NovelToon NovelToon
KAMAR KOSONG

KAMAR KOSONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:962
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .

Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .

Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .

Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?

Ikuti kisahnya sampai selesai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Kamar Alif

Waktu tengah malam Alif terbangun karena mendengar suara desis , ia mengerjapkan mata turun dari tempat tidur dan mencari asal suara tersebut . Alif menyusuri seluruh kamarnya namun suara itu hilang , setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit tidak ditemukan suara itu , ia kembali berbaring dan memejamkan mata .

Suara desis itu kembali mengusik pendengaran Alif yang baru saja terlelap , ia merasa jengkel seperti ada yang ngerjain dirinya . "Siapa sih berisik banget ganggu orang tidur saja ," bentak Alif tanpa ada rasa takut sedikitpun .

Suara desis menghilang dan Alif kembali berbaring tapi matanya tidak terpejam sengaja ingin tahu suara desis itu dari mana dan siapa pemilik suara tersebut .

Saat mata mulai terpejam sosok hitam berkabut masuk ke dalam kamarnya dan mengitari kamarnya , seperti mencari sesuatu yang hilang , ketika melihat ada cermin makhluk itu berteriak histeris .

Alif melihat makhluk itu tidak bisa berkata-kata, ia melihat sosok makhluk menyeramkan marah karena tidak menemukan sesuatu entah Alif tidak tahu apa yang terjadi dengan makhluk tersebut .

Tubuh Alif bergetar di balik selimutnya tebal sehingga tidak terlihat oleh makhluk tersebut . Awalnya Alif ingin melihat secara langsung wujud makhluk itu ia hanya melihat dengan membuka sedikit selimutnya . Matanya melebar sedangkan mulutnya membentuk huruf o ,setelah sepersekian detik Alif menutup selimutnya .

Makhluk tersebut geram dengan tempat itu , karena sesuatu telah hilang ia berteriak sampai memekakkan telinga Alif padahal sudah ia tutupi menggunakan selimutnya, suara menggema di dalam kamar Alif hanya Alif yang mendengar sedangkan orang lain tidak .

Alif merasa ketakutan sambil membaca doa untuk menenangkan dirinya dan mengusir makhluk tersebut . Makhluk tersebut menyadari kalau ada sesuatu yang membuat tubuhnya merasa panas yang amat sangat segera pergi masuk ke dalam lemari Alif .

Setelah merasa cukup aman Alif membuka selimutnya mencari sosok makhluk itu matanya menyapu seluruh ruangan dan ternyata memang sudah tidak ada ia bernapas lega suasana kembali tenang .

Suara adzan subuh menyadarkannya dalam pencarian makhluk tersebut kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menjalankan kewajiban .

Samsuri sudah berkutat di dapur ia memasak untuk dirinya dan juga ketiga anaknya sedangkan istrinya bekum pulang karna shift malam pulang pagi . “Bapak masak apa ?" Manaf mendekati bapaknya sambil mencium aroma masakan .

"Masak daun singkong sama ikan asin ," jawab Samsuri sambil mengangkat sayuran ke dalam mangkuk saji . “Tolong bawa ke meja makan ,“ perintah Samsuri kepada Manaf . "Siap komandan ," sahut Manaf dengan senang hati .

Selesai memasak Samsuri membersihkan peralatan masak yang kotor dan meletakkan di rak khusus panci dan beberapa peralatan masak lainnya. Alif , Manaf dan Abdul sudah duduk di kursi ruang makan menunggu bapaknya makan bersama .

Semua menikmati sarapan tanpa ada yang berbicara . "Bapak jadi kan ambil raportnya ?' tanya Manaf setelah selesai makan . "Jadi , jam berapa undangannya ?" jawab Samsuri lalu balik bertanya .

"Jam delapan ," jawab Manaf . "Setelah ambil punya Manaf langsung ke ruang kelas ku ya ,Pak ," sahut Alif dan Abdul bersamaan . Samsuri mengangguk sebagai jawabannya .

Anak-anaknya berangkat lebih dulu ke sekolah , sedangkan Samsuri membereskan peralatan makan yang kotor dan mencuci di dapur tidak di wastafel seperti di rumah mewah .

Hal itu dilakukan ketika istrinya bekerja , mereka saling bekerja sama soal pekerjaan di rumah agar rumah terlihat rapih dan bersih .

