NovelToon NovelToon
CINTA SATU MALAM DAN DUA PILIHAN

CINTA SATU MALAM DAN DUA PILIHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Little Fox_wdyrskwt

Di tengah puing-puing pernikahan kontraknya yang hancur dengan Revano Alessandro De Luca, CEO dingin dan kejam, Seraphina, wanita karir tangguh nan cantik, mencoba membangun hidupnya kembali.
Pernikahan itu sendiri berawal dari satu malam kelam di mana mereka berdua mabuk berat dan melakukan kesalahan yang tak terlupakan. Bayang-bayang Revano, yang menyimpan cinta terpendam dan penyesalan mendalam, masih menghantuinya. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Damien, CEO konglomerat kaya raya sekaligus sahabat karib Revano.
Pertemuan tak terduga itu membangkitkan percikan cinta yang tak terduga, di antara pesona Damien yang hangat dan perhatian. Namun, bayangan cinta Revano yang membara, dan rahasia di balik pernikahan kontrak mereka, membuat Seraphina terjebak dalam pusaran kisah cinta segitiga yang penuh intrik dan duri. Mampukah Seraphina memilih antara kenangan masa lalu yang menyakitkan dan penuh penyesalan, dan janji masa depan yang penuh harap, Cinta manakah yang akan menang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Fox_wdyrskwt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

༺ ༻ BAB 2-Sebuah buket bunga dan Rahasia. ༺ ༻

...✧༺♥༻✧...

Basah kuyup dimalam itu, Seraphina sampai di apartemen kecilnya. Angin malam menerpa tubuhnya yang masih gemetar, dinginnya hujan seakan meresap hingga ke tulang. Ia menggigil, melepas mantelnya yang basah kuyup.

Ia memandang jendela mengusam kaca yang mulai buram karna dingin. tatapannya kembali ke nakal sebelah ranjang dengan nafas yang masih berat, lalu melangkah mengambil bingkai foto.

"Berakhir... semudah ini!" Ucapnya Pelan. Seraphina kembali menaruh foto itu dan mengganti semua pakaian yang ia kenakan.

Hari itu berlalu, Di Suatu pagi depan pintu apartemennya, terletak sebuah buket bunga mawar merah yang masih segar. Di pita yang mengikatnya, tertera nama lengkap Revano Alessandro De Luca dengan tulisan tangan yang rapi dan indah.

Di samping buket bunga, terdapat sebuah amplop kecil berwarna putih gading. Seraphina mengambil buket bunga dan amplop itu dengan tangan yang gemetar. Ia merasa jantungnya berdebar-debar.

Apakah ini sebuah kesalahan, Apakah Revano masih memiliki harapan, Apakah ia masih memiliki kesempatan, Atau ini hanya sebuah kesalahan yang akan semakin memperburuk keadaan. sebuah pertanyaan terus menerus berputar di kepalanya.

Ia membuka amplop itu dengan tangan yang gemetar. Di dalamnya, terdapat selembar kertas kecil yang berisi tulisan tangan Revano.

Tulisan yang rapi dan indah, namun di balik keindahan tulisan itu terpancar kesedihan dan penyesalan yang mendalam.

Jantung Seraphina berdebar semakin kencang. Ia membaca surat itu perlahan-lahan, mencoba memahami setiap kata yang ditulis oleh Revano.

Apakah ini sebuah awal yang baru, atau sebuah akhir yang menyakitkan. Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Seraphina membuka selembar kertas kecil itu dengan tangan yang gemetar. Isi surat itu ditulis tangan Revano dengan tinta biru tua yang tampak elegan.

Namun di balik keindahan tulisan itu terpancar kesedihan dan penyesalan yang mendalam. Ia membaca surat itu perlahan-lahan, mencoba memahami setiap kata yang ditulis oleh Revano.

...✧༺♥༻✧...

...Seraphina, maafkan aku. Aku terlambat mengetahui bahwa aku juga mencintaimu. Namun, saat aku menyadari itu, semuanya sudah terlambat. Perceraian kita sudah selesai....

