NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Polisi (Terjebak Nikah Online)

Terjebak Cinta Polisi (Terjebak Nikah Online)

Status: tamat
Genre:Komedi / Obsesi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:14.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: mbu'na Banafsha

Komitmenlah yang membuat dua orang terikat dalam sebuah hubungan. Seperti perjanjian, suatu hari akan dipertanyakan. Sekuat itu Ayya menggenggam ikatan meski sedari awal tak terlihat ada masa depan.
Sementara Ali butuh cukup waktu untuk me-reset ulang perasaannya setelah masa lalu bersarang terlalu lama dalam ingatan.

Akan dibawa ke manakah rumah tangga mereka yang didasari atas perjodohan orang tua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diakah Suamiku?

“Assalamualaikum Umi? Tumben, VC Ayya jam segini?”

“Waalaikum salam, Nduk. Kamu sudah nyampe mana sekarang?” tanya Bu Aisyah tidak sabar.

“Nyampe mana, gimana, Umi? Ayya 'kan di asrama seperti biasanya. Ada apa, Umi?” Santai sekali Ayya menjawab. Dia tak sadar dirinya lupa jika hari ini adalah hari pernikahan yang beberapa waktu lalu ia sepakati.

“Masih di asrama? Kamu nggak bercanda?”

“Serius, Umi. Ini baru nyampe kamar, baru bisa pegang hp juga.”Ayya mengarahkan kamera ke seluruh ruangan kamar tempat ia tinggal di asrama.

“Kamu lupa, apa sengaja, Ayy!” Bu Aisyah mengubah posisi bahkan sambil mondar-mandir. Dia gelisah setengah mati karena takut anaknya tidak menepati janji.

Kini, giliran Bu Aisyah yang mengarahkan kamera pada kumpulan orang yang menunggu di ruang tamu.“Kamu lihat itu?”

“Astagfirullah.”Hati Ayya langsung mencelos.

“Bisa-bisanya kamu, Nduk. Mau bikin Umi sama Abi malu apa gimana?”

“Ayya baru ingat, Umi. Maaf, nggak ada maksud seperti itu, Umi. Ini beneran lupa.”

“Umi bilang ke mereka kalau kamu bentar lagi nyampe. Calon suami kamu aja sudah jauh-jauh datang dari Jakarta, loh, Nduk, padahal dia sibuk sama tugas-tugasnya. Jangan bilang kamu berubah pikiran, Ayy. Umi sama Abi harus gimana sekarang?”

“Tenang, Umi. Ayya pulang sekarang juga. Pernikahannya, nggak akan batal, kok.”Melihat orang tuanya begitu khawatir, Ayya sebisa mungkin menenangkannya.

“Kalau gitu, Umi suruh Mas Bayu yang jemput, ya, Nduk.”

“Nggak usah, Ayya lebih suka naik angkutan umum, Umi.”

“Masalahnya, Umi khawatir kalau kamu berangkat dari sana buru-buru begitu. Tapi kalau kamu nggak buru-buru, Umi nggak enak juga sama mereka, Nduk. Udah kelamaan nunggu kamu.”Volume suara bu Aisyah terdengar seperti sedang berbisik. Dia tak mau ada yang tahu soal ini.

Ayya pun diam sejenak. Ia tak enak membuat ibunya dilema seperti itu. Sedangkan dirinya masih butuh waktu untuk mengemas barang-barang untuk dibawa pulang.

“Gini aja, Umi. Kalau akad nikahnya harus dilaksanakan sekarang juga, silakan, Umi. Ayya janji pasti pulang. Ayya akan hati-hati di jalan biar Umi nggak khawatir.”

“Beneran nggak papa kalau akad nikahnya dilaksanakan sekarang tanpa nunggu kamu dulu, Nduk? Masalahnya Nak Ali ada tugas mendadak, jadi nggak bisa lama-lama di sini. Umi nggak enak kalau minta dia nunggu lagi. Belum lagi tetangga sama penghulu, mereka sudah ada acara di tempat lain.”

