri di rumah tuanya yang sudah lama sepi.

Dari sejak kecil ia dibawa pergi merantau oleh salah seorang orang tuanya.

Rambutnya sekarang sudah jarang-jarang dan semuanya sudah putih beruban.

Tidak hanya kedua orang tuanya yang sudah lama pergi.

Saudara-saudara Kristo yang lain juga sudah pada mati.

Di tempat asalnya lahir tinggal menyisakan seorang adik perempuan.

Seorang nenek tua yang kabarnya sudah tidak mampu lagi berjalan.

Setahun belakangan firasat Kristo menyuruhnya untuk pulang kampung demi menemui adik satu-satunya yang masih hidup.

Kristo akan berangkat sendiri. Tanpa mengajak anak-anaknya yang sibuk dengan mengurus cucu-cucu Kristo dan kehidupan mereka masing-masing.

Anak-anak Kristo memang tidak dekat dengan saudara-saudara dari tempat asal bapaknya.

Pagi buta Kristo yang lebih senang berjalan kaki berangkat ke tempat travel.

"Jadi pulang kampung Mbah?",

"Jadi, ini mau berangkat",

"Memang travelnya jalan jam berapa Mbah?",

"Setengah tujuh",

"Mau aku antar Mbah ke tempat travel?",

"Terimakasih, tapi tidak usah",

"Aku masih mau mampir ke pasar buat beli bekal makanan",

"Ya sudah aku berangkat dulu ya, titip rumahku",

"Siap Mbah Kristo, jangan lupa oleh-oleh nya ya Mbah",

"Sip... ",

Sehabis subuh sebelum jalan ke tempat travel Kristo menyempatkan minum kopi di kedai yang buka dua puluh empat jam milik tetangganya yang baik hati dan penolong.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!