anak remaja laki laki yang kehidupannya dibilang tak normal, jika anak seusianya akan merasakan bahagia sedih kecewa atau luka dan lainnya, namun dia malah tak merasakan apapun pada dirinya, kadang dia bertanya pada dirinya sendiri 'kenapa aku tak bisa hidup seperti mereka', hingga ia mengalami kecelakaan dan hidup ditubuh orang lain lebih tepatnya didunia novel, dia yang tak dapat merasakan apapun mendapat sebuah teman untuk pertama kalinya, yaitu sebuah sistem yang akan membantunya hidup didunia novel tersebut, akankah dia mendapatkan hidup yang dia inginkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sekolah
Hari ini sudah tiga hari sejak tanaka hidup dinovel dan hidup di tubuh antanaka tak ada sama sekali yang menjenguknya, ya sebelumnya saat jiwa antanaka masih ditubuhnya dan koma selama satu bulan juga tak ada yang menjenguknya, tanaka menatap datar layar hologram didepannya, hari ini sesuai yang kemarin ia dan sistemnya yang bernama zero sepakati, ia akan masuk sekolah, dan saat ini tanaka berada di apartemennya yang dia dapat dari sistem
"tuan, hari ini hari pertama tuan akan sekolah, sistem sudah menyiapkan semuanya jadi tuan bisa langsung berangkat"
"aku belum lihat wajah anak ini" kata tanaka
ting..
sebuah cermin muncul tepat didepan wajah tanaka, tanaka memandang datar wajah yang biasa saja ini
"apa wajahku tidak bisa lebih baik dari ini?" tanya tanaka
"bisa tuan, asalkan tuan mengucapkan upgrade data diri maka tuan bisa meningkatkan status tuan"
"upgrade data diri"
Ting...
Status
Antanaka aviraza
18 tahun
ketampanan : 50 %
keimutan : 5%
kesehatan :16%
keahlian : ---
poin : unlimited
"tingkatkan semuanya kecuali keimutan"
"baik tuan"
ting..
Sebuah cahaya membungkus tubuh tanaka, tak lama cahaya itu menghilang
"apa tuan tak merasa sakit?"
"tidak"
"tuan mau melihat status tuan?"
"hm"
Ting..
Status
antanaka aviraza
18 tahun
ketampanan :100%
keimutan : 20%
kesehatan : 50%
keahlian : multitalenta
poin : unlimited
"kenapa keimutanku juga kau upgrade"
"maaf tuan, itu mungkin status tuan yang dulu juga ikut masuk ke status tuan yang disini, kan dulu tuan juga punya sisi keimutan diwajah tuan"
"terserah kau saja, apa semuanya sudah lengkap?"
"sudah tuan, seragam, perlengkapan sekolah dan motor sudah saya siapkan"
tanaka pun mandi dan bersiap, setelah semua selesai dia pun keluar dari apartemen lalu ke garasi dan mengambil motornya dan dengan santai dia menaiki motornya dan berangkat kesekolah
sesampainya disekolah
brumm...ckit..
dengan kecepatan tinggi tanaka memarkir motornya dan dengan cepat tanaka mengerem motornya sehingga terdengar decitan ban motor, tentu saja aksi itu menuai banyak perhatian disekitar parkiran sekolah yang memang masih banyak siswa/i berbincang, bergosip ataupun nongkrong diparkiran, mereka menatap sosok yang dengan gagah membuka helm nya itu, mereka menanti dengan harapan karna dilihat dari postur tubuhnya orang itu good looking, namun setelah helm itu terbuka mereka mendengus dikarnakan tanaka memakai masker, tapi tetap saja terlihat keren dan berkharisma, dengan santai dan tatapan datar tanaka pergi dari sana menuju ruang kepala sekolah karna ia murid baru..mengabaikan bisikan bisikan gaib disekelilingnya
murid baru tuh..
auranya keren cuy..
kan maen udah pasti gud luking tuh orang..
gue gebet dah..
heleh modelan kek lo ini, pantat panci masih lebih cantik kali...
cih ngiri lo ama gue..
ngiri ama taplak meja, ogah gua mah..
bla bla bla...
tanaka sudah sampai didepan ruang kepala sekolah, baru saja ingin mengetuk pintu sudah ada sosok laki laki tampan yang membuka pintu itu dari dalam dengan membawa sebuah map ditangannya, laki2 itu menatap dingin tanaka, tanaka? Tanaka tentu saja langsung masuk dengan muka datar dia masuk mengabaikan sosok laki2 yang tertegun dan terkejut namun ia kembali menormalkan ekspresinya lalu keluar dari ruangan itu, namun beru saja ia melangkah ia sudah dipanggil kembali oleh pak ardi kepala sekolah
"ada apa pak?" tanya laki laki itu
"zeuro kamu antar tanaka kekelas nya" kata pak ardi dan diangguki laki laki yang dipanggil zeuro
"iya pak"
zeuro pun pergi dari sana diikuti tanaka, tanaka melihat kesekeliling dengan tatapan datarnya tapi dipikirannya ia tengah berbicara dengan sistemnya
"zeuro itu tokoh protagonis laki laki?"
"iya tuan"
"apa dia sudah bertemu tokoh protagonis wanita?"