“Ayya serahkan sama Abi dan Umi, yang penting semuanya berjalan lancar.”

“Kalau gitu, kamu hati-hati di jalannya. Nggak papa telat yang penting tetap pulang, ya, Nduk.”

Akhirnya, pernikahan dilakukan tanpa menunggu kedatangan calon pengantin wanita. Ayya hanya menyaksikan akad nikah secara live lewat Vidio call. Itu pun tak begitu jelas karena dia sambil mengemas pakaian ke dalam tas.

Bahkan, mungkin ketika dia tiba di rumah nanti, Ali sudah kembali ke Jakarta.

***

Usai akad nikah dinyatakan sah, Ali tak henti menatap ibunya yang tampak bahagia di atas pernikahan paksa ini.

“Ibu puas 'kan, Ali sudah menuruti kemauan Ibu? Sekarang Ibu sama Ayah ikut pulang ke Jakarta. Ali banyak kerjaan, nggak bisa bolak balik ke sini terus.” Ali berbisik. Ucapannya sedikit tak ramah di telinga. Namun, itu tidak mengurangi kebahagiaan Bu Lastri saat ini.

“Kamu pulang aja duluan. Besok, ibu pulang ke Jakarta sama Ayah dan menantu Ibu.”

“Yakin?”

“Jangan khawatir, besok kalau dah sampe rumah, Ibu langsung antar mantu ibu ke rumah kamu.”

“Jangan Bu!”jawab Ali cepat.

“Kenapa memangnya? Bukannya bagus, rumah kamu nanti jadi tidak kosong lagi. Ada istri kamu yang urus.”

“Anu, Bu, Ali masih ada tugas di luar, takutnya dia kesepian nanti.”

“Oke, Ibu ajak Ayya ke rumah ibu aja, tapi kalau sudah selesai urusanmu, cepat pulang ke rumah ibu, ya.”

Ali mengangguk. Dia benar-benar berpamitan terutama pada mertuanya dia meminta maaf karena waktu yang tidak memungkinkan, dia harus pulang sebelum bertemu dengan Ayya yang kini sudah menjadi istrinya.

***

Satu jam kemudian, Ayya tiba di rumah. Turun dari angkutan umum dengan langkah terburu-buru. Mengetuk pintu rumahnya sambil mengucapkan salam.

Setelah menyuruh Ayya duduk, Bu Aisyah mengenalkan orang tua Ali sebagai mertua Ayya yang akan membawa dia pindah ke Jakarta.

“Ayy, Bu Lastri dan Pak Maulana ini sekarang mertua kamu, hormati dan sayangi mereka seperti yang kamu lakukan pada Abi dan Umi,” pesan Pak Ramlan pada putri bungsunya.

“Baik Abi,” ucap Ayya sambil menyalami para orang tua.

“Pak, Bu, maaf, ya, Ayya datang terlambat.” Gadis itu sampai tak berani mengangkat wajahnya sendiri karena malu dan menyesal tak bisa hadir di pernikahannya sendiri.

“Panggil Ayah, jangan panggil Pak,” ucap Pak Maulana ramah.

Ayya mengangguk. Namun, sedikit canggung. Terlebih, Bu Lastri tak henti memandanginya dengan senyum yang sulit diartikan.

“Kami yang harus minta maaf. Harusnya Ali nunggu kamu dulu, tapi malah pulang duluan. Dia ada tugas katanya, nggak papa 'kan?”

Ayya hanya senyum sambil mengangguk.

“Ibu tahu kamu sejak kecil, tapi nggak nyangka bisa jadiin kamu mantu. Makasih ya, Nduk, kamu sudah mau jadi istrinya Ali. Beruntung banget, Ali dapet istri secantik kamu.”Akhirnya, Bu Lastri tak menahan diri lagi untuk memeluk Ayya. Dia bahkan menitikkan air mata.

