NovelToon NovelToon
CEO DINGIN ITU MEMANJAKANKU

CEO DINGIN ITU MEMANJAKANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nacha Adhi

Sejak usia sembilan tahun, Naura harus menelan pahitnya hidup. Setelah kedua orang tuanya meninggal, ia diasuh Paman Surya dan Bibi Rina yang tidak mampu namun terobsesi pada kemewahan. Naura sering disiksa dan dimanfaatkan, dipaksa bekerja keras demi menghidupi dirinya sendiri dan membiayai sekolah. Meski demikian, ia tumbuh menjadi gadis yang kuat, jujur, dan cerdas hingga berhasil lulus kuliah.

Bekerja di sebuah perusahaan swasta pun tidak membuat hidupnya lebih mudah. Atasan iri memfitnahnya, sementara paman dan bibinya terus memeras gaji dengan ancaman. Saat dipecat secara tidak adil dan berjalan dalam kesedihan, ia hampir tertabrak mobil mewah milik Aldo Pratama—CEO muda yang dingin, berwibawa, dan disegani banyak orang. Pertemuan tak terduga itu mengubah segalanya.

bagaimana kisah menarik selanjutnya... ???? lanjut bacanya sampai akhir yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nacha Adhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Melindungi Nama dan Kepercayaan

Kabar yang diterima Arka itu cukup mengejutkan. Di salah satu daerah yang baru mulai mereka jangkau, sebuah kelompok tak dikenal menggunakan nama dan logo Grup Pratama secara palsu. Mereka menawarkan proyek pembangunan dan investasi kepada warga setempat, meminta uang muka dengan janji keuntungan berlipat ganda, lalu menghilang begitu saja setelah dana terkumpul. Beberapa warga sudah merasa dirugikan dan mulai menyalahkan perusahaan asli, sehingga nama baik yang telah dibangun perlahan mulai tercoreng.

Begitu mendengar laporan itu, Arka segera mengumpulkan tim hukum, keamanan, dan humas. Wajahnya tetap tenang, namun matanya menunjukkan ketegasan yang sama seperti yang dimiliki ayahnya.

"Kita tidak bisa diam saja. Jika dibiarkan, kerugian bagi warga dan nama baik kita akan semakin parah. Tapi kita harus bertindak dengan cara yang benar—tidak main hakim sendiri, dan tetap menjelaskan semuanya secara terbuka kepada masyarakat," ujar Arka memimpin rapat.

Langkah pertama yang diambil adalah mengirim tim ke lapangan secepatnya. Mereka menemui para korban, mendengarkan keluhan mereka, dan menjelaskan dengan sabar bahwa perusahaan yang mereka wakili tidak pernah mengeluarkan tawaran seperti itu. Arka juga memerintahkan agar bukti resmi identitas dan tanda tangan resmi perusahaan dipublikasikan di kantor desa, balai kota, serta media lokal agar warga bisa membedakan yang asli dan palsu.

"Kami mengerti kekecewaan dan kemarahan Bapak-Ibu. Jika kami berada di posisi kalian, rasanya pasti sama. Tapi percayalah, kami juga merasa dirugikan karena nama baik yang telah kami bangun selama puluhan tahun disalahgunakan. Kami akan bantu menyelesaikan masalah ini sampai tuntas," ujar Arka saat bertemu langsung dengan ratusan warga.

Sikap tulus dan kesediaan untuk mendengar perlahan melunakkan hati warga yang semula curiga. Mereka melihat bahwa Arka dan timnya datang dengan solusi, bukan sekadar membela diri.

Sementara itu, tim hukum dan keamanan mulai menelusuri jejak penipu itu. Melalui laporan korban, rekaman transaksi, dan pengawasan digital, mereka mulai menemukan petunjuk. Kelompok itu ternyata terdiri dari orang-orang yang pernah bekerja di perusahaan lain dan tahu sedikit tentang cara kerja dunia usaha, lalu memanfaatkan ketenaran Grup Pratama untuk menipu.

Proses pelacakan memakan waktu beberapa minggu. Di tengah itu, muncul tantangan lain: ada pihak yang sengaja menyebarkan berita agar keributan ini makin meluas, berharap Grup Pratama mundur dari daerah itu. Namun, Arka tetap konsisten. Ia bahkan memutuskan untuk memberikan bantuan sementara kepada korban yang paling membutuhkan, bukan sebagai pengganti uang yang hilang, tapi sebagai bentuk kepedulian sampai pelakunya tertangkap.

"Kita membangun kepercayaan dengan hati, jadi kita juga harus memulihkannya dengan hati," katanya kepada timnya.

Akhirnya, dengan bantuan kepolisian setempat, kelompok penipu itu berhasil ditangkap di kota lain. Semua bukti penipuan, dokumen palsu, dan sisa dana yang belum sempat dibawa kabur berhasil diamankan. Dalam persidangan, semuanya terbukti dan mereka dijatuhi hukuman yang setimpal, serta diwajibkan mengembalikan uang yang telah ditipu.

Setelah kasus selesai, Arka mengadakan pertemuan penutup dan memberikan klarifikasi resmi. Ia juga menyampaikan bahwa kejadian ini justru menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati, sekaligus menjadi bukti bahwa perusahaan yang benar akan selalu bertanggung jawab.

Berita penyelesaian kasus itu menyebar luas. Alih-alih merusak citra, kejadian ini justru membuat masyarakat semakin percaya pada Grup Pratama. Mereka melihat bahwa meski menghadapi masalah, perusahaan itu tetap bertindak jujur dan peduli.

Suatu hari, setelah semuanya kembali tenang, Arka bercerita tentang kejadian ini kepada Aldo dan Naura saat berkumpul di rumah.

"Awalnya saya khawatir, tapi ternyata melalui cara yang terbuka dan bertanggung jawab, masalah itu justru membuat kita semakin dekat dengan warga," ujar Arka.

Aldo tersenyum bangga. "Itulah bedanya antara nama yang dibangun dengan kebaikan dan nama yang hanya terkenal semata. Nama yang baik mungkin tercoreng sesaat, tapi akan pulih kembali dan menjadi lebih kuat jika dijaga dengan kejujuran."

Naura menambahkan sambil menatap putranya: "Ingat, Arka. Semakin tinggi posisi yang kamu duduki, semakin banyak pihak yang ingin menjatuhkan atau menyalahgunakan apa yang kamu miliki. Tapi selama hatimu tetap lurus dan tindakanmu tetap adil, tidak ada yang bisa menghancurkan fondasi yang benar."

Namun, saat mereka sedang merayakan keberhasilan mengatasi masalah itu, sebuah undangan khusus datang dari pusat ibukota. Mereka diundang untuk bergabung dalam tim penyusun pedoman nasional bagi industri yang bertanggung jawab. Kesempatan ini membawa tanggung jawab yang lebih besar lagi—tidak hanya mengelola perusahaan sendiri, tapi juga membantu mengatur arah perkembangan industri di seluruh negeri.

Arka menyadari bahwa ini adalah langkah baru yang akan menguji kemampuannya memegang prinsip di tingkat yang lebih luas, di mana keputusannya akan memengaruhi banyak perusahaan dan jutaan orang.

1
elfanaya 💞
kamu udh dpt gaji mending keluar dari rumah yg berasa seperti neraka itu
Kim Borahae
seru😍. semangat terus ya 💪

Btw, saya pun baru mula menulis novel kalau ada masa boleh tinggalkan komen. Tinggal tekan profile saja, terima kasih /Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!