...Aku ingin kembali, ingin memutar waktu, ingin mengubah kesalahanku. Tapi itu mustahil. Aku mengirim bunga ini sebagai pesan terakhir. Semoga kau bahagia dengan cintamu yang baru. Aku akan selalu menunggu....

...✧༺♥༻✧...

Setelah membaca surat itu, Seraphina tertegun. Ia terkejut. Selama ini, ia mengira perasaannya hanya bertepuk sebelah tangan. Ia mengira Revano tidak pernah mencintainya.

Namun, surat ini membuktikan bahwa ia salah. Revano juga mencintainya. Revano juga merasakan hal yang sama. Namun, kesombongan dan gengsi Revano telah membuat semuanya terlambat.

Perceraian mereka telah selesai. Tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Hanya penyesalan yang mendalam.

Seraphina memegang surat itu erat-erat, air mata mulai membasahi pipinya. Ia tidak menyangka Revano juga menyimpan perasaan yang sama. Namun, kesempatan telah hilang.

Perceraian mereka telah resmi, tidak ada jalan untuk kembali. Ia merasa sesak di dada, campuran antara bahagia dan sedih. Bahagia karena ternyata Revano juga mencintainya, sedih karena semuanya sudah terlambat.

Ia menatap buket mawar merah di tangannya. Bunga-bunga itu tampak begitu indah, namun juga begitu menyakitkan.

Mawar merah yang melambangkan cinta, namun juga melambangkan penyesalan. Ia memeluk buket bunga itu erat-erat, mencoba untuk meredakan kesedihannya.

"Mengapa....mengapa Revano menyembunyikan ini."

"dia...di..a juga mencintaiku tapi mengapa dia tak pernah bilang"

"Kenapa..dia membiarkan adanya perceraian" seraphina mulai menangis ia juga menyesali selama ini tak pernah mengungkapkan cintanya. "aku...aku juga salah... aku juga Tak berani mengungkapkan isi hati ini"

...✧༺♥༻✧...

Beberapa hari berikutnya, Seraphina menghabiskan waktunya untuk merenung. Ia memikirkan hubungannya dengan Revano, kesalahan-kesalahan yang telah mereka buat, dan kesempatan yang telah hilang.

Ia menyadari bahwa ia juga memiliki andil dalam kegagalan hubungan mereka. Ia juga terlalu gengsi untuk mengungkapkan perasaannya kepada Revano.

Suatu hari, ia memutuskan untuk mengunjungi rumah Revano. Ia ingin mengucapkan terima kasih atas surat dan bunga itu, dan juga untuk mengucapkan selamat tinggal.

Ketika ia sampai di rumah Revano, ia melihat sebuah mobil yang asing terparkir di garasi. Ia merasa sedikit kecewa, namun ia tetap memutuskan untuk bertemu dengan Revano.

Ia menemukan Revano sedang duduk di taman belakang rumahnya. Ia tampak lebih kurus dan lebih tua dari biasanya. Ia tampak jauh lebih lemah dan lebih rapuh. Ketika Revano melihat Seraphina, ia berdiri dan menghampiri Seraphina.

Ia tidak mengatakan apa-apa, hanya menatap Seraphina dengan tatapan yang penuh dengan penyesalan. Seraphina hanya tersenyum, menunjukkan bahwa ia telah memaafkan Revano.

Mereka sama-sama tahu bahwa semuanya sudah terlambat. Dan mereka sama-sama tahu bahwa mereka harus menerima kenyataan tersebut. Hujan kembali turun, seperti hari di mana mereka bercerai.

Revano berdiri, menatap Seraphina dengan mata berkaca-kaca. Hujan kembali turun, menciptakan suasana yang syahdu dan sekaligus menyayat hati. Ia mengulurkan tangannya, namun ragu untuk menyentuh Seraphina. Seraphina mengerti.