Percakapan kecil pun membuat rumah itu menjadi lebih hangat dari biasanya. Tentang di mana Ayya akan tinggal besok setelah sah menjadi istri Ali, tentang pekerjaan Ayya yang secara sukarela Ayya tinggalkan demi menjadi istri yang baik untuk Ali. Tentang perasaan Bu Aisyah ketika anak bungsunya nanti akan pindah ke Jakarta. Malam itu, cukup mengharu biru. Sampai akhirnya, Ayya pamit untuk istirahat di kamarnya.

Tak ada yang tahu perasaan Ayya yang sebenarnya saat itu. Ia duduk termenung di tepi tempat tidur. Tangannya mencengkram dan meremas kain seprai sambil memejamkan mata. Menahan kecewa pada keadaan yang memaksanya.

Aku yakin ini adalah pernikahan yang tidak pernah didambakan oleh gadis mana pun karena setiap gadis memiliki impian yang indah tentang pernikahan. Harusnya, ada pria yang dicintainya dan mencintai seumur hidup, ada pesta meskipun tidak mewah tapi cukup untuk merayakan kebahagiaannya. Sementara aku tak memiliki keduanya di hari pernikahan ini.

Tentang statusnya yang berubah secara tiba-tiba, lalu tentang suami yang dalam sekejap telah menikahinya dan juga tentang pernikahan yang sangat jauh dari bayangannya, ini terjadi begitu saja.

Ketika dirinya berharap semua yang terjadi hanya mimpi, matanya bahkan tak bisa terpejam semalaman. Dia ingin bangun di tempat dan situasi seperti biasanya bukan dengan kenyataan baru sebagai istri orang yang tak dikenal.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Pagi ini, ia harus bersiap-siap, dan membereskan pakaian juga barang-barang yang harus dibawa. Ayya juga menemui ibunya. Ia duduk lalu meletakan kepalanya di pangkuan Bu Aisyah.

Seorang Ibu jelas tahu apa yang dirasakan anaknya. Ia mengusap lembut kepala Ayya tanpa banyak bicara. Namun, tatapan wanita paruh baya itu begitu teduh, nasihatnya selalu menenangkan.

“Dulu, kalau umi kangen sama anak gadis umi, umi minta mas-mu nganter ke asrama. Tapi nanti, kalau ibu kangen, mungkin umi cuma bisa minta sama Allah, buat jagain kamu di mana pun berada. Jakarta cukup jauh untuk ibu tempuh tapi doa-doa ibu pasti akan sampai ke sana.”

“Maafin Umi, ya, Nduk.”Kali ini, dia menitikkan air mata. Menyadari jika yang mereka lakukan pada Ayya, pasti tidak sesuai dengan keinginan anaknya.

Ayya mengangkat kepalanya lalu menghadap wajah sang ibu. Dia peluk wanita itu erat lalu mengusap pipinya yang basah.

“Doakan Ayya bisa menjadi istri yang baik seperti Umi.”

Kini, Ayya yakin bisa menata hati untuk memulai hidup yang baru. Dari senyum ibunya, ia tahu bahwa dirinya tidak sendiri.

“Ajak mertuamu sarapan dulu,”ucap Bu Aisyah sambil merapikan kerudung anaknya.

Ayya pun bergegas pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan lalu ia mengetuk pintu kamar tamu yang yang beberapa malam ini diisi oleh mertuanya.

“Gimana, Ayy. Kamu udah siap-siap? Abis sarapan kita langsung berangkat, ya.”

“Insyaallah, Buk,” jawab Ayya sambil tersenyum.

“Kita naik bis, gak apa-apa 'kan, Ayy?”

“Nggak masalah, Buk. Lagian saya lebih suka naik angkutan umum, kok.”

“Minta Ali jemput lagi ke sini tapi katanya cuma bisa jemput di terminal. Biasa, dia sok sibuk kerja, Ayy. Tapi ibu sudah bilang sama dia, kok, sekarang sudah ada istri, harus sering meluangkan waktu di rumah.”

