NovelToon NovelToon
Milik Sang Mafia Seutuhnya

Milik Sang Mafia Seutuhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.

Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.

Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.

Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balas Dendam

Mansion mewah milik Zeus, si bos mafia berdarah dingin itu terlihat seperti istana di negeri dongeng dari luar. Halamannya seluas lapangan bola, pilar-pilar putih menjulang tinggi, dan air mancur besar menyambut di depan pintu utama.

​Yorinka turun dari mobil dengan perut yang mulai sedikit membuncit. Dia tersenyum lebar, mengira kehidupannya sebagai nyonya mafia akan dipenuhi dengan pelayan-pelayan ramah yang menyapanya dengan senyuman hangat, persis seperti di film-film romantis. ​Namun, kenyataan langsung menampar wajah cerianya begitu dia melangkah masuk ke dalam aula utama.

​Ada sekitar dua puluh pelayan berbaris menyambut kedatangan mereka. Bukannya tatapan hormat, Yorinka justru menangkap pandangan sinis, meremehkan, dan dingin dari mereka. Terutama dari seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan paling rapi yang belakangan Yorinka ketahui bernama Maria, kepala pelayan di mansion itu.

​"Selamat datang kembali, tuan Zeus" ucap Maria dengan membungkuk hormat kepada Zeus

Begitu matanya beralih ke Yorinka, senyumnya langsung hilang, digantikan wajah datar.

"Dan selamat datang, nyonya" ucapnya sedikit nada sinis

​Zeus hanya mengangguk dingin, matanya tertuju pada Yorinka yang terlihat cemberut.

"Siapkan kamar utama untuk istriku, semua kebutuhannya harus dipenuhi tanpa kurang satu apa pun" perintahnya tegas sebelum mengecup kening Yorinka sekilas

"Aku harus ke ruang kerja dulu, ada urusan bisnis yang harus diselesaikan. Kalau butuh sesuatu, bilang pada Maria" ucapnya lembut pada Yorinka

​"Oke, sayang! Semangat kerjanya!" seru Yorinka ceria sambil melambaikan tangan

Yorinka mengabaikan tatapan aneh dari para pelayan yang menganggap sikap frontal nya terlalu tidak tahu tempat di mansion yang kaku ini.

​Begitu Zeus menghilang di balik lorong, atmosfer di aula langsung berubah 180 derajat. Suasana hangat yang dibawa Yorinka mendadak membeku.

​"Nyonya Yorinka" panggil Maria dengan nada suara yang dibuat-buat sopan tetapi terdengar sangat merendahkan

"Mari saya antarkan ke kamar. Di mansion ini, ada banyak aturan yang harus Anda pelajari. Kami di sini terbiasa melayani keluarga bangsawan murni, bukan... seseorang yang datang dari jalanan dengan cara mendadak seperti Anda" ucap Maria tajam

​Yorinka membelalakkan matanya, sifat asli Maria langsung kelihatan setelah kepergian Zeus, sifat Yorinka yang frontal mulai bergejolak, tapi dia menahannya dengan senyuman manis.

​"Oh, begitu ya, bi? Pantesan mukanya tegang semua kayak belum gajian 7 bulan. Santai saja, sama aku mah bebas!" jawab Yorinka blak-blakan membuat wajah Maria langsung mengencang menahan kesal

​Hari-hari pertama di mansion menjadi pembuktian bagi Yorinka bahwa para pelayan di sana benar-benar tidak menyukainya. Mereka menganggap Yorinka hanyalah wanita murahan yang beruntung bisa hamil anak Zeus untuk menaikkan derajatnya.

​Bentuk ketidaksukaan mereka memang halus, tapi sangat mengesalkan. Misalnya, saat sarapan, teh yang disajikan untuk Yorinka selalu sudah dingin. Pakaian-pakaian mahalnya yang baru dibelikan Zeus sengaja diletakkan di lemari paling atas yang sulit dijangkau oleh bumil sepertinya. Bahkan, dua pelayan muda bernama Vica dan Shela sengaja bergosip dengan suara yang cukup keras di lorong saat Yorinka lewat.

