REVISI
Cahaya adalah Seorang model terkenal yang berumur 30 tahun. dan dia sudah menikah dengan Aditya yang seorang pengusaha. Pernikahan mereka masuk 3 tahun namun sampai sekarang belum dikaruniai anak. Sehingga membuat Aditya berselingkuh dengan sahabat Cahaya yang bernama Keyla. hasil perselingkuhan itu membuat Keyla hamil anak Aditya.
Sampai akhirnya Cahaya pulang dari luar negeri tanpa memberitahu suaminya dia pulang untuk buat kejutan. Tapi bukan suaminya terkejut akan kedatangannya. tapi dirinya yang terkejut melihat suami dan sahabatnya berada didalam kamar sedang memaduh kasih.
"Apakah yang akan dilakukan oleh Cahaya?
Apakah Cahaya memaafkan suaminya atau lebih pilih berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 002
Tok… Tok… Tok…
Suara ketukan pintu mobil membuyarkan lamunan Cahaya yang terlelap di pinggir jalan sepi. Perlahan dia mengangkat kepala dan menatap ke luar dengan bingung. Pintu mobil dibuka sedikit, dan dia tertegun. Di hadapannya berdiri seorang pemuda berpenampilan acak-acakan, dengan pipi lebam dan sudut bibir yang berdarah, namun ketampanannya justru makin terpancar meski terluka.
“Tolongin gue,” pinta pemuda itu dengan nada memohon. “Gue dikejar preman yang nggak gue kenal.”
Tak lama, terdengar teriakan dari kejauhan. “Sial, dia lari ke mana? Cari sampai ketemu!”
Melihat gerombolan pria berbadan besar berlari ke arahnya, Cahaya tanpa ragu membuka pintu lebar-lebar. “Masuk!”
Pemuda itu segera melompat masuk. Cahaya melajukan mobil dengan kecepatan sedang, berusaha tenang melewati para pengejarnya. Baru setelah agak jauh, pemuda itu menghela napas lega. “Sial banget nasib gue hari ini,” gerutunya pelan.
Cahaya melirik sekilas, lalu kembali fokus menyetir. “Mau kuantar ke rumah sakit?”
Pemuda itu menggeleng cepat. “Nggak usah. Antar gue ke Apartemen Guardian saja.”
Sesampainya di lokasi, pemuda itu menyodorkan tangan. “Nama gue Kevin.”
“Cahaya,” jawabnya menyambut uluran tangan itu.
Baru melangkah keluar, Kevin tiba-tiba terhuyung hampir jatuh. Cahaya sigap berlari dan memapahnya. “Kamu nggak apa-apa?”
“Nggak apa-apa, cuma sedikit lemas. Makasih ya,” jawab Kevin sambil tersenyum lembut.
Mereka masuk ke dalam unit apartemen Kevin yang luas, mewah, dan sangat bersih. Cahaya takjub. Tempat ini jelas bukan untuk orang biasa, hanya kalangan pengusaha atau artis papan atas yang bisa menempatinya.
“Duduk dulu, ya. Gue ganti baju sebentar,” kata Kevin lalu masuk ke kamar.
Beberapa saat kemudian dia keluar dengan wajah segar, rambut masih basah setelah mandi. Aura ketampanannya makin terasa. Cahaya mengambil inisiatif. “Punya kotak obat? Biar aku obati lukanya.”
Kevin mengangguk dan mengambilkan kotak obat. Dengan telaten dan hati-hati, Cahaya membersihkan serta mengobati luka di wajah pemuda itu.
“Kayak habis tawuran saja lukanya,” ucap Cahaya pelan.
Kevin tersenyum. Entah kenapa, dekat Cahaya jantungnya berdetak lebih cepat dari biasa. “Memang dikejar preman, kan lo sendiri yang lihat.”
Krucuk… Krucuk…
Suara perut Cahaya berbunyi keras. Wajahnya memerah malu. Kevin tertawa kecil melihatnya. “Lapar ya? Tunggu, gue pesan makanan buat kita berdua.”
Tak lama pesanan datang. Cahaya sigap mengambil dan menata hidangan di meja makan. Kevin menatapnya lekat-lekat. "Rasanya seperti punya istri sendiri," batinnya tersenyum senang.
Malam itu mereka makan dengan akrab. Setelah selesai, Kevin mengajak ke ruang tamu. “Malam sudah larut. Lebih baik Mbak menginap saja. Nggak aman wanita sendirian keluar malam begini. Tidurlah di kamar gue, gue akan tidur di sopa.”
Cahaya terdiam sejenak lalu mengangguk setuju.
Drrtt… Drrtt…
Ponselnya bergetar terus-menerus. Cahaya hanya melirik tanpa berniat mengangkat.
“Kenapa tidak diangkat?” tanya Kevin.
“Nggak penting,” jawabnya singkat. Itu pasti Aditya, pria pengkhianat yang tak ingin lagi dia temui. Bagi Cahaya, Seorang Pengkhianat tak pantas dimaafkan, karena dia tidak akan pernah memaafkan Aditya melainkan dia akan menceraikan. Benalu seperti Aditya harusnya dibuang saja.
**********************************
"Kaya raya tak menjamin hati kaya. Istri cantik tak menjamin mata setia. Ketika nafsu lebih kuat dari rasa syukur, kehancuran adalah hadiahnya."
...\*BERSAMBUNG*\...
TERIMAKASIH YANG SUDAH MEMBACA NOVELKU.
**Jangan lupa Follow, coment, like, vote**.
"dibawah" ke rumah sakit.. (dibawa)
Selamat datang nona "mudah".. (muda)
"nika" ( inin yg harusnya pakai huruf "h")
aaaaaah.. gemes aku bacanya dgn banyak kosa kata yg kacauuuu...
berali = beralih