Saat Salsa membuka matanya perlahan ia menangkap sesosok pria yang sangat amat di kenalnya.
"Raihan!?" Batin nya bersua.
Setelah koma hampir 3 bulan akhirnya Salsa kembali sadar. Dia melupakan banyak hal terutama pria yang bersanding dengannya di atas pelaminan. Salsa salah mengenali sosok suami sebelum kecelakaan terjadi dan suami setelah dirinya koma.
Dua sosok yang berbeda, namun keduanya menyandang status yang sama sebagai suaminya.
Raihan merupakan suami pengganti bagi istri kakaknya. Salsa adalah sahabat baiknya yang menikahi kakak kandungnya. Lalu saat Salsa ingat kembali, akankah ia menerima adik iparnya sebagai pengganti suaminya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frisca Dewy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB2
"Rai, kamu udah pulang nak !" ujar Papanya.
Raihan menganggukkan kepalanya pelan, setelah melepaskan pelukannya Raihan langsung duduk di samping jasad Alex.
Raihan menutup matanya, dia menahan air matanya agar tak menetes, tak ada kata-kata yang mampu di ucapkan. kepedihan itu sungguh tak sanggup di ungkapkan nya. Walau terasa begitu menyiksa Raihan mencoba untuk bertahan demi orang-orang yang dicintainya.
"Mama dimana Pa!" tanya raihan pada Papanya.
Karena sejak tadi dia tidak melihat keberadaan Mamanya, sosok yang sangat di khawatirkan nya sepanjang perjalanan pulang ke rumah.
"Mamamu ada di kamar, Rai" Beritahu Papanya.
Raihan langsung menghampiri Mama nya, dia melihat Mamanya yang sedang tertidur, dia melihat kondisi wanita terkasihnya itu begitu lemah tak berdaya. Membuat air matanya tak terbendung lagi.
Ia menggenggam tangan Mamanya.
"maafin Rai, Ma! karena terlambat kembali" Ujarnya sambil mencium tangan Mamanya berkali-kali.
"Rai...." panggil Mamanya
"Ma... Rai disni."
"Rai, kakak kamu, kakak kamu Alex "
"Ia Ma, Rai tau." kata Raihan yang langsung memeluk Mamanya.
"Raihan, Alex, apa yang harus Mama lakukan tampa Alex, Rai !" kata Mama dengan isak tangisnya yang begitu pilu.
"Ma, Rai mohon demi Alex, Mama harus kuat, Alex paling gak sanggup liat Mama nangis kan ! jadi Rai mohon demi Alex, kita harus bertahan Ma" kata Raihan tanpa melepaskan pelukannya.
"Raihan janji, akan selalu ada buat Mama, Rai akan gantiin Alex buat jagain Mama, jadi Rai mohon Ma. " Raihan mencoba menenangkan Mamanya.
Raihan mengambilkan segelas air yang ada di atas meja kecil di sudut tempat tidur, dan memberikan kepada mamanya.
"Rai, Salsa, apa yang harus kita lakukan ! bagaimana anak itu akan bertahan hidup, Sayang!" Ujar Mamanya.
"Rai akan urus itu Ma, Mama jangan khawatir." ia berusaha mengatakan apa pun yang bisa membuat mama nya lebih baik.
Pemakaman pun selesai dilakukan di iringi isak tangis dari seluruh keluarga.
"Lex, Papa janji akan menjaga Salsa dengan baik, apa pun akan Papa lakukan untuk nya, jadi kamu bisa istirahat dengan tenang disana, Nak." kata Papanya yg terduduk di samping makam Alex.
Mamanya sudah tak mampu berkata-kata selain menangis, walau sudah sangat lemah tak berdaya namun dia berusaha kuat agar tetap bisa mengantar kepergian putra tercintanya ketempat peristirahatan terakhirnya.
Ia menggunakan tubuh Raihan sebagai topangan, berkali-kali Raihan mengecup kening Mamanya.
'Lex, aku janji sama kamu, aku akan menjaga dan menyayangi semua orang-orang yang kamu cintai selama ini. ' Batin Raihan
'Apa pun akan aku lakukan untuk bisa membuat mereka tersenyum lagi, itu janjiku padamu.'
Semua orang sudah kembali ke rumah, Raihan memapah Mamanya masuk ke dalam kamar dan membantunya untuk istirahat.