​"Cuma modal hamil doang langsung jadi nyonya. Padahal dulu tuan Zeus dekatnya sama anak ketua klan sebelah yang terhormat" bisik Shela sengaja

​"Iya, seleranya rendah banget sekarang. Mana gayanya petakilan begitu, nggak ada anggun-anggunnya jadi istri bos" timpal Vica sambil terkikik

​Yorinka berhenti melangkah. Dia bersedekap di depan dada, menatap kedua pelayan itu dengan senyum lebar yang terlihat mengerikan.

​"Permisi mbak-mbak yang cantik jelita" sapa Yorinka ramah

Kedua pelayan itu langsung pucat dan membungkuk panik. Mengapa ada Yorinka disini? Seharusnya wanita itu berada di kamarnya sambil menangis ketakutan pada mereka.

"Kalau mau gosip, minimal patungan sewa ruangan kedap suara gih. Suara kalian cempreng banget, kasihan anak di dalem perut aku denger omongan tidak jelas kalian" ucapnya manis

​"Maaf, nyonya..." cicit keduanya

​"Lagian, modal hamil juga butuh kerja keras tahu! Emang kalian berani tidur sama bos kalian yang mukanya kayak mau mutilasi orang tiap hari itu? Enggak kan? Ya udah, makanya kerja yang bener ya" sahut Yorinka frontal lalu melenggang pergi dengan santai

​Meskipun di depan mereka dia terlihat cuek, dalam hati Yorinka mulai gerah dan tidak tahan.

"Oke, kalian mau main kasar? Ayuk, siapa takut. Dikira bumil nggak bisa balas dendam apa" gumamnya sambil mengelus perutnya

​Rencana pembalasan dendam ala Yorinka pun dimulai. Dia tahu, kalau dia mengadu pada Zeus, pastinya Zeus akan langsung memecat atau bahkan melenyapkan para pelayan itu mengingat suaminya adalah seorang mafia misterius yang kejam. Tapi bagi Yorinka, itu terlalu membosankan. Dia ingin bersenang-senang dengan caranya sendiri.

​Keesokan paginya, Yorinka turun ke dapur besar mansion. Di sana, Maria sedang mengawasi persiapan sarapan pagi.

​"Pagi, bi Maria yang menawan" sapa Yorinka dengan nada ceria berlebihan

​"Pagi, nyonya. Ada yang bisa saya bantu? Sebaiknya Anda tidak di dapur, tempat ini kotor" jawab Martha dingin

​"Ah, enggak kok. Aku cuma mau masak sarapan pagi spesial buat suamiku tercinta. Hari ini kalian semua istirahat aja, biar aku yang ambil alih dapur" kata Yorinka sambil menggulung lengan bajunya

"Tuan Zeus hanya memakan makanan standar restoran bintang lima, nyonya. Saya ragu Anda bisa membuat tuan keracunan" Maria tersenyum remeh

​"Sstt! Mulutnya dijaga ya, nanti lalat masuk" potong Yorinka frontal sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir Maria

"Udah, kalian keluar aja sana" usir nya

​Dengan terpaksa Maria dan para pelayan dapur keluar. Di sinilah aksi Yorinka dimulai. Dia memasak makanan khas rumahan asia yang super pedas dan beraroma menyengat, terong balado ekstra cabai setan dan sayur asem. Dia tahu orang-orang di mansion ini hanya terbiasa dengan makanan barat yang hambar dan elegan.

​Saat jam makan tiba, Zeus duduk di meja makan panjangnya bersama beberapa orang kepercayaannya. Yorinka juga baru mengetahui jika ada aturan di mansion ini, bawahan kepercayaan Zeus akan ikut makan bersama. Maria berdiri di samping dengan senyum kemenangan yang tertahan, yakin Zeus akan marah besar melihat makanan aneh di atas meja mewah mereka.

​"Apa ini?" tanya Zeus menatap tajam tumpukan makanan berwarna merah merona di depannya

​"Ini namanya makanan pengikat batin suamiku sayang. Cobain deh, suapan pertama khusus aku yang suapin" kata Yorinka manja

Yorinka langsung menyuapkan sesendok nasi dan terong balado ke mulut Zeus sebelum pria itu sempat menolak.

