NovelToon NovelToon
Sang Rahim Bayaran

Sang Rahim Bayaran

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:159.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wind Rahma

Naima menjual rahimnya untuk mendapat sejumlah uang demi mengobati sang ibu yang sedang terbaring sakit.

Lalu siapa pria yang membeli rahimnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengambil Keputusan

Naima sudah tidak sabar ingin mendengar apa yang harus ia lakukan. Sampai akhirnya, Zico pun mengatakan penawaran nya.

"Aku sudah memiliki istri. Kami sudah mengarungi bahtera rumah tangga selama hampir tiga tahun. Tapi sayangnya, pernikahan kami selamanya tidak akan mendapat keturunan. Rahim istriku bermasalah, itu yang membuat aku kehilangan harapan mendapatkan seorang anak. Jadi, apa kau bersedia memberiku keturunan?"

Pertanyaan Zico sontak membuat iris mata Naima melebar. Wajahnya menegang, napasnya tertahan. Sekujur tubuhnya beku seolah di kutuk menjadi batu.

"Aku akan memberimu sejumlah uang asal kau bisa memberiku satu orang anak saja tanpa adanya pernikahan. Apa kau bersedia?" imbuh Zico.

Naima menelan salivanya dengan susah payah. Ini tidak tahu harus menjawab apa. Ini terlalu berat untuk dirinya.

Naima menggeleng berat. "Tidak, aku tidak setuju. Itu terlalu merugikan untuk aku," sahut Naima dengan bibir gemetar.

"Kau yakin menolak penawaran ku? Tolong pikirkan dulu, jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Aku akan memberimu waktu sampai kau benar-benar memberi keputusan yang tepat. Memangnya kau tidak mau ibumu sembuh?"

Kalimat terakhir Zico membuatnya merasa dilema. Apakah ia harus mengorbankan diri untuk kesembuhan sang ibu? Apa ia harus menukar hidupnya dengan sejumlah uang yang tidak sedikit.

Selama ini Naima berusaha mengumpulkan uang untuk berobat sang ibu. Tapi sayangnya total yang harus ia kumpulkan terlalu banyak. Sehingga butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa terkumpul. Beberapa kali mencoba meminjam uang pada tetangga dan kerabat, tapi tidak ada satupun yang mempercayainya.

Tiga hari lalu, ia bertemu dengan pria yang nyaris menabraknya. Pria itu Zico. Dilihat dari penampilannya, sepertinya Zico bukan orang sembarangan. Setitik harapan Naima genggam dan mencoba untuk meminjam uang pada pria yang nyaris menabraknya itu. Tapi sayangnya, syarat yang di berikan oleh Zico yang membuatnya di selimuti oleh perasaan dilema sekarang.

"Apa aku bisa menawar?" tanya Naima setelah beberapa saat terdiam, ia berusaha untuk memantapkan diri.

"Apa?" Zico siap mendengarnya.

"Aku bersedia memberimu keturunan. Tapi aku keberatan dengan kata 'tanpa pernikahan'. Itu terlalu merendahkan."

"Jadi?"

"Aku rasa kau mengerti maksudku."

Zico menaikan alisnya sebelah. Kenapa jadi dia yang seolah-olah membutuhkan bantuan?

"Jadi kau mau aku menikahimu?"

"Ya," jawab Naima cepat.

"Tapi aku tidak bisa mengkhianati istriku."

"Apakah dengan aku memberimu keturunan dan apa yang terjadi di antara kau dan aku bukan sebuah pengkhianatan?"

Zico bergeming.

"Tapi aku akan mengakhirinya setelah anakku lahir. Bagaimana? Deal?" Zico mengulurkan tangannya pada Naima, namun wanitu itu tidak langsung menjabatnya.

Apa ini ketupusan yang tepat? Aku tidak lagi punya pilihan lain. Aku ingin ibu sembuh, aku tidak tega melihat ibu menderita setiap hari. Ucap Naima dalam hati.

Setelah mencoba meyakinkan diri dan memantapkan hati, Naima menjabat tangan Zico.

"Deal," jawab Naima dengan jelas.

Naima berharap ini langkah yang benar. Semoga tidak ada penyesalan nantinya.

Jabatan tangan mereka lumayan lama, dan Naima segera menarik tangannya begitu sadar.

"Maaf," ucap wanita itu segan.

"Ya, tidak apa-apa."

"Jadi apa sekarang ibuku sudah bisa di bawa ke rumah sakit?" tanya Naima tidak sabar.

"Ya, kita ke rumah sakit sekarang. Semakin cepat semakin baik. Aku juga tidak ingin membuang-buang waktu."

Naima mengangguk setuju. Syukurlah jika ibunya akan segera di tangani. Ia berharap semuanya berjalan dengan apa yang ia harapkan.

_Bersambung_

1
Suartati Hasibuan
keren nih kayaknya ceritanya
sandi Gelau
tk mslh itu ank zico..lmbt laun pun zico ttp sma Alyin
Wiek Soen
nanti mampir Thor
tina_sa
kejam sekali sitya ini,bisa bisanya dy berbicara seperti itu dg temanya.
tina_sa
wah sekali tembak langsung tepat sasaran si zico,keren.
tina_sa
ternyata suhu si arsa q kira cupu😁
tina_sa
menariiiik.,
tina_sa
gercep juga si zico,semangat
tina_sa
baru mampir thor,untuk pertama baca novelnya 😊
Wind Rahma: Happy Reading ❣️
total 1 replies
Maya Sari Niken
nanti gimana perut makin besar kan keliatan
Ana Susana
👍
Wiek Soen
akhirnya bahagia juga
Wiek Soen
ternyata Arsa toh
Wiek Soen
akhirnya sama2 terluka
Wiek Soen
kok tambah nyesek Thor
Wiek Soen
sampai kebawa ceritanya aq thor
Wiek Soen
semangat Naima
Wiek Soen
Zico tanggung jawab betul
Wiek Soen
pertama perut yg di kenyangkan
Wiek Soen
pingin ketawa juga pingin menangis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!