"Aku… terima kasih," ucap Seraphina, suaranya sedikit bergetar. Ia memegang buket mawar merah yang sudah layu, sebuah simbol dari cinta yang tak terwujud.

Revano mengangguk pelan, suaranya serak. "Maafkan aku," bisiknya,

"Aku… aku bodoh." Ia tak mampu berkata lebih banyak lagi. Kata-kata seakan terjebak di tenggorokannya, tercekik oleh penyesalan yang mendalam.

Seraphina tersenyum tipis, menarik napas dalam-dalam. "Tidak apa-apa," jawabnya, suaranya lembut.

"Kita sama-sama memiliki kesalahan." Ia menatap mata Revano, melihat kesedihan dan penyesalan yang terpancar di dalamnya. Ia tahu, Revano juga menderita.

Mereka terdiam sejenak, hanya suara hujan yang mengisi kesunyian di antara mereka. Hujan yang seolah menjadi saksi bisu dari kisah cinta mereka yang tak terwujud.

"Aku… aku bahagia kau sudah menemukan kebahagiaanmu, dengan toko bungamu." ucap Revano akhirnya, suaranya masih bergetar.

Ia menatap Seraphina dengan tatapan yang penuh harap, meskipun ia tahu itu mustahil.

Seraphina tersenyum lagi. "Semoga kau juga, akan menemukan kebahagiaan mu." jawabnya, suaranya lembut. Ia tahu, kebahagiaan Revano ada di tangannya sendiri.

Mereka kembali terdiam, menatap hujan yang terus turun. Tidak ada kata-kata lagi yang perlu diucapkan. Semua telah terucap dalam tatapan mata mereka.

Sebuah perpisahan yang penuh dengan penyesalan, namun juga dengan sebuah pemahaman. Sebuah akhir yang menyakitkan, namun juga sebuah awal yang baru. Sebuah kisah cinta yang tak terwujud, namun tetap abadi dalam kenangan.

Revano menatap Seraphina, suaranya sedikit lebih kuat. "Mengapa kau tidak ingin bekerja lagi?"

"Dan mengapa kau dulu mengundurkan diri dari perusahaan?" Pertanyaan itu keluar tanpa ia sadari, sebuah rasa penasaran yang terpendam selama ini.

Seraphina tersenyum getir, menatap buket mawar yang sudah layu di tangannya. "Aku… saat itu aku tak ingin bertemu denganmu," jawabnya, suaranya sedikit bergetar.

"Aku hanya ingin melupakanmu."

"Menghilang. Jauh darimu." Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba untuk mengendalikan emosinya.

"Tapi aku baru tahu kemarin… saat perceraian… dan bunga ini…" Ia menatap Revano, matanya berkaca-kaca.

"Mengapa kau menyembunyikan perasaanmu selama ini?" Suaranya terdengar sedikit tertahan, campuran antara kecewa dan sedih.

...✧༺♥༻✧...

...Bersambung.......

1
MayAyunda
keren 👍👍
Rain Aricia
Ya terus kenapa dicegah tadi/Sob/
Rain Aricia
Knp kalian cerai?
Little Fox🦊_wdyrskwt: jika lanjut baca akan temukan jawaban nya 🤭
total 1 replies
Mega Siregar
lanjutkan Thor💪
ARIES ♈
baca komenku 🤣🤣🤣
ARIES ♈
aku dah mpirrrr 💃🏻💃🏻💃🏻
Anastyah
baru mulai malah perpisahan /Facepalm//Sweat/
Anastyah
pano pano kau sangat bodoh
Abu Yub
lajut thor /Pray/semangat/Ok/like/Good/komen/Rose/
Abu Yub
komen
Abu Yub
like
Abu Yub
lanjut/Pray/
Abu Yub
mampir lagi
Abu Yub
lanjut/Pray/
Abu Yub
mampir thor
ARIES ♈
aku sudah mampir beb...🥰🥰🥰
Little Fox🦊_wdyrskwt: uwaaauuu/Drool//Drool//Drool/ lope lope
total 1 replies
『Meyyra™』
Mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!