​Para pelayan menahan napas, mengira Zeus akan memuntahkannya dan membentak Yorinka. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Zeus mengunyahnya perlahan, matanya yang dingin sempat melebar sesaat karena rasa pedas yang membakar, tapi kemudian dia menelan makanan itu dengan tenang.

​"Bagaimana?" tanya Yorinka penuh harap

​"Pedas tapi cukup enak" jawab Zeus datar

Zeus lalu kembali mengambil sendok untuk makan sendiri. Efek mengidam Yorinka tampaknya menular pada selera makan Zeus yang mendadak jadi lokal.

​Yorinka langsung menoleh ke arah Maria dan mengedipkan sebelah matanya dengan jahil. Wajah Maria langsung pucat pasi karena rencananya membuat Yorinka malu di depan Zeus gagal total. ​Puncak pembalasan dendam Yorinka terjadi seminggu kemudian. Dia sengaja mengadakan "Hari Pembersihan Total Mansion" saat Zeus sedang pergi ke luar kota untuk urusan bisnis selama tiga hari.

​Yorinka mengumpulkan semua pelayan di aula. Kali ini, dia tidak memakai dress rumahan, melainkan gaun sutra merah yang elegan, memancarkan aura sebagai nyonya rumah yang sesungguhnya.

​"Karena Zeus sayangkuh lagi nggak ada, aku mau kita semua makin akrab. Jadi, hari ini tugas kalian ditukar!" seru Yorinka ceria

"Bi Maria, karena bibi biasanya cuma berdiri tegak sambil ngatur-ngatur, hari ini bibi bagian bersihin seluruh kaca jendela di lantai tiga pakai tangga ya. Biar dapet angin segar, mukanya biar nggak ditekuk terus" perintah Yorinka pada Maria

​"Nyonya! Saya ini kepala pelayan, tugas saya bukan itu!" bantah Maria tajam

​"Sekarang tugas bibi itu ya" potong Yorinka dengan senyum manis namun tatapannya menembus tajam

"Atau bibi mau saya telepon Zeus sekarang buat bilang kalau bibi nolak perintah istrinya?" ancam Yorinka

​Mendengar nama Zeus disebut, nyali Maria langsung ciut. Dia tahu betul betapa kejamnya Zeus jika ada yang berani mengusik miliknya.

​"Dan buat Shela sama Vica" lanjut Yorinka menunjuk dua pelayan tukang gosip itu

"Karena mulut kalian berdua pinter banget ngomongin orang, hari ini tugas kalian adalah menyikat seluruh lantai kamar mandi tamu di lantai dasar pakai sikat gigi. Harus sampai glowing ya, se-glowing masa depan anakku nanti" ucapnya tersenyum sombong

​"Nyonya, pakai sikat gigi?!" protes Shela panik

​"Iya dong. Biar kalian belajar kalau membersihkan sesuatu yang kotor itu butuh detail dan usaha keras. Sama kayak ngebersihin mulut kalian dari gosip" jawab Yorinka frontal tanpa beban

​Hari itu, seluruh pelayan di mansion Zeus merasakan akibat dari meremehkan Yorinka. Mereka kelelahan setengah mati di bawah pengawasan ketat Yorinka yang duduk santai di sofa sambil minum jus jeruk segar dan sesekali bersenandung ceria.

​Malam harinya, Zeus pulang lebih cepat dari jadwal. Begitu melangkah masuk, dia mendapati suasana mansion yang sangat sunyi. Tidak ada pelayan yang berbaris rapi seperti biasanya. ​Dia berjalan ke ruang tengah dan menemukan Maria serta beberapa pelayan lainnya sedang duduk kelelahan di lantai sambil memijat kaki mereka sendiri dengan wajah melas. Begitu melihat Zeus, mereka langsung berdiri dengan gemetar.