Ayya tersenyum tipis sambil mengangguk.

***

Singkat saja, mereka tiba di Kota Jakarta, duduk di terminal menunggu Ali yang akan datang menjemput. Dari kejauhan Bu Lastri sudah bisa melihat mobil Ali sudah datang. Bu Lastri segera berdiri memberi isyarat bahwa mereka ada di sana. Mobil berhenti tepat di sampingnya, akan tetapi Bu Lastri sedikit kecewa karena yang mengemudi ternyata bukan Ali, melainkan supir mereka, Sukarman.

“Kemana Ali, Man?” tanya Pak Maulana.

“Den Ali pulang sebentar lalu berangkat lagi,” jawab Sukarman.

“Gimana sih itu anak? Katanya mau menyambut kedatangan istrinya, kok, malah ngilang,”

Sesaat setelah menggerutu, Bu Lastri memperkenalkan Sukarman sebagai supir di rumahnya.

“Oh, ini istri Den Ali? Ini baru cocok buat Den Ali, Bu. Cantik.”

“Bisa aja, Pak Karman.”Ayya tersipu malu-malu.

Karman memasukan barang-barang bawaan ke dalam mobil, setelah itu mereka berangkat. Mereka tiba di sebuah rumah, akan tetapi bukan rumah yang terletak di kawasan perumahan elit karena lelaki yang menikahi Ayya bukanlah seorang CEO atau pun seorang Presdir tampan dengan harta yang melimpah ruah, melainkan hanya seorang polisi biasa, seorang abdi negara.

Rumah berlantai dua yang bergaya klasik ini, memiliki halaman yang sangat luas. Di sekelilingnya banyak pepohonan yang rindang dan udaranya pun sangat sejuk.

Bu Lastri juga mengenalkan pembantu di rumahnya, yaitu Bi Nur yang tak lain adalah istrinya Pak Karman. Mereka menempati rumah kecil di ujung kolam.

“Jadi, inilah rumah kita Ayy. Tidak terlalu besar sih, mudah-mudahan kamu betah,” ucap Bu Lastri.

“Rumahnya nyaman sekali, Buk. Ayya betah di sini.”

Bu Lastri tersenyum lalu membawa Ayya ke sebuah kamar di lantai atas.

“Ini kamar Ali, dan akan menjadi kamar kamu juga. Istirahat dulu aja, nanti kalau makan siang sudah siap, Ibu panggil kamu.”

Ayya mengangguk. Setelah Bu Lastri pergi dan pintu tertutup rapat. Ia yang tadinya berniat istirahat, tergoda untuk melihat-lihat sekeliling kamar lalu setelah itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Karena kelelahan Ayya tertidur pulas di sana.

Setelah beberapa jam tertidur, perlahan mata Ayya terbuka. Seseorang membuka pintu kamarnya dan masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu.

Seorang laki-laki yang penuh bulu di wajahnya, brewoknya sangat lebat hampir menutupi mulutnya. Ia menoleh ke arah Ayya sambil meletakan tasnya di lantai lalu ia masuk ke kamar mandi.

Ayya segera bangun dari tidurnya, mengucek mata seakan tak yakin dengan penglihatannya sendiri.

Dia suamiku? Kenapa tua sekali? ucapnya dalam hati sambil duduk di ujung tempat tidur. Keningnya berkerut, coba mengingat lagi pria yang memang tak jelas ia lihat di video call di hari akad kemarin.

Ayya spontan berdiri sambil menunduk ketika suaminya keluar dari kamar mandi dengan sikat gigi di mulutnya. Ali mengambil handuk kecil dari lemari lalu menoleh sebentar ke arah Ayya sebelum kembali masuk ke kamar mandi.

“Kenapa masih berdiri di situ? Keluarlah! Aku tidak mau kalau kamu sampai melihatku telanjang,” ucap Ali lalu masuk ke kamar mandi.