"sudah tuan"
"dia jatuh cinta dengan alisa"
"tidak tau tuan, tapi alur berjalan sudah 15% tuan"
"sudah sampai, kau segeralah masuk"
suara zeuro menyadarkan tanaka, lalu tanaka mengangguk kecil dengan santai ia melewati zeuro tak lupa mengucapkan terima kasih dengan suara datarnya, zeuro terkejut
"anak ini tidak takut denganku?..hehehe" zeuro menyeringai pandangan matanya berkilat lalu ia segera pergi dari sana
sedangkan tanaka yang sudah masuk pun disuruh mengakrabkan dirinya dengan siswa/i dikelasnya
"nah perkenalkan saya tati astari wali kelas disini dan sekarang perkenalkan namamu" suruh bu tati guru ipa yang dikenal disiplin dan tegas namun juga dikenal dengan guru bersisi paling lembut disekolah ini
"antanaka aviraza" singkat tanaka
hening, murid dikelas semuanya dengan canggung mengangguk, tampaknya siswa baru itu tipe yang cuek cuek gitu, itulah pemikiran murid murid dikelas itu
"baiklah kau boleh duduk, tapi kamu harus buka maskermu dulu biar temen sekelasmu tau" kata bu tati dengan lembut
Tanaka dengan santai melepaskan maskernya,
hening..semua murid terdiam, mereka terpesona dengan wajah tanaka yang sangat tampan
"anjirr!!!...ini mah jodoh gue!!" heboh sindy siswi cantik namun bar bar
"cowok gue itu!!!" cila senia berteriak heboh
"ganteng cok!!"
"gud luking nya kagak kalah sama geng nya zeuro nih"
"fiks ini saingannya zeuro"
"akhirnya dikelas kita ada yang ganteng, bosen gue liat yang butek melulu" nia, gadis ceplas ceplos itu pun di hadiahi tatapan tajam dari siswa dikelas itu
"sudah diam, kita mulai pelajarannya" tegas bu tati
tanaka pun duduk dimeja paling belakang didekat jendela, pelajaran dimulai, tanaka dengan santai menyimak pelajaran dikelasnya
Kring..
kring...
Bel istirahat berbunyi dan terdengar sorakan para siswa siswi dan dengan heboh mereka keluar kelas dan berlarian menuju kantin untuk mengisi perut mereka, sedangkan tanaka dengan santainya tidur disana, baru saja hendak tidur dia dikejutkan dengan suara dobarakan pintu
"hoyy...anak barunya mana nih!!" teriak azis gerizo
siswa siswi disana pun dengan kaku menunjuk tanaka yang masih anteng tiduran mengabaikan salah satu murid famous disekolah itu yang membuat orang orang dikelas itu terkejut termasuk azis sendiri, pasalnya tak ada orang yang berani pada anggota geng paling terkenal disekolah itu, azis sendiri termasuk anggota inti geng terkenal itu
azis mendekat dan menepuk pundak tanaka namun tanaka masih belum bergerak
tak..
set..
brak..
azis menggeplak kepala tanaka sehingga tanaka langsung berdiri menyebabkan bangkunya terjungkal dan terjatuh kebelakang, tanaka menatap datar azis sedangkan azis mengernyit karna tanaka memakai masker padahal ia sedang disekolah buat apa pakai masker, apa wajahnya sangat jelek begitulah pikiran azis
"gue disuruh bos buat jemput lo" kata azis dengan sedikit merinding saat melihat tatapan datar namun aura dingin yang tanaka keluarkan
"buat apa?" tanya tanaka, suaranya datar namun tetap saja terdengar lembut, ia sempat protes masalah suaranya pada sang sistem tapi sistem bilang tidak bisa diubah karna suara tanaka dulu dan suara tubuh antanaka yang sekarang memang lembut meski dikeraskan
azis sempat terdiam, ia kira suara tanaka akan terdengar menakutkan seperti zeuro bosnya, karna tampang datar dan aura dingin yang tanaka keluarkan
"pak kepsek nyuruh zeuro buat nemenin lo keliling sekolah, biar lo gk kesesat disekolah ini" kata azis setelah ia sempat berdehem
tanaka mengangguk lalu ia pun menggeplak kepala azis persis seperti yang dilakukan azis tadi, tidak keras juga tidak pelan
azis terdiam begitu juga orang2 yang melihat interaksi mereka berdua, mereka terkejut hingga menciptakan kehebohan lebay, mengabaikan itu semua azis yang tersadar pun mengajak tanaka keruang osis karna zeuro adalah ketua osis disekolah itu
Sesampainya diruang osis azis langsung masuk diikuti tanaka, didalam terdapat lima orang yang duduk dengan santai disofa dan satu laki laki yang duduk dimeja bertuliskan ketua osis, dia zeuro yang memandang tanaka datar yang lain juga tapi tanaka dengan datar membalas tatapan itu
"perkenalkan dulu namamu" titah zeuro
"antanaka aviraza" balas tanaka
"udah itu aja? gk ada lanjutan yang lain gitu?" azis melongo melihat sikap berani tanaka
"hm..kapan kelilingnya" suara datar namun lembut tanaka menyadarkan mereka
"lo gk nanya nama kita kita gitu? lo gk penasaran siapa kita?" tanya laki laki yang duduk disofa
"perkenalkan dulu namamu" titah tanaka persis seperti yang zeuro katakan tadi, dan itu lagi lagi membuat yang lain terdiam dan terkejut kecuali azis yang tertawa terbahak bahak melihat wajah cengo teman temannya