​"Tuan... Tuan Zeus..." isak Maria mencoba mencari simpati

"Nyonya Yorinka... dia menghukum kami semua seharian tanpa alasan yang jelas..." isaknya penuh air mata

​Zeus tidak merespon. Dia hanya menatap mereka dengan tatapan dinginnya yang membekukan darah. Sebelum Zeus berbicara, suara ceria Yorinka terdengar dari arah tangga.

​"Eh, Sayang! Udah pulang?" Yorinka berlari kecil dan langsung memeluk leher Zeus

​Zeus membalas pelukan itu, memegangi pinggang istrinya agar tidak terjatuh.

"Apa yang terjadi di sini, hmm?" tanya Zeus lembut

Nada suara yang hanya pernah didengar oleh Yorinka. Para pelayan bahkan penjaga ternganga mendengar nada suara Zeus.

​"Ah, itu. Aku cuma lagi ngajarin mereka cara kerja kelompok yang baik dan benar, sayang. Soalnya kemarin-kemarin mereka kayaknya kurang kompak, suka bisik-bisik tetangga di belakang aku" jawab Yorinka santai sambil matanya melirik tajam ke arah Maria

​Zeus langsung paham arah pembicaraan ini. Sebagai bos mafia, dia tahu betul cara membaca situasi. Dia menoleh ke arah Maria dan para pelayan lainnya. Aura membunuh mendadak menguar dari tubuh Zeus, membuat seisi ruangan merinding ketakutan.

​"Dengar semuanya!" suara Zeus terdengar rendah dan penuh ancaman yang mutlak

"Yorinka adalah nyonya di rumah ini. Perintahnya adalah perintahku. Siapa pun yang berani membuat istriku tidak nyaman, tidak menyukainya, atau bahkan berbisik di belakangnya... tidak akan pernah melihat matahari terbit besok pagi. Paham?!" ucap Zeus panjang lebar

​Para pelayan langsung mengangguk cepat dengan wajah pucat pasi. Maria bahkan hampir pingsan karena ketakutan. Mereka akhirnya sadar, wanita yang mereka remehkan ini bukan sekadar beruntung, tapi dia dilindungi oleh iblis paling berbahaya di dunia bawah tanah. ​Yorinka tersenyum puas, mengecup pipi Zeus dengan gemas.

"Makasih suamiku yang tampan. Nah, mbak-mbak dan bibi sekalian, besok jangan lupa buatin aku sarapan bubur ayam ya. Yang hangat, sehangat sambutan kalian ke aku mulai hari ini" ucapnya ceria

​Sejak malam itu, tidak ada lagi pelayan yang berani menatap sinis atau bergosip tentang Yorinka. Mansion besar itu kini benar-benar menjadi istana yang nyaman untuk Yorinka, tempat di mana dia berkuasa dengan keceriaan, ke frontalannya, dan tentu saja, perlindungan penuh dari sang bos mafia.

🔪🔪🔪

Yorinka dilawan🤭 yang mau seperti Yorinka juga kayaknya harus ikutin cara Yorinka dengan cara mengajak seseorang di bar untuk tidur bareng deh.

Nah, kalian juga harus ninggalin jejak karena ini perintah Zeus. 🤭

1
223
suka
Jessica Xie
Tolong thu istrinya disembuhkan dari masa traumanya biar ngak terus kepikiran ucapan si tunangan palsunya mas Zeus
Jessica Xie
jujur sama yorinka baru ada gunanya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
Jessica Xie
si Dom ini suruh Zeus jangan bersikap lembut malah dia yang bersikap lembut ke Yorinka🙄
Jessica Xie
si Dom keqnya menyamar jadi sekutu ngak sih
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya
Jessica Xie
yang kubaca koq nampaknya si Dom keq manipulatif banget sih
Potatoes 🥔
Licik banget mas mafia 🤣 ada2 aja 🤣
Potatoes 🥔
Takut diculik sama kamu Domi🤭
Potatoes 🥔
Kejam banget hukumannya
Sumawita
yorinka di lawan👍👍👍
Sumawita
suka bangett dengan peran wanita nya
Sumawita: pasti suka kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!