Ayya kaget, dan bertanya-tanya. Kenapa suaminya berkata dengan sangat tidak ramah. Kesalahan apa yang telah dia buat memangnya?

Sambil berpikir Ayya keluar dari kamarnya, lalu berjalan menuju ke dapur. Mertuanya yang sibuk membantu Bi Nur pun, langsung menyapa Ayya yang datang dengan wajah bingung.

“Kok, udah bangun, Ayy? Kan belum ibu panggil.”

“ Anu, Bu, tadi itu....”Ayya menunjuk ke arah kamar tempat ia beristirahat tadi.

“Kenapa Ayy?” tanya Bu Lastri sedikit bingung.

“Yang brewokan itu tadi Mas Ali, bukan, ya?” tanya Ayya terbata-bata.

Bu Lastri tersenyum,“Maksud kamu, orang yang berdiri di belakang kamu itu?” sambil menunjuk ke arah belakang Ayya.

Ayya menoleh kebelakang lalu dia spontan menggeser badannya, ketika melihat laki-laki yang berbeda, ada di belakangnya.

BERSAMBUNG ...

1
Nur Hafizah
Luar biasa
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨
jodoh di tangan author mas baim 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨
tega bgt si ali ini ya,kasihan kamu ayya 😢
Nirmala Dewi
Ayya juga memberi kesempatan kepada pelakor🤣🤣
Nirmala Dewi
Ali laki² bodoh yang gak bisa menjaga perasaan istrinya...jadi lali² gak konsisten pada pendirian...greget aku Thor😂😂
Qaisaa Nazarudin
"WANITA YG BAIK DIA TIDAK AKAN MEREBUT SUAMI ORANG"🙄🙄🙄😡😡
Qaisaa Nazarudin
Udah 5 tahun juga berlalu,Cuman di dunia novel aja yg slalu clbk,Kalo di dunia nyata mah MANTAN akan tetap jadi MANTAN,Apa lg kalo udah ada yg baru,Walau secinta apapun di masa lalunya,tetap akan terganti dgn yg baru,ngapain nyiksa diri jd org bego mengenang masa lalu..😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Mau di bilang duda tapi belom resmi bercerai,di kata suami orang tapi udah gak satu atap..
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
yhoenietha_njus🌴
mampir kak next maraton klo ga cape maratonnya😉😉
Neni Sukarsi
bagaimana Thor. polisi disini bodo banget. tidak punya prinsip. dan tidak punya pendirian. muyaak
nasywa
bagus sekali
Sulati Cus
sudah klu berurusan sm laki2 yg blm kelar dg masa lalu nya
misbahumisa bohari
ini sangat bagus ceritanya romantis dan uni
Jumiati
menjijikkan....Ali berpelukan dan selalu si Vina nempel ayya tak masalah.....giliran ayya hanya kepergok dipegang Baim......marahnya kayak udah kayak gitu....Ali egois....ayya terkesan bodoh dan bucin.....buat ayya jual mahal dikit...biar Ali ada perjuangan nya unk mendapatkan ayya....ini kok. terkesan ayya yang menyodor nyodorkan dirinya....tinggal malah nyusul.... nggak ada harga diri....
Four Lovely
baca maraton, dak sempat koment karna pingin baca terus ampe selesai. bagus thor karna temanya kehidupan polisi yg normal, bukan yg lgsg polisi dgn jabatan tinggi, polisi yg sedang meniti karir bertemu wanita dgn kehidupan biasa, bagus, tinggal mengasah utk kata2 dalam cerita.
◕EmBul˙⁠❥⁠˙: terimakasih dukungannya 🙏🙏
total 1 replies
MFay
bahagia selalu, sakinah, mawadah warahmah ya Ali dan istri 😅
Sri Hariati
mantap
Ida
ok💪 Thor 👍
Siti rayhan
saya juga mnikah di usia 25thn..ya bgitulah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!