         ____________

Samsuri sedang berada di ruang kelas Manaf menunggu antrian mengambil raport milik Manaf . Nama Manaf disebut oleh wali kelas Samsuri beranjak dari tempat duduk menuju meja guru dan duduk di seberang .

Guru bernama Martono tersenyum ramah kepada Samsuri . "Anak bapak sangat pintar di kelas ia mendapat rangking pertama , semoga di kelas selanjutnya bisa mempertahankan nilainya , selamat buat bapak dan anak bapak ," kata Martono merasa bangga mempunyai siswa cerdas seperti Manaf .

Samsuri terkejut sekaligus terharu mendengar perkataan Martono selaku wali kelas , ia tidak menyangka kalau Manaf sangat pintar di kelas padahal kalau di rumah jarang ia melihat Manaf belajar batin Samsuri .

“Sama-sama , Pak , terimakasih banyak kalau begitu saya permisi ," Samsuri menjabat tangan Martono kemudian keluar dari ruangan dengan perasaan bahagia .

Manaf melihat wajah senang bapaknya ia sudah menduga kalau ia mendapat nilai bagus menghampiri ." Bagaiamana ,Pak ?' tanya Manaf meyakinkan dugaannya tidak salah .

Ekspresi Samsuri berubah sedih membuat Manaf kecewa , “Kamu lihat sendiri hasilnya ," kata Samsuri tersenyum tanpa diketahui Manaf .

Manaf terkejut melihat hasilnya ia berteriak tanpa sadar lalu memeluk bapaknya . " Terimakasih Bapak ,"ucap Manaf dengan perasaan gembira . "Sama-sama, bapak ke kelas kakak kamu ayo tunjukkan dimana kelasnya ," ajak Samsuri , Manaf berjalan mendahului bapaknya menunjukan kelas kakanya .

“Ini kelas Kak Alif kalau kelas kak Abdul di seberang sana ," Manaf menunjukkan kelas Abdul yang di seberang . "Bapak masuk dulu ya ," Samsuri berjalan masuk , Manaf mengangguk sebagai jawaban .

Tidak butuh waktu lama nama Alif di panggil oleh wali kelas , Samsuri beranjak dari tempat duduk maju ke depan meja guru dan duduk di seberang .

"Selamat ya Pak , anak bapak mendapat peringkat ke dua anak bapak memang berbakat , usahakan nanti di sekolah lanjutan anak bapak bisa mengejar nilai lebih bagus lagi ," kata wali kelas bernama Haris . "Terimakasih banyak Pak Haris , nanti saya sampaikan kepada anak saya , Alif ," jawab Samsuri ia merasa bangga punya anak pintar semua .

Samsuri keluar setelah menjabat tangan Haris lalu keluar dari ruangan . Alif melihat bapaknya keluar tersenyum senang sambil memeluknya . “ Apakah nilaiku baik ?‘ tanya Alif jantungnya berdegup kencang ."Lihat sendiri hasilnya ," Samsuri menyerahkan buku raport kepada Alif .

Alif membuka buku raport miliknya merasa terharu , kemudian memeluk bapaknya dengan berderai airmata . "Terimakasih bapak , Alif dapat nilai bagus ," kata Alif dengan hati bahagia lalu melepaskan pelukannya .

Samsuri tersenyum bahagia melihat anaknya senang dengan hasil nila akhir tahun ."Ayo tunjukkan kelas Abdul ," ajak Samsuri kepada ke dua anaknya . Mereka berjalan ke kelas seberang .

"Itu Abdul ," Alif menunjuk seorang anak sedang berbincang dengan temannya dia Abdul saudara mereka . "Abdul ," panggil Samsuri .

Abdul menoleh lalu mencium tangan bapaknya . "Bapak , di sini kelasku masuk saja ," jawab Abdul dengan antusias . Samsuri langsung masuk ke dalam kelas Abdul .

Tidak berselang lama nama Abdul di panggil oleh wali kelas , Samsuri maju di hadapan meja guru lalu duduk . "Anak bapak namanya Abdul mendapat nilai diatas lima besar , semoga di kelas selanjutnya lebih ditingkatkan lagi belajarnya agar bisa mengejar ketertinggalan ," kata Wali kelas bernama Hadi .

"Terimakasih ,Pak Hadi nanti saya sampaikan kepada anak saya , saya permisi ," sahut Samsuri menjabat tangan Hadi dan keluar kelas

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!