"Rai," Mamanya menghentikan langkah Raihan yang sudah hampir beranjak dari sampingnya.
"Iya, Ma. " Raihan duduk kembali di samping Mamanya dan menggenggam tangannya.
"Mama mohon jangan tinggalin Mama, Nak. " katanya yang akhirnya kembali terisak, air matanya seakan tak pernah habis yang terus saja mengalir.
"Rai nggak akan ninggalin Mama , Raihan janji Ma."
"Jangan pergi dari samping Mama walau hanya sedetik, Mama mohon." mohon ibu Intan menggenggam erat tangan Raihan.
"Mama cuma punya kamu saja sekarang, kalau Mama harus kehilangan Raihan juga Mama..."
"Ma..."
"Mama, mama nggak akan bisa bertahan hidup lagi, Sayang". Kepedihan terlihat jelas dari suara tangisan sang Mama.
Raihan langsung memeluknya lagi, Raihan perlahan melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata wanita terkasihnya itu dengan lembut.
"Raihan janji Ma, Raihan akan selalu ada buat Mama. Jadi Raihan mohon berhentilah menangis dan istirahatlah. " ujarnya.
"Rai disini, hmm...."
.
.
.
.
BERSAMBUNG....
*pemeran utama wanita yang membuat kesalahan sangat sangat fatal pergi meninggal suami tapi tetap saja pemeran utama pria yang dibuat berjuang mencari pemeran utama wanita dan akhirnya dengan swmudah itu dimaafkan dan kealahan itu dianggap selesai
*perpisahan, pemeran utama wanita baik saja hidupnya, tidak terlalu pilusing memikirkan keadaan suaminya, bisa bergurau dengan teman lelakinya, bisa berkerja dengan santai tapi pemeran utama pria kalian buat menderita, hancur berantakan, tidak terurus, pokok pemeran utama pria kalian buat kayak orang bodoh, yang tidak bisa hidup tanpa istri durhaka ya
* pemeran utama wanita bebas pergi dan dia pula cari, hidup tenang2 saja, bergurau dengan teman lelakinya, tidak mau susah memikirkan suaminya, tidak mau susah datang minta maaf pada suami, enak sekali pemeran utama wanita disini, buat kesalahan fatal tapi dia yang diperjuangkan, dengan mudah dimaafkan, dan hidup happy2 saja
*dan kasian sekali pemeran utama pria dibuat jadi karakter bodoh istri pergi sesuka hati tapi dia jua yang harus berjuang cari istri, dan dia harus mudah memaafkan, dia dibuat menderita, kacau balau, hancur, berantakan, terus memikirkan istrinya
susah sekali cari keadilan dalam novel jika novelis adalah wanita
*pemeran utama wanita pergi meninggal suami (fakta ini adalah kesalahan sangat fatal) dengan mudah dimaafkan dan dia pula yang dikejar2 bukan dia yang kembali dan meminta maaf
*perpisahan pemeran utama pria kalian buat menderita, tidak terurus, berantakan, tidak ada semangat hidup dan terus2 kayak orang bodoh mencari istri tapi pemeran utama wanita kalian cerita baik2 saja hidupnya kalian hadirkan teman lelaki yang baik padanya, dia bisa bergurau dengan teman lelakinya, tenang harinya, tidak terlalu ambil pusing suaminya
* pemeran utama wanita yang melakukan kesalahan tapi tetap saja pemeran utama pria yang menderita, merasa bersalah, dan berjuang dan begitu gampang memaafkan istri nya
aku mau nanya author jika author diposisi raihan, pasangan author pergi sesuka hatinya, dia disana baik2 saja tampa memikirkan mu dan bisa bergurau dengan teman wanitanya, sedangkan author menderita, menangis memikirkan dan mencarinya dan apakah author mau berjuang untuk suami kayak itu, mudah memaafkan dan mau nerimanya kembali dengan semudah itu
buka hati kalian lihat dari sudt pria juga (jangan egois hanya lihat dari sisi wanita) jelas raihan korban, dia menderita dan dia pula yang berjuang dan semudah itu dimaafkan
dimana keadilan jika semua wanita (novelis wanita) hanya melihat dari sudut pemeran utama wanita
lanjuuutt author
ceritanya seru bgtt..untung ajh aku gk jdi berhenti bca..