Ini adalah kisah awal persahabatan antara Fatan Darmawan dan Jimy Adhitama. Kisah yang berfokus pada saat pertemuan pertama kedua manusia yang akan menjadi sahabat baik ini. Kisah masa lalu yang terjadi sebelum Fatan membenci wanita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pemuja keindahan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 1 Pertemuan
Tangan Jimy di tarik dan langsung berbalik kearah seseorang yang menariknya, mulut yang belepotan darah membuat pria yang menariknya terkejut.
"astaga kamu berdarah" pria itu tampak terkejut, pria tampan di hadapan Jimy ini tampak terkejut melihatnya
"ada apa?" tanya Jimy dengan tenang
"kamu berdarah, ayo ke ruang kesehatan" pria tampan itu sudah akan menarik tangan Jimy menuju ruang kesehatan
"tidak-tidak, ini bukan masalah, tidak perlu ke ruang kesehatan" Jimy menolaknya, jelas karena ia tidak sedang dalam kondisi harus keruang kesehatan
"kamu berdarah banyak sekali, kamu harus ke ruang kesehatan" pria tampan itu bersikeras. Niat awalnya ingin marah karena Jimy menabraknya dan tidak meminta maaf, ternyata dia malah terkejut mendapati pria berwajah manis itu berdarah
"sungguh ini tidak apa-apa, ini bukan masalah, aku hanya harus membersihkannya" jawab Jimy
"terserah ku saja, jika kau memang merasa itu bukan masalah" balas pria tampan itu terlihat merasa kesal pada Jimy
"astaga aku ada kelas, maaf aku harus membersihkan ini dulu" ucap Jimy berbalik dan menghadap wastafel lagi, membersihkan noda merah di mulut dan tangannya
"astaga pakaian ku juga kena, tidak akan sempat jika harus menggantinya" Jimy berbicara dengan dirinya sendiri setelah melihat noda merah di bajunya, itu noda yang cukup besar dan akan sangat terlihat ditambah Jimy mengenakan kaos putih.
"pakai ini saja" pria tampan itu belum pergi ternyata, entah kenapa aktivitas Jimy menyita perhatiannya, mungkin ia ingin tau apakah pria manis dihadapannya itu benar-benar baik-baik saja.
Jimy melihat pria tampan dihadapannya itu memberikan jaketnya.
"tidak usah, aku akan mengatasi ini nanti" balas Jimy merasa enggan meskipun ia membutuhkannya
"sudah ambil saja, aku buru-buru" pria tampan itu memberikan jaketnya ke tangan Jimy langsung dan pergi dari sana, melihatnya jelas bahwa dia benar-benar terburu-buru. Jimy masih terpaku dengan kebaikan pria tampan yang baru membantunya.
"bukankah dia berada di kelasku juga?" gumam Jimy
"aku ingat karena dia begitu mencolok, tapi aku tidak kenal dia" pikir Jimy
"sudahlah nanti saja dipikirkan, aku bisa terlambat jika terus berada disini" gumam Jimy
Jimy segera menyelesaikan bersih-bersih mulutnya, ia mengenakan jaket yang di berikan pria tampan itu untuk menutupi noda merah di bajunya, noda merah cukup besar tepat berada tak jauh dari lehernya.
Jimy bergegas menuju kelas, untung saja dosen baru masuk saat ia juga masuk, sungguh Jimy tak suka keterlambatan, karena keterlambatan akan merusak segalanya, dan bisa membuat sesuatu menjadi sangat buruk, sebisa mungki Jimy akan tepat waktu untuk suatu hal dalam kesehariannya, meski begitu Jimy juga masih punya kelonggaran waktu untuk beberapa hal yang bisa ia toleransi
Jimy melirik sekilas pada pria yang tadi membantunya, pria tampan dengan rambut yang sangat panjang itu duduk di sisi kiri depan dari arah Jimy duduk. Jelas saja Jimy mengingatnya, pria itu memiliki rambut hitam yang sangat panjang, mencapai pinggang, dia tampan dan lebih tinggi dari Jimy, kulit putih, mata sedikit sipit dengan manik berwarna cokelat, dan bibir yang tipis. Pria tampan itu seperti pangeran di tengah ruangan ini, mata para wanita tertuju padanya.
"namanya Fatan kan?" pikir Jimy, ia mengingat hampir semua nama teman sekelasnya, tapi tak berteman dengan mereka semua secara pribadi.
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
Jangan lupa juga untuk follow ig author ya 6113_dimas🤭